
Di dalam perjalanan Ryu terus berhati-hati agar tidak terjadi hal buruk Padanya mengingat Tingkat Kultivasinya masih rendah.
" Tuan benar-benar sangat nekat." Shizi yang keluar dari tubuh Ryu seakan memarahi tindakannya.
" Sampai kapan aku bertahan disana? apalagi tidak ada Sumberdaya yang memadai." ucap Ryu.
" Lalu apa tujuan Tuan selanjutnya?" tanya Shizi.
" Aku tidak tau, yang jelas aku akan mencari cara untuk mengatasi masalah ini secepatnya." ucap Ryu.
" Haaahh... aku harap Tuan beruntung." Shizi masuk kembali ke tubuh Ryu.
' Sepertinya dengan teknik Kontrak Jiwa cukup membantu Pasukan Semesta agar lebih kuat.' Ryu menuju ke arah Hutan yang Dia ketahui dari Peta Kerajaan Song dimana letak Hutan Kecil yang terdapat Binatang Roh Tingkat Pemula dan Fana berada.
Setelah mencapai bagian Hutan, Ryu Langsung mengeluarkan semua Pasukan Semesta berniat untuk menjelajahi tempat tersebut.
" Tu...Tuan." Zi Mayi dan Zi Mifeng terlihat khawatir.
" Tenang saja... Aku tidak akan mencelakakan kalian, di Hutan ini hanya ada Binatang Roh Tingkat Pemula dan hanya sedikit yang mencapai Fana. jadi aku harap kalian bisa mengambil Inti Roh mereka semua untuk membantu tingkatan kalian. Jika ada Sumberdaya, kalian harus membawanya." Ryu meyakinkan mereka langsung memberi Perintah.
" Baik Tuan." mereka terlihat senang langsung menjelajahi Hutan tersebut.
Setelah beberapa saat mereka langsung bertemu dengan Binatang Roh yang ada di tempat tersebut dan membunuh semua yang ada di depan mata.
Jika saja ada yang tau apa yang telah dilakukan Mereka, maka Orang-orang akan mengutuk Ryu dan Pasukan Semesta karena telah membantai Binatang Roh Tingkat rendahan tersebut.
Namun di pihak Ryu sendiri dengan terpaksa melakukannya karena tidak ada pilihan lain agar bisa menambah kekuatan mereka meski hanya menambah sedikit.
Tidak hanya sampai disitu saja, dalam waktu berhari-hari mereka keluar dan masuk Hutan untuk membantai Binatang Roh Tingkat rendahan.
Dalam perjalanan selama Delapan bulan lamanya, kini Ryu dan Pasukannya telah berhasil menjelajah Puluhan Hutan membantai semua Binatang Roh Tingkat rendahan di Wilayah Kerajaan Song.
Hal itu tentu saja membuat beberapa Warga kebingungan karena saat berburu, mereka tidak menemukan apapun kecuali bekas pertempuran.
" Haaahh... Meskipun hasil tidak sebanding dengan perjuangan kita, tapi paling tidak kalian bisa naik tingkat agar mampu melawan yang lebih kuat lagi." Ryu memandang semua bawahannya.
" Tidak masalah Tuan." ucap Chaizu.
" Lebih baik kalian menyerap inti Roh yang kalian dapatkan, aku juga akan membuat Pil dari beberapa Sumberdaya yang kita dapatkan." Ryu menuju Istana di Dunia Kecil langsung memuat Pil Kultivasi Tingkat Fana.
Setelah beberapa saat, Ryu berhasil membuat 10 Pil Kultivasi Tingkat Petapa dan Pil Pemulihan Tingkat Petapa berjumlah 8 buah dari semua Sumberdaya yang mereka dapatkan lalu duduk Berkultivasi untuk menyerap Pil tersebut.
Selesai menyerap semua Pil Kultivasi, Ryu kembali keluar dari Dunia Kecil menuju pinggir Hutan dengan wajah murung karena masih belum ada terobosan.
Didalam keputusasaan Ryu terus berjalan melewati Jalan setapak hingga tanpa sadar dia dihadapkan dengan Lima Sosok berpakaian Hitam masing-masing sudah berada di Pendekar Alam Tahap Menengah.
Merasa hal yang tidak baik, Ryu berencana untuk lari menggunakan Langkah Kilat. Namun karena ada sosok Lain yang akan datang Ryu seakan tidak berdaya akibat tekanan aura yang sangat kuat menghampiri dirinya.
" Wuush" Sosok tersebut berdiri di tengah Ryu dan Kelima Sosok tersebut.
" Kalian hanya bisa menyakiti Warga yang lemah saja." Sosok Pria yang berusia 35 Tahun menatap tajam ke arah Perampok tersebut.
" Xiao Hei, kau jangan ikut campur! dia adalah buruan kami." Salah satu dari Perampok terlihat khawatir.
" Aku tidak akan membiarkan Penindasan di Wilayah Sekte Harimau Putih. Cepat pergi dari sini sebelum aku berubah fikiran." Xiao Hei mengancam mereka.
Tanpa banyak berpikir kelima Perampok tersebut langsung pergi meninggalkan Buruan karena takut Xiao Hei akan membunuh mereka.
" Terimakasih Senior telah menolongku." Ryu merasa terbantu dengan adanya Xiao Hei.
__ADS_1
Ryu berfikir sejenak bagaimana caranya agar Xiao Hei bisa berada di sampingnya sebelum dia bisa Naik Tingkat diatas Pendekar Alam.
" Tidak masalah Junior, lagi pula itu adalah tugasku untuk membantu Warga." Xiao Hei senyum ramah memandang Ryu yang memakai penutup Wajah.
" Kalau boleh tau kemana junior pergi? tempat ini sangat berbahaya untukmu apalagi hanya sendirian." Xiao Hei memeriksa Tingkat Kultivasi Ryu masih berada di Pendekar Petapa Tahap Menengah.
Namun dia merasa sangat aneh karena Fondasi dari Ryu begitu Kuat bahkan menyamai Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Bumi bahkan lebih.
" Aku hanya seorang pelarian yang dimana Kediamanku dibakar Oleh Perampok yang mencuri Harta Warga bahkan tidak segan menculik Para Gadis." Ryu bersandiwara.
" Seandainya aku punya Kekuatan, aku akan Menghancurkan mereka dengan Tanganku sendiri." Ryu mengepal tangannya yang seakan marah.
" Dengan Kultivasimu sekarang hanya akan bunuh diri. Bagaimana kalau Junior ikut denganku ke Sekte Harimau Putih, tapi Junior tidak bisa masuk kalau masih memakai Penutup Wajah seperti itu." ucap Xiao Hei.
" Terimakasih Senior, aku menutup wajahku karena mengalami Luka bakar yang membuat Wajahku Parah. Lagi pula, aku akan dipermalukan bahkan ditindas jika masuk Sekte dengan tingkat Kultivasi seperti ini." Ucap Ryu.
" Kalau begitu, aku akan menjamin keselamatanmu selama berada di Sekte Harimau Putih. Untuk Wajahmu kau boleh memakai penutup sampai Sudah Pulih kembali, dan aku sendiri yang akan memberitahukan Kepada Seluruh Anggota Sekte Harimau Putih." Xiao Hei begitu tertarik dengan Fondasi yang dimiliki Ryu.
" Terimakasih Junior." Ryu sangat senang karena tujuannya telah berhasil.
Setelah mendapat kesepakatan Xiao Hei membawa Ryu menuju ke Sekte Harimau Putih yang jaraknya cukup jauh hingga menempuh perjalanan seharian.
Sesampai di Sekte Harimau Putih, Xiao Hei langsung memperkenalkan kepada Seluruh Anggota Sekte Harimau Putih tentang keadaan Ryu hingga dia terus memakai Penutup Wajah sekarang.
Paktriak, Para Tetua, Guru dan Murid yang awalnya merasa Aneh dengan penampilan Ryu kini sudah memaklumi bahkan ada yang mengutuk keras tentang Perampok yang menghancurkan Kediaman Warga bahkan dengan keji menculik Para Gadis.
Di dalam Sekte Harimau Putih juga dibagi menjadi empat bagian, yaitu Murid Luar, Murid dalam, Murid Inti dan Murid Elit.
Ryu yang masih berada di Tingkat Pendekar Petapa Tahap Menengah sudah pasti ditempatkan di bagian Murid Luar.
Sekte Harimau Putih adalah termasuk sekte Besar yang dimana setiap pembagian Sumberdaya sesuai tingkatan.
Untuk Murid Luar, Setiap Murid mendapatkan 10 sampai 50 Pil Kultivasi Tingkat Petapa dan kebutuhan hidup setiap Bulan sesuai kontribusi.
Murid Inti mendapatkan 10 sampai 50 Pil Kultivasi Tingkat Alam dan kebutuhan hidup selama satu Bulan sesuai kontribusi.
Murid Elit mendapatkan 50 Pil Kultivasi Tingkat Bumi Serta berbagai Bonus lain dan kebutuhan hidup selama satu Bulan.
Ryu yang mendengar keterangan dari Xiao Hei, kini terlihat murung karena yang dia butuhkan adalah hal yang lebih lagi.
Namun Ryu tidak habis Akal tanpa malu meminta Sumberdaya kepada Xiao Hei dan berniat untuk menanamnya di Dunia Quzhu.
Meskipun sekarang Xiao Hei tidak membawa Sumberdaya, namun dia berjanji pada Ryu untuk membawa beberapa Sumberdaya yang terbaik.
Xiao Hei sebenarnya masih belum mengerti mengapa Ryu meminta hal tersebut yang menurutnya tidak berfungsi jika tidak ditangani oleh para Alkemis sesuai dengan tingkatan.
" Terimakasih Senior." Ryu menundukkan kepala.
" Baiklah, sekarang aku pergi dulu. Berlatihlah dan Rajin merawat Sekte agar kamu mendapatkan lebih banyak Pil." Xiao Hei meninggalkan Ryu dan kembali ke Wilayah Murid Elit.
' Aku harus mendalami Alkemis juga agar bisa membuat Pil dengan tingkat yang lebih tinggi lagi.' Ryu menuju kediaman baru tempat Murid luar.
Didalam masa percobaan selama satu Bulan, Ryu hanya sedikit berlatih dan memilih untuk merawat beberapa bagian wilayah murid Luar agar Bulan berikutnya bisa mendapatkan Pil secara maksimal yaitu 50 Pil Kultivasi Tingkat Petapa.
Begitu banyak dari Murid luar yang penasaran dengan wajah Ryu di balik Topengnya, namun karena mengingat Ryu mengalami Luka Bakar sehingga mereka seakan enggan berkomentar bahkan hanya menyapa sebagai sesama Murid Sekte saja.
Apalagi dengan Status Xiao Hei sebagai Murid Nomor 1 Kelas Elit Murid Paling Jenius yang diberikan Julukan Kaisar Perang karena mendapatkan Warisan Kaisar Perang yang pernah hidup Ribuan Tahun yang lalu tentu saja hal itu tidak ada yang berani mengganggunya.
Sudah sebulan Ryu berada di Sekte Harimau Putih, Kini dia langsung menerima Hasil jerih payahnya selama ini dengan mendapatkan Pil Kultivasi Tingkat Petapa sebanyak 50 dan diajarkan oleh Seorang Guru bernama Du Lao.
__ADS_1
" Selamat Ryu'er... Kamu telah membuktikan bahwa kamu sangat Rajin merawat Wilayah Murid luar ini." Du Lao terlihat senang.
" Terimakasih Guru... Aku akan mempertahankan kepercayaan Para Tetua." ucap Ryu.
" Tapi jangan sampai lupa waktu, karena kamu juga harus berlatih. Satu lagi, Sekte Harimau Putih memiliki Aturan dimana Murid Luar, Murid Dalam, Murid Inti dan Murid Elit tidak boleh Keluar dari Wilayah masing-masing apalagi untuk mengganggu. Beda Kasus dengan Xiao Hei, Karena dia adalah Titisan Dewa Perang." Ucap Du Lao.
" Aku mengerti Guru." Ryu tidak memperdulikan status dari Xiao Hei.
" Baiklah... Sekarang aku akan mengajarkanmu beberapa Teknik yang ada di Sekte ini, dimana semua Teknik yang dipakai adalah dengan Tangan Kosong." Du Lao langsung maju memperagakan beberapa Gerakan Dasar.
Ryu yang memperlihatkan gerakan tersebut hanya dengan sekali melihat sudah bisa memperagakan dengan baik.
Hal itu tentu saja membuat Du Lao sangat heran karena Dalam Gerakan Pertama paling tidak harus membutuhkan Satu Bulan atau lebih.
Dalam Gerakan Dasar yang ada di Sekte Harimau Putih ada memiliki 12 Pola gerakan sebelum menggunakan Teknik.
Du Lao yang dipercayakan sebagai Guru Ryu, kini terlihat bingung karena Pada umumnya Murid Luar bisa memperagakan Pola Dasar dengan sempurna sudah berada di Pendekar Suci Tahap Awal.
Namun bagi Ryu sendiri Hanya setengah hari sudah mampu menyelesaikan 12 Pola gerakan tanpa ada kekurangan apapun meski masih berada di Pendekar Petapa Tahap Menengah.
" Ryu'er, Sepertinya tidak ada yang bisa aku ajarkan lagi padamu sebagai Murid Luar ini. Kecuali kalau kamu sudah berada di Pendekar Suci Tahap Awal dan berada di murid Dalam." Du Lao seakan memikirkan sesuatu karena tidak mungkin untuk memasukkan Ryu sebagai Murid Dalam dengan waktu singkat ditambah dengan tingkatannya belum mencukupi.
" Ryu'er, Begini saja. Bagaimana Kalau kamu belajar yang lain yang mungkin menambah pengetahuan mu." ucap Du Lao.
" Guru... Apakah disini ada yang mengajarkan Alkemis atau Pandai Besi? " Ryu mengingat kalau dirinya masih berada di Alkemis Tingkat
" Sebenarnya ada, tapi jaraknya sangat Jauh dan tidak mungkin kamu melakukan hal itu secara bersamaan." Du Lao memikirkan sesuatu.
" Begini saja, bagaimana kalau Aku membawamu Kitab Alkemis dan Kitab Pandai Besi. Tapi Kamu harus menyembunyikan Hal itu pada yang lain. Karena akan berbahaya jika ada orang lain tau." Du Lao terlihat serius.
" Sesuai Perintah Guru " Ryu menundukkan kepala sambil menyembunyikan rasa senangnya.
" Baiklah, Besok Pagi aku akan membawakan semua untukmu." Du Lao langsung meninggalkan Lapangan Latihan.
" Ciihhhh... kenapa kamu tidak menggunakan Teknik Kultivasi Ganda saja agar lebih cepat? Mempelajari Alkemis dan Pandai Besi itu sangat membosankan." Shizi tiba-tiba keluar.
" Apa kamu mau aku kunci lagi agar tidak bisa keluar?" Ryu terlihat kesal.
" Kamu sudah sering mengurungku tanpa alasan yang jelas. Apa ada yang kamu sembunyikan?" Shizi menyelidik.
" Aku ingin Berkultivasi." Ryu langsung masuk ke Kamarnya tanpa memperdulikan keberadaan Shizi
Sesampai di kamar Ryu mencari tempat untuk duduk bersila lalu mengambil Pil langsung duduk Berkultivasi.
Saat malam sudah tiba, Ryu kembali membuka mata dan memeriksa keadaan sekitar lalu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura langsung menuju ke Istana di Dunia Quzhu.
' Kamu tidak akan pernah menemukan Dunia Quzhu ini.' Ryu yang selalu menutup Alam Bawah Sadar saat masuk ke Dunia Quzhu.
Saat berada di dalam Kamar, Ryu terhenti sejenak seakan mengingat kembali saat-saat Dia bersama Ketujuh Istrinya.
" Istriku... Aku harap kita akan berkumpul disini lagi." Ryu melanjutkan langkahnya langsung berbaring ke tempat tidur.
Pada keesokan paginya Ryu keluar dari Dunia Quzhu menuju Lapangan latihan yang terlihat Du Lao sudah menunggunya.
" Ryu'er ini yang aku janjikan." Du Lao memberikan sebuah Cincin Ruang Surgawi karena dia Fikir Ryu tidak memiliki benda tersebut.
" Terimakasih Guru. Mohon terima ini sebagai rasa Hormatku." Ryu mengambil Cincin pemberian Du Lao lalu memberikan Cincin yang lain dengan Kualitas yang sama.
" Ryu'er... Terimakasih, Ini Sumberdaya yang berharga." Du Lao melihat Buah Tangan Budha, Apel Matahari, Persik Bulan, Anggrek Darah Naga dan Ginseng Air dimana masing-masing 5 Buah.
__ADS_1
" Kalau begitu Aku akan mempelajari Kitab-kitab ini." Ryu melihat ada 4 Kitab dari cincin pemberian Du Lao langsung meninggalkan tempat tersebut.
'Dari mana Pemuda ini bisa mendapatkan Harta langit ini? Pantas saja Fondasinya sangat kuat.' Pikir Du Lao.