
Dari keterangan beberapa Warga, Siluman Kucing tersebut sering memangsa Warga jika sedang bepergian ke dalam Hutan bagian Selatan Permukiman Warga ketika sedang mencari Kayu bakar atau mencari Sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan Sehari-hari dimana hanya Hutan itu saja yang bisa menyediakan kebutuhan mereka.
" Saudari Xian, sepertinya aku harus mencari Kucing itu. Lagi pula Kucing itu hanya berusia Puluhan Ribu Tahun. Jadi tidak Sulit untuk mengalahkannya." ucap Ryu
" Saudara Ryu, biarpun Kucing itu masih Berusia Puluhan Ribu Tahun tetap saja harus waspada. Kita belum tau Apa itu Kucing Bulan atau Kucing Neraka." Shui Xian mengingatkan.
" Aku harus memeriksa sendiri." Ryu berjalan ke arah Selatan.
" Aku Ikut." Shui Quan mengikuti Ryu.
" Aku juga." Shui Lung tidak ingin ketinggalan.
" Haaahh... Saudari Zia, Saudari Yun, kita ikuti mereka. Yang lain tunggu disini saja." Shui Xian membawa Shui Zia dan Shui Yun bersamanya.
Ryu yang sedang berjalan, sedikit memasang wajah masam ketika kelima Wanita itu mengikutiya tanpa berkata apapun.
Sesampai di Hutan, Ryu langsung memeriksa keadaan sekitar untuk mengetahui keberadaan Siluman Kucing.
Hingga memakan waktu 4 Jam, kini Ryu merasakan ada Aura yang Kuat sedang menuju ke arah mereka.
" Crraaash... Crraaash... Crraaash..." Cakaran yang sangat tajam langsung mengarahkan kepada mereka.
" Kucing Bulan" Shui Xian menatap Siluman Kucing usia Puluhan Ribu Tahun Tingkat Abadi Seukuran 10 kali Manusia Dewasa.
" Mengapa kalian berani menggangu kediamanku?" Kucing Bulan sangat marah.
" Seharusnya aku yang bertanya pada mu, mengapa kamu membunuh Warga.?" Ryu bertanya balik.
" Hahahaha... itu karena mereka mengusik ketenangan ku." ucap Kucing Bulan.
" Dasar Licik" Ryu menganggap itu hanya alasan langsung mengeluarkan Pedang Naga Pembelah Gunung.
" Crraaash... Crraaash." Ryu menyerang dengan Bola Petir dari dalam Pedang hanya mengenai Ruang Kosong.
" Kau fikir serangan yang lambat itu bisa mengenai ku? " Kucing Bulan sudah berada di tempat lain.
" Baiklah, sepertinya kita harus beradu kecepatan." Ryu mengaktifkan Armor Pelangi langsung menggunakan Langkah Kilat.
" Traaang... Traaang.... Traaang..." Pertemuan kedua bayangan membuat Getaran hebat membuat beberapa pepohonan langsung tumbang.
Melihat pertempuran kedua bayangan tersebut, membuat Shui Xian dan rekannya memilih untuk menghindar takut terkena Imbas serangan.
' Manusia ini bisa melebihi kecepatan ku' Kucing Bulan merasa kewalahan akibat serangan bertubi-tubi dari Ryu.
Begitupun dengan Ryu sekakan terus menyerang Kucing Bulan untuk menekan pergerakan Kucing Bulan.
" Wuush" Ryu langsung melepaskan Aura Dewa membuat pergerakan Kucing Bulan melambat.
" Crraaash" Sebuah Pedang berhasil melukai tubuh Kucing Bulan.
'HENTAKAN PETIR '
Setiap langkah Kucing Bulan diikuti Sambaran Petir yang terus menyerang tubunya, semakin cepat dia berlari semakin banyak juga petir yang menyambar.
' Teknik Apa ini.'Kucing Bulan seakan enggan lagi untuk melangkah.
Tentu saja hal itu dimanfaatkan oleh Ryu langsung menyerangnya bertubi-tubi membuat Kucing Bulan mengalami banyak Luka.
" Slaash" sebuah tebasan Pedang membuat Kepala Kucing Bulan terlepas dari tubuhnya.
" Aku akui kecepatan mu. " Ryu mengambil Inti Roh Kucing Bulan lalu mengibas Mayatnya.
Selesai menyelesaikan Pertarungannya, Ryu Langsung berjalan menuju ke arah Shui Xian dan yang lain berada.
Namun saat memeriksa wilayah tersebut, Ryu tidak menemukan keberadaan mereka langsung mengeluarkan Chaizu.
" Chaizu, cari kemana arah mereka!" Ryu terlihat khawatir.
" Ggooooaaarr " Auman Chaizu sambil mengendus kemana arah mereka pergi.
Chaizu kini tidak terlihat seperti biasanya, kadang berjalan dan kadang berhenti karena Aroma mereka seakan disamarkan.
" Ggrrrrr " Chaizu meningkatkan Penciumannya walaupun samar-samar secara perlahan mengikuti Aroma tersebut.
Matahari sudah mulai sore Chaizu terus mengikuti arah penciumannya hingga sudah keluar Hutan menuju ke arah lain hingga melewati Pinggiran Permukiman Warga.
" Saudara Ryu, Apa yang terjadi?" Salah satu dari kelompok Shui Xian yang sedang mencari kayu bakar.
__ADS_1
" Saudari Xian dan yang lain sepertinya sedang mengalami kesulitan" Ryu terus mengikuti kemana arah Chaizu.
" Kami akan menyusul." Wanita tersebut langsung melepaskan dahan kering di tangannya melesat ke arah Kelompok mereka sedang berkumpul.
Mengingat Chaizu juga terlihat kesulitan, kini Ryu hanya bersabar dan berharap tidak terjadi sesuatu kepada Mereka.
Pada malam hari, kini Kelompok dari Shui Xian juga telah berhasil menyusul Ryu yang sudah berada di Hutan lain yang seakan seperti berjalan biasa.
Hingga menjelang Pagi kini Chaizu mulai berjalan lebih cepat bahkan berlari karena Aroma mereka semakin jelas.
" Ggooooaaarr" Chaizu mengaum sekuatnya langsung melesat membawa Ryu menuju ke Suatu tempat.
Melihat Chaizu dan Ryu sudah jauh, Kelompok Shui Xian pun mengeluarkan Hewan Kontrak mereka untuk mengejar ketertinggalan.
Hingga tepat di depan mereka terlihat sebuah Danau Besar yang di tengahnya terdapat sebuah Pulau Kecil.
......................
Di Pulau Kecil, terlihat Sosok Pria Paruh Baya Sedang duduk di sebuah Kursi Kebesarannya bersam Sosok Wanita Cantik yang duduk di kursi lain di sampingnya.
" Raja, Kami telah berhasil menculik Kelima Gadis Ini saat melewati Hutan dalam perjalanan pulang." ucap salah satu sosok sambil menunjuk ke arah Shui Xian, Shui Quan, Shui Lung, Shui Zia, dan Shui Yun yang sedang terikat dengan tatapan Kosong.
" Pekerjaan Bagus... Kelima Gadis ini akan kujadikan sebagai Istriku. Hua'er, Apa kamu setuju? " Gongzi He memandang ke Arah Putrinya.
" Aku tidak Keberatan Ayah, lagi pula Ibu sudah lama meninggalkan Kita." Jawab Gongzi Hua.
" Jenderal Zaoley, Jenderal Yiban, berikan mereka Pil Pengantin Ratu Buaya! dengan begitu semua akan lebih Mudah." Perintah Gongzi He.
" Baik Raja." Jenderal Yiban memasukkan Sebuah Pil kepada mereka masing-masing satu.
" Pelayan, Bawa mereka ke Kamar ku sambil menunggu efek tersebut bekerja." Perintah Gongzi He.
" Baik Tuan." Kedua Pelayan melepaskan Ikatan langsung membawa mereka yang seakan menurut.
" Hahahaha... Aku tidak sabar lagi dengan Kelima Wanita Pengantin baru ku." Gongzi He terlihat senang.
" Ayah, Aku juga ingin mendapatkan Pengantin untuk ku." Gongzi Hua bersuara.
" Apa kamu tidak menemukan Pasanganmu dari salah satu Siluman Buaya disini?" Tanya Gongzi He.
" Aku hanya ingin mendapatkan Pasangan dari Manusia, Orangnya harus Kuat dan gagah perkasa melebihi Siluman Buaya yang ada disini." Gongzi Hua seakan Berkhayal.
" Baiklah, aku akan menunggu " Gongzi Hua terlihat senang.
" Sepertinya hanya menunggu sedikit waktu lagi, Pil itu akan bekerja. Kalau begitu, aku lebih baik menunggunya di Kamar." Gongzi He beranjak dari Kursi Kebesarannya melangkah ke kamar.
Tiba-tiba Getaran hebat membuat seisi Pulau sedang mengalami Gempa membuat semua Khawatir.
" Jenderal Yiban, Jenderal Zaoley, hadang para penggaggu di Luar sana. Aku tidak ingin kebahagiaanku terganggu." perintah Gongzi He.
" Baik Raja." Kedua Jenderal langsung membawa para pengawal keluar dari Istana Buaya.
" Aku juga ikut membantu." Gongzi Hua menuju luar Istana Buaya.
Raja Gongzi He langsung menuju Kamarnya tanpa memperdulikan getaran tersebut terlihat wajahnya sangat senang.
...----------------...
' MALAPETAKA '
Ryu langsung mengeluarkan Bola Petir menuju ke Danau.
" Bboooom" Bola Petir Menabrak Air yang ada di Danau membuat Air seakan tersebar ke berbagai tempat seakan Air di Danau mulai mengering.
Kejadian itu terus dilakukan berkali-kali sambil meneguk Pil untuk memulihkan Qi yang seakan surut dan hanya meninggalkan genangan air akibat teknik yang dia pakai hingga terlihat Air mulai surut karena Gelombang dari dalam danau keluar membanjiri seluruh daratan sekelilingnya.
" Wuush" Ryu langsung mengeluarkan semua Bawahannya.
"Jinying, Chaizu, Shizi, Kita akan ke Tengah Pulau! Dan kalian, Buat Semua bunuh semua Siluman Buaya di Danau ini.!" Ryu memerintahkan semua bawahannya.
Seketika Semua bawahannya mengeluarkan Petir dan Api seakan mengguncang dan menyambar Genangan Air membuat Para Siluman Buaya terhimpit dan keluar dari Air menyerang balik yang mengganggu ketenangan mereka.
Kini terlihat Ribuan Siluman Buaya yang berusia Puluhan Ribu Tahun Tingkat Surgawi hingga Tingkat Abadi.
" Jangan sisakan sedikit pun" Zi Mayi memerintahkan semua Pasukan seakan Darah mereka mendidih.
" Pasukan Lebah, tunjukkan yang terbaik untuk Tuan Kita " Zi Mifeng juga tidak ingin kalah dari Pasukan Semut.
__ADS_1
Kelompok dari Shui Xian yang baru saja muncul kini hanya menggelengkan kepala akibat kerusakan di Danau tersebut sambil melihat Pasukan dari Pihak Ryu seakan menikmati Pertarungan tersebut.
Melihat semangat dari Pasukan Ryu, mereka semua berinisiatif untuk mencari sisi lain untuk melakukan Pertarungan karena tidak ingin terkena imbas Petir dan Api dari Pasukan Ryu.
Di tengah Pulau, Ryu dan ketiga Hewan Kontrak langsung menuju ke Istana Buaya namun mereka kini dihadang oleh Jenderal Yiban dan Jenderal Zaoley beserta Pasukannya.
Ryu merasa kaget dengan penampilan Siluman Buaya yang kini bisa menjadi Manusia.
" Ggooooaaarr" Chaizu dan Shizi langsung menghadang masing-masing kedua Jenderal.
" Jadikan Manusia itu Sebagai Pengantin ku." Gongzi Hua melihat Sosok Pemuda yang terlihat Gagah dan tampan di depan mereka.
" Kwwwaaakkk" Jinying tidak terima ucapan dari Gongzi Hua ingin membandingkan diri dengan Tuannya Xin Chie.
Jinying langsung mengobarkan Api Putih ke seluruh tubuhnya melesat ke arah Gongzi Hua setiap kepakan sayapnya menjatuhkan Kobaran Api membakar semua yang dia lewati langsung mencakar Gongzi Hua.
Ryu yang merasa Pertarungan mereka masih berpihak kepada Bawahannya langsung masuk Istana Buaya sambil menjatuhkan Hujan Petir untuk melukai Para Prajurit Siluman Buaya hingga Zi Mayi dan Zi Mifeng juga muncul untuk membantu.
" Wush" Ryu Langsung menggunakan Langkah Kilat dan Wujud Hantu menuju bagian dalam Istana Buaya.
Di sebuah Kamar Istana, kini hal yang ditunggu Gongzi He telah terlihat menyaksikan gerakan dari Kelima Gadis tersebut mulai mendekatinya dengan gerakan lemah gemulai.
Tidak ingin menyiakan kesempatan, Gongzi He langsung melepaskan pakaiannya seakan menunggu kedatangan kelima Gadis tersebut.
" Bboooom" Pintu Kamar langsung hancur berkeping-keping.
" Booomm" Serangan tiba-tiba dari Ryu yang membuat Gongzi He langsung terpental hingga membuat dinding retak.
Sesaat Terlihat Ryu sudah mengaktifkan Wujud Kera Petir yang sangat besar langsung menyerang Gongzi He dengan Langkah Kilat hingga tidak terhitung lagi Pukulannya mengenai Tubuh Gongzi He.
Gongzi He yang awalnya mendapatkan serangan dadakan, tentu saja membuat kerugian Besar karena belum sempat bangkit Ryu terus memukulnya hingga dinding Pembatas jebol akibat tubuhnya yang sering terlempar.
" Slaash" Ryu langsung memotong kepala Gongzi He seketika berubah menjadi seekor Buaya berusia Puluhan Ribu Tahun Tingkat Abadi.
" Kebetulan" Ryu langsung mengambil Inti Roh Siluman tersebut langsung menuju ke arah Shui Xian dan rekannya yang seakan kehilangan kendali.
" Saudari Xian, Saudari Lung, Saudari Zia, Saudari Quan, Saudari Yun, Ini aku.!" Ryu terlihat Khawatir melihat tingkah mereka seakan ingin melakukan hal intim kepada Ryu.
Sesaat mereka sudah mendekati Ryu, kini mulai melepaskan pakaian bagian atas mereka.
Dalam kepanikan, Ryu langsung menotok Aliran darah Kelima Wanita tersebut hingga membuat mereka terhenti.
Sesaat Ryu merasakan Aliran Nadi mereka seakan tercampur dengan Racun aneh mulai menyatu dengan tubuh mereka, Ryu langsung mengalirkan Qi kepada mereka untuk mengeluarkan Racun tersebut.
Setelah beberapa Jam kemudian, semua Racun aneh di dalam tubuh mereka langsung keluar kemudian melepaskan totokan.
" Uhuk " Kelima Wanita tersebut memuntahkan segumpal darah berwarna hitam.
" Syukurlah Racun aneh itu belum menyatu dengan sempurna. sedikit saja terlambat, aku tidak tau apa yang akan terjadi." ucap Ryu.
" Terimakasih Saudara Ryu." mereka mengingat sepotong-sepotong kejadian yang terjadi pada mereka langsung menutup kembali baju mereka yang sudah terbuka dengan wajah memerah.
" Pulihkan diri kalian! maaf aku terpaksa membuat organ dalam kalian terluka, karena Racun itu hampir menyatu di nadi kalian." Ryu memberikan Pil Pemulihan miliknya.
Kelima Wanita tersebut sontak kaget merasakan Aura yang dipancarkan Pil tersebut Puluhan kali lipat dari semua pil yang pernah mereka pakai dan tanpa menunggu lama mereka langsung mencerna Pil tersebut.
Sesaat kondisi mereka pulih kembali langsung berdiri terlihat sangat senang.
" Sebaiknya kita keluar dari Istana Buaya ini" Ryu berjalan sambil mengambil Mayat Buaya tersebut.
Sesampai di luar Istana, Chaizu, Shizi dan Jinying langsung menyeret tubuh Gongzi Hua dan Kedua Jenderal ke hadapan Ryu.
" Bawahanku sudah cukup! " Ryu langsung mencekik leher kedua Jenderal tersebut hingga mati, seketika tubuh mereka menjadi Buaya seusia Puluhan Ribu Tahun Tingkat Surgawi.
" Ampun Tuan" Gongzi Hua sangat ketakutan.
" Jika aku membiarkanmu hidup, kamu pasti akan banyak membuat masalah pada Manusia" Ryu juga mencekik Wanita yang terlihat Cantik dengan tatapan dingin hingga Gongzi Hua juga mati dan berubah menjadi seekor Buaya Seusia Puluhan Ribu Tahun Tingkat Abadi.
" Lumayan" Ryu langsung mengambil inti Roh tersebut lalu menatap anak buahnya.
" Kalian ambi semua Inti Roh Siluman Buaya ini, aku rasa sangat cocok jika suatu hari kita bertarung di dalam Air." Perintah Ryu.
" Baik Tuan" Zi Mayi dan Zi Mifeng bersama Pasukannya mengumpulkan semua Mayat Siluman Buaya diikuti Ketiga Hewan Kontrak seakan tidak ingin ketinggalan.
" Saudari" Kelompok Shui Xian yang baru menyelesaikan Pertarungan merasa senang melihat Shui Xian dan yang lain tidak terjadi apapun.
" Saudara Ryu, apa kita secepatnya pergi dari sini? " Tanya Shui Xian.
__ADS_1
" Kalian ambil dulu apa yang kalian butuhkan di dalam Istana Buaya ini. Aku yakin mereka banyak menyimpan Harta dan Sumberdaya." Ryu memandang Istana Buaya di depan mereka.
Mendengar ucapan tersebut, mereka langsung masuk ke dalam untuk menjarah harta disitu.