
Setelah menunggu beberapa saat, Shui Xian dan Kelompoknya telah kembali di depan Istana begitu pun bawahan Ryu juga telah berhasil mengumpulkan Inti Roh dan membawa Mayat Siluman Buaya ke Dunia Kecil.
" Saudara Ryu, kamu benar Siluman buaya ini banyak menyimpan Harta." Shui Quan seakan tidak berhenti kagum dengan Harta yang mereka Kumpulkan.
" Saudara Ryu, aku tau kamu tidak menginginkan semua Harta. Tapi Aku rasa kamu memiliki ketertarikan dengan ini."Shui Xian memberikan Dua Kitab kepada Ryu.
" Mmmmmm" Ryu mengambil kedua Kitab tersebut.
" Gggrrrrrr " Chaizu menggosokkan tubuhnya kepada Ryu seakan meminta sesuatu.
" Jadi kamu menginginkannya? Baiklah." Ryu mengerti maksud Chaizu lalu berjalan mendekati Istana Buaya.
" Wuush " Istana tersebut menghilang dari pandangan.
" Jadikan itu tempat Baru Kalian." Ryu mengibaskan tangannya mengembalikan semua bawahan.
Ryu langsung keluar dari Pulau tersebut yang kini Airnya sudah mengering tanpa memperdulikan tatapan dan bisikan dari Shui Xian dan Kelompoknya.
Sesaat sampai di tepian Danau, Ryu kembali meminta Shui Xian untuk menuntun jalan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Kerajaan Es.
Shui Xian pun berjalan mendahului mereka untuk menuntun jalan dengan kejadian masih terbayang di fikiran bagaimana cara Ryu menghilangkan Istana Buaya tersebut yang sangat megah dan besar.
Di dalam perjalanan, semua dalam fikiran masing-masing mengenai latar belakang Pemuda yang baru mereka kenal beberapa Bulan mulai dari Aura, Teknik mengerikan, Memiliki Hewan Kontrak yang banyak, hingga mampu membuat Istana menghilang bahkan mereka tidak tau kemana Istana itu ditempatkan.
Ryu yang tau apa yang mereka fikirkan, lebih memilih Diam terus berjalan mengikuti kelompok tersebut.
Hingga saat malam tiba mereka menghentikan perjalanan dan kembali membuat Kemah tempat beristirahat.
Ryu yang sudah berada di dalam Tenda langsung mengambil inti Roh yang dia dapatkan membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu menyerap tiga Inti Roh untuk Level 60 Kultivasinya.
Perjalanan mereka telah memakan waktu Selama Lima Bulan kini meraka sudah berada di Kerajaan Es kemudian mencari sebuah Penginapan untuk mencari informasi dimana ada kedai di lantai Dasar.
Mereka langsung masuk ke dalam Penginapan dan Ryu sendiri langsung menuju sebuah meja Kosong langsung memesan beberapa Makanan.
" Saudara... Siapa Kelima Wanita itu? Sepertinya mereka bukan dari Wilayah ini." tanya salah satu Pria yang berada di meja tidak jauh dari meja Ryu.
" Cantik sekali bagaimana kalau kita bermain dengan mereka malam ini?" ucap Pria di sampingnya.
" Bukan hanya Cantik, tapi tubuh mereka sangat menggoda dari bentuk tubuh dan kulitnya begitu putih dan mulus " Pria yang lain seakan berkhayal dengan tatapan mesum.
" Tenang saja Saudara. Siapapun mereka tidak ada yang berani berurusan dengan Sekte Gunung Es." Pria tersebut dengan tatapan yang liar
" Saudara, aku ingi salah satu dari mereka menjadi Istri baru ku. Aku yakin Ke Duabelas Istriku tidak keberatan." Pria Lain bersuara.
" Kalau begitu aku juga ingin menjadikan Wanita itu menjadi Istri kedelapan" Pria lain menunjuk ke arah Shui Quan.
" Aku juga sama. Ketiga Istrku masih belum mampu memuaskan aku saat di Ranjang." ucap yang lain.
" Kalau begitu kita sepuluh ini mengambil salah satu dari mereka sebagai Istri baru, sedangkan sisanya kita akan nikmati malam ini." Pria lain memandang Rombongan Shui Xian dengan tatapan Liar.
" Kamu benar, Sepertinya mereka juga tidak kalah Cantik." yang lain menimpal.
" Hati-hati jangan-jangan mereka Anak buah Putri Yuwang." Suara pria lain.
" Itu tidak mungkin, Aku dengar mereka masih di Kerajaan Api. Dengan begitu, apa yang dikhawatirkan.?" Yang lain meyakinkan temannya.
" Benar juga. Tapi ini Rahasia kita saja. Kalau ketahuan Anggota Sekte kita yang lain, nanti mereka minta Jatah dan jatah kita juga berkurang." ucap pria lain.
Mendengar percakapan dari mereka Ryu berusaha menahan marah karena fikiran kotor mereka. Ryu memang mulai faham dengan Dunia Kultivator setelah penjelasan demi penjelasan dari Paktriak Shandian Shan dulu kepadanya, namun bukan berarti harus dengan cara merendahkan harga diri para Wanita.
Shui Xian dan Kelompoknya yang mendengar dengan jelas ucapan tersebut, kini hanya menahan emosi mengingat mereka baru sampai di tempat tersebut apalagi melihat Pengunjung lain begitu enggan dengan Mereka yang menandakan bahwa mereka bukanlah Orang biasa.
Setelah menyelesaikan pemesanan Kamar untuk mereka, Shui Xian dan kerabatnya berniat untuk duduk di meja Ryu.
Namun langkah mereka seakan dihentikan oleh Tiga Sosok Wanita Misterius yang langsung menuju ke meja Ryu.
" Kembalikan Harta kami" Tianhe menadah tangannya ke arah Ryu.
" Aku tidak tau apa yang kalian Maksud." Ryu Pura-pura sambil memeriksa Tingkat Kultivasi mereka sekarang sudah naik ke Level 50.
" Tampan, Kami hanya meminta Harta Kami saja! tidak lebih dari itu." Yinshi dengan lembut mengusap bagian dada Ryu.
" Itu benar sekali Tampan. Tianhe, jangan terlalu Galak dengan calon Suami kita ini." Yunjiang membelai lembut Wajah Ryu.
' Yinshi, Yunjiang, ada apa dengan kalian? mengapa kalian bersikap seperti Wanita Murahan di depan Pemuda ini?' Tianhe mengirim pesan jiwa kepada mereka.
__ADS_1
' Tianhe, kamu jangan Konyol. Tingkat Kultivasinya jauh di atas Kita. Ilusi kita tidak bekerja pada Pemuda ini' Yinshi membalas dengan Pesan Jiwa.
'Tianhe, waktu tingkat Kultivasinya masih rendah dari kita saja kita kewalahan mengejarnya. Apalagi sekarang. Apa kamu mau kita mati di tangannya atau kita kehilangan jejak.'
" Maafkan Aku Tampan. Sepertinya fikiranku sedikit kacau. Kemana kamu menyimpan Harta kita" Tianhe langsung melunak.
Ryu yang bingung dengan sikap Tiga Dewi Iblis tersebut langsung berfikir kalau mereka terlihat melunak karena Ilusi mereka bisa menyerang balik diri mereka sendiri.
Jika harus melawan dengan cara Kasar tentu saja akan tau pihak siapa yang akan kalah.
" Aku tidak tau maksud Kalian. Mungkin saja ada Orang lain yang masuk ke dalam Tenda kalian, karena waktu itu aku langsung melanjutkan perjalanan karena aku tidak ingin mengganggu kalian sepertinya sedang tertidur pulas kecapean." ucapan Ryu seakan memberikan sebuah isyarat.
" Kaaauuuu...." Tianhe memasang wajah memerah teringat kejadian itu " Heheheee... Tampan, kami akan menunggumu sampai kamu ingat." Sekejap Tianhe kembali melunak.
" Tampan, jika kamu menemukan Pencuri itu tolong bawakan pada Kami. biarkan kami yang mengurusnya." Yunjiang memberi sedikit penekanan.
Kejadian tersebut mengundang perhatian semua yang ada di tempat itu, Bahkan Kelompok Pria yang tadi memandang Liar ke Kelompok Shui Xian kini berubah fikiran karena Ketiga Wanita tersebut Jauh lebih Cantik dari Kelompok Shui Xian.
" Nona, mungkin Pemuda itu mengalami Sedikit Kelainan. Atau miliknya tidak berfungsi. Lebih baik kalian bergabung dengan kami saja malam ini." Pria yang tadi menawarkan diri melihat Ryu begitu Cuek dengan keberadaan Tiga Wanita Cantik yang terus menggodanya.
Mendengar ucapan tersebut Tiga Dewi Iblis sangat marah bercampur malu mengingat tingkah mereka sendiri. Namun saat memeriksa Tingkat Kultivasi dari Kelompok Pria tersebut langsung terlintas dipikiran mereka dengan senyum licik.
" Apa kalian mampu melayani kebutuhan kami bertiga? " Yunjiang memandang Kelompok Pria tersebut.
" Kalian lihat saja nanti hasilnya" Salah satu Pria ingin menyentuh bagian tubuh Yunjiang.
" Sabar... Jika kalian ingin melayani Kami, kami akan menunggu kalian di sebelah Timur Desa ini. biar suara kita tidak menggangu orang yang ada di sini." Yunjiang menghentikan langkah Pria yang ingin menyentuhnya.
" Tampan, aku harap kamu tidak menggangu kami." Yinshi memberikan Isyarat pada Ryu.
" Dasar Murahan." Ryu bergumam.
"Justru kamu yang telah merenggut Kesucian Kami. Suatu saat kami akan menuntut itu." Bisik Tianhe sambil meninggalkan Penginapan bersama Yinshi dan Yunjiang.
" Kalau begitu, Apa yang kita tunggu. Kita kembali ke Sekte dulu, nanti sore kita akan bermain dengan ketiga Wanita Cantik itu." Salah satu Pria membubarkan kelompoknya keluar dari Penginapan.
Melihat situasi sudah Aman, Shui Xian, Shui Zia, Shui Yun, Shui Lung dan Shui Quan mendatangi meja Ryu dengan penuh banyak Pertanyaan sedangkan yang lain memilih meja yang lain masih Kosong.
" Saudara Ryu sepertinya kalian saling kenal dengan Tiga Wanita itu, bahkan terlihat Akrab." Shui Xian menyelidik.
" Kalau boleh tau, Barang Apa yang kamu curi dari mereka? Jika difikirkan sepertinya kamu tidak tertarik dengan Harta apapun dan jika itu Benar, Pasti Barang itu sangat berharga." Shui Lung memiliki pemikiran lain.
" Kalian percaya dengan ucapan Mereka? Lihat saja kelakuan mereka bagaimana!" Ryu menutupi Kesalahannya dan melemparkan kesalahan itu kepada Tiga Dewi Iblis.
" Saudara Ryu, Kami percaya denganmu. Jika dilihat mereka sangat Cantik, sayangnya tingkah mereka seperti itu." Shui Xian menggelengkan kepala.
" Lebih baik kita Makan saja." Ryu meneruskan melahap makanannya yang sempat terhenti.
Selesai menikmati Hidangan, Ryu langsung menuju ke Lantai 2 langsung menuju Kamar yang sesuai dengan nomor Kunci dimana sudah dipesan oleh Shui Xian.
Di dalam Kamar, Ryu kembali membaca Kitab Teknik Cermin Kutukan mencoba untuk menyempurnakan mengingat teknik tersebut masih belum sempurna.
Karena masih belum menemukan petunjuk, Ryu kembali membaca Kitab yang diberikan Shui Xian.
Didalam Kitab Pertama hanya memberi pengetahuan beberapa Teknik yang sangat berbahaya di dalam dunia Kultivator di seluruh Alam semesta dimana terdapat:
Teknik Ilusi Iblis Nafsu, Pengguna Teknik mampu membuat Ilusi kepada Korban seakan berhubungan intim meskipun Sang Korban sudah mencapai Level tinggi bahkan bisa membuat Ilusi Lima Orang sekaligus lalu Menyerap Energi Kehidupan untuk menambah Tingkat Kultivasi. Kecuali sudah berada di Level 90 keatas.
Teknik Ilusi Birahi Iblis, Pengguna Teknik mampu membuat Ilusi kepada Korban seakan berhubungan intim dan menyerap Energi Kehidupan Korban meskipun Sang Korban sudah mencapai Level tinggi, Kecuali sudah berada di Level 90 keatas.
Teknik Jalan Bayangan, Pengguna Teknik yang Tidak bisa disentuh dan memiliki kecepatan serangan mematikan.
__ADS_1
Teknik Cermin Neraka, Pengguna Teknik bisa menghilangkan Tingkat Kultivasi musuh selama 24 Jam dalam Radius 100 Meter persegi.
Teknik Lingkaran Suci, Pengguna Teknik mampu Menyembuhkan dan meningkatkan Kekuatan Pasukan hingga 2 kali Lipat dalam Radius Satu Kilometer persegi.
Kelima Teknik tersebut muncul selama Ratusan Ribu Tahun yang lalu hingga menghilang dengan sendirinya saat Perang antar Manusia, Siluman, Peri, Iblis dan Dewa sudah usai.
Dari penjelasan Kitab Pertama, Ryu terlihat murung karena sama sekali tidak ada jalan keluar dari masalah yang telah dihadapi Dunia Manusia dengan adanya Teknik Ilusi.
Jika ketiga Teknik yang lain ditemukan oleh Orang yang jahat bukan tidak mungkin seluruh Alam Semesta akan Hancur.
" Aku harus mencari keberadaan Ketiga Teknik tersebut sebelum orang lain yang menemukan." Ryu menutup kembali Kitab tersebut lalu membaringkan tubuh untuk beristirahat.
Pada keesokan pagi, mereka kembali berkumpul untuk melanjutkan perjalanan menyusuri berbagai tempat untuk mencari keberadaan Putri Yuwang.
Dalam perjalanan, mereka sering Keluar Masuk Hutan dengan bantuan Pasukan bawahan Ryu.
Hingga pada Bulan keempat, mereka mendengar seperti Suara Pertarungan dari bagian Hutan yang tidak jauh dari mereka.
Ryu pun langsung menuju ke arah pertempuran kini terlihat Puluhan Kultivator Es sedang melawan Pasukan Iblis.
" Nona Yin, cepat pergi dari sini!" Salah satu dari mereka seakan melindungi Salah satu Wanita Muda di belakang mereka.
" Senior Zhang, aku tidak ingin kalian harus berkorban untukku" Bing Yin mencoba untuk melawan.
" Nona Yin, jangan pedulikan kami. laporkan ini Pada Paktriak." Bing Di Zhang mulai Kewalahan akibat Serangan beruntun dari Pasukan Iblis.
" Bboooom" Ledakan Bola Hitam membuat mereka Terpental Puluhan Meter.
" Saudari Xian, Kitab Ini aku percayakan pada Kalian. Aku tidak ada waktu untuk menjelaskan Pada kalian." Ryu memberikan Kitab Angin kepada Shui Xian langsung melesat menggunakan Langkah Kilat.
" Uhuuk " Bing Yin mengeluarkan darah segar.
" Hahahaha... Kalian semua akan mati hari Ini. Tapi sepertinya Putri Yuwang Sedikit Bermain Ilusi dengan Para Pria terlebih dulu." Pemimpin Pasukan Iblis memandang sosok Wanita Cantik berpakaian Minim jauh di belakang mereka.
" Bboooom " Sebuah serangan tiba-tiba membuat Pemimpin Pasukan Iblis Terpental Puluhan Meter.
Terlihat Ryu sedang berdiri menggantikan tempat Pemimpin Pasukan Iblis sebelumnya sambil menatap Beberapa Kultivator Es yang sedang terluka.
" Itu... " Bing Yin mengingat jelas Pemuda yang ada di depan mereka.
" Sembuhkan diri kalian." Ryu mengaktifkan Armor Pelangi dan mengaktifkan Wujud Kera Petir.
" Lawan Kalian adalah Aku!" Ryu menggunakan Langkah Kilat dengan sebuah Pedang Naga Pembelah Gunung langsung menyerang Puluhan Pasukan Iblis di depannya.
Seketika dentingan Pedang membuat percikan Api dengan tekanan yang sangat kuat.
" Wuush " Ryu langsung melepaskan Aura Dewa untuk memperlambat gerakan musuh.
" Pemuda ini menarik sekali. Senior, kamu urus dia untuk ku." Putri Yuwang senyum lebar.
" Tenang saja Tuan Putri, Aku akan mengaturnya." Beifang sudah tau keinginan Yuwang.
Di sisi Ryu yang telah bertarung, kini merasa kewalahan karena banyaknya Pasukan Iblis.
'HENTAKAN PETIR'
Seketika Petir berwarna Ungu menyambar Puluhan Pasukan Iblis di setiap gerakan mereka.
" Apa " Pemimpin mereka juga mengalami Sambaran saat ingin menyerang Ryu.
" Gunakan Pelindung Kegelapan" Perintah pemimpin Pasukan Iblis.
Seketika tubuh mereka langsung diselimuti Elemen Kegelapan yang sangat pekat
' TOMBAK KEGELAPAN '
__ADS_1
Puluhan tombak menyerang Ryu membuatnya Kewalahan langsung menggunakan Langkah Kilat kemudian menyerang mereka kembali.