SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
ZHANG QIXUAN 5


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Untuk sekarang tidak ada. Karena aku menciptakan Teknik ini untuk kesenanganku sendiri agar bisa lebih kuat dengan cepat. Sekarang lepaskan saja pakaianmu! Aku fikir tidak ada yang mengetahui keberadaan kita disini." Jinying berkata jujur sambil mendekati Ryu.


" Baiklah... Lagi pula kamu juga Istriku, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi." Ryu melepaskan pakaiannya hingga tanpa sehelai pun.


Melihat Ryu sudah siap, Jinying langsung memeluk tubuh Ryu sambil menyalurkan Qi miliknya menyelimuti tubuh mereka.


Tanpa menunggu lama Ryu juga menyalurkan energi miliknya hingga tercipta sebuah pelindung tipis yang menyelimuti tubuh mereka.


Dalam proses penyerapan tersebut, Ryu dan Jinying tidak merasakan dampak apapun meskipun energi alam yang ada di Air Embun Surgawi seakan menyerang tubuh mereka.


Hingga saat sudah sore Ryu mengakhiri penyerapan tersebut hingga Jinying juga kembali ke Alam Jiwa.


Di dalam Istana Emas, Ryu juga disambut oleh Istri dan anaknya yang juga sedang bersantai di lantai dasar Istana.


" Gege... Mulai besok aku akan berlatih disini." ucap Zhang Qixuan.


" Baiklah... Sepertinya yang lain hanya menunggu proses pemurnian untuk menerobos Pendekar Surgawi." Ryu berjalan menuju Danau Tujuh Hati yang dia namakan Danau Awan.


Sesampai di Danau Awan, Ryu mulai membuat sebuah pola pada Danau tersebut hingga mengeluarkan cahaya warna-warni.


Setelah beberapa saat Ryu meletakkan 100 Inti Roh di berbagai tempat dimana terdapat pola lingkaran mengelilingi Danau tersebut lalu melemparkan beberapa Pil yang sudah dia ciptakan sebelumnya.


Seketika udara di sekitar mulai bergerak liar hingga menciptakan gempa kecil di tempat tersebut.


" Wuush." Ryu menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura untuk meredam tekanan udara tersebut.


" Gege... Apa itu berhasil?" Tanya Sheng Zhishu.


" Kita harus menunggu selama satu bulan agar Danau Awan ini bisa bekerja dengan sempurna." Ryu keluar dari tempat tersebut menuju lantai dasar Istana Emas.


" Tidak masalah... Xuan'xuan... Mulai besok pagi kami akan membantumu agar kamu lebih cepat menerobos." ucap Xin Chie.


" Tapi aku masih berada di Pendekar Fana tahap awal saja. Itu sangat mustahil untuk menerobos dengan cepat." Zhang Qixuan merasa ragu.

__ADS_1


" Yang penting ada usaha... Aku yakin kamu lebih cepat dari kami." Sheng Zhishu merasakan bahwa Zhang Qixuan memiliki potensi yang unik pada tubuhnya mengingat saat memainkan Kecapi, Zhang Qixuan mengeluarkan Aura yang sangat kuat dari tatto di keningnya.


Semua merasa yakin bahwa Zhang Qixuan memiliki kemampuan yang tersembunyi meskipun mereka tidak mengetahui dengan jelas.


" Hari sudah malam, lebih baik kita istirahat." Ryu menuju kamar utama Istana Emas.


" Mmm." Yang lain mengangguk lalu kembali ke kamar masing-masing sedangkan Huli Yue dan Tianhe langsung ke kamar utama dimana tempat Ryu berada yang tentu bertugas untuk menemani Suami mereka.


Pada keesokan pagi Ryu kembali melanjutkan proses penempaan tubuh yang dimana Jinying juga ikut bersamanya hingga saat malam tiba Ryu menyudahi aktifitasnya untuk berkumpul bersama keluarganya.


Satu minggu telah berlalu dalam keseharian Ryu terus menempa tubuh, meningkatkan Kultivasi dan meningkatkan lingkaran Qi hingga sekarang dia sudah mencapai 25% Tubuh Dewa Agung dan Qi 500 Ribu Lingkaran dan berhasil menerobos Pendekar Langit tahap akhir.


" Hah... Untung saja berkat Penguasa Elemen Petir itu aku tidak perlu repot-repot lagi menunggu sampai memiliki Akar Jiwa." Ryu terlihat senang dengan pencapaian tersebut meski belum cukup untuk dikatakan kuat.


Dengan bantuan Sumberdaya yang memadai di Dunia Quzhu dimana semua terlihat tumbuh subur, jadi Ryu tidak mengalami kendala apapun selama proses Kultivasi.


Tapi yang dibutuhkan sekarang adalah menunggu proses pemurnian Danau Awan agar mereka bisa menerobos Pendekar Surgawi.


Tepat hari itu juga Ryu melangsungkan pernikahannya dengan Zhang Qixuan yang dimana diadakan di tiga tempat selama tiga hari berturut-turut.


Setelah melangsungkan pernikahan di Istana Kekaisaran Awan dan Istana Kekaisaran Shin, pada hari berikutnya mereka kembali melanjutkan pernikahan di Istana Emas dimana tempat Klan Liu mulai berdatangan.


Setelah mengikrarkan janji setia, mereka melanjutkan ke acara berikutnya hingga saat acara selesai, satu-persatu mereka memberikan ucapan selamat.


" Ryu'er... Aku harap kamu bisa bersikap adil pada seluruh Istrimu." Liu Meng yang mendapatkan giliran memberi ucapan kepada Ryu dan Zhang Qixuan.


" Aku akan selalu mendengar nasehat Ayah." ucap Ryu.


" Xuan'er... Aku harap kamu bisa berbahagia dengan keputusanmu dan menerima keadaan Ryu'er." Liu Meng menasehati Zhang Qixuan.


" Baik Ayah Mertua." terlihat sebuah senyuman dari Zhang Qixuan.


" Huusss.... Kamu masih kecil Fang'er." Lou Lun mencubit pipi Liu Fang.


" Tapi Ibu... Istri Gege Ryu semuanya sangat cantik, bahkan ketika kita di Sekte Lembah Persik tidak ada yang menandingi kecantikan dan Kakak Ipar." Liu Fang bicara dengan polosnya.


Mendengar ucapan dari Liu Fang, semua membulatkan mata saling berpandangan satu sama lain.


" Ryu'er... Jangan sampai Adikmu tertular sepertimu." Lou Lun berbicara dengan nada pelan kepada Ryu.


" Ba... Baik Ibu. " Ryu mengangguk dengan pelan.


Setelah mereka semua sudah mengucapkan selamat, Ryu dan Zhang Qixuan meninggalkan kursi pelaminan menuju ke kamar utama dimana dijadikan sebagai kamar Pengantin.


Sedangkan di luar Istana, semua hanyut dalam kegembiraan tersebut dimana dari beberapa Pelayan bisa menyajikan lantunan lagu yang diikuti permainan musik.


Untuk Istri Ryu yang lain memilih untuk kembali ke kamar masing-masing, karena tidak ingin mengganggu malam pertama Ryu dan Zhang Qixuan.


Bing Ruyue yang sebenarnya mendapatkan giliran untuk menemani Suami mereka dengan senang hati membiarkan mereka menikmati malam pertama mereka berdua.


" Gege... Hari ini adalah hari yang terindah dalam hidupku." Zhang Qixuan yang sudah berada di dalam kamar pengantin yang disuguhkan dengan wewangian khas yang menambah suasana romantis di tempat itu.


" Xuan'er... Aku harap kamu bisa menerima keadaanku, kamu tau sendiri bahwa aku sudah banyak Istri." Ryu melepaskan pakaian pengantin dan menggantinya dengan pakaian biasa.


" Gege... Itu sudah keputusanku. Selamanya aku tidak pernah menyesalinya. Justru aku sangat senang bisa menjadi Istrimu." Zhang Qixuan melepaskan gaun pengantin hingga memperlihatkan pakaian dalam yang tipis.

__ADS_1


" Aku lupa... Malam ini adalah giliranku dengan Yue'yue. Apa Yue'yue bisa bersama kita?" Zhang Qixuan merasa tidak enak jika harus mengorbankan perasaan Bing Ruyue yang dia juga ketahui bahwa Bing Ruyue juga begitu merindukan Suaminya tersebut.


" Kalian pasti sudah memiliki rencana kepadaku? Itu terserah kalian saja. Itu masalah pribadi kalian sebagai wanita." Ryu mengerutkan kening atas kerjasama dari Istrinya yang begitu rapi.


" Kalau begitu aku akan memanggilnya kesini. Meskipun ini malam pertama kita, tapi aku tidak keberatan jika Yue'yue ada disini." Zhang Qixuan mengirim pesan jiwa kepada Bing Ruyue agar bisa menemaninya.


Meskipun Zhang Qixuan masih belum mengetahui secara pasti dengan keperkasaan Suaminya, namun saat mendengar cerita dari Istrinya yang lain bahwa Jika tanpa Pil pemulihan maka akan membutuhkan waktu tiga hari agar mereka bisa berjalan seperti biasa.


Zhang Qixuan menyimpulkan bahwa Suami mereka memiliki keperkasaan melebihi Pria yang lain, karena dia sempat melihat Zhao Luyi dan Zhao Liying berjalan miring saat keluar dari kamar milik Suami mereka.


Dengan perasaan sedikit cemas, Zhang Qixuan berbaring mendekati Suaminya tersebut dengan wajah memerah.


Tidak beberapa lama kini Bing Ruyue mengetuk pintu kamar Ryu, dengan segera Zhang Qixuan membuka pintu dengan perasaan senang seakan mendapatkan bantuan.


" Syukurlah kamu disini." Zhang Qixuan bernafas lega.


" Apa tidak menggangu kalian?" Bing Ruyue mengerutkan keningnya.


" Yue'er... Jika Xuan'er mengizinkanmu berarti tidak masalah. Lagi pula sepertinya kamu juga tidak sabar sudah 8 Tahun aku meninggalkan kalian." Ryu menatap ke arah Bing Ruyue.


" Terimakasih Gege..." Bing Ruyue terlihat senang langsung mengunci pintu dan berbaring di samping Ryu.


Setelah Bing Ruyue berbaring, Zhang Qixuan juga kembali berbaring di samping Ryu sambil melirik ke arah Ryu.


Ryu yang melihat hal tersebut langsung mencium kening Zhang Qixuan secara perlahan mulai turun hingga berhenti di bibir Zhang Qixuan yang lembut.


Sambil menutup mata, Zhang Qixuan juga membalas serangan lidah dari Ryu yang membangkitkan gairah Bing Ruyue yang disamping mereka.


" Yue'er..." Ryu memberi isyarat agar Bing Ruyue mengikuti mereka.


" Mmm." Bing Ruyue mengangguk seraya membelai tubuh Ryu.


Setelah beberapa saat Ryu mulai melepaskan pakaian Zhang Qixuan hingga memperlihatkan Gunung kembar yang masih berdiri kokoh dengan kulit putih mulus.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung memainkan Gunung kembar tersebut membuat Zhang Qixuan menggeliat kenikmatan hingga mengeluarkan suara yang khas.


" Gege~~ Sssshhhhhh..." Zhang Qixuan menggeliat kenikmatan seakan meminta lebih.


Ryu pun mulai menurunkan kepalanya hingga berhenti di mulut Goa Suci milik Zhang Qixuan sementara tangannya masih memainkan gunung kembar milik Zhang Qixuan.


Disisi lain Bing Ruyue tengah memainkan Tongkat milik Ryu yang sudah berdiri kokoh dengan mulutnya yang mungil.


" Mmmmm." Bing Ruyue terus memainkan Tongkat milik Ryu yang membuat mulutnya penuh.


" Gege... Ssshhhhh" Zhang Qixuan mengerang nikmat hingga cairan kental dari Goa miliknya keluar mengenai lidah Ryu.


Namun saat itu juga ada kekuatan yang lain seakan memberontak membuat Ryu merasa terintimidasi.


Merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi, Zhang Qixuan mengisyaratkan kepada Ryu agar mempercepat proses tersebut.


" Siapa kamu Manusia? Berani sekali menyentuh tubuhku." Terdengar suara yang mengerikan dari Zhang Qixuan.


" Gege... Sepertinya itu bukan Xuan'xuan." Bing Ruyue menghentikan aksinya karena Aura intimidasi dari tubuh Zhang Qixuan membuatnya berkeringat dingin.


Disisi lain Zhang Qixuan melihat samar-samar dari wajah Ryu berusaha keras mengendalikan kekuatan yang ingin menguasai tubuhnya.

__ADS_1


' Gege... Cepat lakukan. Jika terlambat, kekuatan ini akan menguasai tubuhku.' Zhang Qixuan mengirim pesan jiwa kepada Ryu berusaha mengendalikan kekuatan pada tubuhnya.


Meskipun sedikit ragu Ryu menuruti keinginan Zhang Qixuan, sedangkan Bing Ruyue menahan tangan Zhang Qixuan yang mencoba memberontak.


__ADS_2