
Tidak lama kemudian terlihat dari kejauhan sisi kiri dan kanan ada puluhan Kapal besar yang mengikuti kapal udara milik Ryu.
Jiu tou She dan Tou Shuijing yang menyadari hal tersebut hanya tersenyum Tipis.
" Tou Shuijing... Apa aku hancurkan sekarang kapal mereka? " Tanya Jiu Tou She.
" Aku rasa tidak perlu. Jika Kamu menghancurkannya mungkin Tuan Muda tidak bisa mendapatkan apa-apa di dalam kapal itu." Tou Shuijing tersenyum lebar.
" Ah... Aku lupa kalau Tuan Muda sangat senang mengumpulkan Harta." ucap Jiu Tou She.
" Bukan senang. Lebih tepatnya dia tidak ingin Harta itu jatuh pada tangan yang salah. Lagi pula Tuan Muda akan memberikannya pada yang membutuhkan. " Tou Shuijing menatap ke arah kapal tersebut yang kini mulai mendekati kapal udara.
Menyadari kedatangan para Perompak tersebut, Ryu dan yang lain langsung menuju ke atas kapal untuk memeriksa keadaan tersebut.
" Hmmm... Tidak ada salahnya semua bawahanku ikut bertarung untuk melatih kemampuan mereka." Ryu bergumam sambil memperhatikan puluhan kapal besar itu.
*****
( Di sisi kanan kapal udara )
" Pemimpin sepertinya bukan hanya kita yang mengincar kapal Itu, tapi juga Perompak Kura-kura Hitam." Ucap salah satu anak buah perompak.
" Biarkan saja mereka mendekatinya lebih dulu. Setelah itu kita serang mereka semua." Jawab pemimpin Perompak Serigala Hitam.
" Benar Pemimpin... Dengan begitu kita tidak perlu bersusah payah menghancurkan Perompak Kura-kura Hitam." Ucap anak buah perompak yang lain.
" Serigala Hitam tidak hanya melebarkan sayap di laut, tetapi Juga di Darat. dan itulah tujuan dari kelompok Serigala Hitam." Pemimpin Perompak Serigala Hitam tertawa lantang.
" Sekarang kita harus menjauh untuk sementara. Biar mereka mengira kita takut. " ucap pemimpin Perompak Serigala Hitam.
" Baik Pemimpin." ucap Anak buah perompak Serigala Hitam bersamaan.
*****
( Bagian kiri kapal udara )
" Pemimpin... Sepertinya Perompak Serigala Hitam mulai menjauh. " Ucap anak buah Perompak Kura-kura Hitam.
" Kita jangan gegabah. Kita harus menunggu beberapa saat untuk meyakinkan mereka benar-benar pergi. " Ucap Pemimpin Perompak Kura-kura Hitam.
" Baik Pemimpin." Ucap anak buah Perompak Kura-kura Hitam.
__ADS_1
******
( Kapal udara milik Ryu )
Ryu yang sudah juga menyadari ada yang mengikuti mereka hanya tersenyum pergi dari kamarnya menuju tempat pasukan berada.
" Dewa Agung." Ucap Pasukan Semesta seraya memberi hormat.
" Mmm." Ryu menerima hormat mereka dengan sebuah anggukan.
" Ketua Pertama sebagai pemantau, mulai sekarang kamu bersama 4 temanmu belajar dari Shuijing dan Wu Tian untuk memantau keberadaan musuh dengan teknik yang mereka miliki." Ryu menatap ke arah Guang Cheng.
" Baik Dewa Agung." ucap Guang Chen.
" Ketua Kedua sebagai penyediaan Sumberdaya, kamu bersama kelompokmu mengatur kebutuhan seluruh Pasukan Semesta. Kalian bisa mengambilnya dari diantara Istriku." Ucap Ryu sambil menatap ke arah Luan Hua.
" Baik Dewa Agung." Sahut Luan Hua.
" Ketua ketiga sebagai penyedia Konsumsi, kau bersama kelompokmu bisa belajar memasak kepada istriku dan memberitahukan kepada mereka apa saja yang harus disediakan untuk Pasukan Semesta." Ucap Ryu sambil menatap ke arah Wenlie.
" Baik Dewa Agung." Wenlie menundukkan kepala.
" Ketua keempat sebagai Juru Kemudi Kapal, besok bergantian dengan 4 kelompokmu untuk mengemudi kapal ini nantinya. " ucap Ryu sambil menatap ke arah Wu Tian.
" Ketua Kelima sebagai perekrut, mungkin sekarang kamu belum ada tugas. Jadi berikan Pil ini pada mereka agar tidak bisa berkhianat nantinya." Ryu memberikan Ratusan Pil kontrak jiwa kepada Dao Luo.
" Baik Dewa Agung." Dao Luo mengambil Pil tersebut lalu menyimpannya di Cincin miliknya.
Teknik Kontrak Jiwa adalah Teknik dipelajari sebelumnya saat berada di Dunia Fana.
Teknik Kontrak Jiwa sendiri sebenarnya sebuah simbol yang dia teteskan darahnya. Jika diaktifkan maka siapa saja akan tunduk.
Namun kali ini kombinasi dengan Pil buatannya dalam lingkaran simbol lalu mengaktifkan dengan Darahnya.
Hal itu hanya bekerja jika orang tersebut berkhianat maka tubuhnya seketika tidak bertenaga bahkan langsung meledak.
" Sekarang semuanya selesai. Sampai ketemu besok pagi, karena Perompak itu tidak akan menyerang kita hari ini." Ryu meninggalkan mereka dan kembali ke kamar utama kapal.
Di dalam kamar utama kapal, kini Ryu telah ditunggu oleh Sheng Zhishu dan yang lain agar bisa makan bersama.
" Gege... Kamu tenang saja! Setelah kita selesai makan, aku akan menciptakan panah mengelilingi kapal udara ini agar tidak perlu mengeluarkan tenaga." Sheng Zhishu bicara dengan santai.
__ADS_1
" Gege... Kita makan dulu! Para perompak itu tidak akan menyerang kita hari Ini." Ucap Nan Sian sambil menyediakan makanan untuk mereka.
Mendengar ucapan dari Sheng Zhishu dan Nan Sian, Ryu hanya senyum kecil sambil menuju meja makan.
Ryu, Sheng Zhishu dan yang lain langsung menikmati hidangan tersebut sampai selesai kemudian berbincang ringan lalu beristirahat.
Pada keesokan pagi Ryu dan lainnya pun menuju bagian depan dan atas kapal karena para Perompak Kura-kura Hitam mulai mendekati kapal mereka.
Pada saat itu juga Sheng Zhishu mengeluarkan puluhan Panah dari Cincin miliknya lalu meminta kepada seluruh Pasukan Semesta untuk meletakkan Panah tersebut di beberapa bagian kapal udara.
" Dewa Agung... Sepertinya para perompak itu tidak lama lagi akan sampai." Ucap Guang Cheng saat melihat puluhan Kapal mulai mendekati mereka.
" Kita tunggu mereka mendarat di kapal kita, lalu kita bereskan." Jawab Ryu dengan santai.
" Baik Dewa Agung." Sahut Guang Cheng.
Pasukan Semesta yang telah bersiap menyambut kedatangan para perampok tersebut, kini merasa senang menguji kekuatan baru sekaligus mengawali Pertarungan Pertama mereka saat memulai petualangan.
Tidak berselang lama Kapal para perompak telah mendekatkan kapal mereka dengan kapal milik Shen Long.
" Untuk kali ini Pasukan Semesta tidak perlu memakai panah! Biarkan mereka melompat kesini, baru kita bunuh. " Ucap Ryu karena ingin melihat perkembangan dari bawahannya.
" Baik Dewa Agung." Sahut mereka bersamaan walaupun masih sedikit bingung.
Di sisi kapal Perompak Kura-kura Hitam telah berdiri sosok Pria dengan wajah Senyum kesenangan saat melihat kapal mewah milik Ryu.
" Wakil Pemimpin perintahkan seluruh Kapten kapal agar tidak menggunakan anak panah. Sepertinya Kapal itu hanya Kapal Pedagang kaya ataupun Saudagar kaya yang tidak memiliki Senjata." Ucap Pemimpin Perompak Paus Biru.
" Baik Pemimpin." Wakil pemimpin memberi hormat kemudian menuju ke tengah kapal.
" Kapten Dang. Beri aba-aba kepada kapten yang lain untuk segera melakukan serangan langsung." Perintah Wakil pemimpin Perompak Paus Biru.
" Siap wakil pemimpin." Kapten Dang memberikan Sebuah kode untuk memberikan serangan langsung kepada target. "
Dengan Segera 40 Kapal merapatkan diri sambil menunggu instruksi selanjutnya.
"Waaahhh... Ini terlalu berlebihan. Target kita kurang dari dua ratus orang hanya satu kapal saja mereka pasti kalah. " Ucap salah satu Kapten kapal yang lain.
" Tapi kapten. Di luar masih ada Perompak Serigala Hitam. Aku yakin mereka akan kesini dalam jumlah besar." Ucap sosok berbadan besar lainnya.
" Para Kapten. Kerahkan Pasukan penuh! Dengan begitu kita akan segera pergi meninggalkan Tempat ini agar tidak bertarung melawan Perompak Serigala Hitam." Perintah Pemimpin mereka yang tidak ingin bertemu dengan Perompak Serigala Hitam.
__ADS_1
" Semua Pasukan . Maju!" Seru seluruh kapten Perompak Kura-kura Hitam.