SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KEMBALINYA PASUKAN SEMESTA


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Salam Tuan..." Sosok Pemuda tersebut memberi Hormat kepada Ryu.


" Mmmmm... Kalau boleh tau siapa namamu dan mengapa kamu Rohmu bisa terkurung? " Ryu merasa latar belakang Pemuda didepannya bukan orang biasa.


" Saya diberikan Julukan Jenderal Naga Neraka oleh Ratu Neraka. Roh ku terkurung pada bola Kristal oleh Dewa Formasi saat Tubuhku terbakar oleh Api Abadi milik Dewa Agni." Pemuda itu berkata jujur karena sepenuhnya dia sudah berada dalam kendali Ryu.


' Untung saja Teknik Kontrak Jiwa masih berfungsi dari Kristal Mutiara yang kubuat sebelumnya. ' Ryu merasa tertolong dengan Kristal Mutiara, karena sekarang dia belum bisa menggunakan Teknik Kontrak Jiwa.


Kilas balik:


Kristal Mutiara adalah ciptaan Ryu pada saat berada di Dunia Setengah Abadi untuk mencari Jiwa yang akan dia gabungkan dengan Empat Naga Ciptaannya.


Kristal Mutiara yang Ryu ciptakan ada Lima, yang satu untuk menyerap Jiwa Li Chun yang sekarang menjadi Roh dari Naga Petir ciptaannya. Dan yang kedua untuk menyerap Roh Jenderal Naga Neraka yang baru saja digabungkan dengan Naga Kegelapan.


Itu artinya Ryu masih memiliki tiga Kristal Mutiara yang berniat untuk mencarikan Roh yang lain untuk Naga Api dan Naga Cahaya yang tersisa dari ciptaannya.


" Ratu Neraka? " Ryu bergumam.


" Tuan, Ratu Neraka juga mengalami nasib yang sama denganku Roh Ratu Neraka juga terkurung dalam Bola Kristal." jawab Jenderal Naga Neraka.


" Apa kamu tau dimana Kristal yang menyimpan Roh Ratu Neraka? " Ryu berencana untuk menggabungkan Roh Ratu Neraka dengan Naga ciptaannya.


" Saya tidak tau Tuan. Yang jelas saya menyaksikan Dewa Formasi mengurungnya pada Bola Kristal, setelah itu Roh saya sendiri juga dikurung dan tidak tau apa yang terjadi hingga saya bisa bangun sekarang." Jenderal Naga Neraka mengingat kejadian tersebut.


" Hhhhmmm.... Jadi begitu ya?" Ryu merasa harapannya sudah pupus.


" Tuan, Ada dimana kita sekarang? Aku harus ke medan Perang sekarang untuk menyelamatkan Ratu Neraka dan Prajuritku." Jenderal Naga Neraka tersadar merasa dia telah tertidur seharian.


" Tidak ada Perang lagi. Sekarang kamu adalah bawahanku, jadi kamu harus tunduk pada Perintahku. Dan aku akan memberimu nama Jenderal Heilong." Ryu merasa Jenderal Naga Neraka tidak mengetahui apapun lagi setelah Rohnya terkurung.


" Baik Tuan... Dengan senang hati." Heilong menundukkan kepala.


" Sekarang Pergilah ke Istana Kekaisaran Awan. Turuti Perintah dari Permaisuri dan Ratu yang lainnya disana, Karena mereka adalah Istriku." Ryu membuat sebuah cahaya kecil memberi beberapa informasi tentang Kekaisaran Awan pada Heilong lalu memberikan sebuah gulungan kertas.


" Baik Tuan, saya akan segera kesana." Heilong menundukkan kepala mengambil gulungan tersebut lalu melompat keluar bangunan.


" Haaahh..." Ryu bernafas lega karena di Kekaisarannya sekarang telah bertambah satu sosok orang yang kuat.


Ryu yang masih dalam wujud penyamaran, langsung beranjak dari tempat tersebut Karena dia merasa tertarik Pada tiga tempat yang pernah dia lewati sebelumnya saat mencari Markas Paviliun Kelinci Merah.


" Sepertinya aku harus menuju Gunung Api itu terlebih dulu." Ryu berjalan menuju ke arah Gunung Api yang sempat dia lewati.

__ADS_1


Dalam menempuh perjalanan selama dua hari, Ryu melewati sebuah Permukiman Warga yang terlihat ada Dua sosok berpakaian serba hitam memakai penutup wajah yang berdiri di depan kerumunan warga.


' Siapa mereka? tapi kenapa Warga disini sangat menghormati mereka?' Ryu membatin sambil mendekati salah satu Warga yang terlihat sedang membawa kantong kain dengan senyum kebahagiaan.


" Permisi Paman... Kalau boleh tau siapa mereka?" Ryu bertanya sambil menunjuk ke arah Dua sosok tersebut.


" Nak... Sepertinya kamu bukan dari Wilayah ini. Tapi tidak masalah, jika kamu ingin meminta Batu Roh datang saja kepada kedua orang itu." jawab Pria Paruh Baya tersebut.


" Oh aku lupa. Sebenarnya mereka adalah Perampok, tapi hasil jarahan meraka selalu dibagikan kepada para Warga." Bisik Pria paruh baya kepada Ryu.


" Perampok?" Ryu mengerutkan keningnya.


" Benar Anak Muda. Tapi mereka hanya merampok dari kalangan Bangsawan saja." ucap Pria paruh baya.


" Terimakasih atas informasinya Paman." Ryu memakup tangannya.


" Ahh... Kalau begitu aku pamit dulu." Pria paruh baya melanjutkan langkahnya.


' Menarik... Aku harus cari tau siapa mereka.' Ryu sambil memperhatikan kedua sosok tersebut.


" Saudara... Apa kamu apa kamu lihat Pemuda itu terus menatap kita disini." ucap salah satu sosok tersebut.


" Aku melihatnya dari tadi. Apa dia malu meminta Batu Roh kepada kita? "


" Entahlah... Tapi dari ekspresinya Pemuda itu tidak terlalu tertarik untuknya."


" Itu tidak mungkin... Kamu lihat saja dari penampilannya. Kalau tidak percaya, biar aku yang menghampirinya." Sosok tersebut berjalan mendekati Ryu.


" Saudara... Jika kamu mau Batu Roh, silahkan untuk mengantri. tidak perlu malu-malu." ucap sosok tersebut.


" ..... " Ryu terdiam seraya berfikir.


" Saudara... Sebenarnya aku ingin bergabung bersama kalian. Karena aku fikir tujuan kalian sangat baik." Ryu mengutarakan keinginannya.


" Baiklah Saudara, aku ikut bergabung." Ryu terlihat senang.


" Baiklah kalau begitu, Saudara bisa menunggu disini sampai pembagian harta selesai. "


Setelah menunggu beberapa saat, Kedua sosok itu langsung membawa Ryu menuju ke sebuah Hutan yang letaknya cukup jauh dari Permukiman Warga.


Di dalam Hutan, terlihat beberapa bangunan sederhana hingga mereka membawa Ryu menuju ke bangunan yang terletak di tengah bangunan lain.


" Silahkan masuk Saudara." mereka mempersilahkan.


" Mmmmm." Ryu mengangguk lalu masuk ke dalam.


Terlihat salah satu dari mereka berbisik kepada Sosok Pria Paruh Baya yang sedang duduk di sebelah kursi.


" Mmmmm." Sosok tersebut menanggung mengerti.


" Kami adalah Perampok Macan Hitam, Apa itu benar tujuanmu kesini untuk bergabung? Tanya Pemimpin yang sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah sambil menatap Ryu dengan intens.


" Aku sangat tertarik karena kalian banyak membantu Warga, tapi Aku ingin tau apa yang membuat kalian hingga memilih untuk merampok?" Ryu Melepaskan Aura Naga Langit membuat Pemimpin Perampok keringat dingin.


" Kau..." Pemimpin Perampok sangat Geram namun tidak berani bertindak karena Efek Aura tersebut mampu membuat tangannya gemetar.


Sementara kedua Sosok yang membawa Ryu kini tidak menyangka, karena mereka menganggap Ryu bukanlah ancaman jika dilihat dari Penampilan maupun Tingkat Kultivasi yang masih berada di Pendekar Alam Tahap Awal.


" Aku tidak menyalahkan kalian jika jawaban kalian bisa membuatku puas." Ryu menarik kembali Auranya.


Setelah berfikir cukup lama, Pemimpin Perampok akhirnya bersuara. " Saudara... Perkenalkan namaku Xuan Lao, Kami melakukan Perampokan karena Walikota Simmon hanya mementingkan kepentingan pribadi mereka sendiri begitu juga dengan para Bangsawan. Mereka mengambil alih Tambang Besi milik warga." Xuan Lao merasa bahwa Pemuda di depannya bukan dari kalangan Bangsawan.


" Disamping menaikkan Pajak, Mereka juga membeli hasil Alam dengan Harga yang sangat murah. Itulah kenapa aku membentuk kelompok Ini." Xuan Lao menjelaskan.

__ADS_1


" Apa saja yang kamu Ketahui Sumber Penghasilan dari Kota Simmon Selain Tambang Besi? " Ryu baru mengetahui Hal tersebut, Karena yang dia diketahui Kekaisaran Awan hanya mengandalkan Pertanian, Garam dan Tambang Batu.


" Selain Tambang Besi ada juga Tambang Kristal setelah itu hanya Pertanian." Jawab Xuan Lao.


" Aku faham sekarang." Ryu mengambil sebuah Kertas lalu menulis sesuatu dan menempelkan Cap milik Kaisar.


" Bawalah ini Ke Istana Kaisar. Nanti mereka akan mengurusnya." Ryu memberikan Kertas tersebut serta sebuah Lencana kekaisaran.


" Yang Mulia Kaisar?" Xuan Lao terlihat kebingungan meskipun yang ada di tangannya sekarang adalah tanda resmi dari Kekaisaran Awan namun yang di depannya sekarang seperti Orang biasa.


" Apa kamu tidak Yakin?" Ryu berubah ke wujud Aslinya lalu memakai Baju Kebesarannya.


" Ampun Yang Mulia Kaisar, " Xuan Lao tersungkur berlutut di depan Ryu.


" Tidak Perlu seperti itu. Aku memberimu Tugas sebagai Walikota di Kota Simmon, untuk masalah lain biar Para Jenderal yang mengurus." Ryu berubah wujud menjadi Orang biasa memasukkan kembali Pakaian Kebesarannya.


" Baik Yang Mulia Kaisar, Aku akan menjalankan tugas sesuai Perintah Yang Mulia Kaisar." Xuan Lao terlihat senang.


" Jangan bicarakan hal ini kepada yang lain, Ini hanya rahasia kalian bertiga." Ryu menatap mereka bergantian.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Ucap meraka serempak.


" Mmmmm. Kalau begitu aku pergi dulu." Ryu merasa masalah itu tidak perlu dia sampai turun tangan, meskipun dia sadar dengan kebijakan yang salah jauh lebih fatal dari sebuah Perperangan.


Ryu berfikir dengan adanya bantuan dari Istri-istrinya dan Para Menteri, itu sudah cukup untuk mengurus Politik yang berbelit-belit sedangkan yang cocok untuknya adalah Pertarungan.


Setelah berjalan cukup jauh, Ryu sekarang sudah berada di sebuah lembah yang terlihat ditutupi oleh Kabut Putih.


' Apa disini Wilayah Sekte Kabut Ilusi ' Ryu membatin sambil memperhatikan sebuah lembah di depannya.


" Nanti Saja! Lebih baik aku mencari Keberadaan Sekte Iblis Neraka dan Manusia Rawa." Ryu menandai tempat tersebut pada sebuah Peta lalu berjalan ke arah lain.


Ryu berfikir Sekte Kabut Ilusi masih tidak terlalu merepotkan dari pada Manusia Rawa dan Sekte Iblis Neraka.


......................


Di tempat lain dalam Hutan terlihat Dua sosok Pria dan Dua Sosok Wanita bersama Ratusan bawahan mereka.


" Hahahaha... Akhirnya kita sampai di Dunia Abadi." Terdengar suara lantang dari Zi Mayi.


" Haaahh... Hukuman Langit itu benar-benar mengerikan." Ucap Zi Mifeng.


" Tapi Kita semua selamat dan tidak ada satupun yang tertinggal." Ucap Chaizu.


" Tapi sekarang kita masih lemah, Kita butuh tempat untuk memperkuat diri sebelum bertemu Tuan.


" Itu tidak masalah... Dengan adanya Hewan Roh disini kita bisa meningkatkan Kultivasi seperti semula." Chaizu merasakan Aura dari beberapa Hewan Roh yang ada di hutan tersebut.


" Istriku, Aku tidak sabar ingin memberi kabar kepada Tuan bahwa kita sudah menikah." Zi Mayi melirik ke arah Zi Mifeng.


" Jika bukan karena Benua Ganda itu, Kita tidak mungkin menikah. Ucap Zi Mifeng.


" Aku hanya membayangkan, bagaimana jadinya anak kalian. Karena Raja Semut Menikah dengan Ratu Lebah. " Chaizu sambil memegang dagunya.


" Apalagi Kau? Bagaimana jadinya Seekor Harimau bisa menikah dengan Laba-laba." Zi Mifeng terlihat kesal.


" Tidak masalah... Mungkin nanti akan mendapatkan Anak Harimau berkaki Delapan." Sosok Wanita Cantik memakai Gaun Hitam sambil memegang tangan Chaizu.


" Meskipun kita berasal dari Hewan Roh, Tapi sekarang kita sudah menjadi Manusia karena Hukuman Langit itu." Ucap Zi Mayi.


" Pasukan Semesta... Kita Taklukkan Dunia Abadi ini. Jangan kecewakan Tuan Kita." Chaizu menatap barisan Anggota Pasukan Semesta.


" Baik." Sambut mereka Serempak.

__ADS_1


" Tunggu apa lagi? Kita Harus bertempur dengan Hewan Roh yang ada disini." Chaizu langsung masuk ke dalam Hutan yang diikuti yang lain.


__ADS_2