SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Rencana Penyerangan Kekaisaran Naga Hitam 2


__ADS_3

Ryu dan 23 Istrinya yang sudah berada di kediaman mereka, kini kembali menuju Istana Kristal.


Saat berada di Istana Kristal, Ryu langsung menuju ruang Penempa untuk membuat Armor Pelangi yang lain dimana sekarang dia sudah mendapatkan Batu Pelangi yang sangat banyak.


Ryu yang sudah berada di Ruang Penempa, kini menatap ke arah tumpukan Batu Pelangi. Dengan segera Ryu mengambil Batu Pelangi tersebut lalu mengeluarkan Tungku Penempa.


Dengan Inti Roh dan berbagai Sumberdaya yang dia miliki, Ryu mampu menciptakan ratusan Armor Pelangi.


Selesai membuat ratusan Armor Pelangi, Ryu kembali membuat ratusan Pedang Biru karena berencana untuk membagikan kepada Pasukan Semesta dan anggota Sekte Tirai Air.


Tidak lupa Ryu juga mengeluarkan semua Cincin Ruang hasil jarahan mereka lalu menambahkan fungsinya hingga tercipta Cincin pemulihan.


Saat semua sudah selesai, Ryu menatap Inti Roh yang berjejer rapi di rak penyimpanan hampir memenuhi ruangan tersebut baik hasil jarahan dari kelima Sekte maupun hasil buruan saat bepergian ke gurun es.


" Haaahh... Inti Roh ini sungguh terlalu banyak. Suatu saat aku akan mencari cara untuk memanfaatkan Inti Roh ini." Ryu bergumam sambil menatap ke tumpukan Inti Roh tersebut.


Setelah semua selesai Ryu kembali ke Istana Kristal, langsung menuju kamar utama untuk membersihkan diri kemudian membaringkan diri di samping Sheng Zhishu dimana ketiganya sudah tertidur pulas.


******


Pada keesokan pagi Ryu dan 23 Istrinya telah bersiap untuk menyerang Kekaisaran Naga Hitam, namun sebelumnya Sheng Zhishu meminta kepada mereka untuk makan bersama terlebih dulu.


Setelah selesai makan, mereka pun menemui para Pasukan Semesta yang sudah ada di halaman depan Istana Kristal.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung membagi membagikan Armor Pelangi dan Pedang Biru buatannya pada seluruh anggota Pasukan Semesta.


Setelah Semua selesai, Ryu membawa mereka semua keluar dari Dunia Quzhu untuk menemui anggota Sekte Tirai Air.


Pasukan Semesta yang tersisa 140 orang yang terdiri dari 104 Pria dan 36 wanita yang tambah dengan adanya 10 Hewan Kontrak.


Mereka Pun berjalan berbaris mengikuti Ryu menuju ke lapangan Sekte Tirai Air.


Di Lapangan Sekte kini terlihat Ratusan para Murid, Guru Sekte disertai Patriak.

__ADS_1


Di kerumunan itu juga terlihat Shui Jian bersama Istrinya, Para Tetua dan Para Guru Sekte terlihat sedang menunggu kedatangan Ryu.


Dengan kedatangan Ryu bersama Pasukan Semesta membuat Para Tetua, Guru Sekte dan Para Murid membulatkan matanya saat merasakan Aura dari mereka yang terlihat sangat kuat.


" Patriak. Sepertinya Pasukan dari Tuan Muda Ryu rata-rata sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir, bahkan ada beberapa sosok yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal." Ucap Tetua Siwu.


" Apa kamu tidak melihat sepuluh sosok yang berada di Belakang Tuan Muda Ryu dan 23 Istrinya itu. Aku rasa mereka Setara dangan Pendekar Semesta." Ucap Tetua Jila, meskipun mereka semua tidak mengetahui tingkat Kultivasi Ryu dan 23 Istrinya.


" Apa?" Semua yang ada disitu seakan tidak percaya dengan apa yang telah mereka dengar dari Tetua Jila.


" Maaf telah membuat kalian menunggu lama. Langsung saja. Para Tetua... Aku minta bantuan kalian untuk membagikan Zirah, Pedang dan Cincin ini untuk semua yang Ikut berperang." Ryu memberikan ratusan Armor Pelangi, Pedang Biru dan Cincin pemulihan kepada mereka.


Para Tetua pun dengan sigap membagikan semua Zirah, Pedang dan Cincin pemulihan kepada semua yang ada disitu kecuali Paktriak Mao dan Shui Jian karena Ryu memberikan Armor Pelangi, Pedang Biru dan Cincin pemulihan kepada mereka.


Setelah Semua kebagian, Ryu langsung menuju sebuah mimbar dimana sudah disediakan untuknya.


" Zirah ini aku namakan Armor Pelangi. Kekuatannya mampu menahan Serangan Senjata Roh tingkat langit, jika dipakai, maka akan menyatu dengan kulit kalian dan Pedang itu aku namakan Pedang Biru yaitu Senjata Roh tingkat langit. Sedangkan Cincin itu aku namakan Cincin Pemulihan. Disamping kemampuannya seperti Cincin Ruang Surgawi, namun Cincin itu memiliki energi pemulihan. Aku Harap dengan senjata ini akan mampu mengurangi jumlah korban dari pihak kita. " Ucap Ryu.


" Terima kasih banyak Tuan Muda Ryu." Ucap para Murid dan para Tetua.


Para Tetua Pun membagikan botol tersebut masing-masing satu botol untuk satu Murid.


" Sekarang semua aku serahkan pada Ayah Mertua selaku Patriak Sekte Tirai Air." Ryu langsung turun dari mimbar dan mempersilahkan Patriak Mao memberikan arahan.


" Sepertinya tidak ada lagi yang aku jelaskan. Karena sebelumnya aku sudah jelaskan semua. Baiklah, lebih baik kita menuju keluar Gerbang Sekte." Patriak Mao membawa Pasukan menuju ke arah Keluar Sekte.


Setelah semua berada di lapangan terbuka, Tetua Jila, Shui Jian dan 23 Murid lain mengeluarkan Hewan Kontrak berniat untuk membawa Para Pasukan.


" Maaf tetua dan yang lain. Biar Kami saja yang membawa kalian. Shuijing, Jiu." Ucap Ryu seraya memberi Isyarat pada Mereka.


" Wuush."


" Wuush."

__ADS_1


Jiu Tou She dan Tou Shuijing berubah Wujud menjadi sosok raksasa yang merupakan wujud asli mereka.


Kera Batu dan Harimau kontrak milik murid Sekte pun terasa gemetar melihat wujud dari kedua Hewan Kontrak tersebut.


" Gege aku ikut denganmu" Ucap Jiu Wei Hu seraya menatap ke arah Hydra raksasa.


Patriak, para Tetua, para Guru dan Murid Sekte menaiki punggung Tou Shuijing, sedangkan anggota Pasukan Semesta langsung naik ke punggung Jiu Tou She.


" Tuan Muda bisa ikut denganku." Qilin dengan wujud Kirrin memberi tumpangan kepada Ryu yang tentu Sheng Zhishu juga ada disitu.


" Gege ikut denganku saja." Tianhe menawarkan kepada Ryu untuk bersamanya di atas punggung burung Merak.


" Gege ikut denganku saja." Qin Shuomei juga memberi tumpangan kepada Ryu untuk bersamanya di atas punggung Angsa putih.


" Haaahh... Kalian ini. Aku masih bisa terbang sendiri." Ryu menciptakan Balok Es lalu berdiri di atasnya.


Melihat hal itu, Sheng Zhishu dan yang lain langsung melompat ke atas Balok Es tersebut dan meminta kepada Hewan Kontrak yang lain agar berjalan sendiri.


" Baiklah... Mari kita berangkat." Ryu menggunakan kekuatan pikirannya membuat Balok Es tersebut melayang di udara.


Dengan kecepatan tinggi Tou Shuijing dan Jiu Tou She membawa rombongan tersebut, namun Ryu masih mampu mengimbangi kecepatan mereka.


Melihat hal itu, Anggota Sekte Tirai Air langsung tercengang melihat Ryu yang mampu menyaingi kecepatan kedua Hewan Kontrak tersebut.


" Tuan Muda sepertinya sudah melampaui kemampuan kita." Ucap Tou Shuijing sambil melirik ke arah Ryu dan Istrinya.


" Aku juga tidak menyangka ada manusia yang bisa melebihi kekuatan Makhluk Kuno dan makhluk legenda." Tou Shuijing juga ikut menimpal.


Kini tujuh Hewan Kontrak yang lain langsung menggunakan kecepatan penuh untuk mengejar Ryu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She.


" Untung aku ikut dengan Gege." Ucap Jiu Wei Hu yang ada di punggung Tou Shuijing.


Setelah menempuh perjalanan selama berhari-hari Ryu dan rombongan tanpa mengalami kendala apapun, hingga akhirnya mereka telah mencapai di suatu Hutan kecil yang tidak Jauh dari Istana Kaisar Dong.

__ADS_1


Dengan jarak masih kisaran 1 Km, Ryu membawa mereka untuk beristirahat dan membangun beberapa kemah tempat untuk Istirahat dan memulihkan tenaga mereka.


Ryu juga tidak lupa membuat Formasi Pelindung Yin-Yang Kura-kura agar keberadaan mereka tidak diketahui siapapun.


__ADS_2