SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Makam Kuno 2


__ADS_3

Semua orang yang ada di tempat itu terlihat semakin antusias untuk menyusuri Makam Kuno demi mendapatkan Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan.


Ryu yang juga mendengar ucapan tersebut sedikit mengerutkan kening sambil mempertimbangkan hal itu, antara memberi atau tidak karena semua yang disebutkan tersebut sudah ada di Dunia Quzhu.


" Makam Kuno sudah terbuka." Seru beberapa orang yang membuyarkan lamunan semua yang ada di tempat itu.


Mendengar ucapan tersebut semua tertuju pada galian tersebut hingga dalam beberapa saat satu-persatu langsung masuk ke dalam Makam Kuno.


Sedangkan Ryu sendiri masih terlihat santai sambil mengirim pesan jiwa kepada Istrinya agar menggunakan Armor Pelangi yang baru saja dia buat.


" Dao Luo, Yan Ran, dan kalian semua. Kalian boleh pergi terlebih dulu." Ryu menatap ke arah bawahannya itu.


" Baik Tuan." Dao Luo dan yang lain langsung masuk ke Makam Kuno.


Setelah beberapa saat Ryu sudah mendapatkan pesan jiwa dari Sheng Zhishu bahwa mereka sudah siap, tanpa menunggu lama Ryu juga masuk ke dalam Makam Kuno hingga di kedalaman terlihat gelap.


Dengan bantuan Spiritual miliknya, Ryu terus melangkahkan kaki untuk melewati tempat yang gelap tersebut.


Membutuhkan waktu selama dua jam, akhirnya Ryu sudah berada di sebuah daratan yang terlihat asing.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung mengeluarkan Giok Teratai untuk mencari sebuah Formasi Kuno yang diceritakan oleh Pelayan dari Menara Obat.


Ryu pun langsung menyalurkan Qi kepada Giok Teratai hingga beberapa saat langsung melayang di udara melesat ke arah bagian kiri dimana Ryu berada.


Melihat Giok Teratai yang menunjukkan ke suatu arah, Ryu langsung mengikuti kemana Giok Teratai terbang.


Dalam perjalanan mengikuti Giok Teratai, Ryu banyak menemukan Hewan Roh tingkat langit. Namun Ryu tidak tertarik sama sekali, karena dia sudah tidak membutuhkannya lagi.


Dengan sedikit melepaskan Aura Dewa Agung, Hewan Roh tersebut berlarian menjauhi dimana Ryu berada untuk menyelamatkan diri.


Melihat hal tersebut, Ryu hanya tersenyum sambil mengikuti arah Giok Teratai hingga beberapa saat Giok Teratai berhenti di sebuah Pohon besar.


" Apa disini tempat Formasi Kuno itu?" Ryu menyipitkan mata sambil memeriksa keadaan sekitar.

__ADS_1


Secara perlahan Giok Teratai mengelilingi pohon tersebut hingga terlihat sebuah pintu di bagian pohon tersebut.


" Jadi disini tempatnya." Ryu berjalan mendekati Pintu tersebut lalu memasukkan kembali Giok Teratai ke Cincin Ruang.


" Bboooom." Sebuah tekanan yang kuat mendorong tubuh Ryu hingga mundur beberapa langkah kebelakang.


" Haaahh... Pantas saja orang menjualnya, Jika Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Bumi memasuki tempat ini, sudah pasti akan mati." Ryu sedikit kesal karena Tekanan tersebut bisa membunuh orang yang sudah mencapai Pendekar Langit sekalipun.


Karena dipermainkan oleh Formasi Kuno tersebut Ryu langsung menciptakan Bola Petir Hitam lalu mengarahkan kepada pohon besar tersebut.


" Bboooom." Ledakan yang sangat kuat membuat Pintu dibalik pohon tersebut langsung terbuka.


" Awas saja nanti. Jika aku menemukan pengguna Formasi itu, aku akan memberi perhitungan meskipun sudah menjadi tulang belulang." Ryu yang masih kesal langsung masuk ke pintu tersebut.


Saat Ryu sudah dekat dengan pohon tersebut, dia melihat sebuah tulisan terukir dengan jelas di pohon besar yang bertuliskan ' Diatas Langit masih ada Langit ' yang membuat Ryu sedikit menaikkan alisnya.


" Apa maksudnya ini?" Ryu kembali melangkahkan kaki tanpa memperdulikan tulisan itu.


Di dalam pohon tersebut Ryu melihat Anak kecil yang sedang bermain dengan seekor Rubah kecil.


" Tuan... Terimakasih telah menolongku. Aku akan berjanji akan selalu menjagamu selamanya." ucap Rubah kecil yang tidak lain adalah wujud dari Huli Yue.


Meskipun Rubah kecil sedang berbicara dengan Ryu kecil, namun Ryu kecil tidak bisa mengetahui apa yang dikatakan oleh Rubah kecil.


" Ayo kejar aku Rubah kecil." Anak tersebut berlari menjauhi Rubah kecil.


" Baik Tuan." Rubah kecil langsung mengejar sosok Ryu kecil.


Mereka terlihat sangat bahagia hingga terdengar suara canda tawa dari kedua sosok tersebut yang berbeda Ras.


Ryu yang melihat kejadian tersebut tanpa terasa air matanya metetes mengingat kembali saat dia masih berusia 7 tahun tanpa seorang Ibu.


Sambil melihat kedua sosok berbeda Ras yang sedang bermain, Ryu juga mengingat bagaimana hidupnya saat tinggal di Desa Lembah Hitam yang tidak pernah mengenal dunia Kultivator, Alkemis, Formasi dan Praktisi lain.

__ADS_1


Jangankan mengenal dunia Kultivator, mengenal orang lain di luar Desa mereka saja Ryu tidak pernah.


' Ilusi? Ini hanya Ilusi.' Ryu tersadar dengan apa yang dia lihat, namun seakan tidak tega menghancurkan Ilusi itu.


Meskipun Ryu telah mengetahui bahwa itu hanya Ilusi, namun dia begitu menikmati dan mengenang kembali kehidupannya.


Sudah lama Ryu melihat kedua sosok tersebut, namun dia kembali berfikir jika dia terus berada di pengaruh Ilusi tersebut maka Ryu tidak bisa melanjutkan perjalanan.


Dengan berat hati Ryu langsung mengeluarkan Pedangnya langsung menebas leher kedua sosok tersebut.


" Craaash... Craaash." Leher kedua sosok itu terpotong hingga terlihat dua ekor kelinci biasa dengan kondisi tubuh terpotong.


Saat itu juga Ryu melihat sebuah Dunia yang sangat kecil, namun memiliki Aura yang sangat kuat.


Ryu pun berjalan untuk memeriksa di tempat tersebut yang juga mengeluarkan semua Istrinya.


" Gege... Tempat apa ini?" Sheng Zhishu dan yang lain melihat di sekeliling mereka.


" Aku juga tidak tau. Sepertinya disini banyak Sumberdaya tingkat Surgawi." ucap Ryu.


" Tunggu apa lagi? Lebih baik kita berpencar!" Xin Chie langsung melesat terbang ke arah yang lain.


Tanpa mendapatkan persetujuan dari Ryu, semua Istrinya langsung menyebar ke berbagai arah hingga meninggalkan Ryu sendirian.


" Haaahh... Semoga saja tidak terjadi apa-apa." Ryu menghela nafas lalu melanjutkan perjalanan dengan mengambil arah lain.


Di tempat itu memang banyak menyimpan Sumberdaya yang sangat langka. Tentu saja hal itu tidak dilewatkan oleh Ryu, dimana dia juga sangat antusias untuk mengambil Sumberdaya tersebut untuk keperluan meningkatkan Kultivasi mereka.


Saat sudah banyak mengumpulkan Sumberdaya tersebut, Ryu langsung melanjutkan perjalanan ke arah yang lain dan berharap bisa menemukan sesuatu yang lebih berharga.


Saat di dalam perjalanan tersebut, tanpa sadar Ryu telah diikuti oleh sosok bayangan berwarna putih yang melesat dengan cepat terus mengawasi dimana Ryu berada.


Memakan waktu yang cukup lama, kini Ryu telah berada di sebuah tempat yang tepat di depannya ada sebuah Istana yang sangat megah, namun seakan tidak berpenghuni.

__ADS_1


Tanpa banyak berpikir, Ryu langsung masuk ke dalam Istana tersebut sambil menyusuri dari setiap sudut ruangan saat dia sudah berada di Istana itu.


__ADS_2