SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PENYUSUP


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Para Penjaga Gerbang yang memperhatikan hal tersebut hanya menganggap bahwa pertemuan mereka adalah sebagai keluarga Klan Ling saja tanpa menaruh curiga.


" Baiklah... Sekarang kamu boleh pergi, jangan sampai ada yang curiga." Ling Xianzi memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Permaisuri. Waktunya hanya seminggu dari sekarang." Pria tersebut berjalan menjauhi Gerbang Istana.


Setelah Pria tersebut pergi, Ling Xianzi kembali ke Istana menuju kamar kediamannya.


Pada Keesokan hari, Ryu Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, dan Li Jilan sudah berada di kamar kediaman Li Jilan.


Terlihat di kening Ryu terdapat Lima lingkaran putih di keningnya hingga beberapa saat mulai memudar dan kembali seperti semula.


" Gege... Apa itu sudah berfungsi?" Wang Mingjun terlihat penasaran.


" Aku belum bisa menggunakannya sebelum mendapatkan Air Embun Surgawi. Jadi aku hanya bisa menyimpannya di Keningku." ucap Ryu.


" Gege harus mencarinya sampai dapat, maaf kami tidak bisa membantu." Ucap Shu Meilu.


" Kalian tidak perlu khawatir, biar aku mencarinya sendiri." ucap Ryu.


" Ye'er, jun'er, Lu'er, Mei'er, An'er... Pakailah Armor Pelangi ini. dengan begitu kalian bisa menutup Kultivasi kalian dengan sempurna." Ryu memberikan kepada mereka satu-persatu.


" Mmmm." mereka mengangguk langsung memakai Armor Pelangi tersebut.


" Gege... Ini benar-benar luar biasa." Qin Shuomei merasakan Armor tersebut memang elastis dan menyatu dengan kulit seperti tidak memakai Armor sama sekali.


" Pantas saja Putra Mahkota bisa memakainya juga." Li Jilan ikut bersuara.


" Gege... Antar aku Ke Linka dulu." Ting Ye memberi Isyarat kepada Ryu, meskipun dia sekarang bisa ber Teleportasi dengan bantuan Kalung miliknya.


" Mmmm." Ryu mengangguk lalu membawa Ting Ye ke Istana Walikota.


Setelah beberapa saat Ryu telah kembali, langsung menuju ke kamar Utama sedangkan Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan masih di kamar.


Sesampai di Kamar Utama, Ryu melihat di kamar tersebut juga ada Ling Xianzi.


" Gege... Kamu dari mana saja? Aku sudah lama mencari mu." Ling Xianzi langsung memeluk Ryu.


" zi'er..." Ryu menggelengkan kepala.


" Hua'er... Bagaimana Kondisimu?" Ryu menoleh ke arah Xie Hua.


" Aku baik-baik saja. Tapi aku masih belum bisa berlatih dan Berkultivasi sampai kondisiku benar-benar pulih." ucap Xie Hua.

__ADS_1


' Sepertinya ini waktu yang tepat ' Ling Xianzi membatin.


" Gege... Aku pergi dulu, ingat nanti malam." Ling Xianzi keluar dari kamar menuju sebuah Ruangan lain.


Tiba-tiba seorang Pelayan muncul sambil membawa makanan dan empat Kendi yang berisi Air putih.


" Pelayan mau dibawa kemana makanan itu?" Tanya Ling Xianzi.


" Salam Yang Mulia Ratu, aku mau mengantar makanan kepada Ratu Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Ratu Li Jilan." ucap Pelayan.


" Pelayan, aku juga mau. Tolong ambilkan makanan untukku juga. Aku juga sudah lapar." ucap Ling Xianzi.


" Baik Yang Mulia Ratu, aku akan mengantarkan makanan ini dulu." ucap Pelayan.


" Tidak perlu, kau taruh saja makanan itu diatas meja itu. Sekarang juga kamu ambil makanan untukku." Ling Xianzi menunjuk ke arah meja yang tidak jauh dari tempat mereka lalu menatap tajam ke arah Pelayan.


" Ba... Baik Yang Mulia Ratu." Pelayan berkeringat dingin langsung menaruh makanan tersebut di atas meja lalu berlari ke arah dapur Istana.


' Dengan begini akan jauh lebih mudah.' Ling Xianzi sambil memperhatikan keadaan sekitar lalu menaruh satu Pil dari masing-masing Kendi tersebut hingga larut dalam air.


Tidak berselang lama Pelayan telah membawa makanan lain untuk Ling Xianzi.


" Yang Mulia Ratu, ini Makanannya. Aku akan membawa langsung ke kamar Yang Mulia Ratu." ucap Pelayan.


" Taruh disitu saja, nanti aku sendiri yang membawa ke Kamar." ucap Ling Xianzi.


" Ba... Baik Yang Mulia Ratu." Pelayan buru-buru menaruh makanan tersebut lalu mengambil Makanan sebelumnya membawa ke Kamar dimana Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan berada.


' Apa aku juga melakukan hal yang sama pada Ryu Gege dan Hua'hua? ' Ling Xianzi membatin. ' Haaahh... Sepertinya bukan masalah, apalagi sehabis melahirkan.' Ling Xianzi membawa makanan ke kamarnya.


Di kamar Li Jilan, terlihat Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei yang baru saja menikmati hidangan yang disajikan oleh Pelayan istana.


" An'an... Apa boleh Aku malam ini tidur denganmu?" Tanya Wang Mingjun.


" Aku malah lebih senang. Bila perlu Lu'lu sama Mei'mei juga bermalam disini saja." ucap Li Jilan.


" Aku juga, tidak seperti biasanya badanku seperti ini." Qin Shuomei mengurut lehernya sambil menuju ke Ranjang dan berbaring.


" Jun'jun, lu'lu, kita tidur saja. aku juga sangat ngantuk." Li Jilan membawa yang lain untuk beristirahat langsung berbaring di samping Qin Shuomei.


" lu'lu... lebih baik kita istirahat." Wang Mingjun mengunci pintu lalu berbaring di samping Li Jilan.


" Mmmm." Shui Melu juga ikut berbaring di samping Wang Mingjun.


Di Kamar Utama, Ryu terlihat sedang menggendong Anaknya dengan penuh perhatian seakan enggan untuk meninggalkan Liu Guangxi yang masih mungil hingga lupa waktu.


" Gege... Hari sudah Malam. Bukankah kamu Malam ini harus bersama zi'zi." Xie Hua mengingatkan Suaminya.


"..." Ryu terdiam sejenak sambil menggendong Liu Guangxi.


" Gege... Kamu harus bersikap Adil. Jangan kecewakan zi'zi." Xie Hua menggelengkan kepala.


" Baiklah... Aku akan kesana." Ryu membaringkan Anaknya di Ranjang Bayi. "xi'er... Ayah pergi dulu." Ryu mencium kening Anaknya dan Xie Hua lalu keluar kamar.


Di tempat lain terlihat sosok Misterius yang bisa menggunakan Teknik Perubahan Wujud yang kadang menjadi Prajurit, Jenderal bahkan Pelayan.


" Jadi disini tempat Pemilik Tubuh Abadi itu berkumpul." Sosok tersebut menatap ke arah Ranjang dimana terdapat Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan sedang tertidur pulas.


" Haaahh... Sepertinya mereka sudah mengeluarkan Inti Jiwa dari tubuh mereka." Sosok tersebut memasang wajah masam.


" Paling tidak Aku harus mencari informasi Pemilik Tubuh Abadi yang lain." Sosok tersebut menyentuh kening Shu Meilu dengan jarinya.


Setelah menggali informasi dari Shu Meilu, Sosok tersebut melanjutkan untuk menggali informasi dari Wang Mingjun, Li Jilan dan Qin Shuomei.


' Hanya ada Dua? Kemana yang lain? Aku tidak bisa menggali informasi pada Reinkarnasi Dewi Teratai Tujuh Hati dan Dewi Ni Rong. Itu sangat berbahaya. Bisa-bisa kekuatanku akan tersedot. Sekalipun Aku sudah mencapai Pendekar Surgawi.' Sosok tersebut membatin.

__ADS_1


Saat dalam lamunannya, tiba-tiba Li Jilan dan Wang Mingjun membuka mata dengan buru-buru Sosok tersebut menggunakan Teknik Perubahan Wujud.


" Gege... Kenapa kamu ada disini?" Wang Mingjun tersadar Ryu ( Palsu ) berada di kamar mereka.


" Ah... Itu... Aku hanya memeriksa keadaan kalian disini." Sosok tersebut berusaha menyembunyikan rasa Gugupnya.


" Gluug." Sosok tersebut menelan ludah tersadar dengan kecantikan Wang Mingjun dan Li Jilan.


' Ternyata pemilik Tubuh Abadi itu benar-benar Sempurna. Ini kesempatanku untuk mencicipi tubuh mereka. Dengan penyamaran yang sempurna ini, meraka tidak akan pernah tau.' Naluri Pejantan dari sosok tersebut langsung bangkit.


" Gege... Ada apa denganmu?" Li Jilan menatap ke arah Ryu ( Palsu) yang memandang mereka dengan tatapan liar.


" Aku ingin menikmati malam yang indah ini bersama kalian." ucap sosok tersebut mendekati Li Jilan sambil menyentuh bagian tubuhnya.


" Sabar Gege..." Li Jilan yang melihat sisi liar Ryu Palsu langsung melepas pakaiannya.


Melihat Suami mereka yang menginginkan hal itu, Wang Mingjun juga melakukan hal yang sama dengan senang hati melepaskan pakaiannya sendiri sambil mendekati Ryu Palsu.


Mendengar suara erangan berkal-kali dari Wang Mingjun dan Li Jilan, Shu Meilu dan Qin Shuomei langsung terbangun melihat Wang Mingjun dan Li Jilan sudah tidak menggunakan sehelai kain pun di tubuh bagian atas mereka.


' Indah sekali.' Sosok tersebut memandang Wang Mingjun dan Li Jilan penuh dengan nafsu.


" Gege..." Shu Meilu dan Qin Shuomei menatap Ryu palsu dengan penasaran.


' Ini memang luar biasa.' Sosok tersebut menggantikan arah serangannya menuju ke Shu Meilu dan Qin Shuomei langsung melepaskan pakaian mereka.


" Mmmhhhhh." Shu Meilu merasa bibirnya dicium dengan ganas.


' Sungguh Keberuntungan langit.' Sosok tersebut semakin liar ingin menikmati keindahan tubuh dari Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, dan Li Jilan.


Tanpa keempat Wanita tersebut sadari bahwa sosok yang sedang bersama mereka bukanlah Ryu yang asli, sehingga mereka dengan senang hati melayani sosok tersebut yang mereka kira adalah Ryu.


*****


Di Luar Ruangan lain Ryu yang berniat untuk mendatangi Kamar Ling Xianzi kini merasa ada Suara aneh dari kamar Li Jilan yang kebetulan melewatinya.


' Ini Aneh... Apa yang dia lakukan.' Ryu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir untuk menembus dinding Kamar Li Jilan.


" Siapa kamu?" Ryu menatap Keempat Istrinya bersama Pria lain.


" Gege..." Keempat Wanita tersebut tersadar yang kini ada dua sosok yang memiliki wajah yang sama.


" Sial..." Sosok tersebut sangat kesal karena keinginannya untuk menikmati keindahan tubuh keempat Wanita tersebut belum tersalurkan.


Sosok tersebut yang masih menggunakan wajah Ryu, tanpa berkata apapun langsung berlari ke arah dinding pembatas hingga menembus dinding pembatas itu.


Ryu yang melihat hal itu tentu saja Langsung marah menatap tajam ke arah Keempat Istrinya langsung mengejar sosok tersebut.


" Sial... Jika bukan karena perintah Kaisar Langit, Aku akan membunuhnya." Sosok tersebut menggerutu karena hasratnya tidak tersalurkan dan Ingin membunuh Ryu.


Namun hal itu tidak bisa dia lakukan karena tidak ada Perintah untuk membunuh dan hanya menggali informasi tentang Latar Belakang Ryu dan Pemilik Tubuh Abadi.


Ryu yang amarahnya memuncak, terus mengejar sosok tersebut dengan kekuatan penuh.


Namun karena perbedaan Tingkat Kultivasi, Ryu tidak mampu mengejar karena Qi miliknya sudah terkuras.


" Haaahh... Siapa Pria itu? Awas saja. Aku akan memberi perhitungan denganmu berkal-kali lipat." Ryu menggerutu dengan nafas terputus-putus.


Sadar dengan Tingkat Kultivasinya masih terlalu jauh dari Pria tersebut Ryu berinisiatif untuk kembali ke Istana Kekaisaran dengan wajah penuh Amarah.


" Gege..." Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan yang sudah memakai pakaian keluar kamar untuk menjelaskan kepada Suami mereka.


" Mmmm." Ryu tanpa menoleh meninggalkan mereka mencoba menahan diri menuju kamar Ling Xianzi.


" jun'jun, lu'lu, mei'mei... Apa yang harus kita lakukan?" Li Jilan khawatir Suami mereka akan marah besar.

__ADS_1


" Aku juga tidak tahu. Kejadian ini memang sulit untuk dijelaskan." Wang Mingjun juga kebingungan harus menjelaskan dari mana.


__ADS_2