
" Lanjutkan Saudara, siapa tau kita dapat petunjuk untuk menghalau mereka " mereka semakin penasaran.
" Saat aku tersadar, aku menanggalkan pakaian Atas saja begitu juga dengan Kelompokku yang sudah mati dengan tubuh mengering. Namun Tiga Dewi Iblis itu masih dengan Pakaian yang utuh seperti saat awal mereka menghadang kami. Syukurlah aku dan dua temanku yang selamat. tapi tingkat Kultivasi mereka Turun hingga 2 Level dan aku sendiri juga Turun 1 Level." ucap Pemuda tersebut.
" Jika begitu, Mereka pasti memakai Ilusi lalu menyerap Energi Kehidupan. Ini sangat berbahaya. Jika terus dibiarkan, mereka akan bertambah kuat dalam sekejap." mereka terlihat khawatir.
" Lalu bagaimana mereka bisa Lolos? bukannya mereka juga dikepung oleh Klan Shandian?" tanya yang lain.
" Mereka melukai kelompok itu saja, seakan mereka sedang buru-buru lalu keluar dari Goa." Jawab Pemuda itu.
" Kita harus cari cara untuk menghalau Ilusi mereka, tapi untuk sementara jangan melakukan perjalanan jika masih dalam jumlah kecil, Apalagi harus sendiri."
Mendengar percakapan dari Mereka, Ryu sedikit Khawatir mengingat Seorang Guru yang sudah Level 62 saja mereka bisa membunuhnya, apalagi dia yang masih Level 56.
Di dalam kekhawatiran, Ryu mencoba menenangkan diri langsung menuju kamarnya sambil memikirkan Sumberdaya seperti apa yang akan dia Lelang agar bisa masuk Acara Lelang di Assosiasi Pagoda Dagang.
Sesaat Ryu seakan menemukan sebuah cara untuk memilih Cincin Ruang Level 10, Topeng, dan semua Jenis Pll tingkat 8 bercampur Kelopak Bunga Spiritual Krisan.
Ryu langsung menciptakan Pelindung Tempurung Kura-kura lalu membuat 5 Buah Cincin Ruang Level 10 kemudian mengeluarkan 5 buah Topeng yang pernah mereka pakai sebelumnya.
Merasa itu belum cukup, Ryu mengambil sebuah Kotak Giok lalu menaruh Pil Kultivasi, Pil Tulang, Pil Qi, Pil Jiwa, dan Pil Pemulihan yang semua Tingkat 8 bercampur Kelopak Bunga Spiritual Krisan lalu menutup Kotak Giok tersebut.
" Apa ini Cukup atau masih Kurang." Ryu masih kurang yakin karena hal itu adalah Pertama kali baginya untuk ikut lelang.
Karena masih Kurang yakin, Ryu menyempurnakan Topeng tersebut dan membuat bentuk yang lebih menarik hingga akan menutup bagian jidat sampai bagian Hidung saja dengan bentuk seperti Topeng kelinci berwarna Putih bercampur Garis Merah.
Merasa masih belum Cukup, Ryu langsung mengambil Sebongkah Batu Meteor untuk menciptakan sebuah senjata Baru Kelas Dewa.
Didalam Senjata itu sendiri dibagi menjadi Tujuh bagian, Yaitu:
Tingkat Pendekar.
Tingkat Petapa, dimana kedua ini masih dikatakan Tingkat Dasar.
Tingkat Raja.
Tingkat Kaisar, Sudah digolongkan menjadi senjata tingkat Tinggi.
Tingkat Bumi.
Tingkat Langit.
Tingkat Semesta.
Dari Ketiga Tingkatkan Senjata diatas sudah dikatakan Senjata Kelas Dewa dimana sudah memiliki Roh senjata yang diambil dari Inti Roh Siluman.
Termasuk Pedang Naga Pembelah Gunung milik Ryu Sudah mencapai Tingkat Bumi dan sedikit lagi akan mencapai Tingkat Langit.
Termasuk Senjata milik Xin Chie dan Huli Yue juga telah mencapai Tingkat Bumi karena sudah memiliki Roh meskipun daya serangannya tidak sekuat dengan senjata milik Ryu, namun tetap saja sangat mematikan karena yang memiliki Senjata Tingkat Bumi hanya dari kalangan tertentu saja.
Kembali ke Ryu yang memulai Proses Pembentukan dari Bongkahan Batu Meteor dengan teliti mengukir dari setiap detail hingga terbentuk dua buah Tombak.
Setelah senjata terbentuk, Ryu langsung menggabungkan dengan beberapa Inti Roh Siluman yang Ber Elemen Petir dan Api berusia Ratusan Tahun hasil Pemberian dari Anggota Sekte Menara Petir yang baginya tidak bisa dibutuhkan lagi bagi tubuhnya.
Sesaat kemudian muncul Dua Buah Tombak yang masing-masing Ber Elemen Api dan Petir Dengan kualitas Senjata Tingkat Bumi.
__ADS_1
" Aku rasa ini Sudah cukup." Ryu mengembalikan semua Peralatan dan mengembalikan Pelindung Tempurung Kura-kura lalu beristirahat.
Keesokan harinya, Ryu kembali ke Assosiasi Pagoda Dagang untuk menyerahkan semua apa yang telah disediakan sebelumnya.
" Nona... Seperti yang aku janjikan, Apa ini Cukup? " Ryu mengeluarkan 5 Cincin Ruang Level 10, 5 Topeng, 1 Kotak Giok yang berisi 5 Pil dari masing-masing jenis, Dua Tombak ditambah 1 Buah Apel Petir.
" Tuan, Ini sudah lebih dari cukup. Tapi jika boleh Tau apa nama dari kedua Jenis Benda ini." Zhengyi berusaha menyembunyikan rasa kagetnya sambil menunjukkan Topeng dan Tombak.
" Itu Buatan Guruku, dia tidak memberikan nama untuk buatannya. Biar Aku saja yang menamakan. Ini Aku Berikan Topeng Kelinci dan Ini aku namakan Tombak Api dan Tombak Petir." Ryu menyembunyikan identitasnya.
" Jadi Tuan kemaren langsung menemui Guru Tuan?" Zhengyi menyelidik.
" Yaa... Untuk mendapatkan Harta Itu aku Harus dicambuk 1000 Kali " Ryu jawab asal-asalan.
" Baiklah, Perkenalkan Namaku Zhengyi. Jika boleh tau siapa Nama Tuan.?" Zhengyi memperkenalkan diri.
" Namaku Ryu." Jawab Ryu singkat.
" Senang sekali Berbisnis denganmu Tuan Ryu. Ini Untukmu, kamu mendapatkan Ruangan Nomor 10 karena hanya itu yang tersisa untuk Kelas Eksklusif." Zhengyi memberikan sebuah Kartu Nomor.
" Kalau begitu aku pergi dulu!. Punggungku masih sakit." Ryu berpura-pura langsung keluar Ruangan.
'Kau boleh bersandiwara dengan orang lain, tapi kamu tidak mudah untuk menipuku. Sudah berapa banyak Para Kultivator yang selalu menyembunyikan identitasnya disini, jadi aku sudah Kenyang.' Zhengyi menatap ke arah Ryu.
" Nona Zhengyi, Sepertinya Ka Ryu ingin menguras Harta semua peserta Lelang." Ucap salah satu Pelayan Wanita yang paling Muda.
" Sejak kapan kamu memanggilnya Kaka? Aku tidak Peduli dengan Harta dari peserta yang aku inginkan adalah Keuntungan. Leyli, selidiki Tuan Ryu. Kamu cukup mencari tempat tinggalnya saja." Ucap Zhengyi.
" Tenang saja Nona, Itu adalah pekerjaan paling mudah untukku. Dengan sentuhan lembut dariku, maka semua akan beres. Apalagi Pemuda itu sangat tampan, tidak masalah jika aku menggunakan Tubuhku untuk menemaninya." ucap Leyli yang menyamar jadi Pelayan.
" Kamu jangan macam-macam! Dia adalah Bagianku! Lagi pula kita hanya berbisnis, jadi jangan sampai mengecewakan Pelanggan kita." Zhengyi sedikit mengancam.
" Mungkin kepalaku sedikit kacau. Efek dari Ilusi Iblis itu selalu mengganggu fikiranku." ucap Leyli.
" Makanya jangan asal mempelajari Kitab. masih untung kamu mempelajarinya disini. jika tidak, mungkin kesuciamu telah hilang." ucap Zhengyi.
" Baik aku akan berhati-hati lagi. Aku akan menyediki Pemuda itu! Tapi aku tidak yakin, jika Kitab Iblis itu menguasai fikiranku habislah aku." Leyli berjalan keluar Ruangan sambil menunduk.
" Aku harus membakar Kitab itu, jika tidak akan sangat berbahaya untuk para Kultivator Wanita." Zhengyi menghela nafas.
Ryu yang sudah berada di Penginapan, kini mulai berlatih Kitab Petir Mengguncang Semesta ( Hasil Gabungan Teknik Dasar Mengguncang Semesta dan Kitab Petir) sesuai Petunjuk dari Pencipta Kitab tersebut.
Ryu langsung membuka Kitab tersebut lalu menyebarkan Spiritualnya ke dalam Kitab seolah Kitab itu juga merespon hingga mengeluarkan Tujuh bola Cahaya keemasan langsung masuk ke Inti Petir milik Ryu.
Dari alam bawah sadar Ryu melihat dari semua Simbol dari ketujuh Cahaya tersebut adalah 7 Teknik :
Hentakan Petir Mengguncang Semesta
Sambaran Mengguncang Semesta
Hujan petir Mengguncang Semesta
Badai Petir Mengguncang Semesta
Gempa Petir Mengguncang Semesta
Malapetaka.
__ADS_1
'Apa ini terlalu berlebih-lebihan.' Ryu merasakan gambaran dari Teknik keenam dan Ketujuh.
' Sepertinya sudah ada yang membuka Teknik Ciptaanku. Aku belum pernah menggunakan Teknik Kelima sampai Ketujuh ciptaanku sendiri, Karena belum pernah mencapai Qi 1000 Lingkaran. Ini adalah sedikit kesadaran ku sebelum meninggal. Pergunakanlah untuk kebaikan' Sebuah pesan suara terdengar ditelinga Ryu.
' Master...' Ryu memanggil kembali suara itu, hingga tidak ada respon sama sekali.
' Kebaikan Apaan, Ini kahancuran' Ryu membayangkan Kengerian dari Teknik Keenam dan ke Tujuh.
Sesaat, Ketujuh bola Cahaya langsung masuk ke Otak Ryu seakan mengerti semua dari semua pola gerakan dari Tujuh teknik tersebut.
Kembali lagi Ryu memanggil suara tersebut hingga berkali-kali namun tidak ada respon sama sekali hingga Ryu keluar dari Alam bawah Sadar kembali ke posisi duduk bersila.
" Sepertinya aku harus mencari tempat yang cocok untuk untuk menggunakannya " Ryu berbaring ke tempat tidur.
Setelah malam tiba, terlihat sebuah Bayangan sedang menuju sebuah jendela Kamar Ryu memakai Pakaian serba hitam dengan kain hitam penutup Wajah.
" Jadi disini tempat Pemuda itu" Sosok tersebut berjalan dengan Hati-hati ke arah Ryu yang sedang Tidur dengan menutup Auranya.
" Tampan sekali" sosok itu mendekati Ryu langsung mengelus Wajahnya
Seketika Asap berwarna Merah muda keluar dari tangannya hingga memenuhi Ruangan membuat sosok tersebut menjadi gelisah.
' Tidak... Tidak.... Kenapa harus jadi begini?Teknik Birahi Iblis' Sosok tersebut langsung berlari ke arah Jendela.
Namun sayangnya sebelum dia Keluar, Ilusi itu juga mengendalikan dirinya sendiri yang awalnya ingin lari malah berbalik ke arah Ryu dengan gerakan yang lemah gemulai.
Saat sudah duduk di tempat tidur Ryu, dia secara perlahan membuka penutup Wajahnya sambil membelai Tubuh Kekar Ryu.
Ryu yang terbangun langsung terkena efek tersebut membuatnya seakan membalas belaian Sosok Wanita Cantik yang tidak lain adalah Leyli.
Merasakan sensasi dari belaian Ryu, Leyli langsung membuka pakaiannya seakan memperlihatkan tubuh Putih mulusnya kepada Ryu hingga tanpa ada sehelai kain pun padanya.
Leyli yang sudah dikuasai oleh Birahinya, langsung menyambar bibir Ryu dengan ganas sambil tangannya bergerak liar menyerang bagian tubuh Ryu langsung membuka semua Pakaian Ryu.
Ryu yang juga kehilangan kendali langsung menguasai Leyli langsung berada di atas Leyli hingga tubuh mereka seakan menyatu hingga bagian intim mereka juga saling bertemu.
Saat itu juga Energi Kehidupan milik Ryu seakan tertarik melalui bagian intim tersebut yang memiliki sedikit bercak darah.
Ryu yang hilang kesadaran terus menggagahi Leyli yang begitu menikmati perpaduan tersebut yang memakan waktu yang sangat lama, hingga Tingkat Kultivasi Ryu perlahan menurun hingga mencapai Level 50.
Namun saat itu juga sebuah Cahaya dari tubuh Ryu keluar seakan membuat perlindungan hingga kini keadaan Terbalik. Dimana awalnya Leyli yang menyerap Energi Kehidupan Ryu, Kini Ryu lah yang seakan mengambil Energi Kehidupan milik Leyli.
Leyli yang sudah mencapai Level 57 kini secara perlahan mulai Turun selama Proses tersebut memakan Waktu 6 Jam tubuh Leyli kini sudah terlihat melemah dan Kehilangan Kultivasi.
Di sisi lain, Ryu yang sempat mengalami penurunan Kultivasi kini telah Kembali bahkan meningkatkan menjadi Level 58 seakan terus melakukan aktivitasnya.
Disisi lain, Leyli yang sudah sadar dari Ilusi begitu Kaget saat melihat Sosok yang ada di atasnya namun sekilas sebuah senyuman puas meskipun sudah kehilangan tingkat Kultivasi.
Saat Ryu sudah pada puncaknya langsung terbaring lemas dengan Posisi di Atas Leyli dan seakan tertidur seperti semula.
Disisi Lain, Leyli yang terlihat senang bercampur sedih berusaha menggeser tubuh Ryu untuk disampingnya.
" Kau sangat tampan sekali Ka Ryu." Leyli membelai wajah Sosok yang disampingnya.
" Mungkin kamu adalah orang yang tepat untuk mendapatkankannya. Teknik Kutukan ini telah menguasaiku. Jika aku hidup lebih lama lagi, mungkin aku akan menjadi bencana besar untuk Benua ini dan Jadi Iblis. Terimakasih telah menyelamatkanku dari Teknik ini. Aku harap kita akan bertemu di Kehidupan selanjutnya." Leyli meneteskan Air mata kebahagiaan kemudian bangkit dari tempat tidur langsung mengambil dan menggunakan Pakaiannya kembali.
Sesaat Leyli memandang Ryu kemudian menuju arah jendela dan melompat sekuat tenaga dan berlari sejauh mungkin hingga sampai di depan Assosiasi Pagoda Dagang langsung masuk dan mengunci pintu dan berjalan ke Kamarnya.
" Ka Ryu... Terimakasih." Sebuah senyuman terlihat dari wajahnya kemudian mengambil sebuah Pedang dan menusuk ke bagian Ulu hati.
Terlihat darah segar perlahan mengalir dari ujung pedang seakan membasahi tubuhnya.
......................
Pada Keesokkan Harinya, Ryu merasa kaget melihat tubuhnya yang tanpa sehelai kain pun sambil memeriksa tempat tidur yang seakan berantakan dan terlihat sedikit bercak darah.
" Apa yang terjadi?" Ryu mencoba mengingat, namun tidak menemukan jawaban apapun.
Setelah berfikir sesaat, Ryu langsung memasang Pakaiannya lalu bangkit dari tempat Tidur tersadar Tingkat Kultivasinya naik dua Level sambil menatap ke arah jendela yang terbuka.
Ryu pun langsung menuju arah Jendela sambil memeriksa keadaan, namun tidak ada yang mencurigakan.
Meskipun tidak tau apa yang terjadi semalam, namun Ryu yakin telah terjadi sesuatu pada dirinya apalagi dengan Kultivasi yang meningkat tiba-tiba.
" Hhhaaahhhh... lebih baik aku pesan makanan dulu." Ryu langsung keluar Kamar untuk memesan makanan karena dia merasa sangat lapar karena tenaganya banyak terkuras.
Di meja makan, Ryu sedang bersantai menyantap hidangan yang ada di mejanya sambil mendengarkan percakapan dari beberapa orang yang ada di tempat itu dimana semua yang dibicarakan adalah tentang Tiga Dewi Iblis yang semakin merajalela dan sudah banyak memakan Korban.
Ryu sempat berfikir kalau kejadian yang sedang menimpanya semalam pasti ada hubungannya dengan Tiga Dewi Iblis tersebut.
Namun kembali lagi dia menepis jika kejadian yang menimpanya adalah ulah Tiga Dewi Iblis, sudah pasti tubuhnya akan mengering bukan malah menambah Kultivasi.
Dalam berbagai banyak pertanyaan di Otaknya, Ryu memilih untuk berjalan-jalan menyusuri keramaian Kota sambil membeli beberapa peralatan kebutuhan Rumah Tangga sampai beberapa helai Pakaian Wanita untuk kebutuhan Ketiga Istrinya.
Hal itu tentu saja menarik perhatian beberapa Warga yang ada di tempat itu melihat apa yang dibelikan Ryu sangatlah banyak dan memiliki Kualitas terbaik.
__ADS_1