
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" Lalu bagaimana dengan kalian?" Ryu memandang anaknya yang lain.
" Ayah... Aku Ingin berlatih dengan Paman Fang." Ucap Liu Yunyi.
" Kami juga harus berlatih! Kami tidak mau kalah dengan Yunyi." Anak Ryu yang lain tidak ingin kalah dari Liu Yunyi dimana Liu Yunyi mampu menyaingi kekuatan Liu Guangxi.
" Itu karena kalian tidak giat berlatih." Liu Yunyi membela diri.
" Sudah sudah... Kalian tidak perlu bertengkar. Kalian kan saudara." Huli Yue menengahi mereka.
" Baik Ibu." ucap mereka serempak.
" Sekarang kalian boleh berlatih dengan Paman kalian!" Sheng Zhishu menatap mereka bergantian dengan senyuman ramah.
" Baik Ibu." Mereka mengangguk lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Dengan segala pertimbangan, Ryu akhirnya memutuskan untuk menitipkan anaknya kepada Ayahnya yang tentu saja dua puluh Pelayan dan pengurus anggota Klan juga tidak keberatan untuk menjaga anaknya.
Setelah melakukan perundingan, Ryu meminta kepada Jianheng untuk mengumpulkan seluruh anggota Klan Liu di halaman depan Istana karena dia ingin meningkatkan Kultivasi mereka semua.
Setelah beberapa saat kini anggota Klan Liu sudah berkumpul di depan Istana meskipun mereka tidak tau apa yang direncanakan oleh Ryu.
" Sebelum aku melakukan perjalanan, aku ingin meningkatkan Kultivasi kalian semua hingga mencapai Pendekar Langit tahap akhir. Dengan begitu kalian tinggal latihan tertutup untuk menerobos Pendekar Surgawi." Ucap Ryu.
" Maaf Yang Mulia Kaisar... Apakah itu mungkin?" Jianheng merasa ragu.
" Ryu'er... Untuk mencapai Pendekar Langit tahap akhir itu sangat mustahil." Liu Meng menggelengkan kepala.
" Tenang saja Ayah... Kebetulan aku aku memiliki cara." Ryu memusatkan fikirannya hingga muncul Pagoda Jiwa dari keningnya hingga semakin lama semakin membesar.
" Wuush." Ryu menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi halaman Istana.
" Gege.. Apa itu?" Yuwang memperhatikan Pagoda tersebut.
" Itu adalah Pagoda Jiwa yang baru aku dapatkan dari Dunia kecil sebelumnya. Pagoda Jiwa ini terhubung langsung dengan Dunia kecil." Ryu menjelaskan kepada mereka.
" Dunia kecil itu sangat luas, dan memiliki energi Alam yang berlimpah. Dengan kata lain, aku bisa memberikan energi yang ada di Dunia kecil untuk kalian semua." Ryu mengibaskan tangan hingga Pagoda Jiwa tersebut semakin membesar dan menutupi atas kepala mereka.
__ADS_1
" Auranya sangat kuat sekali." Gumam beberapa anggota Klan Liu.
" Benar Saudara... Ternyata Yang Mulia Kaisar sungguh diluar nalar kita." Yang lain juga merasakan energi yang berlimpah dari Pagoda Jiwa tersebut.
" Xuan'er... Kamu juga ikut bersama mereka untuk mencapai Pendekar Langit tahap akhir. Setelah itu kamu bisa latihan tertutup untuk menerobos Pendekar Surgawi." Ryu menoleh ke arah Zhang Qixuan.
" Baik Gege." Zhang Qixuan mengambil tempat duduk di samping Ibu Mertuanya, Istri dari Liu Meng.
Satu-persatu mereka semua mengambil tempat duduk untuk Berkultivasi menyerap energi dari Pagoda Jiwa tersebut.
Ryu yang melihat mereka sudah siap, dengan segera Ryu menarik semua energi yang ada di Dunia kecil dan menyalurkan kepada mereka yang ada di tempat itu.
Seketika tekanan udara di sekitar mereka semakin kuat hingga menciptakan gempa kecil.
Ryu pun mengambil tempat untuk duduk bersila menyalurkan energi tersebut kepada seluruh anggota keluarga Klan Liu dan Zhang Qixuan.
...----------------...
Di Dunia kecil :
Terlihat langit mulai gelap hingga menciptakan petir yang menyambar ke berbagai arah hingga tercipta gempa yang sangat kuat.
Hantu Malam yang berada di tempat itu juga merasakan Tingkat Kultivasinya mulai turun.
" Ada apa ini? Mengapa Dunia kecil ini seperti akan mengalami bencana.?" Hantu Malam bergumam sambil merasakan sakit di sekujur tubuhnya karena Hujan Petir yang tidak berhenti menyambar tubuhnya.
" Tidak hanya Hantu Malam saja yang mengalami penurunan Kultivasi, semua makhluk hidup yang berada di Dunia kecil itu juga mengalami hal yang sama mulai dari Ras Hewan, Ras Manusia hingga Ras Peri.
" Yang Mulia Raja... Apa yang terjadi di Dunia kecil ini?" Salah satu Jenderal dari Ras Peri merasa ketakutan.
" Aku juga tidak tau. Apakah Dunia ini akan kiamat?" Raja Ras Peri juga terlihat panik.
" Baik Yang Mulia." beberapa Jenderal meninggal tempat itu.
Tidak hanya Ras Peri, Ras Manusia dan Ras Hewan juga mengalami nasib yang sama dimana seluruh Dunia kecil itu mengalami Gempa yang hebat membuat mereka berlari ke berbagai arah karena beberapa bangunan banyak yang retak bahkan ada yang runtuh.
Pohon-pohon yang rindang juga mulai mengecil, karena Dunia itu juga mulai bergetar dan mengecil.
Ryu memang mengetahui hal itu, namun dia tidak peduli karena baginya adalah bagaimana cara untuk meningkatkan Kultivasi anggota Klan Liu meskipun harus mengorbankan semua yang ada di Dunia kecil itu.
Walaupun semua makhluk hidup yang berada di Dunia kecil tersebut tidak ada yang mati, namun dari tingkat Kultivasi mereka semua menurun drastis tanpa kecuali.
Ryu melakukan hal itu bukan tanpa sebab, karena dia dapat merasakan bahwa banyak yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir yang tentu akan membahayakan keselamatan Istrinya jika berada di tempat tersebut saat dia tidak ada.
Satu minggu kemudian, Gempa dan Hujan Petir mulai reda yang kini hanya tersisa satu tempat saja yang masih terkena Hujan Petir yaitu tempat Hantu Malam berada.
Hantu Malam yang awalnya sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap menengah, kini turun drastis menjadi Pendekar Bumi tahap awal.
Merasakan tingkat Kultivasinya sudah menurun, hantu Malam terlihat murung karena hal itu jauh lebih menyakitkan daripada mengalami siksaan Hujan Petir.
Bangunan-bangunan yang kokoh dan rapi yang ada di tempat itu juga semua telah hancur hingga rata dengan tanah.
Kemegahan Istana dari Tiga Ras tersebut kini juga rata dengan tanah. Bahkan Dunia kecil yang awalnya sangat luas puluhan kali lipat dari Dunia Quzhu, kini lebih kecil dua kali lipat dari Dunia Quzhu.
Tidak hanya sampai disitu saja, energi Alam yang ada di Dunia kecil juga mulai menipis.
Setelah beberapa saat semua bangunan yang awalnya sudah runtuh, kini kembali seperti semula dimana semua tersusun rapi.
" Bboooom." suara ledakan yang sangat kuat menggema di udara dan di atas langit dimana tercipta sebuah Benua yang baru.
__ADS_1
Dalam hitungan menit, energi Alam yang ada di Dunia kecil tersebut mulai membaik hingga tercium aroma yang khas dari Melati Emas.
Kini di Dunia tersebut terbagi menjadi dua bagian dimana yang satunya adalah gabungan dari Dunia Quzhu.
Pepohonan yang awalnya banyak yang tumbang, kini muncul tunas-tunas baru yang membuat semua penghuni di Dunia kecil sangat heran apalagi ditambah dengan aroma dari Melati Emas, meskipun mereka tidak tau dari mana asal aroma harum tersebut.
...----------------...
Di Bukit Yexuan :
Semua anggota keluarga Klan Liu satu-persatu membuka mata dengan penuh kegembiraan dimana mereka mampu mencapai Pendekar Langit tahap akhir.
Meskipun hal itu sangat mustahil, namun mereka sendiri yang merasakan keajaiban tersebut.
" Yang Mulia Kaisar... Ini memang luar biasa." Ucap beberapa anggota keluarga Klan Liu.
" Mmm... Aku hanya bisa membantu kalian sampai disini, setelah itu semua tergantung kalian. Tapi sebaiknya kalian harus menyetarakan kekuatan baru kalian dengan Teknik yang kalian miliki." Ryu mengembalikan Pagoda Jiwa ke Alam Jiwa miliknya.
" Yang Mulia Kaisar.. Ini sudah lebih dari cukup." Jianheng terlihat senang.
" Ryu'er... Mengapa tidak kamu lakukan juga untuk meningkatkan Kultivasimu." Liu Meng merasa heran karena Ryu tidak ingin bersama mereka untuk menyerap energi dari Pagoda Jiwa tersebut.
" Tenang saja Ayah... Jika aku kuat sendiri, itu sama saja Klan kita bisa dibilang masih lemah. Tapi jika kita sama-sama kuat, maka akan lebih mudah untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan." ucap Ryu.
Mendengar ucapan dari Ryu, semua mengangguk setuju. Bagaimanapun kuatnya seseorang, jika menghadapi lawan yang banyak hanya seorang diri, maka jauh lebih berbahaya.
Namun jika dipikul bersama, maka seberat apapun masalah kedepan jauh lebih mudah untuk dihalau.
Setelah melakukan percakapan kecil, Ryu mengambil Batu Bintang dimana tempat Dunia Quzhu berada.
Dengan kekuatan penuh, Ryu menggabungkan kedua Dunia tersebut hingga menyatu dengan sempurna.
" Tianba, Xiuying, Jingmi, Nuan... Aku telah membawa Dunia Quzhu bersamaku, Tapi aku akan meninggalkan Sumberdaya dan Harta langit di Istana Yexuan ini." Ryu mengeluarkan bangunan Sumberdaya lalu menaruh semua di samping Istana Yexuan.
" Yang Mulia Kaisar... Lalu bagaimana untuk kalian?" Tianba merasa heran.
" Kalian tenang saja... Sumberdaya dan Harta langit di Dunia Quzhu bisa dipanen lagi. Jadi kalian tidak perlu khawatir." Ryu mengetahui maksud dari Tianba.
" Gege... Bagaimana menurutmu untuk mengisi kekosongan Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin?" Sheng Zhishu membuka suara.
" Jianheng... Aku akan mengangkatmu menjadi Perdana Menteri di Kekaisaran Awan, karena jabatan itu masih kosong." Ryu merasa Jianheng sangat cocok untuk memegang jabatan tersebut.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jianheng menyetujui hal tersebut, karena bagaimanapun Kekaisaran Awan adalah bagian dari anggota Klan Liu yang tentu menjadi suatu kewajiban untuk semua anggota keluarga Klan Liu.
" Jianying... Aku akan memberimu tugas sebagai Penasehat Agung di Kekaisaran Shin." Ryu merasa itu hal yang cocok untuk Jianying.
" Demi kelancaran perjalanan Yang Mulia Kaisar, Aku akan bersedia." Jianying menyetujui hal tersebut.
" Mungkin sudah waktunya aku akan memperkenalkan Klan Liu ke semua orang." ucap Ryu.
Setelah melakukan perundingan akhirnya semua anggota keluarga Klan Liu meninggal Bukit Yexuan agar bisa berinteraksi dengan orang lain di Istana Kekaisaran Awan.
" Shu'er... Aku minta bantuanmu untuk memberi tempat baru untuk anggota Klan Liu." Ryu menoleh ke arah Sheng Zhishu.
" Baik Gege... Kamu tidak perlu khawatir." Sheng Zhishu meninggalkan tempat tersebut menuju Istana Kekaisaran Awan.
" Sian'er, Yi'er, Ying'er... Umumkan kepada semua pengurus Istana Kekaisaran Shin tentang pengangkatan Penasehat Agung." Ryu meminta kepada mereka.
" Dengan senang hati Yang Mulia Kaisar." Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying menundukkan kepala terlihat seraya tersenyum lalu meninggalkan tempat tersebut menuju Istana Kekaisaran Shin.
__ADS_1
Melihat tingkah dari ketiga Istrinya, Ryu menaikkan alis karena masih sempat saja mereka mengejeknya.