SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KUROK 2


__ADS_3

( Dua hari setelah kehancuran Kerajaan Pasir Putih )


Terlihat anggota pasukan dari Kota Chang'an sedang memeriksa wilayah sekitar Kerajaan Pasir Putih.


" Lapor Tuan Walikota. Semua sekeliling Istana ini sudah tidak berpenghuni lagi." Salah satu Prajurit melaporkan kejadian setelah melakukan penelusuran.


" Hhmmm... Ini sungguh aneh. Bagaimana Kerajaan Pasir Putih ini bisa tidak berpenghuni." Tan Tihuna mengerutkan kening seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Istana kerajaan tersebut.


" Tuan Walikota, aku rasa ini pasti ada hubungannya dengan Tuan Pendekar Song Juan." Jenderal Mao sejenak berfikir tentang apa yang pernah dikatakan oleh Ryu.


" Jenderal Mao, Apa kamu yakin? Bagaimana Pemuda itu bisa menghancurkan Istana kerajaan Pasir Putih seorang diri." Tan Tihuna merasa tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Jenderal Mao.


" Ini memang sulit dipercaya, tapi tidak ada orang lain yang tau tentang penyerangan ini selain Song Juan itu sendiri. Lagi pula kami telah melihat bagaimana Pemuda itu bisa mengalahkan kelompok organisasi Kapak Dosa seorang diri dengan mudah." Jenderal Mao sangat yakin bahwa Song Juan lah yang menghancurkan Istana kerajaan Pasir Putih.


" Hhmmm... Cukup masuk akal. Kalau begitu kita laporkan kejadian ini kepada pihak Istana Kekaisaran Awan. Biar mereka yang mengurus semuanya." ucap Tan Tihuna.


" Baik Tuan Walikota." Jenderal Mao menundukkan kepala lalu memberi perintah kepada seluruh Prajurit untuk meninggalkan tempat tersebut.


Setelah menggeledah seisi Istana tersebut, Tan Tihuna, Jenderal Mao dan Prajurit langsung keluar dari Istana kembali ke Kota Chang'an.


Tan Tihuna pun berencana untuk memberi tugas kepada beberapa Prajurit untuk pergi ke Istana Kekaisaran Awan agar wilayah kerajaan Pasir Putih mutlak menjadi wilayah kekuasaan Kekaisaran Awan dimana Istana itu harus diisi kembali untuk melanjutkan pemerintahan.


*****


( Kerajaan Awan Timur)


" Lapor Yang Mulia Raja. Sepertinya Kaisar Ryu itu sudah melewati wilayah Kerajaan Awan Timur." Sosok berpakaian Jenderal memakup tangannya dengan posisi berlutut.


" Hhmmm... Kenapa Pemuda itu tidak ingin bertamu ke Istana ini." Sosok berpakaian berpakaian mewah yang sedang duduk di kursi Kebesarannya yang tidak lain adalah Raja Awan Timur.


" Mungkin saja Kaisar Ryu sedang melakukan perjalanan dengan buru-buru. Aku dia akan meninggalkan Benua Timur ini." ucap sosok Jenderal.


" Kalau begitu, temani perjalanannya! Jenderal Luo, Aku perintahkan kepadamu untuk membawa Prajurit terbaik di Kerajaan kita untuk menemani perjalanan Kaisar Ryu. Dengan begitu, kita akan berdiri bersama saat Kaisar Ryu mencapai Benua Tiantang." Raja Awan Timur merasa hal itu adalah kesempatan baik untuk bekerjasama dengan Kekaisaran Awan.


" Sesuai dengan titah Yang Mulia Raja." Jenderal Luo memberi hormat lalu meninggalkan tempat tersebut menuju kediaman para Prajurit.

__ADS_1


" Terimakasih leluhur... Karena nasehatmu, Kerajaan Awan Timur semakin berkembang pesat. Aku harap dengan bantuan Kaisar Ryu, kita akan kembali ke Benua Tiantang dimana asal tempat tinggal kita." Raja Awan Timur bergumam sambil memainkan jarinya di lengan kursi kebesarannya.


*****


( Wilayah Kekaisaran Taiyang )


Di sebuah Pegunungan terdapat sebuah bangunan yang sangat megah dimana terdapat beberapa sosok dari organisasi Kapak Dosa yang sedang duduk berdiskusi.


" Lapor Pemimpin. Anggota yang kita kirim ke Kerajaan Pasir Putih sepertinya semua sudah terbunuh." ucap sosok Pria berbadan kekar.


" Hhmmm... Baru kali ini organisasi Kapak Dosa gagal dalam menjalankan tugas. Lalu bagaimana dengan Kerajaan Pasir Putih?" Tanya Pemimpin organisasi Kapak Dosa.


" Saat aku menyelinap kesana, ternyata Istana kerajaan Pasir Putih sudah tidak berpenghuni. Sepertinya mereka juga habis diserang." Ucap Pria kekar.


" Sepertinya Kekaisaran Awan tidak bisa dianggap remeh. Aku yakin dibalik terbunuhnya anggota Organisasi Kapak Dosa dan hancurnya Kerajaan Pasir Putih pasti ada hubungannya dengan Istana Kekaisaran Awan." Pemimpin organisasi Kapak Dosa menjentikkan jarinya di lengan kursi.


" Apakah sekuat itu Kekaisaran Awan?" Tanya Pria kekar.


" Siapa lagi kalau bukan mereka? Perintahkan kepada seluruh anggota organisasi Kapak Dosa jangan sampai berurusan dengan Kekaisaran Awan itu. Jika begini terus, kita bisa rugi." Pemimpin organisasi Kapak Dosa menganggap bahwa Kekaisaran Awan menjadi momok yang menakutkan.


Ditambah lagi misi Organisasi Kapak Dosa bukan masalah politik, dendam, ataupun yang lain. Karena bagi organisasi Kapak Dosa adalah bisnis yang bisa menguntungkan mereka dengan menjalankan misi dari orang yang mampu membayar mereka dengan nilai yang sangat tinggi.


*****


Di sebuah Hutan yang tidak jauh dari Kota Kurok, terlihat Ryu dan Istrinya sedang duduk bersama sambil menikmati hidangan dari hasil buruan.


" Haaahh... Aku sudah lama merindukan hal seperti ini." Xin Chie tersenyum puas sambil melahap daging ayam hutan di tangannya.


" Aku juga merindukan hal seperti ini." Huli Yue menikmati daging ayam panggang di tangannya.


" Kita sudah melakukan perjalanan selama satu bulan lebih. Gege... Apa kita tidak cari Penginapan untuk beristirahat?" Tanya Sheng Zhishu.


" Kita masih belum tau bagaimana keadaan Kekaisaran Taiyang. Jadi kita harus berhati-hati. Apalagi dengan keberadaan kalian, itu akan menarik perhatian banyak orang." Ryu menatap Istrinya secara bergantian.


" Gege... Kamu jangan khawatir. Jika ada yang berani macam-macam, kita langsung bunuh saja!" Ucap Shu Meilu.

__ADS_1


" Kalian tidak hanya agresif dan liar, tapi sekarang sudah haus darah." Ryu menggelengkan kepala.


" Yang penting kami tidak asal membunuh." Ting Ye mengelak.


" Bagaimana ya kabar Ling Xianzi?" Tanya Nan Sian yang masih penasaran dengan Ling Xianzi yang selalu lolos dari mereka.


" Aku yakin dia tidak berani menginjakkan kaki di wilayah Kekaisaran Awan. Apalagi dengan terbunuhnya kelima Guru mereka." Ryu menganggap bahwa dengan kematian kelima Guru tersebut adalah pukulan telak untuk Perguruan Hantu Malam.


" Lalu bagaimana dengan Jinying?" Tanya Ling Queqi.


" Biarkan saja dia mengikuti jalannya sendiri. Kita tidak tau apa yang akan terjadi nanti." Ryu menghela nafas panjang.


" Gege... Apa kamu masih mencintainya?" Jiang Caiping sedikit menyelidik.


" Baik Jinying maupun Ling Xianzi... Mereka tetap Istriku, meskipun aku tidak terlalu mengharapkan mereka. Hanya saja aku tidak habis pikir mengapa mereka melakukan hal itu." Ryu mengerutkan kening sambil menatap ke arah Istrinya.


" Haaahh... Sudahlah, jangan terlalu memikirkan mereka. Lagi pula jika mereka berniat untuk menyerang Istana Kekaisaran Awan, masih ada Heilong, Li Chun, Mayi Mifeng dan Pasukan Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Lebih baik kalian kembali ke Dunia Quzhu sambil menunggu Xuan'er menyelesaikan latihan tertutup." Ryu melanjutkan ucapannya.


" Mmm." mereka mengangguk setuju lalu kembali ke Dunia Quzhu.


Saat semua Istrinya sudah kembali ke Dunia Quzhu, Ryu melangkahkan kakinya keluar dari Hutan tersebut menuju ke arah Kota Kurok untuk mencari Kapal yang menuju ke Benua Utara.


Setelah berjalan selama kurang dari satu jam, Ryu telah berada di depan Pintu Gerbang Kota Kurok dimana terdapat beberapa orang yang sedang mengantri.


Ryu pun harus menunggu antrian hingga memakan waktu yang cukup lama, kini Ryu mendapatkan giliran untuk diperiksa.


" Hei kamu, Perlihatkan tanda pengenalmu!" Salah satu Penjaga Gerbang menatap ke arah Ryu.


" Maaf Penjaga... Aku hanya seorang pengembara." Ryu menundukkan kepala sambil memberikan 5000 Batu Roh kepada Penjaga tersebut.


" Silahkan masuk!" penjaga tersebut meminta kepada Ryu untuk masuk ke dalam Kota sambil memasukkan Batu Roh ke dalam Cincin Ruang miliknya.


" Terimakasih Penjaga." Ryu langsung masuk ke dalam Kota Kurok.


Saat berada di dalam Kota, Ryu berjalan sambil menikmati pemandangan Kota tersebut dimana terlihat sangat ramai.

__ADS_1


" Aku harus mencari Penginapan dulu untuk mencari berbagai informasi." Ryu bergegas mencari sebuah Penginapan menuju tempat keramaian kota.


Hingga beberapa saat Ryu sudah menemukan apa yang dia cari langsung masuk ke dalam Penginapan lalu duduk di sebuah kursi.


__ADS_2