
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Hal yang mengagetkan Hantu Malam yaitu bagaimana sosok Pria yang didepannya bisa mengetahui bahwa di Dunia kecil ada kehidupan lain yang bahkan dia sendiri yang sudah menjelajahi seluruh Dunia kecil itu selama lebih dari seratus tahun baru mengetahui bahwa ada beberapa Ras yang tinggal di Dunia kecil itu.
Tentu saja Ryu mengetahui semua isi dari Dunia kecil itu karena dia adalah Penguasa dari Dunia kecil tersebut.
Ryu dapat merasakan bahwa Dunia kecil tersebut sangatlah luas bahkan puluhan kali lipat dari Dunia Quzhu yang pernah dia ciptakan.
Namun Ryu berfikir bahwa hal itu wajar saja karena Dunia kecil yang dia tempati sekarang sudah berusia jutaan tahun.
Hantu Malam juga memperkirakan bahwa Dunia kecil itu lebih luas dari Benua Timur bahkan dua kali lipat.
Dari apa yang Ryu rasakan, dia memperkirakan bahwa Dunia kecil terdiri dari tiga Ras yaitu Ras Manusia, Ras Peri dan Ras Hewan meskipun hanya dalam kelompok kecil namun tetap saja bisa dihitung sangat banyak termasuk Istri dan keturunan Hantu Malam yang telah menikah dengan Ras Manusia, Ras Peri dan Ras Hewan golongan Roh Suci.
Namun kali ini Ryu tidak ingin membunuh Istri dan keturunan Hantu Malam, karena dia memiliki rencana yang lain.
Dengan kibasan tangan Ryu mengikat kaki dan tangan Hantu Malam dengan rantai hitam yang dialiri Petir Hitam lalu membuat kedua tangan dan kakinya terlentang.
Saat itu juga Hantu Malam mulai berteriak keras merasakan seluruh tubuhnya seperti terbakar dan ditusuk ribuan jarum.
" Aaarrrggghhhh.... Bunuh saja aku!" Hantu Malam tidak ingin hidup terlalu lama karena sakit yang dia rasakan melebihi kematian.
" Aku tidak ingin kamu terlalu cepat untuk mati, karena itu terlalu mudah." Ryu menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura di tempat itu hingga tidak ada yang bisa mengetahui keberadaan Hantu Malam.
Suara teriakan rasa sakit yang Hantu Malam rasakan membuatnya putus asa, bagi siapa pun yang mendengarnya pasti akan merasa iba.
Namun bagi Ryu yang dipenuhi dengan dendam, rasa sakit yang Hantu Malam rasakan seakan masih belum cukup untuk meredam amarahnya.
Tidak sampai disitu saja, Ryu kembali menciptakan Hujan Petir di sekitar Hantu Malam berada hingga tanpa henti.
Dengan satu hembusan nafas Cincin Ruang milik Hantu Malam telah berpindah ke tangan Ryu lalu memeriksa Cincin Ruang tersebut dimana terdapat sebuah Kitab yang sudah lusuh.
__ADS_1
Dengan Spiritualnya Ryu membaca Kitab tersebut hingga terlihat dari wajah Ryu terlihat senang.
" Pantas saja kamu sudah berusia jutaan tahun, ternyata kamu memiliki Kitab pengetahuan tentang Alam semesta ini." Ryu memperhatikan dari setiap halaman dari Kitab tersebut.
Melihat Ryu yang dengan mudah mengambil Cincin Ruang miliknya, Hantu Malam terlihat murung karena salah satu Kitab yang ada di Cincin Ruang miliknya menyimpan pengetahuan yang besar.
" Jadi setelah mencapai Pendekar Semesta Tahap Akhir masih ada lagi tingkatan lain. Namun itu hanya bisa dilakukan di Benua Tiantang dimana tempat kediaman para Dewa." Ryu menghela nafas panjang karena di Alam Semesta terlalu banyak menyimpan misteri.
" Tidak masalah... Lagi pula suatu saat aku akan pergi kesana." Ryu merasa yakin kekuatan yang dimiliki Para Dewa tertinggi Kultivasi lebih tinggi dari Pendekar Semesta Tahap Akhir.
Ryu berfikir bahwa Dewa yang sesungguhnya adalah sosok yang memiliki kekuatan yang tidak terbatas, bukan dari sosok yang banyak mengaku dirinya sebagai Dewa atau yang diakui sebagai Dewa. Tapi itu hanya Dewa-dewaan.
Tapi untuk mencapai tingkatan tersebut hanya bisa dihitung jari bahkan bisa dibilang tidak ada.
' Mungkin saja Dewi Nuwa, Dewi Agung atau pelindung Dunia memiliki tingkatan seperti ini.' Ryu teringat apa yang diceritakan Sheng Zhishu tentang Dewi Nuwa dengan mudah menghidupkan orang yang mati.
Ryu juga teringat saat Shen Weida menarik semua Dewa Siluman dengan mudah, dengan kata lain mereka memiliki kekuatan melebihi Kultivator yang sudah mencapai puncaknya.
Namun kali ini Ryu tidak ingin terlalu memikirkan hal itu, karena sudah diluar batas kemampuannya meskipun dia merasa tertarik manjadi salah satu yang memiliki kekuatan seperti Dewi Nuwa.
Setelah berhari-hari menyiksa Hantu Malam, Ryu meninggalkan tempat itu menuju ke suatu tempat dimana dia dapat merasakan Aura yang tidak kalah kuat.
Dalam sebuah tanah lapang terlihat sosok Naga raksasa yang memiliki kaki empat dengan sayap kelelawar.
Sosok Naga raksasa tersebut memiliki ukuran tiga kali lipat dari luas Istana Kekaisaran Awan.
" Jadi ini makhluk yang memiliki Jiwa Abadi itu." Ryu yang sudah berada di bagian terdalam Hutan melihat sosok Naga yang memiliki ukuran menyamai Tou Shuijing.
' Untung saja Makhluk ini muncul di Dunia kekuasaanku.' Ryu dapat memperkirakan bahwa Makhluk Kuno itu memiliki kekuatan yang mengerikan melebihi Hantu Malam.
" Ggooooaaarr." Sosok Naga mengaum keras saat merasakan kehadiran Ryu.
Dengan ukurannya yang besar, Naga tersebut menciptakan kobaran api mengelilingi tubuh Ryu.
Namun saat kobaran api mendekati Ryu, saat itu juga api itu langsung padam.
Naga raksasa yang melihat hal itu sedikit kaget bagaimana mungkin kobaran api yang dia ciptakan yang mampu melahap gunung besar, namun kini dengan mudah dihapus oleh Ryu.
Meskipun begitu tetap saja Naga raksasa menyemburkan Api yang membuat pepohonan di sekitar hangus terbakar hingga di wilayah pertarungan menjadi lahan tandus.
Semburan demi semburan yang dilancarkan oleh Naga raksasa tersebut, tetap saja tidak bisa melukai tubuh Ryu.
Meskipun merasa frustasi, Naga raksasa tetap menciptakan semburan Api meskipun tidak ada yang mampu mendekati tubuh Ryu.
Dengan melakukan kibasan tangan ke atas, Ryu menciptakan Hujan Petir yang terus menyambar tubuh Naga raksasa tersebut.
" Duuaaar... Duaarr... Duaarr." Hujan Petir jatuh dari langit menghantam tubuh Naga raksasa.
Langit yang awalnya cerah, kini langsung berubah mendung seperti akan terjadi bencana alam.
Merasakan seluruh tubuhnya terus dihantam Hujan Petir, Naga raksasa merasa ketakutan namun tidak mengetahui siapa yang melakukan hal itu.
__ADS_1
Sekalipun Naga raksasa berusaha untuk menghindar, namun tidak ada satupun hantaman Petir yang meleset.
Merasa akan terjadi sesuatu yang buruk, Naga raksasa langsung terbang berniat untuk meninggalkan wilayah pertarungan dengan kepakan sayapnya mampu menekan siapapun yang mendekatinya.
Namun hal itu tidak berlangsung lama, Naga raksasa yang sudah terbang menjauhi pertarungan kini tubuhnya langsung terhenti seperti ditahan oleh kekuatan yang besar.
Hujan Petir yang tidak ada hentinya terus menghujam tubuh Naga raksasa hingga membuatnya tidak berdaya.
' Seandainya saja semua musuhku ada di Dunia kecil ini, aku tidak perlu repot-repot menguras tenaga.' Ryu membatin karena Dunia tersebut semua dalam kendalinya.
" Ggooooaaarr... Ggooooaaarr.. Ggooooaaarr."
Naga raksasa mengaum keras merasakan seluruh tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum. hingga mulai berguling-guling di tanah membuat pepohonan di sekitar langsung hancur.
Beruntung tempat itu sangat jauh dari orang lain, jika tidak maka bagi siapapun yang mendekatinya akan merasakan dampak dari kengerian serangan yang diciptakan oleh Ryu karena Hujan Petir seakan tidak pernah berhenti jatuh dari langit.
Setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya Naga raksasa tersebut sudah tidak berdaya hingga Ryu melompat ke atas Naga raksasa tersebut.
' Shuijing... Bagaimana cara mengambil Inti Jiwa Naga raksasa ini?' Ryu mengirim pesan jiwa kepada Tou Shuijing.
' Tuan... Inti Jiwa dari Naga raksasa itu berada di jantungnya. Dengan kata lain, Tuan harus membunuhnya.' Tou Shuijing membalas pesan jiwa kepada Ryu.
Mendengar ucapan dari Tou Shuijing, Ryu langsung membelah tubuh Naga raksasa lalu mengambil jantungnya hingga terlihat Inti Jiwa seperti Permata berwarna merah.
' Anak muda... Inti Jiwa dari Makhluk Kuno itu memiliki khasiat seperti Artefak yang aku berikan kepadamu sebelumnya. Lebih baik kamu menyimpannya sampai kamu sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Akhir. Sangat disayangkan jika kamu menyerap Inti Jiwa itu sekarang.' Shen Weida mengirim pesan jiwa kepada Ryu.
" Baiklah Penguasa." Ryu menyimpan Inti Jiwa tersebut dan membiarkan mayat Naga raksasa tersebut tertinggal agar bisa menambah Energi Alam yang ada di Dunia kecil itu.
Setelah selesai mengambil Inti Jiwa, Ryu langsung berpindah ke tempat lain lalu menciptakan sebuah Portal dimensi di Dunia kecil tersebut agar semua kelompok yang menjelajah Dunia kecil itu bisa keluar.
" Saudara... Sepertinya itu pintu dimensi yang membawa kita pulang." ucap beberapa sosok yang melihat sebuah lingkaran cahaya di langit.
" Benar Saudara... Lebih baik kita meninggalkan tempat ini secepatnya. Tempat ini terlalu berbahaya untuk kita." yang lain menimpal.
Melihat fenomena tersebut semua bergegas menuju arah pintu dimensi tersebut karena tidak mungkin bagi mereka terus berada di tempat tersebut.
Semua yang melihat hal itu juga bergegas ke tempat dimana tempat pintu dimensi berada dengan wajah senang bercampur takut.
Mereka senang karena sudah banyak mendapatkan Sumberdaya dan takut karena sering kali dihadang oleh Hewan Roh yang jauh lebih kuat dari mereka.
Kelompok Sheng Zhishu yang juga melihat hal itu juga berniat untuk kembali karena mereka hanya menemukan beberapa Sumberdaya yang masih sama seperti di Dunia Quzhu.
" Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Ratu... Bagaimana dengan Sumberdaya yang kita kumpulkan ini?" Tanya salah satu pengawal Penginapan Giok Bulan.
" Kalian ambil saja! Kalian lebih membutuhkan Sumberdaya itu." Sheng Zhishu tidak terlalu tertarik dengan Sumberdaya yang mereka dapatkan.
" Tapi Yang Mulia... Sumberdaya ini sangat langka." Pengawal Penginapan Giok Bulan merasa tidak enak jika tanpa bantuan 22 Istri Ryu, sangat mustahil bagi mereka untuk mendapatkan Sumberdaya sebanyak itu.
" Percayalah... Kami masih banyak menyimpan Sumberdaya seperti itu." Jiang Caiping menggelengkan kepala karena hal itu memang wajar jika orang lain yang menemukan Sumberdaya seperti yang mereka dapatkan, tentu saja akan beda ceritanya.
Dari wajah 22 Istri Ryu terlihat sebuah kekecewaan karena tidak mendapatkan sesuatu yang berharga di Dunia kecil tersebut.
__ADS_1