
" Hhhmmmm." Pemuda tersebut memandang ke arah Xie Hua yang sama Cantiknya dengan Xie Xian.
' Boleh juga Gadis itu. Meskipun aku tidak bisa mendapatkan Xie Xian, pasti aku bisa mendapatkan Adiknya.' Pikir Xiong Zifan.
" Xian... Apa kamu tau Aturan Anggota kita? Tapi itu tidak masalah selagi kamu harus Membayar biaya Keamanan lebih besar lagi." ucap Xiong Zifan.
" Tapi Tuan, aku telah menghabiskan 60 Persen Point Bulanan untuk Tuan." Xie Xian merasa itu lebih dari cukup karena selama ini dia sudah banyak mengeluarkan Batu Roh demi Keamanan.
' Klan Xiong ya? sedikit menarik.' Ryu terus memperhatikan dari kejauhan.
" Plaaak." Sebuah tamparan keras dari Xiong Zifan mendarat di pipi Xie Xian yang membuatnya langsung tersungkur.
" Kamu sudah berani melawan ya?" Xiong Zifan senyum sinis.
" Tapi Tuan, Aku juga butuh Sumberdaya." Xie Xian meringis kesakitan yang membuat Pipinya yang lembut kini berganti Cap Lima Jari dengan warna merah.
" Berani Sekali memprotes. Masih untung aku memberimu tempat selama ini." Xiong Zifan ingin menampar wajah Xie Xian sekali lagi.
" Bboooom" Bayangan yang sangat cepat berhasil menggagalkan tindakan Xiong Zifan.
" Apa?" mereka terkejut bukan Xie Xian yang terlempar, melainkan Xiong Zifan.
" Salam Kakak Ipar." Ryu yang berdiri menggantikan posisi Xiong Zifan menundukkan kepalanya.
" Kakak Ipar?" Xie Xian menatap wajah Pemuda di depannya lalu menoleh ke Xie Hua.
" Kakak Ipar, Sebaiknya kamu mundur dari tempat ini sebentar." Ryu mengangkat Tubuh Xie Xian lalu menuntunnya ke arah Xie Hua.
" Kau berani sekali mengusik Kediaman kami." Para Murid dari Klan Xiong langsung menyerang Ryu.
" Kalian pikir Semudah itu?" Ryu menghalau tebasan Pedang mereka lalu memberikan Pukulan keras di Perut mereka.
" Ini Pembalasan dari Klan Xie." Ryu juga menampar pipi Murid Wanita dari Klan Xiong yang membuat mereka meringis kesakitan.
Karena sangat marah atas perlakuan Ryu, Murid Klan Xiong terus melancarkan serangannya secara bergantian. Dengan kecepatan tinggi Ryu kembali menangkis lalu memukul bagian Perut Murid Pria dan Menampar wajah Murid Wanita hingga membuat wanita mereka tidak berbentuk lagi.
Begitupun dengan Murid Pria juga merasakan hal yang sama bahkan lebih menyakitkan lagi karena setiap serangan yang dilancarkan malah mereka yang terkena Pukulan balik yang selalu mengenai Bagian Perut mereka.
Xiong Zifan yang menyaksikan Anggota Klannya yang seperti bahan mainan oleh Ryu, di langsung menggunakan Teknik Tinju Beruang dengan kekuatan penuh.
Ryu yang menyadari serangan tersebut ke arahnya juga langsung menggunakan Tinju Harimau karena tidak ingin mengeluarkan Petir miliknya.
" BBBOOOOM" Pertemuan Tinju tersebut membuat Xiong Zifan kembali Terpental Puluhan Meter, sedangkan Ryu hanya mundur beberapa langkah.
" Aaarrrggghhhh." Xiong Zifan merasakan Tangan kanannya Patah.
Tanpa memperdulikan Suara tersebut Ryu terus melancarkan Serangannya kepada seluruh Murid Klan Xiong hingga sampai tidak berdaya bahkan tidak mampu bangkit lagi.
" Terimakasih karena telah membantuku mengeluarkan keringat sedikit." Ryu senyum lebar menatap mereka bergantian.
Seluruh Murid Klan Xiong sendiri kini mengutuk keras diri sendiri karena telah dipermainkan oleh Sosok yang masih berada di Pendekar Alam Tahap Awal.
Di sisi lain Xie Hua dan Xie Xian yang menyaksikan kejadian itu langsung Membulatkan mata dengan mulut terbuka karena Kecepatan berpindah dan kekuatan Serangan Ryu seakan tidak masuk akal sehat.
" Hua'er... Siapa dia? mengapa dia memanggilku Kakak Ipar? " Xie Xian merasa heran karena Pemuda tersebut juga seusia dengannya bahkan lebih tua darinya.
" Eh... itu... Ka Xian, Dia Suamiku." Xie Hua malu-malu sambil memainkan jarinya.
" Haaahh... Sepertinya aku kalah cepat darimu. Hati-hatilah jaga Suamimu, aku yakin banyak yang akan mengincarnya. Dia Sangat Tampan, tapi juga Monster." Xie Xian menyembunyikan ketertarikannya dengan Ryu mengingat Ryu sudah menjadi Suami Adiknya.
__ADS_1
" Kakak tenang saja." Xie Hua menyembunyikan hubungan mereka sebenarnya.
" Kakak Ipar, Kamu boleh minta Kompensasi kepada mereka. Jika mereka menolak, biar aku menghajar Mereka kembali." Ryu memberikan penekanan dengan tatapannya membuat mereka semakin ketakutan, bahkan Xiong Zifan sendiri tidak berdaya.
' Cciiihhhh... Kakak Ipar. Harusnya kau cocok denganku. Sayangnya Hua'er sudah duluan.' Xie Xiang merasa risih dengan panggilan tersebut karena umurnya masih 25 Tahun.
" Kakak Ipar... Kenapa melamun?" Ryu memperhatikan Xie Xian tidak melakukan apapun hanya berdiri melamun.
" Menurutmu Bagaimana? " Xie Xian berjalan mendekati Murid Klan Xiong.
" Mereka Harus membayar Kompensasi yang besar, karena mereka selalu meminta Bayaran kepada Kakak Ipar. Jika tidak ada Kompensasi, maka aku akan tiap hari kesini untuk Berlatih." Ryu sambil memegang dagunya.
" Saudara... Aku bersama anggota ku akan membayar 50.000 Batu Roh untuk Saudara." Xiong Zifan berjalan dengan tertatih menuju ke arah Ryu.
" Miskin sekali... Klan Song saja mampu membayar 450.000 Batu Roh untukku." Ryu memandang dengan wajah datar.
' Jadi, Pemuda ini baru saja menghajar Murid Klan Song.' benak mereka masing-masing termasuk Xie Xian sendiri.
" Hua'er.." Xie Xian seakan meminta penjelasan.
" Mmmmm'' Xie Hua mengangguk mengerti maksud kakaknya.
" Hua'er... Bukankah kamu pernah berasal dari Klan ini. Apa Kamu ingat wajah mereka yang selalu menindas saat kamu masih kecil?" Ryu menoleh ke arah Xie Hua.
" Aku Ingat." Xie Hua berjalan mendekati mereka.
" Ampun Tuan, jangan sakiti kami. Kami akan membayar 800.000 Batu Roh dan membayar 10.000 Tiap Bulan." Xiong Zifan baru teringat dengan Xie Hua bahkan dia sendiri sebagai salah satu Pelakunya.
Xiong Zifan melakukan Penindasan kepada Xie Hua yang dulu Xiong Hua bukan masalah Kultivasinya, melainkan dia Cemburu karena Klan Long berniat ingin menjadikan Xie Hua sebagai menantu Mereka.
" Aku rasa tidak perlu, dengan Kompensasi sebesar itu sudah cukup." ucap Ryu.
" Hua'er... Berikan saja kepada Kakak Ipar, Sekalian Point Bulanan." Ucap Ryu.
" Terimakasih Adik Ipar." Xie Xian kegirangan langsung memeluk Ryu hingga bagian Gunung kembarnya juga bersentuhan dengan Ryu.
" Kakak...." Xie Hua merasa Cemburu memasang wajah masam.
" Ah... Hua'er... Maafkan aku." Xie Xian tersadar akan tingkahnya memasang wajah memerah membayangkan yang baru saja terjadi.
" Kak Xian, ini." Xie Hua memberikan semua Batu Roh tersebut meski sedikit kesal.
" Apa Devisi 1 sampai Devisi 3 juga masih segini kekuatan mereka? Jika masih Pendekar Langit Tahap Awal aku masih bisa bermain dengan mereka. Apalagi ditambah dengan Pedang ini, mungkin masih mampu untuk melawan Pendekar Langit Tahap Menengah." Ryu memperlihatkan Pedang miliknya.
" Gluug." Semua langsung menelan ludah menganggap itu bukan bualan semata.
" Gege... Sudah Cukup. Lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Lagi pula aku sudah lapar." ucap Xie Hua.
" Hua'er... Aku ikut Kalian." Xie Xian merangkul pundak Xie Hua.
" Mmmmm''. Xie Hua mengangguk setuju.
" Mungkin lain kali saja. kita cari makanan dulu." Ryu kembali melangkahkan kakinya senyum kemenangan karena Teknik Ancamannya berhasil karena sebenarnya dengan kekuatan sekarang hanya mampu melawan Pendekar Bumi Tahap Menengah jika tidak menggunakan Petir miliknya.
Ryu melakukan Ancaman tersebut karena dia merasakan ada Aura lain yang sedang memperhatikan mereka, Jika harus melawan maka mau tidak mau harus menggunakan Elemen Petir yang sebenarnya dia harus sembunyikan.
Dari kejauhan, Terdapat beberapa Murid dari Devisi 1 yang sedari awal memperhatikan pertarungan antara Ryu dan Murid Klan Xiong.
" Ternyata benar apa yang dikatakan Long Bai , Pemuda itu benar-benar Monster." Ucap Long Lizing.
__ADS_1
" Benar Tuan, Aku dengar dari beberapa Murid Baru bahwa Pemuda itu bisa melompat jauh di Tangga Mental dari anak tangga 700 hanya dengan Tiga kali lompatan mencapai kaki tangga." Ucap murid lain.
" Kalau begitu, Katakan kepada seluruh Murid Klan Long di setiap Devisi agar tidak menggangu Klan Xie. Satu lagi, bebaskan Seluruh Murid Klan Xie dari biaya Keamanan di Devisi 1 dan 3 dibawah Kepemimpinan kita. Bila perlu rekrut semua Klan Xie yang masih belum bergabung dengan kita." Perintah Long Lizing.
" Baik Tuan... aku akan menyampaikan ini secepatnya." ucap keempat Murid dari Klan Long.
Di tempat lain juga ada yang terus memperhatikan jalannya Pertarungan hingga sampai selesai.
" Ketua Zuge, sepertinya Murid dari Klanmu habis dihajar Pemuda itu. Padahal kamu sudah membawanya ke Devisi 6." Long Shin sambil menikmati secangkir teh.
" Jika aku tau begini jadinya, aku tidak perlu membayar kepada Perawan Tua itu dengan Pil Kultivasi." ucap Xiong Zuge.
" Murid Klan Song di Devisi 5 juga mengalami nasib yang sama." Ucap She Xing.
" Tidak perlu dipikirkan, itu juga demi Perkembangan mereka agar tidak bermalas-malasan yang hanya meminta biaya keamanan bulanan. Dengan demikian, Mereka mau tidak mau harus menjalankan Misi jika ingin mendapatkan Point." ucap Long Shin.
" Ketua Shin benar, kita hanya bisa mengawasi dari kejauhan. Yang penting Pemuda itu hanya memberikan Pelajaran pada mereka. Jika dia menggunakan Pedang tingkat Langit itu, Mau tidak mau kita harus mencegahnya." Ucap Xiong Zuge.
" Mmmmm... Itu sudah menjadi Aturan di Akademi Naga Langit. Agar mereka tau betapa Liarnya ketika berada di Alam bebas. Seperti Pemuda itu tadi, aku yakin sebelum kesini dia sudah banyak menjalani Pertarungan." Long Shin senyum lebar.
...****************...
Di tempat lain Ryu, Xie Hua dan Xie Xian yang sudah berada di Rumah Makanan Akademi langsung memesan makanan terbaik di tempat tersebut.
" Hua'er... Bagaimana ceritanya kalian bisa menikah?" Xie Xian penasaran.
" Ah... Itu.." Xie Hua langsung gugup.
" Jangan-jangan kalian sudah melakukannya sebelum Menikah." Xie Xian curiga.
" Bukan... Bukan itu. Kakak jangan salah paham, sampai sekarang saja kami belum pernah berhubungan." Xie Hua keceplosan.
" Apa? " Xie Xian mengerutkan keningnya langsung berfikir bahwa dibalik Gagah dan Tampan Suami adiknya ternyata tidak suka Lawan Jenis sesaat merasa Geli.
" Aku bukan seperti yang Kakak Ipar pikirkan." Ryu sambil menikmati hidangan sudah tau apa yang ada di pikiran Xie Xian.
" Lalu?" Xie Xian seakan menjauhi Ryu yang masih tidak percaya.
" Kakak... Ada apa denganmu?" Xie Hua heran melihat tingkah Xie Xian.
" Hua'er... Apa kamu yakin bahwa Suamimu masih normal?" Xie Xian berbisik kepada Xie Hua.
" Gluug." Xie Hua menelan ludah terprovokasi oleh Xie Xian langsung berfikir kalau cerita Ryu tentang Tujuh Istrinya hanya kebohongan.
" Kakak... lalu bagaimana menurutmu?" Xie Hua kini khawatir.
' Aku akan membantumu, nanti kita mencari Pil Gairah Pengantin. Kalau dia Keluar dari kamar sebelah meminum Pil tersebut, maka dia tidak Normal. Tapi setelah meminumnya dia langsung berhubungan Suami Istri denganmu, berarti masih Normal.' Xie Xian mengirim pesan Jiwa kepada Xie Hua.
' Kakak... Tapi bagaimana jika tidak berfungsi bisa-bisa malah ketahuan.' Xie Hua sedikit Khawatir.
' Hua'er... Kamu tidak usah Khawatir, Pil Gairah Pengantin tidak bisa dideteksi karena Auranya mirip Pil Pemulihan. Bahkan Pendekar Tingkat Surgawi Tahap Akhir juga tidak mampu menetralisir nya.' Xie Xian meyakinkan Xie Hua.
' Kakak tau dari mana tentang Pil itu? Apa Kakak Pernah menggunakannya.' Xie Hua menyelidik.
' Aku Punya kenalan di Devisi bagian Alkemis. Pil itu hanya untuk Pasangan Pengantin saja dan tidak dijual untuk umum. Tapi kalau untukmu Pasti Mereka akan jual.' jawab Xie Xian.
" Mmmmm'' Xie Hua mengangguk.
" Hua'er... Ada apa?" Ryu menyelidik.
__ADS_1
" Ini hanya masalah Wanita Gege.." Xie Hua cepat tanggap.