
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Mereka sangat yakin jika Suami mereka dalam keadaan normal ataupun terdesak, mungkin Ryu tidak akan melakukan hal tersebut.
Disisi lain Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang tertunduk dengan memasang wajah memerah karena teringat kejadian saat mereka ingin berniat untuk menyerap energi kehidupan milik Suami mereka yang berujung merekalah sebagai korban.
Namun mereka juga merasa senang karena orang yang telah merenggut kesucian mereka telah menjadi Suami mereka, bahkan berkat kejadian itu mereka terus bersama.
" Wei'wei... Apa yang kita lakukan pada mereka?" Sheng Zhishu menatap ke ratusan wanita tersebut.
" Aku juga tidak tau. Meskipun mereka adalah musuh, tapi mereka sekarang sudah tidak berdaya." Lan Liwei menggelengkan kepala melihat mereka dalam kondisi memprihatinkan.
" Sepertinya ada orang lain yang berada di lorong sana. " Shu Meilu mengendus keberadaan beberapa orang di Goa tersebut.
" Aku rasa mereka adalah tawanan pria. Kita tidak boleh membiarkan mereka melihat pemandangan ini." Lan Liwei merasa kasihan kepada ratusan wanita tersebut.
" Begini saja... Bagaimana kalau kita jadikan mereka sebagai Pelayan Istana Kekaisaran Awan dan Shin. Anggap saja sebagai menebus kesalahan mereka." Ting Ye memberi usul, merasa tidak tega membiarkan mereka.
" Aku setuju... Lagi pula mereka tidak bisa lagi bertindak macam-macam karena Kultivasi mereka sudah hilang." Huli Yue menimpal.
" Apa kalian yakin? Mereka semua sudah berusia lebih dari seratus tahun. Jika tanpa Kultivasi, mungkin satu minggu kedepan kulit mereka akan keriput dan mengalami penuaan. Dengan kata lain, berjalan saja mereka akan kesusahan." ucap Lan Liwei.
" Kalau begitu kita bunuh saja." Yuwang mengeluarkan Pedangnya langsung membunuh mereka satu persatu.
" Usulan yang bagus, dengan begitu kita bisa mengumpulkan Aura Pembunuh dan mengolahnya menjadi Aura Naga." Tianhe, Yunjiang dan Yinshi ikut membunuh mereka.
" Tidak buruk. Aura Naga Langit sangat dibutuhkan saat dalam pertarungan." Sheng Zhishu, Huli Yue, Ting Ye dan Li Jilan membunuh mereka satu persatu.
Melihat hal itu Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Hong Kian dan Lan Liwei juga melakukan hal yang sama membuat Jinying berkeringat dingin.
Dalam hati Jinying ingin mengambil kesempatan tersebut untuk membunuh 15 Istri Ryu, saat dia melancarkan serangannya secara diam-diam kepada Sheng Zhishu dan Huli Yue, namun serangan tersebut sama sekali tidak berfungsi.
' Sial... Kekuatan macam apa yang melindungi mereka.' Jinying menggerutu dalam hati karena tidak bisa membunuh mereka.
Hal itu tentu saja membuat Jinying semakin kesal karena setiap serangannya seakan terhapus begitu saja.
__ADS_1
' Aku harus mencari cara agar bisa membunuh mereka.' Jinying dengan senyuman liciknya sambil memperhatikan 15 Istri Ryu begitu menikmati pembunuhan terhadap wanita yang sudah tidak berdaya.
Setelah berhasil membunuh semuanya, mereka menarik jasad mereka ke Dunia Quzhu lalu membebaskan para tawanan pria yang ada di lorong goa.
Jinying yang keberadaannya sudah ketahuan, kini harus mengikuti Istri Ryu yang lain karena mereka menganggap bahwa Jinying sebagai penyelamat Suami mereka.
Selesai menyelamatkan para tawanan, mereka kembali ke Dunia Quzhu karena tidak ingin terlalu lama di Dunia luar.
Satu Minggu telah berlalu sejak Ryu kehilangan kesadaran, kini Ryu mulai membuka mata dan tersadar bahwa dia sudah berada di kamar utama Istana Emas.
" Gege... Akhirnya kamu bangun." Xin Chie tersenyum seraya memeluk suaminya.
" Ah..." Ryu merasakan kepalanya sedikit pusing.
" Gege... Sebenarnya apa yang terjadi padamu? " Sheng Zhishu merasa heran karena Ryu tidak pernah seperti itu sebelumnya.
" Sepertinya energi racun dalam tubuhku semakin menipis akibat Serbuk mata merah itu." Ryu duduk bersila untuk memeriksa keadaannya.
Saat berada dalam posisi bersila Ryu merasakan ada sesuatu yang baru pada tubuhnya yang kini Qi miliknya sudah mencapai 900 ribu lingkaran.
' Ternyata energi kehidupan dari wanita Rubah ekor sembilan itu berhasil menambah Qi milikku.' Ryu terlihat senang atas pencapaian tersebut lalu membuka kembali matanya.
Secara diam-diam Ryu memperhatikan Cincin pemulihan miliknya yang terlihat sosok Rubah ekor sembilan sudah membaik.
" Yue'er... Aku punya sesuatu untukmu." Ryu mengeluarkan sosok Rubah ekor sembilan di hadapan mereka.
Terlihat Sosok Rubah ekor sembilan berwarna merah berdiri di hadapan mereka.
" Gege... Terimakasih..." Huli Yue membuat kontrak jiwa kepada Rubah ekor sembilan.
" Ada yang salah... Sepertinya Energi 'Yang' milik Suami kita tertinggal pada Rubah ini." Yuwang mengerutkan kening sambil melirik ke arah Ryu diikuti Tianhe, Yunjiang dan Yinshi.
" Jangan difikirkan lagi... Jika energi kehidupan Rubah ekor sembilan ini masih banyak, apa kalian mampu mengalahkan dia yang sudah mencapai tingkat Surgawi tahap menengah bahkan lebih kuat. Beruntung saja Rubah ini bisa dikendalikan dengan cepat." Jinying ikut membela Ryu.
Mendengar ucapan dari Jinying semua mata tertuju padanya berfikir bahwa hal itu cukup masuk akal dan ingin memperpanjang masalah tersebut.
" Yang penting sekarang Suami kita sudah sembuh. Aku harap wanita Rubah ini tidak menuntut pertanggung jawaban Suami kita." Sheng Zhishu merasakan Aura dari Rubah tersebut sangat kuat.
" Sepertinya Rubah ini adalah teman lama pemilik Tubuh Abadi ini sebelumnya." Huli Yue tidak ingin membahas kejadian sebelumnya, karena sekarang masalah Rubah ekor sembilan sudah dikendalikan.
" Salam Tuan Putri." Sosok Rubah memberi hormat kepada Huli Yue.
" Sekarang aku akan memberikan nama baru untukmu. Aku akan memanggilmu Jiu Wei Hu." Ucap Huli Yue.
" Dengan senang hati Tuan Putri." Jiu Wei Hu menundukkan kepala.
" Sekarang pulihkan dirimu. " Huli Yue memberi perintah kepada Jiu Wei Hu.
" Baik Tuan Putri." Jiu Wei Hu membentuk cahaya masuk ke kening Huli Yue.
" Untung saja Rubah itu belum benar-benar pulih. Jika tidak, dia bisa membunuh kita dengan mudah." Shu Meilu menghela nafas panjang.
" Gege... Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Ting Ye.
" Sudah membaik... Berapa lama aku disini?" Ryu kembali bertanya.
__ADS_1
" Gege sudah satu minggu terbaring disini." Ucap Xin Chie.
" Satu minggu?" Ryu mengerutkan kening merasakan Otot-ototnya seakan mengering.
" Aku sudah membawakan Sup untuk memulihkan tenagamu. " Nan Sian masuk ke kamar menyuguhkan semangkok Sup.
" Terimakasih Sian'er." Ryu tersenyum sambil membuka mulutnya seperti orang yang sudah kelaparan.
Secara perlahan Nan Sian memberikan Sup tersebut kepada Ryu hingga beberapa saat sup itu tidak ada yang tersisa.
Melihat keadaan Ryu yang sudah membaik, mereka pun kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing sedangkan Jinying terus bersama Ryu karena mereka sudah membuat kesepakatan bersama Istrinya yang lain.
Meskipun awalnya Istri Ryu yang lain tidak setuju, namun karena Jinying sudah menyelamatkan Suami mereka akhirnya mereka memutuskan untuk mengizinkan Jinying bersama Suami mereka selama Tiga hari dimana dengan bantuan Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang mereka mempercepat waktu di Kamar Utama dimana dalam satu hari memiliki kecepatan waktu sebulan meskipun mereka tidak tau apa yang direncanakan oleh Jinying.
" Gege... Selama 95 hari di kamar ini, kamu harus mengikuti perjanjian kita." Jinying senyum kemenangan karena rencananya berjalan dengan mulus.
" Haaahh..." Ryu menghela nafas panjang karena tidak bisa mengelak lagi atas perjanjian tersebut.
Setelah tiga hari berturut-turut, Ryu dan Jinying keluar dari kamar menuju lantai dasar Istana Emas dimana disambut baik oleh Istri Ryu yang lain.
Tanpa ragu Ling Queqi dan Bing Ruyue memperkenalkan Jinying kepada seluruh pengurus Istana Kekaisaran Awan sehingga mereka menghormati Jinying seperti menghormati Kaisar mereka.
Begitupun dengan Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying. Mereka dengan senang hati memperkenalkan Jinying sebagai Ratu Istana Kekaisaran Shin dimana dia juga disambut baik oleh seluruh pengurus Istana Kekaisaran Shin.
Satu minggu kemudian dimana hari yang telah ditunggu, kini mereka semua menuju Danau Awan untuk memurnikan tubuh mereka
Karena Danau Awan sudah dibuat sedemikian rupa, mereka semua langsung memurnikan tubuh mereka sekaligus dimana semua saling berjejer.
Karena kecepatan waktu di Danau Awan 100 kali lipat, maka mereka telah berhasil memurnikan tubuh mereka selama satu hari dimana Ryu dan semua Istrinya mengalami perubahan dimana kulit mereka semakin putih bersih dan kencang seperti wanita muda yang masih berusia 17 Tahun.
Hal yang menjadi tujuan utama mereka adalah menerobos Pendekar Surgawi dimana semua telah mengambil tempat di lapangan terbuka dan saling berjauhan agar tidak menimbulkan resiko saat menerobos Pendekar Surgawi.
" Gege.... Aku tidak bisa bersama kalian, karena aku masih belum mencapai Pendekar Langit tahap akhir." Ucap Zhang Qixuan.
" Aku sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal, tapi sepertinya Danau Awan itu sangat membantuku." Jinying terlihat senang karena merasakan kulitnya kembali kencang seperti wanita muda yang masih berusia 17 Tahun.
Ilustrasi Jinying ( Ratu Neraka) Kultivator Kegelapan dan Api.
" Proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama, jadi aku akan mengawasi anak-anak." ucap Zhang Qixuan.
' Ini kesempatanku untuk mengganggu proses latihan tertutup mereka.' Jinying membatin.
" Xuan'er... Lebih baik kamu fokus berlatih, anak-anak masih ada Pelayan yang menjaga mereka." Ryu mengeluarkan Tou Shuijing Chaizu dan Jiejia.
" Kalau begitu aku akan mengawasi kalian agar konsentrasi kalian tidak terganggu." Zhang Qixuan melirik ke arah Jinying karena mendapatkan firasat buruk.
" Baiklah... Aku tidak bisa memaksamu. Shuijing, Chaizu Jiejia... Kalian awasi tempat ini sampai semua berhasil menerobos Pendekar Surgawi tahap awal." Ryu memahami kecurigaan Zhang Qixuan kepada Jinying karena dia sendiri masih belum yakin bahwa Jinying bisa berubah.
' Sial... Kenapa wanita ini selalu saja seakan menekanku padahal dari segi Kultivasi jelas-jelas aku lebih tinggi darinya.' Jinying menggerutu dalam hati atas tindakan Zhang Qixuan ditambah lagi dengan ketujuh Hewan Kontrak tersebut membuat Jinying seakan tidak memiliki celah untuk mengganggu konsentrasi mereka.
Setelah melakukan percakapan, Ryu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi satu persatu Istrinya hingga dia mengambil tempat duduk duduk bersila.
Di Alam Jiwa, Ryu kini dihadapkan dengan sebuah ruang kosong yang berbeda dari sebelumnya untuk mencari keberadaan 12 Danau di Alam Jiwa.
__ADS_1
Meskipun sedikit frustasi, Ryu terus memusatkan fikiran agar bisa menemukan lokasi Danau tersebut.
" Ternyata mencari 12 Danau itu bukan perkara mudah." Ryu bergumam sambil menatap hamparan ruang kosong.