SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Penguasa Elemen Angin


__ADS_3

" Aku akan memberikan semua itu kepada Pangeran, tapi dengan satu syarat." Ucap Ryu.


" Syarat? Tuan Pendekar... Syarat apa itu?" Qing Sun mengerutkan kening sambil menatap ke arah Ryu.


" Syaratnya adalah Pangeran Qing Sun tidak boleh menceritakan hal ini kepada siapapun." Ucap Ryu.


Mendengar ucapan dari Qing Sun kembali mengerutkan kening dan menangkap arah tujuan dari Ryu bahwa dia menolak untuk menjadi Menantu Kekaisaran Beruang Putih.


Qing Sun berpikir jika Pemuda tersebut sudah melihat wajah cantik dari Kakaknya Putri Mahkota Qing Yun, pasti dia akan berubah fikiran.


Di sisi lain Qing Sun melihat wajah Ryu terlihat sangat tampan dan berwibawa pasti sangat cocok untuk Kakaknya Putri Mahkota Qing Yun.


" Tuan Pendekar... Apa kamu tidak ingin berkunjung ke Istana Kekaisaran Beruang Putih?" Tanya Qing Sun yang berharap agar Ryu bisa menemui Kakaknya tersebut.


" Mohon maaf sebelumnya Pangeran... Hamba adalah orang biasa yang senang berpetualang. Hamba berasal dari Benua Timur yang sedang melakukan perjalanan jauh ke berbagai Benua. Jadi aku memberikan Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan ini tanpa mengharapkan imbalan apapun." Ucap Ryu.


" Benua Timur?" Qing Sun sontak kaget karena baru pertama kali bertemu dengan orang yang berasal dari Benua Timur.


Selama puluhan tahun tidak ada yang berani melewati lautan karena terlalu banyak para Perompak.


Bahkan yang lebih menakutkan adalah Putri Duyung atau Shiren yang selama puluhan tahun juga terus berkeliaran di lautan untuk mencari mangsa dan menyedot energi dari korbannya.


Begitu banyak pertanyaan di kepala Qing Sun bagaimana Pemuda tersebut bisa selamat dari para Perompak bahkan selamat dari Incaran Putri Duyung.


" Tuan Pendekar... Apa kamu pernah bertemu dengan Perompak atau Putri Duyung?" Qing Sun mencoba mencari informasi tentang kondisi di lautan.


" Aku pikir para Perompak sudah banyak yang mati karena serangan dari Putri Duyung. Sekarang Putri Duyung juga sudah kami bunuh. Jadi keadaan di lautan aku rasa sudah aman." Ryu mengeluarkan kepala Putri Duyung dengan santai lalu memasukkan kembali ke Cincin miliknya.


" Gluug." Qing Sun menelan ludah berkeringat dingin karena dia menganggap bahwa Pemuda yang disampingnya sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir.


Qing Sun berpikir seperti itu karena Putri Duyung sudah mencapai tingkat Semesta tahap akhir yang tentu orang yang bisa membunuhnya jauh lebih kuat dari Putri Duyung.


Meskipun seakan tidak percaya, namun Qing Sun melihat sendiri Kepala dari Putri Duyung yang terlihat sangat cantik namun memiliki sisik ikan di bagian belakang lehernya yang menandakan tidak ada kebohongan.


Untuk itu Qing Sun semakin antusias untuk menjadikan Pemuda tersebut sebagai Menantu Kekaisaran Beruang Putih yang tentu akan membuat Kekaisaran semakin kuat.

__ADS_1


Namun Qing Sun juga tidak bisa memaksa, jika dia bertindak gegabah maka bukan mustahil jika Kekaisaran Beruang Putih malah mengalami kehancuran hanya dengan satu kibasan.


" Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu keluar dari kereta tersebut langsung menggunakan langkah Hantu Harimau Petir meninggalkan tempat tersebut.


Di sisi lain Qing Sun yang masih berdiam mematung karena rasa takut merasuki pikirannya hingga beberapa saat dia tersadar dari lamunannya tidak sadar bahwa Ryu sudah pergi jauh.


Sambil menghela nafas untuk memperbaiki diri, Qing Sun langsung keluar dari kereta lalu memberi isyarat kepada Prajurit untuk kembali ke Istana Kekaisaran Beruang Putih.


Mendapatkan isyarat tersebut Para Prajurit langsung membentuk barisan membawa Pangeran Qing Sun meninggalkan tempat tersebut meskipun sedikit heran dengan sikap dari Qing Sun.


Begitu banyak pertanyaan dari semua Prajurit, apakah Pangeran Qing Sun sudah mendapatkan Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan?


Di sisi lain Qing Sun tidak ingin menceritakan hal tersebut karena dia harus menepati janjinya kepada Ryu.


Yang penting baginya adalah sudah mendapatkan Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan untuk menyembuhkan penyakit yang dialami Ayahnya sendiri


*****


Di tempat lain terlihat Ryu sudah berada di sebuah tempat dimana terlihat samar-samar dari Pulau Melayang.


Tidak beberapa lama kemudian terlihat Dao Luo, Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak sudah muncul di depan Ryu.


" Salam Tuan." Dao Luo dan yang lain memberi hormat.


" Mmm... Kalian tunggu disini saja. Biar aku sendiri yang pergi ke tempat itu." Ucap Ryu seraya melangkahkan kaki dan melompat ke arah Pulau Melayang.


Saat berada di Pulau Melayang, Ryu dapat merasakan Aura dari Penguasa Elemen Angin dimana angin kencang seakan ingin menyapu bersih tempat itu.


Dengan sedikit mengeluarkan Qi miliknya, Ryu terus berjalan mendekati arah Aura tersebut.


Setelah beberapa saat Ryu sudah berdiri di depan sebuah Makhluk yang mengerikan seperti Burung Phoenix namun berwarna putih yang ukurannya melebihi tubuh Tou Shuijing dengan wujud Hydra raksasa.


" Akhirnya kamu datang juga." Penguasa Elemen Angin menatap ke arah Ryu.


" Salam Sang Penguasa." Ryu menundukkan kepala.

__ADS_1


" Aku tidak bisa terlalu lama disini. Sekarang terimalah Anugerah dariku." Penguasa Elemen Angin mengeluarkan sebuah cahaya putih langsung masuk ke Akar Jiwa milik Ryu.


Seketika sekeliling Ryu mengeluarkan Elemen Angin dimana hanya dengan kekuatan pikiran Ryu dapat mengendalikan Angin tersebut.


" Terimakasih Penguasa." Ryu menundukkan kepala dengan sikap hormat.


" Pergilah! Yang lain sudah menunggumu. Temukan mereka sebelum kamu menuju Benua Tiantang." Penguasa Elemen Angin secara perlahan menghilang dari pandangan.


Setelah Penguasa Elemen Angin sudah pergi, Ryu langsung terbang menggunakan kekuatan pikiran dengan elemen Angin yang baru saja dia dapatkan.


Tanpa mengeluarkan Qi sedikitpun Ryu seakan menyatu dengan Angin yang ada di sekelilingnya hingga beberapa saat sudah berada di depan Dao Luo dan yang lain.


" Tuan." Dao Luo dan yang lain menundukkan kepala.


" Mmm... Sekarang kita pergi ke Benua Barat." Ryu langsung mengeluarkan Kapal Udara.


Mereka pun satu-persatu langsung masuk ke dalam kapal udara dimana terlihat Wu Tian sudah berada di ruang kemudi.


" Selamat Wu Tian... Sepertinya kamu sudah berhasil mencapai Pendekar Langit tahap menengah." Ryu terlihat senang atas pencapaian dari Wu Tian.


" Itu semua berkat bantuan dari Tuan." Wu Tian menundukkan kepala.


" Wu Tian... Bawalah kapal ini ke arah Lautan. Kita akan berangkat ke Benua Barat." Ryu memberi perintah.


" Baik Tuan." Dengan segera Wu Tian langsung menaikkan kapal udara melesat cepat ke arah laut.


" Dao Luo, Yan Ran... Kalian boleh pergi ke Dunia kecil untuk berlatih." Ryu menatap ke arah Dao Luo dan Yan Ran.


" Baik Tuan." Dao Luo dan Yan Ran memberi hormat lalu meninggalkan tempat tersebut.


" Shuijing, Chaizu, Jiejia, Qilin, Jiu Wei Hu, Kongque, Jiaqin... Kalian boleh pilih kamar kalian masing-masing untuk istirahat." Ucap Ryu.


" Baik Tuan." Ketujuh Hewan Kontrak memberi hormat lalu meninggalkan tempat tersebut.


Setelah kepergian mereka, Ryu berjalan menuju kamar utama kapal lalu masuk ke Dunia Quzhu untuk menemui Istrinya.

__ADS_1


__ADS_2