SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KADAL


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Mendengar keterangan dari Zhang Qixuan, Ryu mengerutkan kening sambil mengusap dagunya.


" Biarkan Ying'er melakukan apa yang dia inginkan. Kita harus bersikap seperti biasa saja. Semoga saja dugaanku tidak salah." Ryu menghela nafas.


Meskipun Ryu dan yang lain sedikit curiga, namun mereka lebih percaya bahwa Jinying benar-benar kehilangan ingatan.


Entah baik atau buruk, Ryu hanya meminta kepada Istrinya tidak terlalu menanggapi hal tersebut dan bersikap seperti biasa.


Setelah membahas tentang Jinying, mereka melakukan pekerjaan mereka masing-masing dimana Zhang Qixuan kembali melanjutkan untuk berlatih.


Sedangkan Ryu sendiri memilih untuk berlatih untuk mengimbangi Teknik yang dia miliki dengan kekuatan baru Pendekar Surgawi tahap awal.


Pada keesokan hari Ryu keluar dari Dunia Quzhu menuju Istana Kekaisaran Awan bersama Bing Ruyue dan Ling Queqi.


Begitu juga dengan Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying kembali ke Istana Kekaisaran Shin untuk menjalankan tugas sebagai Permaisuri dan Ratu.


Jiang Caiping juga kembali ke Penginapan Giok Bulan, Sedangkan yang lain lebih memilih untuk tinggal di Dunia Quzhu agar tidak menjadi perhatian orang meskipun sekarang mereka sudah dikatakan layak disebut sebagai Kultivator terbaik.


Ryu yang sudah berada di Kamar Utama Istana Kekaisaran Awan langsung keluar menuju ruang rapat Istana.


" Salam Yang Mulia Kaisar." para Pelayan yang berpapasan dengan Ryu menundukkan kepala berusaha menyembunyikan kekaguman mereka karena Ryu sekarang jauh lebih berwibawa dari sebelumnya.


Meskipun mereka sangat terpesona melihat Ryu, namun mereka tidak berani bertindak lebih jauh karena yang dihadapan mereka adalah seorang Kaisar.


" Mmmm." Ryu mengangguk menyapa ramah.


" Gege." Jinying palsu sedikit canggung seakan terhipnotis dengan sosok yang didepannya.


" Ying'er... Bagaimana dengan kondisimu?" Ryu menatap ke arah Jinying palsu.


" Berkat bantuan dari para Pelayan dan pengurus Istana yang lain, aku bisa mengingat sebagian." Jinying palsu terlihat murung dengan bersandiwara.


" Syukurlah... Yang penting tidak terjadi apa-apa denganmu." Ryu mengusap rambut Jinying palsu sontak membuatnya kaget, namun Jinying palsu langsung memperbaiki sikapnya sambil memeluk Ryu untuk melancarkan rencananya.

__ADS_1


Melihat tingkah Jinying palsu seperti itu, Ryu berfikir bahwa Jinying benar-benar kehilangan ingatan mereka prihatin.


Ditambah lagi dengan Aura yang ada pada Jinying palsu tidak ada perbedaan sedikit pun membuat Ryu begitu yakin bahwa itu adalah Jinying asli dan menepis keraguan sebelumnya.


Ryu juga berniat untuk membawa Jinying palsu melakukan perjalanan berharap agar ingatan Jinying palsu bisa pulih total.


" Ying'er... Satu Bulan lagi aku akan melakukan perjalanan. Apa kamu mau ikut denganku? Aku harap ingatanmu bisa pulih total." Ryu merangkul pinggang Jinying palsu berusaha untuk menghiburnya.


" Ba... Baik Gege." Jinying palsu mengangguk setuju meskipun hal itu diluar rencananya.


Jinying palsu juga berfikir jika dia menolak hal itu, maka Ryu akan curiga.


" Kalau begitu aku pergi ke ruang rapat Istana dulu. Jaga kesehatanmu, jangan terlalu memaksa kondisimu sekarang." Ryu mencium kening Jinying palsu seraya berjalan menuju ruang rapat Istana.


" Mmm." Jinying palsu mengangguk lalu kembali ke kamarnya.


Setelah berada di dalam kamar, Jinying palsu berkeringat dingin merasakan sentuhan lembut dari Ryu selalu terbayang dalam fikirannya.


" Ada apa denganku? kenapa aku selalu kepikiran dengan Kaisar Ryu." Jinying palsu memegang keningnya dimana tempat Ryu memberikan ciuman.


" Sial... Dimana Tetua Agung? mengapa dia belum membalas pesan jiwa dariku?" Jinying palsu terlihat geram karena tidak ada kabar dari Tetua Agung selama satu tahun lebih saat pertama kali masuk ke Istana Kekaisaran Awan.


Jinying palsu berfikir bahwa Tetua Agung sudah bersenang-senang dengan Jinying yang asli karena dia tau bahwa Tetua Agung sangat menginginkan Jinying yang asli.


Di dalam ruang rapat Istana, Ryu tengah berbincang kepada para Menteri dan Jenderal mengenai berbagai hal tentang keamanan wilayah Kekaisaran Awan dan segala perkembangannya.


...----------------...


Di Sekte Ular, satu tahun lebih saat Jinying berhasil keluar dari Istana Kaisar :


" Ying'er... Itu bukan perkara yang mudah. Tapi aku berjanji akan memenuhi syarat itu." Tetua Agung tidak sabaran ingin menikmati keindahan tubuh Jinying.


" Sudah berkali-kali aku mengatakan, kamu tidak layak memanggilku seperti itu sebelum kamu memenuhi permintaanku." Jinying menatap ke arah Tetua Agung dengan tatapan dingin.


' Sial... Meskipun wanita ini mencapai Pendekar Surgawi tahap awal sepertiku, tapi dengan mudah dia mengalah ku. ' Tetua Agung teringat ketika dia mengikuti Jinying memasuki Hutan membuatnya terluka parah saat bertarung dengan Jinying.


' Awas saja, tidak lama lagi aku akan menikmati keindahan tubuhmu. Apalagi kamu sudah tinggal di tempat kekuasaan ku.' Tetua Agung berfikir untuk menggunakan serbuk mata merah untuk menaklukkan hati Jinying.


' Tenang saja Anakku... Suatu saat kita akan kembali ke Istana Kekaisaran Awan dan kamu akan menjadi Putra Mahkota yang sah.' Jinying sambil mengelus perutnya yang berisi benih dari Ryu.


" Ying'er... Meskipun kamu telah mengandung Anak dari Kaisar Ryu, Aku dengan senang hati merawatnya seperti Anakku sendiri." Tetua Agung tidak memperdulikan anak yang ada di perut Jinying, yang penting baginya adalah bagaimana cara menikmati tubuh Jinying.


" Haaahh... Terserah kamu saja memanggilku seperti apa." Jinying seakan menyerah atas ucapan yang selalu dilontarkan oleh Tetua Agung sambil berjalan menuju kediamannya.


Setelah berada di tempat kediamannya Jinying langsung mengunci pintu seraya duduk di atas tempat tidur.


Satu hal yang membuat Jinying merasa heran, mengapa baru sekarang dia merasakan tanda kehidupan di perutnya padahal jika difikir dia sudah meninggalkan Istana lebih dari satu tahun meskipun dia sendiri tidak tahu pasti berapa usia dari kandungannya tersebut.


" Apa ini karena terpengaruh oleh hukum Ruang Waktu?" Jinying mengerutkan kening sambil mengusap perutnya yang membesar.


...----------------...


Satu Bulan telah berlalu sejak Ryu berhasil menerobos Pendekar Surgawi tahap awal, kini Ryu sudah berada di pinggir Hutan bersama Jinying palsu.


" Ying'er... Jagalah Cincin pemulihan itu agar tidak diambil orang lagi." Ryu mengingatkan kepada Jinying palsu.

__ADS_1


" Baik Gege... Aku berjanji tidak akan kecolongan lagi." Jinying palsu yang sebelumnya beralasan bahwa Cincin miliknya telah diambil tanpa dia ketahui saat Ryu mempertanyakan tentang Cincin pemulihan yang sebelumnya dia pakai.


" Baiklah... Sekarang kita akan mencari keberadaan Penguasa Elemen." Ryu mengikuti arah jalan setapak.


Hal yang tidak ingin Ryu lewatkan adalah untuk mencari Hewan Roh yang memiliki Elemen Racun untuk memulihkan racun yang sebelumnya sudah menipis akibat Serbuk mata merah.


Meskipun untuk mencari Hewan Roh yang memiliki Elemen Racun terbilang sangat langka namun Ryu akan tetap berusaha.


Ryu memang sudah mengetahui bahwa jika ada Kultivator yang memiliki Elemen Racun, maka sedikit kesulitan untuk meningkatkan Kultivasi.


Namun dalam saat bertarung, Elemen Racun sangat membantu untuk mengalahkan lawan.


" Ying'er... Sebaiknya kita menuju ke kota Chang'an. Karena kota itu berbatasan langsung dengan Kekaisaran Han.


" Terserah Gege saja.... Aku hanya mengikuti." Jinying palsu berniat untuk meninggalkan Ryu saat dia lengah.


Jinying palsu berfikir bahwa jika dia meninggalkan Istana, maka rencananya akan gagal meskipun dia tau bahwa dia tidak bisa lagi kembali ke Istana Kekaisaran Awan.


Tapi selama dalam perjalanan Jinying palsu akan memanfaatkan Harta langit yang berlimpah yang diberikan oleh Ryu kepadanya.


Tentu saja bagi siapapun yang melihat Harta langit sebanyak itu, pasti akan tertarik dan menimbulkan keserakahan termasuk Jinying palsu itu sendiri yang tidak ingin menyiakan kesempatan tersebut.


Saat berjalan melewati Hutan, Ryu mendengar suara pertarungan yang tidak jauh dari mereka.


" Ying'er..." Ryu memberikan sebuah Isyarat langsung menuju ke arah sumber suara.


" Mmm." Jinying palsu mengangguk mengikuti arah Ryu.


Tidak beberapa lama Ryu dan Jinying palsu sudah mencapai di tempat pertarungan antara 26 Kultivator yang memakai pakaian Sekte sedang melawan Hewan Ilahi Kadal yang memiliki ukuran 10 meter berwarna ungu.


Dalam pertarungan tersebut terlihat Kadal ungu lebih mendominasi dimana dari 26 anggota Sekte tersebut banyak mengalami luka.


" Junior... Cepat pergi dari sini, biar aku yang menghalanginya." ucap sosok yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap menengah.


" Tidak Senior... kita harus menyerangnya bersama-sama." ucap salah satu Murid.


Dari kejauhan Ryu melihat Kadal ungu memiliki Elemen Racun dimana setiap satu serangannya mampu membuat anggota Sekte terluka.


Ryu yang melihat hal itu menjadi bersemangat, karena Inti Roh Kadal ungu bisa menambah kekuatan Elemen Racun pada tubuhnya.


Meskipun Ryu memiliki Harta langit untuk meningkatkan kekuatan Elemen, namun untuk Elemen Racun memiliki perbedaan yang dimana hanya bisa ditingkatkan Sumberdaya langka bersifat racun dan Inti Roh yang memiliki Elemen Racun.


" Wwzzzttt." Kadal ungu terus menyerang 26 anggota Sekte tersebut.


Dalam hati Senior mereka, mengutuk keras tindakannya sendiri saat mengambil Sumberdaya langka yang ternyata dilindungi oleh Kadal ungu.


Dari setiap serangan yang dilancarkan oleh Kadal ungu, 26 anggota Sekte hanya terus menghindar berusaha untuk melarikan diri.


Kadal ungu sangat marah karena 26 anggota tersebut telah mengambil Sumberdaya miliknya sehingga dia mengikuti 26 anggota Sekte yang telah mengambil Sumberdaya miliknya.


Dengan penciuman yang sangat kuat, Kadal ungu mampu menemukan Sumberdaya yang dia miliki hingga membuat Kadal ungu keluar dari kedalaman Hutan mengejar sosok yang 26 anggota Sekte tersebut.


Dengan kecepatan yang tinggi, Kadal ungu mampu menemukan kemana 26 anggota Sekte yang membawa lari yang mengambil Sumberdaya tersebut.


Melihat kondisi 26 anggota Sekte sudah tidak mampu lagi bertahan, kini Ryu berinisiatif untuk memberikan pertolongan.

__ADS_1


__ADS_2