SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Jiu Tou She 2


__ADS_3

Setelah mereka pergi, Ryu langsung menuju arah Utara Kota Losian kemudian membuat Formasi Pelindung menuju ke Dunia Quzhu.


Dalam hitungan detik Ryu muncul di halaman depan Istana yang dia ambil dari Makam Kuno sebelumnya.


Di dalam Dunia Quzhu, terdapat dua Benua, dimana salah satunya adalah Benua yang diciptakan oleh Ryu sendiri. Sedangkan satunya lagi adalah hasil dari Dunia kecil yang pernah dia dapatkan saat mengambil Pagoda Jiwa.


Dari kedua daratan tersebut, telah dipisahkan oleh lautan yang cukup luas, sehingga Ryu membuat sebuah Jembatan yang sangat besar dan kuat dari Besi Awan.


Setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut, Ryu langsung kembali ke dalam Istana Emas menuju sebuah ruangan dimana Jasad Naga berkepala tujuh berada.


" Hmmm... Apakah Naga ini kehilangan Jiwanya? " Ryu bergumam sambil menatap ke arah sosok Naga tersebut yang hampir menyerupai wujud Tou Shuijing.


" Sepertinya aku harus mencoba sesuatu." melepaskan ikatan jiwa kepada Chaizu dan Jiejia.


Karena untuk sekarang Ryu hanya bisa membuat ikatan kontrak jiwa sebanyak tiga bawahan.


Dengan demikian Ryu tidak ingin mengambil resiko, karena hal itu akan menggangu proses Kultivasi.


Setelah melepaskan ikatan jiwa, Ryu mengeluarkan darahnya lalu melepaskan darah itu ke masing-masing tujuh kepala naga tersebut.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung memasukkan 10 Pil Jiwa ke masing-masing kepala Naga tersebut hingga terlihat daerah itu mengeluarkan getaran yang hebat lalu muncul samar- samar Aura kehidupan pada Naga tersebut.


Tidak ingin hal buruk, Ryu langsung melompat ke tubuh naga tersebut membuat beberapa Simbol.


'Segel Kontrak Jiwa'


" Wuush." Perlahan Naga berkepala tujuh menunjukkan reaksi.


Sesaat kemudian Naga tersebut membuka matanya lalu menatap ke arah Ryu dengan ramah.


"Tuan... Terimakasih telah membangkitkan aku kembali. " ucap Sosok Naga berkepala tujuh tersebut.


" Ah... Ternyata kamu masih Hidup. Jika boleh tau kamu berasal dari Ras mana? lalu mengapa kamu berbentuk seperti Naga namun memiliki tujuh Kepala? " Ryu bertanya kepada sosok Naga tersebut.


" Aku tidak tau harus mengatakan apa Tuan. Bisa dikatakan wujud ku adalah sebuah kutukan. Aku dilahirkan dari Putri Ular berkepala tujuh dan salah satu Ras Naga Roh Suci. Itulah kenapa aku diusir dan dibunuh oleh kedua Ras itu, karena tubuhku masih sangat lemah. " ucap Makhluk berkepala tujuh.


" Untung saja jiwaku masih tersisa sedikit." lanjut Naga berkepala tujuh.

__ADS_1


" Jadi kamu berasal dari gabungan Ras Ular dan Ras naga..? " Ryu kembali bertanya.


" Bisa dikatakan demikian Tuan. " Ucap Naga berkepala tujuh.


" Jika begitu bagaimana kalau aku memberimu nama Jiu Tou She atau Jiu. " Tanya Ryu.


" Dengan senang hati Tuan." Naga berkepala tujuh menundukkan kepala terlihat senang dengan pemberian nama itu.


" Baiklah Jiu. Apa kau bisa merubah tubuhmu." Tanya Ryu karena melihat ukuran tubuh Jiu Tou She yang sangat besar dan mengerikan seperti Tou Shuijing.


" Untuk sekarang tidak bisa Tuan. Hamba Harus membutuhkan pemurnian dan penempaan tubuh agar bisa seperti Makhluk lainnya. " ucap Jiu Tou She.


" Hmmm... Sepertinya aku sedikit membantumu, mari ikut aku! " Ryu membawa Naga berkepala tujuh ke lantai dasar Istana Emas.


Makhluk tersebut berjalan mengikuti Ryu menuju ke suatu tempat dimana letak Danau Awan untuk memurnikan tubuhnya.


Setelah berada di Danau Awan, Ryu memberitahukan kepada Jiu Tou She bahwa kedua Danau Awan tersebut memiliki fungsi memurnikan tubuh.


Sedangkan untuk memperkuat fisiknya, Ryu mengizinkan Jiu Tou She untuk mengambil Harta langit di gudang penyimpanan Sumberdaya.


Hal itu tentu saja membuat Jiu Tou She merasa senang. Dia terus mendengarkan instruksi dari Ryu begitu antusias.


Untuk menemaninya Ryu mengeluarkan Chaizu dan Jiejia, karena dia ingin memeriksa keadaan di Hutan tersebut.


" Salam Tuan." Chaizu dan Jiejia menundukkan kepala.


" Chaizu, Jiejia... Kita telusuri Hutan ini! Sepertinya ada sesuatu yang aneh di tempat ini." Ucap Ryu lalu berjalan memasuki Hutan tersebut.


" Baik Tuan." Chaizu dan Jiejia mengikuti Ryu.


Meskipun kedua sosok tersebut sudah tidak memiliki Ikatan kontrak jiwa lagi, namun mereka sangat patuh kepada Ryu dan selalu menganggapnya sebagai Tuan mereka.


Hutan tersebut memang jarang ditemui Hewan Roh, bahkan Ryu, Chaizu dan Jiejia yang berjalan menyusuri Hutan tersebut tidak menemukan keberadaan Hewan Roh.


Dengan kecepatan tinggi mereka terus masuk ke dalam Hutan, hingga beberapa saat Ryu, Chaizu dan Jiejia telah berada di bagian terdalam Hutan.


Di bagian terdalam Hutan, Ryu tiba-tiba merasakan ada sebuah Pelindung transparan mengelilingi tempat itu.

__ADS_1


" Chaizu, Jiejia.... Kita gabungkan kekuatan kita untuk menghancurkan Formasi di tempat itu?" Ryu menunjuk ke sebuah arah.


" Baik Tuan." Chaizu dan Jiejia langsung mengeluarkan Qi mereka menuju ke telapak tangannya.


" Wuush." Gabungan kekuatan dari Ryu, Chaizu dan Jiejia seakan tidak berarti dimana serangan mereka langsung lenyap tanpa bekas.


" Tuan... Apa yang terjadi?" Chaizu menatap ke arah Ryu.


Saat Ryu, Chaizu dan Jiejia terlihat kebingungan karena serangan mereka tidak berfungsi, kini muncul Sosok Harimau yang memiliki ukuran tubuh sangat Besar.


Menyadari kedatangan Harimau itu, Ryu, Chaizu dan Jiejia terlihat kaget karena Auranya tidak diketahui.


Bahkan Chaizu dan Jiejia yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir begitu ketakutan saat melihat Harimau tersebut.


" Ada apa kalian datang kesini?" Sosok Harimau menatap ke arah Ryu, Chaizu dan Jiejia secara bergantian.


Tanpa menjawab apapun Ryu langsung meningkatkan kewaspadaan meskipun dia dapat merasakan bahwa Harimau itu tidak memiliki niat membunuh.


" Hhmmm... Harimau Awan ya? Kenapa darahku mengalir kepadamu?" Harimau tersebut menatap ke arah Chaizu.


" Harimau Awan?" Ryu teringat saat dia mengambil Chaizu saat berada di Dunia Fana.


" Cucuku... Apa kamu berasal dari Dunia Fana?" Tanya Harimau tersebut kepada Chaizu.


" Bagaimana kamu mengetahui hal itu?" Ryu sedikit menyelidik.


" Karena akulah yang mengirim kedua Orang Tuanya ke Dunia Fana. Saat itu, kedua Orang Tuanya sangat lemah. Jadi dengan terpaksa aku harus melakukan hal itu." Harimau tersebut berjalan mendekati Chaizu.


" Jika kamu adalah leluhurku, coba ceritakan bagaimana kedua orang tuanku bisa berada di Dunia Fana?" Chaizu merasa heran sedikit menyelidik.


Harimau itupun menceritakan bahwa di Dunia Dongwu adalah Dunia para Hewan, yang dimana yang kuat akan menindas dan yang lemah harus menunduk.


Di dalam Dunia Dongwu itu sendiri memiliki berbagai macam Ras diantaranya adalah Ras Naga, Ras Harimau, Ras Phoenix, Ras Kura-kura, Ras Ular, dan Ras Serigala adalah Ras yang paling kuat.


Sedangkan untuk beberapa Ras yang lain harus menunduk dengan keenam Ras tersebut.


Pada saat itu kedua orang tua Chaizu sedang melakukan pertarungan untuk merebut posisi untuk mencari Ras siapa yang terkuat.

__ADS_1


Namun Ras Serigala dan Ras Ular menggunakan cara licik untuk membunuh kedua orang tua Chaizu dengan cara menggunakan Racun penurun Kultivasi sehingga mereka mengalami kekalahan dan hanya berhasil merebut posisi ke 20 diantara Ras yang lain.


Karena menanggung malu, kedua pasangan kekasih tersebut memilih untuk meninggalkan Dunia Dongwu karena merasa bersalah.


__ADS_2