
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" Ggooooaaarr." Singa Darah Besi meraung keras merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Ryu yang melihat kesempatan itu langsung bergerak cepat memotong leher Singa Darah Besi dengan mengalirkan Qi pada Pedang Naga Petir.
" Craaash." Sebelum Singa Darah Besi bangkit, kepalanya sudah terpisah dari tubuh.
Tanpa menunggu lama Ryu mengambil Inti Roh Singa Darah Besi lalu mengambil mayatnya dan dimasukkan ke cincin pemulihan.
Dengan segera Ryu masuk ke dalam Goa dengan penuh kehati-hatian dimana dia berfikir bahwa di dalam Goa tersebut pasti banyak jebakan.
Benar saja. Saat Ryu masuk ke dalam Goa sekitar 20 meter kini telah disambut dengan pemandangan yang dimana terdapat tumpukan tulang belulang manusia ataupun Hewan.
" Sepertinya disini pasti ada sebuah Formasi." Ryu memperhatikan semua bagian dari dalam Goa tersebut.
Memakan waktu yang cukup lama akhirnya Ryu menemukan sebuah celah dimana terdapat beberapa pijakan yang masih kosong.
Melihat hal itu, Ryu yakin dari tanah yang terlihat kosong tanpa kerangka manusia ataupun Hewan dapat dipastikan adalah tempat pijakan yang aman.
Dengan penuh kewaspadaan, Ryu mulai melangkahkan kakinya melewati tanah yang kosong tersebut hingga berkisar lebih dari seratus meter terlihat sudah aman.
Namun kali ini tepat di depan Ryu dimana terlihat hamparan hijau seperti tidak berujung.
" Ilusi? Haaahh... Menarik." Ryu berjalan dengan santai, secara perlahan hamparan hijau tersebut mulai memudar hingga kembali ke dalam bentuk Goa seperti semula.
Setelah beberapa saat Ryu telah berada di bagian terdalam Goa terdapat sebuah bola cahaya dimana terlihat sebuah Pagoda berukuran kecil.
Dengan penuh kewaspadaan, Ryu mendekati cahaya tersebut hingga saat sudah dekat Ryu menyentuh cahaya tersebut.
Seketika seluruh dinding Goa mulai bergetar hebat sedangkan Pagoda kecil tersebut berusaha untuk masuk ke Alam Jiwa milik Ryu.
Saat Pagoda tersebut berusaha untuk masuk ke Alam Jiwa, Ryu merasakan sakit yang luar biasa mencoba memberontak agar Pagoda tersebut tidak bisa masuk ke Alam Jiwanya.
Semakin keras Ryu melawan, semakin kuat rasa sakit yang dia alami.
" Aaarrrggghhhh." Ryu yang tidak kuat lagi menahan rasa sakit berteriak keras dengan suara yang memilukan sambil memegang kepalanya.
Tidak hanya sampai disitu saja, semakin Ryu melawan semakin kuat rasa sakit yang dia derita hingga berguling-guling di tanah.
__ADS_1
Kejadian itu terus berlanjut hingga siang berganti malam Ryu merasakan rasa sakit yang luar biasa hingga tanpa dia sadari Ryu telah menjatuhkan Hujan Petir Hitam yang mulai menghancurkan seluruh dinding-dinding goa.
Kobaran Api Hitam juga tidak luput mengamuk dan menyebar luas bergerak liar melahap apapun yang disekitarnya.
Bola Kegelapan dan Bola cahaya juga mulai keluar dari tangan Ryu yang seakan terus menghancurkan Goa tersebut.
Elemen Es dan Racun juga mulai menyerang ke berbagai arah hingga terlihat semakin lama semakin kuat.
Sedangkan elemen Air, Tanah dan Angin yang belum Ryu miliki juga bermunculan dari tubuhnya seakan ikut menghancurkan dinding Goa tersebut.
Tidak butuh lama akibat gabungan dari semua elemen tersebut dinding Goa tersebut mulai runtuh dan berjatuhan menimpa tubuh Ryu.
Saat bongkahan dari dinding Goa menimpa tubuh Ryu, saat itu juga bongkahan tersebut hancur menjadi debu.
Raungan yang sangat keras terus menggema dari Ryu karena tidak mampu menahan rasa sakit yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.
" Bboooom." Gabungan dari semua elemen menghancurkan dinding Goa dimana setiap bagian dinding berterbangan puluhan meter.
" Bboooom."Tekanan yang sangat kuat membuat semua bagian dinding Goa tersebar ke berbagai tempat menciptakan tanah lapang.
" Bboooom." Tekanan yang sangat kuat menciptakan kawah kecil.
Dentuman demi dentuman keras terus menggema hingga Goa yang sebelumnya dia tempati kini berubah menjadi kawah besar.
Beberapa kelompok yang di sekitar satu kilometer dari dimana tempat Ryu berada juga merasakan efek getaran tersebut.
Malam hari yang seharusnya mereka bisa beristirahat, kini terganggu dengan Gempa tersebut.
Setelah beberapa saat terlihat cahaya berkilauan dari satu arah dimana Ryu berada seakan menghiasi langit malam tersebut.
" Saudara... Fenomena apa yang terjadi sampai mampu menyilaukan mata kita." tanya beberapa sosok kepada rekannya.
" Entahlah Saudara... Yang jelas sangat berbahaya jika kita mendekatinya." Ucap yang lain.
" Aku fikir juga begitu. Siapakah orang yang beruntung itu? "
" Kita harus merebut Artefak Kuno itu. Kita akan lebih kuat."
" Kamu hanya mimpi. Jangankan untuk mengambil Artefak Kuno itu, mendekatinya saja bukan hal yang mudah."
" Saudara benar... Dari kejauhan saja kita merasakan efek getaran ini, apalagi jika harus berhadapan dengannya." ucap yang lain.
Mendengar ucapan tersebut semua saling berpandangan satu sama lain, menganggap hal itu bukan perkara mudah.
Meskipun Artefak Kuno adalah harta yang berharga, namun mereka kembali berfikir bahaya apa yang akan terjadi jika merebut benda tersebut.
...----------------...
Di tempat lain :
" Saudari Ling Xianzi, kita harus merebut Artefak Kuno itu! Aku yakin orang yang mengambilnya sedang terluka." Salah satu sosok wanita dari Perguruan Hantu Malam memandang ke arah Fenomena yang di depan mereka.
" Kita harus menunggu waktu yang tepat. Jika kita kesana sekarang, itu sangat berbahaya. Lebih baik kita nikmati energi 'Yang' dari para Pria ini untuk menyempurnakan tubuh emas kita." Ling Xianzi memperhatikan beberapa Pria yang sudah tidak sabar lagi.
" Saudari benar... Kita harus memanfaatkan mereka! Sepertinya mereka juga sangat menyukai kita. Dengan begitu mereka bisa membantu perjalanan kita." murid yang lain tidak sabar untuk menyerap energi 'Yang' dari para Pria tersebut.
" Nona... Aku sudah tidak tahan lagi." ucap dari salah satu sosok dari kelompok lain yang tidak ingin menyiakan kesempatan untuk menikmati keindahan tubuh dari 40 wanita yang dihadapan mereka.
Apalagi 40 wanita cantik itu sendiri yang secara sukarela menjadi pemuas nafsu mereka.
__ADS_1
Melihat ekspresi mereka sudah tidak sabar, Ling Xianzi dan rekannya pun dengan senang hati melepaskan pakaian mereka masing-masing di hadapan dua kelompok lain yang berjumlah 100 orang dimana dari masing kelompok tersebut berjumlah 50 orang.
Dengan santai Ling Xianzi bersama 39 rekannya masuk ke tenda masing-masing dan memberi isyarat agar mereka bisa bergantian.
Dari seratus Pria tersebut langsung masuk ke tenda para wanita untuk menyalurkan hasrat mereka yang sudah tidak terbendung lagi.
Bagi yang memiliki tingkat Kultivasi paling tinggi, dengan bangga menyombongkan diri langsung masuk ke dalam tenda. Sedangkan yang masih memiliki tingkat Kultivasi rendah harus menunggu antrian.
Setelah beberapa saat kini terdengar suara dari balik tenda yang membangkitkan gairah beberapa sosok yang ada di luar hingga membuat mereka memasang wajah murung dan berharap mendapatkan bagian.
...----------------...
Di tempat lain terlihat Kelompok Sheng Zhishu juga melihat langsung Fenomena Alam tersebut. Mereka sangat yakin bahwa fenomena tersebut berasal dari Artefak Kuno.
" Shu'shu... Bagaimana menurutmu? Apa kita akan kesana?" Tanya Xin Chie.
" Kita harus menunggu sampai Gempa ini sudah hilang. Setelah itu kita akan kesana!" Ucap Sheng Zhishu.
" Aku fikir juga begitu. Kita harus merebut Artefak Kuno itu." Huli Yue penuh semangat untuk mengambil harta yang berharga tersebut.
" Jangan gegabah... Jika itu Suami kita yang mendapatkan Artefak Kuno itu, apa kamu juga ingin merebutnya?" Nan Sian memiliki pandangan sendiri bahwa Orang yang berhasil mendapatkan Artefak Kuno itu adalah Ryu.
" Sian'sian, apa kamu yakin bahwa itu Suami kita?" Yuwang mengerutkan keningnya.
" Aku sangat yakin." Nan Sian teringat saat dia membasuh kaki Ryu agar keberuntungan selalu berpihak kepada Ryu.
" Aku juga yakin, karena aku dan Yi'yi pernah memberikan Air suci milik keluarga Zhao." ucap Zhao Liying.
" Tapi Artefak Kuno itu memiliki energi yang besar, itu sangat membahayakan Suami kita." Li Jilan mendapatkan firasat buruk sambil berjalan mondar mandir.
Mendengar ucapan dari Li Jilan, yang lain juga ikut khawatir karena efek getaran tersebut sangat mengerikan yang tentu membuat orang yang mengambil Artefak Kuno tersebut akan mengalami guncangan yang hebat.
" Semoga saja Gelang Suci yang pernah aku berikan kepada Gege bisa membantunya." Bing Ruyue berkeringat dingin berharap Gelang Suci yang ada pada Ryu bisa berfungsi.
Meskipun mereka semua terlihat khawatir, namun tidak ada yang berani mengambil resiko karena Aura dari fenomena tersebut seakan menekan siapapun yang mendekatinya.
Mereka hanya bisa berharap agar Ryu masih dalam keadaan baik-baik saja dan mampu menahan tekanan tersebut.
...----------------...
Di sisi lain terlihat Ryu terus berteriak keras berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya yang seperti ditusuk ribuan jarum sampai ke tulangnya.
Jeritan demi jeritan yang Ryu alami sangat memilukan bagi siapa saja yang mendengar akan merasa kasihan.
Dua hari telah berlalu, Ryu terus berusaha menahan rasa sakit hingga saat siang hari Ryu sudah tidak mampu lagi menahan rasa sakit tersebut bahkan untuk bersuara saja dia tidak mampu.
Dalam keadaan setengah sadar, Ryu menggerutu dalam hati karena kecerobohannya itu seperti sedang mengalami ribuan kematian.
" Traaang." Sebuah Gelang Suci yang di lengannya pecah hingga terlihat sebuah cahaya menyelimuti tubuhnya.
Saat itu juga Ryu merasakan serbuan tusukan jarum yang menyerang tubuhnya secara perlahan mulai menghilang.
Saat itu juga Ryu langsung pingsan, karena energinya sudah banyak terkuras dengan kondisi tubuh yang memprihatinkan.
Saat itu juga Pagoda kecil tersebut terhisap ke Alam Jiwa milik Ryu hingga menyatu dengan sempurna.
Setelah menjelang sore, kini ada beberapa kelompok yang terus berdatangan ke arah dimana Ryu sedang tergeletak dalam kondisi masih tidak sadarkan diri.
" Jadi Pemuda itu yang membuat Fenomena aneh selama dua hari ini." Sosok Pria Tua bersama kelompoknya memperhatikan Ryu yang sudah tidak berdaya.
__ADS_1
" Gege." Beberapa sosok dari kelompok wanita melihat tubuh Ryu yang berada di tengah kawah besar.
Mereka terlihat khawatir dengan segera melompat ke tengah kawah besar tersebut berusaha untuk menolong.