SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 38. BERTEMU KEMBALI


__ADS_3

" Anak muda. Aku tidak Segan lagi padamu" Lim Heng terus melancarkan Aura membunuh.


" Kau bermain Trik kecil seperti ini? Aku juga bisa." Ryu mengeluarkan Aura pembunuh yang sangat pekat.


Seketika para murid lain berkeringat dingin Seakan malaikat maut sedang mengintai mereka.


" Mati Kau" Lim Heng menyerang Ryu dengan pedang miliknya.


" Trang... traaang... Traaang..." pertemuan pedak kedua belah pihak menimbulkan percikan Api.


Teknik demi teknik yang dilancarkan Lim Heng mampu dihalau oleh Ryu dengan teknik yang sama.


" Mengapa seperti ini? Bahkan dia lebih cepat dariku" Gumam Lim Heng di sela pertarungan.


Merasa hal yang buruk terjadi padanya, Lim Heng mengisyaratkan pada Orang yang ada di pihaknya ikut membantu.


Kini 2 Guru yang turun membantu Lim Heng dan berusaha untuk menjatuhkan Ryu.


Paktriak yang sedari awal memang tidak suka dengan Lim Heng kini berusaha untuk membantu Ryu, dia Fikir itu adalah waktu yang tepat.


Namun hal itu dicegah oleh Kang Jian Agar tidak memperburuk keadaan. karena dia yakin bahwa Pemuda di depan mereka bukan orang sembarangan.


" Guru Heng Biarkan Kami yang akan membunuhnya." ucap salah satu guru.


" Aku tidak ingin terlalu lama. aku ingin menguliti tubuhnya" Lim Heng sambil melihat anaknya terluka.


Pertarungan pun terus terjadi membuat Ryu Kewalahan karena harus berhadapan dengan 3 orang sekaligus dengan Kultivasi diatasnya.


" Ini Buruk aku tidak bisa bertahan jika terus seperti ini." Ryu yang kini mengalami berapa sayatan.


" Brraaak" tendangan keras membuat Ryu terpental.


" Sepertinya aku harus menggunakannya" Ryu mengeluarkan Pedang Naga Pembelah Gunung.


"Apa? pedang apa itu? Auranya sangat kuat?" ucap satu sama lain.


"Traaang.... Traaang.... Traaang" Pertemuan pedang yang kuat membuat tekanan udara menyebar ke berbagai arah.


" Booomm" Pukulan Yang sangat kuat membuat Ryu kembali terpental.


" Baiklah jika kalian memaksaku" Ryu dengan wujud Kera Petir.


'TEKNIK DASAR MENGGUNCANG SEMESTA'


" Booomm... Booomm... Booomm " Sambaran Petir menyambar Ketiga musuhnya.


' LANGKAH PERTIR WUJUD HANTU'


" Booomm... Booomm... Booomm " Bayangan yang sangat cepat memukul ketiga Sosok tersebut hingga tidak mampu lagi untuk bergerak.


" AAARRRGGHH" Ryu seakan kehilangan kendali mengalihkan Pandangannya ke Arah Huan Chen dengan mata merah menyala.


" Booomm" tubuh Huan Chen menjadi gumpalan Darah.


" Booomm... Booomm... Booomm" Sambaran Petir menuju semua murid dari Lim Heng membuat mereka juga menjadi gumpalan Darah.


" Zhiliu'er Tolong Hentikan!" Suara Kang Jian terus meneriakinya hingga berkali-kali.


Ryu pun kembali menatap ke Arah Hao Cun berjalan secara perlahan ke arahnya.


"Aku mengutuk diriku sendiri telah berada di pihak yang salah" Hao Cun berkeringat dingin.


Tiba-tiba terdengar suara Seruling yang sangat merdu milik Qixuan malah memperburuk keadaan.


Ryu menatapnya dengan tajam berjalan seakan tidak berpengaruh dengan suara tersebut dengan Elemen Petir Yang semakin besar menyambar apapun yang ada di sekitarnya.


Niat awal Qixuan yang hanya membantu menenangkan Ryu kini dirinya sendiri menjadi sasaran dengan keringat dingin tidak tau apa yang harus dia lakukan.


" Ka Ryu..." Suara yang sangat Familiar membuat Ryu menghentikan langkahnya.


" Ka Ryu..." Dua bayangan yang sangat cepat ke arah Ryu.


" Adik Chie, Adik Yue " Ryu mengembalikan wujud ke bentuk aslinya.


" Brruuuk" Kedua Sosok tersebut langsung memeluk Ryu.


Semua pasang mata menyaksikan ketiga sosok di depan mata, namun bernafas lega karena Ryu telah kembali seperti semula.


Qixuan pun bernapas lega, namun hatinya bertanya-tanya siapa Sebenarnya kedua Sosok tersebut bisa muncul tiba-tiba seperti Hantu.


" Ka Ryu... Maafkan Aku" Keduanya terus memeluk Ryu seakan tidak mau melepaskan.


" Adik Chie , Adik Yue. Aku minta maaf aku tidak sempat mencari kalian." Ryu Juga membalas pelukan penuh perhatian.


Zhang Fei dan Kang Jian kini saling berpandangan saat merasakan Aura dari kedua sosok wanita tersebut sambil menelan ludah membayangkan Kengerian.

__ADS_1


Tersadar bahwa mereka sedang diperhatikan, Ryu pun memberi sebuah Isyarat agar mereka untuk menghentikan.


" Maafkan kami" Ryu merasa canggung sambil berjalan ke arah Paktriak, Guru Jiang dan lainnya berada.


" Maaf telah membuat kalian semua khawatir." Ryu menundukkan kepala.


" Ahhh. tidak masalah Zhiliu'er." ucap Paktriak.


" Zhiliu?" kedua menatap Ryu seakan meminta penjelasan.


" Ceritanya panjang" Ryu mengerti tatapan tersebut.


" Guru Jian, bisakah kami bermalam disini untuk Sementara. Ada hal yang ingin kuceritakan kepada kedua istriku." ucap Ryu.


" Istri?" Semua tersentak kaget.


" Mmmm" Ryu mengangguk.


Mendengar ucapan tersebut membuat Qixuan seakan tubuhnya disambar petir kemudian berlari ke kediamannya.


" Ryu'er Silahkan. Aku juga ada hal yang harus kuceritakan kepada Paktriak dan Guru lainnya." ucap Kang Jia.


" Terimakasih Guru." Ryu membawa Xin Chie dan Huli Yue menuju kediamannya.


Saat mereka sudah pergi, Kang Jian menjelaskan, Sosok pemuda tersebut bukanlah Zhiliu, melainkan Ryu yang sedang kehilangan ingatan.


Kang Jian menjelaskan semua dari awal dia bertemu Ryu hingga bertanya kepada kedua orang tua angkatnya hingga sampai yang terjadi sekarang.


Setelah mendengar penjelasan dari Kang z, mereka menjadi sedikit paham.


Pada Keesokan hari Ryu dan Kedua Istrinya menuju Ruang rapat Paktriak meminta izin untuk pamit.


" Salam Paktriak Fei, Guru Jian dan lainnya." Ryu memberi hormat.


" Ryu'er ada apa datang pagi-pagi?" Tanya Kang Jian.


" Guru Jian, kami kesini untuk pamit. Sekaligus meminta maaf Atas kerusakan Sekte yang kulakukan juga telah menghabiskan Energi Alam Pada Sumur Teratai Pelangi. Sebagai Gantinya aku memberikan beberapa yang kumiliki." Ryu memberikan 4 Peti besar berisi uang Koin juga 20 Kotak Berbagai Pil.


" Guru Jian... Terimakasih telah menjaga Suami kami selama ini." Xin Chie memberikan 2 Kotak Pil Kultivasi.


" Chie'er... aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tugasku hanya Seorang Guru yang menjaga muridnya." Ucap kang Jian.


" Sekarang kami pamit undur diri. Jika ada waktu, Berkunjunglah ke Sekte Lembah Persik." Ryu memberikan sebuah Lencana lalu meninggalkan ruangan tersebut.


" Sepertinya Sekte Lembah Persik aku baru mendengarnya." ucap Paktriak Fei.


" Kurasa seperti itu. Sepertinya kita lihat Apa yang diberikan Pemuda itu." Zhang Fei membuka Peti.


" Apa?" Semua terkejut melihat isinya.


" Paktriak " Kang Jian merasa tangan bergetar saat membuka kotak miliknya.


Buru-buru Zhang Fei membuka seluruh kotak tersebut tanpa terasa tangannya bergetar.


" Siapa mereka? Ini Pil tingkat kemurnian 100 persen." Zhang Fei tidak terhenti akan kekagumannya.


" Paktriak, Sepertinya pemuda itu telah membuka jalan untuk kita. Meskipun kita telah kehilangan Khasiat Sumur Teratai Pelangi, Tapi ini sudah Impas bahkan lebih banyak." ucap Kang Jian.


" Guru Jian, Kamu benar. Lagipula Sumur itu tidak bisa kita gunakan selayaknya. Kita Harus menjalin kerjasama dengan Sekte Lembah Persik " Zhang Fei sambil memegang Lencana yang diberikan Ryu.


......................


Di tempat lain, kini Qixuan merasakan kesedihan yang mendalam setelah mendengar Pemuda yang selama ini dia suka, ternyata sudah memiliki Istri.


Tidak terasa air matanya terus menetes membasahi pipinya yang putih dan mulus membayangkan saat-saat bersama dengan Ryu yang dulu dia kenal Sebagai Ryu.


" Saudari Qixuan." sebuah suara yang dia kenal.


" Eh, Saudara Ryu. Ada apa?" Qixuan berusaha menyembunyikan kesedihannya.


" Kami kesini untuk mohon pamit. Terimakasih telah membantuku selama ini." Ryu memberikan Sebuah Cincin Ruang Level 10 yang berisi 1 Peti uang Koin dan 2 Kotak Pil Kultivasi.


" Saudari Qixuan. Hadiah dari kami itu sebagai ucapan terima kasih Kami untukmu" Xin Chie melihat Qixuan enggan untuk menerimanya.


" Terimakasih " Qixuan mengambil cincin Ruang tersebut.


" Saudari Qixuan, Kami Pamit undur diri." Ryu menundukkan kepala meninggalkan Ruangan tersebut.


Tanpa sepatah kata pun Qixuan hanya menatap dengan mata kosong atas kepergian Ryu dan kedua Istrinya.


Saat mereka sudah keluar dari kediamannya, Qixuan menatap Cincin Ruang yang telah diberikan Ryu untukya. Seketika itu pula terlihat dari wajahnya senang bercampur sedih.


Ryu yang sudah berada di luar, mereka langsung menggunakan langkah Kilat dan Wujud Hantu untuk keluar dari Sekte agar tidak diketahui oleh beberapa Murid.


" Ka Ryu... Apa kita akan bertemu dengan kedua Orang Tua Angkatmu dulu?" tanya Xin Chie.

__ADS_1


" Mmmm... Selama aku terluka, mereka telah menjaga dan merawatku seperti Anak mereka sendiri." ucap Ryu.


" Jika begitu kita harus memberikan Hadiah sebagai ucapan terimakasih. Lagi pula Harta kita juga sudah tidak terhitung." ucap Huli Yue.


" Kurasa memang seharusnya." Ryu merasa itu benar.


" Ka Ryu... Jangan terlalu lama. Sebaiknya kita cari Penginapan yang terbaik secepatnya" Xin Chie tersipu malu Sambil memainkan jarinya.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu dan Huli Yue saling berpandangan seolah mengerti maksud Xin Chie.


" Kalian tenang saja. Setelah semua urusan kita disini selesai, kita akan cari penginapan untuk menginap beberapa hari." Ryu memberikan Respon dan terus melangkahkan kakinya.


Setelah berjalan beberapa jam, mereka telah tiba di kediaman Yuwen dan Yuyin terlihat sedang berada di halaman depan Rumah.


" Ayah, Ibu.." Ryu memanggil mereka.


" Anakku." kedua sosok tersebut langsung bangkit ke arah Ryu.


Terlebih Yuyin dia langsung berlari memeluk Ryu sosok yang selalu dia tunggu kepulangannya selama ini tanpa menghiraukan apapun, karena baginya Ryu seperti anak kandungnya sendiri.


Melihat sosok wanita seusia 40 Tahun yang masih terlihat cantik sedang memeluk Suami mereka begitu erat, Xin Chie dan Huli Yue merasa sedikit tidak enak namun mencoba menyingkirkan Fikiran mereka dari hal yang tidak-tidak.


Bagi Yuwen sendiri yang sudah terbiasa melihat itu hanya tersenyum memandang Anak mereka dengan penuh kesenangan.


" Ayah, Ibu... Maaf telah membuat kalian menunggu lama." Ucap Ryu.


" Itu tidak masalah Nak. Yang penting sekarang kamu Selamat. Bahkan kamu terlihat lebih baik sekarang." Yuwen menepuk pundak Ryu.


" Nak... Ibu selalu menghawatirkanmu. Tapi sekarang Ibu Sangat lega melihatmu seperti sekarang." Yuyin tersenyum lega.


" Ayah, Ibu... Ingatanku telah kembali. Tapi aku tetap menganggap Ayah dan Ibu adalah Orang tuaku." Ryu memberikan Senyuman.


" Nak, Siapa kedua Gadis itu? " Yuwen tersadar kehadiran dua sosok lain yang tidak jauh dari Ryu.


" Ayah... Mereka adalah Istriku." Ryu memandang Xin Chie dan Huli Yue bergantian.


" Istri." Keduanya terkejut.


" Salam Paman, Bibi." Keduanya menundukkan kepala.


" Ahhh... Suamiku, Sepertinya kita Sudah memiliki Menantu. Sini Nak." Yuyin Senang langsung memeluk Kedua Wanita Cantik itu tanpa rasa canggung.


" Bibi " Xin Chie dan Huli Yue membiarkan Wanita tersebut memeluk mereka.


" Ahhh... tidak baik kita disini. mari masuk kedalam." Yuwen membawa mereka ke dalam Rumah.


Mereka pun masuk kedalam Rumah untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat terputus.


Ryu pun menjelaskan bahwa dirinya sekarang bernama Ryu, karena ingatannya sudah kembali seperti semula.


" Nak... Entah kamu Ryu ataupun Zhiliu, kami tetap menganggap mu sebagai Anak kami." ucap Yuyin.


" Nak... Kedepan Rencanamu akan pergi kemana?" Tanya Yuwen mengingat Ryu juga sudah punya keluarga dan tidak mungkin mereka menahannya.


" Nak... Sekarang aku juga tidak mampu mencegahmu, Apalagi kamu sudah memiliki Dua Gadis yang sangat Cantik ini. Tapi Paling tidak tinggallah disini untuk beberapa saat." Yuyin sambil mengusap kepala Xin Chie dan Huli Yue kini terlihat akrab.


" Baik Ibu. kami akan bermalam disini sampai besok pagi untuk melanjutkan perjalanan." ucap Ryu.


" Ayah, Ibu... Mohon terimalah Ini sebagai tanda bakti seorang Anak kepada orang Tuanya." Ryu memberikan 2 Kantong besar berisi Koin Emas.


" Nak... Ini sangat banyak sekali, bahkan nilainya bisa memenuhi kebutuhan kami seumur hidup. Lagipula kami tidak menginginkan timbal balik" Yuwen sembil menatap Koin Emas dengan tangan gemetar.


" Ayah... Itu tidak masalah bagiku. Lagipula dengan harta senilai itu masih tidak sebanding dengan rasa kasih sayang kalian padaku." ucap Ryu.


" Terimakasih Nak" Yuwen merasa terharu.


Yuwen dan Yuyin merasa sangat senang telah mengangkat Ryu menjadi Anak mereka, meskipun meskipun hanya sesaat namun membuat mereka sangat puas karena telah berhasil menjadi orang tua yang baik.


......................


Keesokan hari, Ryu dan kedua Istrinya berpamitan melanjutkan perjalanan mereka mencari sebuah di Kota terdekat untuk melepaskan Penat dan menikmati pemandangan Kota.


Saat berada di tempat yang sepi, mereka menggunakan Jinying agar mempercepat waktu dimana mereka berada cukup jauh dari kota terdekat.


" Ka Ryu... Sepertinya kamu sudah naik Level, tapi kami masih belum naik sedikitpun. Padahal sudah banyak menggunakan Pil." Huli Yue merasakan kalau Ryu sudah pada Level 47.


" Sepertinya ada kesalahan yang membuat kita susah naik Level. Sekarang biarpun kita menghabiskan Ratusan hingga jutaan Pil hanya menambah sedikit saja dan tidak mampu membuat kita naik level." Ryu terlihat serius.


" Ka Ryu. Apa yang kamu bilang itu benar. Aku dan adik Yue sudah menghabiskan kan banyak Pil namun hanya mengisi sedikit saja" Xin Chie membenarkan.


" Lalu apa masalahnya?" Huli Yue sangat penasaran.


" Itu disebabkan oleh Teknik Langkah Kilat, Wujud Hantu, dan Pelindung Tempurung Kura-kura yang telah kita Pakai. Mengingat semuanya bukanlah teknik Biasa." Ryu menghelakan napas.


" Bahkan lebih Parah lagi adalah karena Teknik Dasar Mengguncang Semesta. Seperti yang kalian lihat teknik itu adalah teknik yang sangat ganas dan mematikan." Ryu melanjutkan pembicaraan.

__ADS_1


" Lalu apa yang harus kita lakukan?" Xin chie dan Huli Yue terlihat murung.


" Hah... itulah kelebihan sekaligus kekurangan dari teknik tingkat tinggi." Ryu mengerutkan keningnya menghelakan napas.


__ADS_2