
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" Gege... Aku penasaran dengan Goa tadi." ucap Sheng Zhishu.
" Baiklah... Kita akan turun kebawah." Ryu membawa mereka kembali ke Goa sebelumnya.
" Gege... Kenapa tidak kamu habiskan Tumpukan Besi Awan ini?" Sheng Zhishu memperhatikan tumpukan Besi Awan yang masih banyak.
" Aku hanya membuat jalan saja tadi agar lebih cepat mencapai dasar Goa. Nanti aku akan mengambilnya." ucap Ryu seraya berjalan.
" Sepertinya di balik Air Terjun ini sangat sejuk." Xin Chie langsung melompat menembus dinding Air Terjun.
Melihat hal itu Shu Meilu dan yang lain juga melakukan hal yang sama.
" Gege... Tempat ini sangat Indah." Huli Yue tidak henti dengan rasa kagum melihat pemandangan di sekitar.
" Apa Kalian sangat menyukai tempat ini?" Ryu memperlihatkan 13 Istrinya tersebut langsung menyembur ke Air.
" Aku sangat suka tempat ini." Sheng Zhishu yang sudah basah kuyup seperti anak kecil yang senang bermain air.
" Haaahh... Kalian sudah lupa dengan Usia kalian." Ryu menggelengkan kepala.
" Gege... Sepertinya Anak kita sangat menyukai tempat ini." Ting Ye sambil mengelus perutnya yang sudah berendam di Dalam.
" Aku akan meminta yang lain kesini." Shu Meilu mengirim pesan jiwa kepada Nan Sian, Zhao Luyi, Zhao Liying, Hong Kian, Lan Liwei, Ling Queqi, Bing Ruyue dan Jiang Caiping.
Tanpa menunggu lama mereka semua muncul di depan Ryu hingga langsung turun ke Air mengikuti yang lain.
" Tuan... Aku akan memeriksa wilayah sekitar." Chaizu tidak enak melihat tingkah Istri Tuannya langsung membawa Jiejia meninggalkan tempat tersebut.
" Tuan.. Aku ingin memastikan keadaan sekitar." Tou Shuijing meninggalkan tempat tersebut.
" Gege... Kemarilah! Tempat ini sungguh menyejukkan hati dan pikiran." Ucap Hong Kian.
" Kalian lupa Usia kalian lebih dari seratus tahun." ucap Ryu.
" Gege... Jika tempat ini diketahui Para Dewa-dewi, mereka juga akan melakukan hal yang sama." Ucap Bing Ruyue.
Secara diam-diam Li Jilan membentuk Energi Air lalu mendorong Ryu hingga tercebur ke Air dimana tempat Istrinya sedang bermain Air.
" Baiklah... Aku akan bermain dengan kalian." Ryu yang sudah terlanjur basah menerima tantangan mereka.
Setelah puas mandi, mereka menyudahi aktifitas mereka satu-persatu keluar dari Genangan Air tersebut.
" Gege... Sepertinya tempat ini sangat cocok untuk kita tinggal." Ucap Ting Ye.
" Aku ada usul... Gege... Bagaimana kalau kamu menaruh Istana di Atas Bukit sana? " Wang Mingjun menunjuk ke arah Bukit tempat mereka sebelumnya.
" Karena kalian menyukai tempat ini, maka aku akan mengabulkan." ucap Ryu.
" Gege... Aku akan membuat Formasi Ilusi mengelilingi tempat ini seperti saat kamu berada di Hutan Bambu." Xin Chie terbang ke udara lalu menciptakan sebuah Pelindung transparan mengelilingi Bukit dan Air Terjun.
" Itu tidak cukup... Wei'wei, Aku butuh bantuanmu untuk menciptakan Kabut Ilusi." Huli Yue terbang ke udara lalu menyebarkan Kabut berwarna putih.
__ADS_1
" Mmm." Lan Liwei juga mengikuti Huli Yue menciptakan Pelindung Kabut hingga seisi Hutan dikelilingi asap tebal berwarna putih.
" Sekarang bagianku." Yunjiang membuat Tembok Es seluas 500 Kilometer persegi seketika Hawa dingin menyebar luas.
" Yunjiang... Kamu bisa merusak seluruh Hutan ini." Sheng Zhishu mengambil Besi Awan melapisi Tembok Es yang dibuat Yunjiang hingga hawa sekitar kembali seperti semula.
" Aku akan menambahkan." Yinshi berubah wujud menjadi Naga Emas menciptakan Pelindung Transparan mengelilingi Tembok.
" Tuan... Apa yang terjadi?" Chaizu, Jiejia dan Tou Shuijing kembali berkumpul bersama Ryu.
" Tuan... Kami hampir saja tersesat. Untung saja kami buru-buru kesini." Ucap Jiejia.
" Maaf... Kami terlalu bersemangat." ucap Xin Chie.
" Aku ikut membantu." Yuwang menciptakan Pelindung Petir dan Api.
" Haaahh... Hanya membuat Pelindung saja tenagaku banyak yang terkuras." Yinshi yang sudah ke wujud semula merasa Pusing.
Begitupun dengan yang lain, setelah menciptakan Pelindung Energi mereka banyak yang terkuras.
" Sepertinya tempat ini banyak Pelindung yang berlapis-lapis. Aku rasa tidak ada yang berani mendekati wilayah ini." Ucap Tianhe.
" Pulihkan diri kalian. Aku juga menambahkan Pelindung ini." Ryu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura dan Pelindung Petir Hitam.
Setelah semuanya selesai, mereka semua kembali ke dalam Goa yang ada di balik Air Terjun.
" Haaahh... Seandainya aku masih memiliki Tenaga, Aku akan memperkuat Dinding Goa ini dengan Besi Awan ini." ucap Sheng Zhishu.
" Aku akan membantumu untuk menyalurkan Qi." ucap Nan Sian.
" Aku juga." Tianhe, Xie Hua, Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan, Ling Queqi, Jiang Caiping, Zhao Luyi, Zhao Liying, Hong Kian, Lan Liwei dan Bing Ruyue bersuara.
" Mmm." Sheng Zhishu kembali menata Ruang yang ada di Goa tersebut, Sementara yang lain menyalurkan Qi kepada Sheng Zhishu.
Setelah beberapa saat, Goa tersebut terlihat Rapi dipenuhi dengan Dinding berwarna putih mengkilap dan rata hingga mencapai bagian terdalam Goa.
Melihat kekompakan mereka, Ryu terlihat senang dan bangga.
Kini Seluruh Isi Goa tidak lagi seperti Goa biasanya, melainkan seperti Ruangan khusus untuk bangunan.
Begitu juga dengan Sheng Zhishu, berkat bantuan yang lain, dia mampu membuat Tembok mengelilingi dataran yang ada di Puncak Bukit tersebut.
Melihat semangat Seluruh Istrinya yang menginginkan tempat tersebut, Ryu juga menciptakan sebuah Teleportasi yang terhubung satu sama lain lalu membuat sebuah Pintu Dimensi di bagian terdalam Goa.
" Gege... Tempat apa ini?" tanya Bing Ruyue.
" Aku meletakkan Dunia Quzhu disini. Dengan begitu aku tidak perlu lagi membawanya, karena aku bisa kembali kesini kapanpun yang aku mau." Ryu membuat sebuah ukiran yang sangat rumit pada dinding Goa tersebut.
" Gege... Sepertinya kami akan tinggal disini. Aku rasa tempat ini jauh lebih aman." Sheng Zhishu memperhatikan dari tempat duduknya di anak tangga.
" Aku rasa juga begitu." ucap Yuwang.
" Apa yang mereka katakan itu benar Tuan. Jika Dunia Quzhu berada pada tubuh Tuan, bukan tidak mungkin semua yang ada di Dunia Quzhu akan dalam bahaya jika Tuan bertemu dengan Orang yang Kuat ataupun terkena Energi Kehampaan." Ucap Tou Shuijing.
" Kamu benar... Aku juga memikirkan hal itu." Ryu mengakui apa yang dikatakan Tou Shuijing adalah benar.
" Aku akan mencobanya dulu." Xin Chie berjalan mendekati Pintu Dimensi seketika tubuhnya menghilang.
" Baiklah, mari kita ke Dunia Quzhu." Ryu melangkahkan kakinya menuju Pintu Dimensi yang diikuti yang lain.
Seketika mereka telah berpindah ke Dunia Quzhu.
" Syukurlah Dunia Quzhu masih bisa terselamatkan." ucap Yinshi.
" Itu berkat Melati Emas." ucap Sheng Zhishu.
" Aku akan membawa Pasukan di Cincin Pemulihan ini saja." Ryu memindahkan Pasukan Semesta ke Cincin miliknya.
" Gege tenang saja, setelah tenagaku pulih Aku akan menciptakan Waktu di Ruang Kultivasi. Aku rasa sudah cukup." Ucap Yuwang.
Setelah itu mereka kembali ke tempat masing-masing karena hari sudah mulai Gelap.
Begitupun dengan Ryu, dia langsung menuju ke Kamarnya yang kini ditemani Wang Mingjun dan Shu Meilu.
__ADS_1
" Gege... Sempatkan waktumu kesini jika malam tiba." ucap Wang Mingjun seraya memasang pakaian untuk Ryu.
" Tentu saja... Aku juga tidak ingin terlalu lama berpisah dari Istriku yang selalu membuatku bahagia." Ryu mencium kening Wang Mingjun lalu membaringkan tubuhnya di atas Ranjang.
" Besok Pagi Kita akan berendam di Air Embun Surgawi untuk menempa Tubuh kita." Ucap Ryu.
" Mmm." Wang Mingjun dan Shu Meilu mengangguk lalu membaringkan tubuhnya di samping Ryu.
Pada keesokan pagi, mereka semua sudah berkumpul di tepi Danau Air Embun Surgawi.
" Proses Penempaan Tubuh memang sangat menyakitkan, jika tidak kuat kalian bisa menghentikannya. Tunggu sampai pulih, baru kalian lanjutkan." Ucap Ryu.
" Mmm." Mereka satu-persatu turun ke Danau.
Seketika terdengar suara teriakan dari Ryu dan seluruh Istrinya.
Di sisi lain Tou Shuijing juga melakukan hal yang sama dia juga berendam di kolam yang ada di dalam Goa dimana dimana tempat Air Embun Surgawi.
Di Danau Air Embun Surgawi, terlihat mereka saling memberi semangat pada satu sama lain agar mampu melewati Proses tersebut.
Satu Minggu....
Dua Minggu....
Tiga Minggu....
Satu Bulan...
Terlihat Nan Sian, Zhao Luyi, Zhao Liying, Ling Queqi dan Jiang Caiping meninggalkan Danau karena sudah tidak mampu lagi bertahan.
Dua Bulan...
Terlihat Hong Kian, Lan Liwei dan Bing Ruyue juga keluar dari Danau yang juga tidak mampu bertahan lebih lama.
2, 5 Bulan...
Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi, Yuwang,Xie Hua, Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan juga sudah keluar dari Danau.
Tiga Bulan...
Empat Bulan...
Lima Bulan...
Ryu baru keluar dari Danau merasakan tubuhnya sangat ringan dan kuat dari sebelumnya lalu menemui Istrinya yang berada di Istana Baru.
" Gege..." Sambut mereka serempak.
" Mmm." Ryu mengangguk.
" Maaf Gege... Kami masih belum kuat berendam di Danau itu." Ucap Nan Sian.
" Jangan terlalu memaksa... Masih banyak waktu kalian untuk melanjutkan." ucap Ryu.
" Terimakasih Gege." Ucap Ling Queqi.
" Qi'er... Bagaimana keadaan Kekaisaran Awan?" tanya Ryu.
" Untuk sekarang tidak ada masalah yang terlalu sulit. Hanya melatih para Prajurit saja." ucap Ling Queqi.
" Sian'er... Bagaimana dengan Kekaisaran Shin? " Tanya Ryu.
" Kami juga merekrut beberapa Prajurit untuk ditempatkan di seluruh Wilayah Kekaisaran Shin." ucap Nan Sian.
" Keadaan Sekarang memang masih Aman. Tapi aku yakin, Pasti ada beberapa Sekte Aliran Hitam yang menyelinap atau menyusun kekuatan." Ucap Bing Ruyue.
" Yue'yue benar. Aliran Hitam akan melakukan kekacauan secara diam-diam dan biasanya mereka melancarkan aksi di tempat yang sulit dijangkau oleh Prajurit Kekaisaran." Lan Liwei menimpal.
" Aku mengerti... Jika ada waktu, Fokuslah berendam di Danau Air Embun Surgawi. Semakin sering kalian berendam, maka kekuatan fisik kalian juga meningkat." Ryu mengingatkan mereka.
" Baik Gege." jawab mereka serempak.
" Sepertinya hanya Shuijing yang belum keluar dari Air Embun Surgawi. Baiklah... Untuk mengisi waktu, aku akan menemani kalian." Ucap Ryu.
__ADS_1
" Mmm." mereka mengangguk setuju.