SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Sekte Tirai Air


__ADS_3

" Kakak Ipar... Aku Liu Ryu meminta restu kepada Kakak Ipar" Ryu yang baru saja keluar dari Rumah, langsung menunduk dan memberi hormat kepada Shui Jila


" Ah... Tanpa meminta pun aku akan merestui kalian. Memang benar, Adik Jin Nazi mengatakan kau lebih tampan dariku. Tapi itu tidak masalah, karena aku juga mendapatkan Istri yang cantik. " Shui Jian senyum kecil.


" Kakak... Mereka adalah Saudariku yang juga Istri dari Suamiku." Qin Shuomei memperkenalkan Istri Ryu yang lain.


Sheng Zhishu dan yang lain langsung bangkit dari tempat duduknya dan memperkenalkan diri mereka satu-persatu kepada Shui Jian.


" Ryu'er... Kamu sangat beruntung memiliki Istri-Istri yang sangat cantik. Adikku tidak salah memilih suami karena sifat dermawan mu." ucap Shui Jian.


" Terimakasih Kakak Ipar, anda terlalu memuji. Aku hanya melakukan apa yang harusnya aku lakukan. " Ryu merendah diri seraya menundukkan kepala.


" Hmmm... Bagaimana kalau kalian aku ajak ke kediamanku. Aku ingin memperkenalkan Istri dan Anakku kepada Kalian" Ucap Shui Jian.


" Kakak... Kenapa ayah tidak memberitahu hal itu kepada Kami.?" Qin Shuomei merasa heran.


" Ah... Itu karena adat lama Klan kita, tidak boleh masuk ke rumah orang lain tanpa seizin pemilik Rumah itu sendiri. Mari kita kesana! " Shui Jian membawa mereka menuju kediamannya.


Di sudut paling belakang Sekte terlihat sebuah Rumah sederhana, terlihat wanita cantik bersama seorang Anak yang tengah bermain di halaman.


" Yue'er... Anakku. " terdengar Suara yang tidak jauh dari mereka.


" Ayah... " Seorang anak laki-laki sedang berlari memeluk Shui Jian.


" Suamiku... kau sudah kembali. " Sosok Wanita Cantik memeluk Shui Jian merasa senang.


" Adik... Perkenalkan Ini Istriku Shui Yue dan Anakku Shui Mogu. " ucap Shui Jian.


" Salam Kakak Ipar. Namaku Shui Jin Nazi atau Qin Shuomei." Qin Shuomei menundukkan kepala memberi hormat.


" Lebih baik kita masuk ke dalam dulu! Tidak baik menyambut tamu di luar." Shui Jian membawa mereka masuk ke dalam Rumah.


Di dalam Rumah, Shui Jian menceritakan siapa Shui Jin Nazi atau Qin Shuomei, kepada Istrinya. Shui Jian juga menceritakan tentang Ryu dan Istrinya yang lain.


Hal Itu tentu saja membuat Shui Yue mengerutkan keningnya karena Ryu bisa memiliki 23 Istri.


Namun setelah menjelaskan panjang lebar, tentang apa yang telah diberikan oleh Ryu dan Istrinya kepada Sekte Tirai Air Shui Yue juga merasa sangat senang.

__ADS_1


Hal itu memang sering terjadi kepada orang yang memiliki Harta yang berlimpah, dimana mereka bisa mendapatkan Istri yang banyak. Meskipun demikian, banyak juga yang memilih satu pasangan.


Setelah mendengar penjelasan tersebut Shui Yue pun pamit menuju ke dapur untuk menyiapkan beberapa makanan kepada tamu mereka.


" Kak Jian, mengapa kakak ipar tidak bersama yang lainnya?" Tanya Qin Shuomei


" Zi'er... Shui Yue adalah orang yang berjiwa besar. Dia selalu berada disini karena tidak ingin merugikan jatah Sumberdaya Sekte. Dia sangat paham tentang situasi tersebut. Padahal dia adalah murid paling Jenius di Sekte ini." Shui Jian mengerti akan pertanyaan Adiknya karena Shui Yue tidak pernah keluar dari kediaman mereka.


" Jika begitu, sekarang Kakak Ipar bisa menggunakan Sumberdaya untuk perkembangannya sekarang. Aku rasa Sekte tidak akan kekurangan Sumberdaya lagi." Ucap Qin Shuomei.


" Kamu benar Zi'er... Aku akan meminta beberapa Sumberdaya agar kami bisa berlatih disini." Ucap Shui Jian.


" Kakak Ipar... Aku ada hadiah kecil, mohon diterima. " Ryu memberikan Pedang, Senjata Roh tingkat langit kepada Shui Jian.


" Ini... Senjata Roh tingkat langit? Terimakasih Ryu'er... Ini sangat luar biasa. " Shui Jian menatap pedang yang berwarna biru Laut tersebut dengan perasaan senang.


" Pedang itu aku namakan Pedang Biru. Teteskan darah pada ganggang pedang itu agar dia bisa mengenali Tuannya." Ucap Ryu.


Pedang tersebut sebenarnya Pedang hasil duplikat dari Pedang Biru Pusaka peninggalan Klan Liu yang ada pada Ting Ye.


" Terimakasih Ryu'er." Shui Jian meneteskan darahnya. Seketika Pedang tersebut mengeluarkan Aura yang sangat kuat.


Hari mulai Siang, Ryu dan 23 Istrinya berpamitan untuk kembali ke kediaman mereka yang terlihat Tou Shuijing dan yang lain tengah menunggu.


" Salam Tuan Muda. Tuan Putri." Sembilan Hewan Kontrak memberi hormat.


" Shuijing, Jiu... Kalian kembali dulu ke Dunia Quzhu. Enam hari lagi kita akan menghancurkan beberapa Sekte." Ryu memasukkan mereka ke Dunia Quzhu.


Begitupun dengan Hewan Kontrak yang lain, mereka langsung kembali ke Dunia Quzhu.


" Gege... Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Xie Hua.


" Sebenarnya aku ingin mencari Gurun salju di Benua ini. Tapi aku ingin mengajak seluruh Pasukan Semesta untuk berlatih di Hutan untuk berburu Hewan Roh agar mereka terlatih saat bertarung." Ucap Ryu.


" Gege... Bagaimana kalau kita Jalan-jalan ke Sungai Hijau. Dari informasi tiga Bidadari Iblis, disana ada banyak sekali Hewan Roh. Mungkin kita juga bisa menemukan Sumberdaya yang langka." Ucap Qin Shuomei.


" Kedengarannya sangat bagus... Mari kita ke tempat Ayah mertua untuk berpamitan." Ryu mengajak 23 Istrinya menuju kediaman Patriak Mao.

__ADS_1


Di depan Rumah Paktriak Mao kini terlihat Paktriak Mao, Bing Zise, Shui Jian dan pemilik Penginapan yang ada di Desa Rumput Putih.


" Ayah Mertua, Ibu Mertua, Kakak Ipar. " Ryu memberi hormat.


" Ayah, Ibu, Kakak." Qin Shuomei memberi hormat diikuti yang lain.


" Ryu'er, Anakku... Ada apa dengan kalian? " Patriak Mao penuh selidik.


" Ayah... Untuk beberapa saat kami ingin jalan-jalan Ke Sungai Hijau." ucap Qin Shuomei


" Apa? Adik... Kami juga sedang melakukan misi ke sana bersama Paman Shui Jila dan beberapa murid Sekte. " Shui Jian menggelengkan kepalanya.


" Memang ada misi Apa disana?" Tanya Qin Shuomei.


" Mungkin Paman Shui Jila bisa menjelaskan secara detail" Shui Jian memandang pemilik penginapan.


" Tuan Putri... Delapan Tahun yang lalu Sungai Hijau tidak berfungsi sebagaimana mestinya lagi. Raja Zhiggy meminta bantuan kepada sekte kita. " Ucap Shui Jila.


" Raja Ziggy? Apa Kekaisaran Naga Air dan Kerajaan lembah Jingga tau keberadaan sekte Kita.? " Tanya Qin Shuomei.


Mendengar ucapan dari Qin Shuomei, mereka saling berpandangan satu sama lain mengingat bahwa bagaimana sosok bayi mungil mengetahui hal itu.


Qin Shuomei yang keceplosan, kini hanya bisa terdiam karena jika dipikir secara akal sehat dia tidak akan mengetahui apapun yang ada di Benua Selatan.


Namun Patriak Mao dan yang lain berpikir bahwa Ryu dan Istrinya sudah menelusuri beberapa tempat di Benua Selatan sebelumnya.


" Benar Tuan Putri.. Merekalah yang menempatkan dan merahasiakan kami di Desa Rumput Putih ini, karena Desa ini adalah wilayah Kekaisaran Naga Air." Ucap Shui Jila.


" Jadi begitu? Kakak... Apa kami boleh ikut?" Qin Shuomei menatap ke arah Shui Jian.


" Jian'er... Jaga Adikmu dan yang lain. Biarkan mereka bersama Anggotamu. Bagaimanapun juga mereka juga harus mengetahui berapa tempat di wilayah disini." Paktriak Mao merasakan Tingkat Kultivasi Qin Shuomei, Ryu, dan yang lain masih mencapai Pendekar Bumi tahap menengah.


" Baik Ayah... Aku akan menjaga mereka bersama murid lain. " Shui Jian memberi hormat.


" Patriak... Kami pergi dulu!" Ucap Shui Jila.


" Tetua Jila... Hati-hatilah saat dalam perjalanan." Ucap Patriak Mao.

__ADS_1


" Baik Patriak." Tetua Jila membawa rombongan menuju luar Gerbang.


Para Murid yang yang terlihat sedang menunggu di depan Gerbang Sekte, langsung menggabungkan diri menuju Sungai Hijau.


__ADS_2