
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Selesai mengumpulkan beberapa informasi, Ryu beranjak dari tempat duduknya keluar dari Penginapan tanpa memperdulikan pandangan dari beberapa pasang mata yang menatapnya.
Saat berada di tempat yang sepi, Ryu merubah tampilannya menjadi sosok Pria Sepuh lalu menuju ke Assosiasi Matahari Timur untuk mencari beberapa Sumberdaya Ataupun Pil yang dia Butuhkan.
Selesai membeli Sumberdaya, Ryu kembali menuju Penginapan yang terlihat di sepanjang jalan kini terlihat Para Tamu Undangan mulai bermunculan di Kota tersebut.
Ryu yang sudah mengembalikan ke penampilan aslinya kini sambil memperhatikan beberapa Orang yang memiliki gerak-gerik yang mencurigakan.
' Lihat saja nanti, aku akan membunuh kalian semua.' Ryu membatin saat melirik beberapa sosok yang berpakaian Sekte dari Aliran Hitam.
Sesampai di penginapan Ryu menatap Dua sosok yang memakai penutup Wajah sedang berada di dekat meja Kasir di belakang Jiang Caiping.
' Siapa mereka? Apa mereka adalah Orang dari Assosiasi Matahari Timur ' Ryu merasakan Tingkat Kultivasi Mereka sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Akhir.
' Sepertinya Assosiasi Matahari Timur benar-benar tidak bisa diganggu. Tidak masalah, lagi pula mereka pasti akan melindungi setiap Tamu yang menginap disini.' Ryu merasa lebih aman dengan Kedua sosok tersebut lalu melangkahkan menuju kamarnya.
" Tuan... Apa kamu ingin memesan beberapa makanan ke Kamar? " Tanya Jiang Caiping menghentikan langkah Ryu.
" Tidak masalah... Lagi pula kami berniat untuk menginap beberapa hari lagi disini." Ryu berjalan mendekati Jiang Caiping dengan santai tanpa memperdulikan pandangan dari kedua Sosok di belakang Jiang Caiping.
" Jika ini Kurang, katakan saja! " Ryu memberikan 3000 Batu Roh.
" I... Ini sudah terlalu banyak Tuan." Jiang Caiping menggelengkan kepala, bahkan kedua Sosok di belakangnya juga terlihat kaget.
' Seperti dugaanku.' Ryu membatin.
" Ambil saja sisanya. Aku pergi dulu." Ryu langsung menuju kamarnya.
" Manajer Caiping... Sepertinya Pemuda itu bukan orang biasa. Meskipun Kultivasinya masih berada di Pendekar Alam Tahap Awal, tapi aku yakin Pemuda itu menyembunyikan Kultivasi yang sebenarnya." ucap Pengawal yang di belakang Jiang Caiping.
" Aku rasa juga begitu. Bagaimana Pemuda itu dengan mudah mengeluarkan Batu Roh sebanyak ini." Jiang Caiping merasakan hal yang sama.
" Jika Manajer Caiping mendapatkan Akses untuk bekerjasama dengan Pemuda itu, Aku yakin di masa depan Assosiasi Matahari Timur akan mengalami kemajuan." Ucap Pengawal.
" Pemuda itu tidak hanya sebagai Kultivator Petir, Tapi juga memiliki Elemen Cahaya, Api, Es dan Kegelapan." Jiang Caiping menggelengkan kepala.
" Manajer Caiping, bagaimana anda Tahu? bahkan aku sendiri tidak merasakan apa-apa." Tanya Pengawal.
" Aku juga baru tahu saat aku memberikan Pijatan pada Pemuda itu yang kebetulan Kedua Pelayan lain sedang keluar Kota." Jiang Caiping sedikit malu mengakui hal tersebut.
__ADS_1
' Ping'er... Aku rasa itu adalah kesempatan untukmu.' Salah satu Pengawal lain memberi pesan jiwa kepada Jiang Caiping.
' Kakek... Pemuda itu sudah memiliki Istri.' Jiang Caiping membalas pesan jiwa.
' Kakek hanya ingin melihat masa depanmu lebih baik. Tapi Kakekmu ini sudah Tua dan tidak mungkin bisa melindungimu selamanya. Kakek juga tidak lama lagi menjalankan Kultivasi tertutup mungkin Sepuluh Tahun atau lebih. Ping'er... Kamu harus mencari sosok yang bisa melindungimu, karena kita sudah terlalu jauh meninggalkan Rumah demi keamananmu .' Pesan jiwa dari sosok tersebut.
' Baik Kek. Aku akan mencoba.' Jiang Caiping memberanikan diri lalu memanggil salah satu Pelayan untuk menggantikannya sementara kemudian menuju dapur.
Di dalam Kamar, Ryu terlihat sedang melihat Pedang miliknya berencana untuk meningkatkan kemampuan pedang tersebut.
" Permisi Tuan, Pesanannya." Terdengar suara dari luar pintu.
" Bawa masuk." Ryu mengembalikan pedang milikya.
Terlihat Jiang Caiping bersama satu Pelayan sedang membawa makanan lalu menaruh di atas meja.
" Tuan... Jika ada waktu, aku ingin membicarakan sesuatu." Jiang Caiping merasakan kalau Ting Ye tidak ada di kamar tersebut lalu mengisyaratkan kepada pelayan untuk keluar.
" Katakan saja." ucap Ryu.
" Tuan... Ini mengenai Elemen Cahaya yang tuan miliki." Jiang Caiping sambil memainkan jarinya.
" Manajer Caiping... Sudah aku bilang sebelumnya, aku tidak bisa membantu. Kamu tau sendiri Aku sudah memiliki Istri bahkan tidak hanya satu. " Ryu menatap ke arah Jiang Caiping.
" Aku mengerti Tuan... Sebagai seorang Wanita, aku sudah seperti kehilangan Harga diri. Tapi aku tidak punya pilihan lain." Jiang Caiping menghela nafas panjang.
" Baiklah... Jika itu sudah Keputusanmu. Tapi bukan untuk sekarang." Ryu bangkit dari tempat duduknya "Apa kamu memiliki Aset di Penginapan ini? " Ryu bertanya kembali.
" Aku hanya memiliki Aset 25% dari Penginapan. 25% lagi milik Kakekku dan 50% milik Assosiasi Matahari Timur." Jiang Caiping merasa heran.
" Apa Penginapan ini sudah memiliki Cabang di Kota lain? " Tanya Ryu.
" Apa kamu bisa mengambil alih Penginapan Giok Bulan ini sepenuhnya? Tapi kamu masih membayar Biaya Keamanan dari Assosiasi Matahari Timur.? Kalau masalah Dana aku bisa membantumu." Ryu memberikan 2 Peti berukuran besar berisi Batu Roh.
" Tuan... Ini... " Jiang Caiping membulatkan mata " Untuk Assosiasi Matahari Timur mereka lebih Fokus menjalankan Bisnis sumberdaya saja. Jadi aku rasa mereka sangat setuju jika menjual Aset mereka. Sedangkan untuk Kakek aku bisa bicarakan. Aku rasa dia akan setuju." Jiang Caiping terlihat senang.
" Aku memintamu untuk membuka Cabang Penginapan Giok Bulan di seluruh Kota wilayah Kekaisaran Awan. Dan aku hanya mengambil 5% saja dari semua keuntungan selebihnya kamu bisa pergunakan untuk menyewa Kultivator terbaik untuk menjaga Keamanan setiap Cabang." Ucap Ryu.
" Bisa Tuan... Mungkin Kakekku akan membantu, dia memiliki kenalan para Kultivator terbaik di Benua Timur ini." Jiang Caiping merasa heran karena jauh dari pembahasan awal namun dia tetap menjalankannya.
" Kalau begitu, Aku akan mengunjungimu jika masalahku selesai, dan aku juga membicarakan hal ini kepada Istriku. Jika itu masih Kurang, Katakan saja padaku." ucap Ryu.
" Baik Tuan... Aku akan mengelola semua ini sebaik mungkin." Jiang Caiping terlihat bersemangat, walaupun dia tidak bisa memiliki Ryu seutuhnya tapi paling tidak Ryu masih bisa mengunjunginya.
Di sisi lain, Ryu melakukan hal itu demi keamanan seluruh Wilayah Kekaisaran Awan dengan adanya Kultivator terbaik yang bisa membantu jika ada Penyerangan dari Manusia Rawa atau Sekte Aliran Hitam.
" Sekarang kamu boleh pergi, Aku harap kamu tidak mengecewakanku. Sebagai Imbalannya aku akan memberikan ini padamu." Ryu memberikan Cincin Ruang berisi Harta langit.
" Terimakasih Tuan. Aku Pamit undur diri." Jiang Caiping tidak henti dengan kekagumannya saat melihat tumpukan Harta langit tersebut lalu memasukkan Kedua Peti tersebut langsung meninggalkan Ruangan.
' Tuan Ryu... Aku berjanji akan melakukan hal terbaik untukmu, Agar kamu bisa menjadi Suamiku.' Wajah Jiang Caiping terlihat cerah yang membuat para Pelayan merasa heran.
Sedangkan Ryu sendiri juga terlihat senang paling tidak dengan berkembangnya Penginapan Giok Bulan akan mampu menekan pergerakan Pihak Musuh.
Setelah menikmati Hidangan yang sudah dipesan, Ryu langsung membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu masuk ke Dunia Quzhu sambil menunggu waktu Pernikahan berlangsung.
Pada hari dimana Kaisar Zou melangsungkan Pernikahan Ketiga Putranya, Ryu dan Ting Ye keluar dari Dunia Quzhu lalu keluar dari Penginapan menuju Istana Kekaisaran Awan.
Di dalam perjalanan kini terlihat beberapa Tamu Undangan dari Klan Besar juga menuju Istana Kaisar Zou.
" Gege... Apa kita langsung beraksi?" bisik Ting Ye.
__ADS_1
" Ye'er... Saat di dalam Istana, kamu harus berhati-hati. Karena aku sudah tidak sabar lagi melihat Wajah-wajah munafik dari para Penjilat disini." Ryu melihat dari beberapa sosok yang berbaur dengan mereka.
" Lalu bagaimana dengan Li Chun?" tanya Ting Ye.
" Dia sudah mengirimkan pesan jiwa padaku bahwa dia sedang mengungsikan Anggota Klan Li yang tidak searah dengan aturan Kekaisaran Awan." Ryu berjalan sambil melihat keadaan sekitar.
" Walikota Ye, Jadi ini Suamimu? Sungguh payah. " Ucap salah satu Pemuda dari Keluarga Kaisar.
Ting Ye yang merasa geram ingin memaki Sosok tersebut langsung dihentikan oleh Ryu karena harus fokus pada tujuan awal.
" Hormat kepada Yang Mulia Kaisar." Salah satu sosok berpakaian Jendral saat Sosok Berpakaian mewah keluar dari Istana.
" Diberkati lah Yang Mulia Kaisar"
" Semoga Langit Memberi Umur Panjang."
" Diberkatilah Kaisar Zou yang Dermawan."
Semua mengagungkan kebesaran nama Kaisar Zou dengan berbagai versi masing-masing.
' Ciihhhh... Aku muak dengan Wajah para penjilat ini.' Ryu menggerutu dalam hati.
" Ye'er... aku tidak tahan lagi." Ryu mengisyaratkan agar Ting Ye bisa menjauhi kerumunan.
" Mmmmm." Ting Ye menyelinap ke arah yang terlihat sepi menjauhi para undangan.
Ryu yang sudah merasakan Ting Ye sudah di tempat yang aman, Ryu Langsung mengeluarkan semua Manusia Rawa saat Kaisar Zou dan Para Anggota Keluarganya sudah berkumpul untuk melangsungkan Pernikahan.
" Wuush" Ryu langsung lari menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir menuju balik Pohon besar lalu bertengger di atas dahan yang berdaun lebat.
" Selamat Menyaksikan Pertunjukan." Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura.
" Manusia Rawa" Teriak dari beberapa tamu undangan Saat melihat gerombolan Manusia Rawa muncul di tengah mereka.
" Apa? Mengapa mereka bisa ada disini? " Kaisar Zou yang ingin menyapa undangan kini dikejutkan dengan munculnya Manusia Rawa.
" Jenderal cepat bawa Prajurit dan bunuh Semua Manusia Rawa itu." Perintah Kaisar Zou.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak langsung membawa semua Prajurit untuk menghalau Gelombang Manusia Rawa.
" Ayah... Aku tidak ingin Hari Pernikahan kami kacau seperti ini." Ucap Putra Kedua Kaisar Zou.
" Gawat... Manusia Rawa ini sangat banyak." Kaisar Zou terlihat Khawatir.
" Ayah... Kita Harus bantu mereka. " Ucap Putra Mahkota diikuti yang lain.
Suara teriakan dari kedua belah pihak kini terdengar dari berbagai tempat membuat Beberapa Prajurit banyak yang sudah mati, begitupun dengan Manusia Rawa.
Melihat Banyak Prajurit yang Mati, mau tidak mau Kaisar Zou ikut membantu yang diikuti Anggota Klan
Ryu yang melihat dari kejauhan, kini terlihat senang karena Pertempuran tersebut masih berimbang.
Dari balik pertempuran, Ryu juga melihat tiga kelompok kecil yang seakan menghindari Pertarungan.
" Siapa mereka? kenapa mereka tidak ikut membantu? " Ryu melihat mereka memilih masuk ke dalam Istana.
" Lindungi Kaisar! " Teriak salah satu sosok yang berpakaian Sekte.
" Sial... Siapa yang mengirim Manusia Rawa ini? " Kaisar Zou terlihat kewalahan.
Pertempuran itu pun terus berlanjut hingga tidak ada lagi yang sempat berbicara karena Manusia Rawa menyerang mereka henti yang ada hanya suara jeritan dari kedua belah pihak.
__ADS_1