SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
TEKNIK TUBUH EMAS


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Ying'er... Sepertinya kamu sudah mulai jinak." Ryu tersenyum seraya menggoda Bu Jing Yu.


" Gege... Aku ingin sekali lagi. Tapi tunggu sebentar, aku akan memulihkan diri dulu." Bu Jing Yu bangkit untuk duduk bersila sambil menelan beberapa Pil lalu menyerap khasiat Pil tersebut.


Setelah beberapa saat Bu Jing Yu meminta kepada Ryu untuk melanjutkan hal itu hingga Ryu juga menyetujuinya.


Pertarungan mereka kini terus berulang-ulang meskipun Bu Jing Yu sudah berkali-kali melepaskan cairan putih hingga Ryu juga melepaskan cairan putih pada Bu Jing Yu saat itu juga wanita itu meminta jeda untuk memulihkan diri hingga melanjutkan kembali aktivitas mereka berdua.


Hingga tanpa terasa matahari sudah bersinar terang, namun Bu Jing Yu seakan enggan keluar dari dalam tenda hingga Ryu memutuskan untuk menciptakan Pelindung kasat mata agar tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka.


" Ying'er, Sampai kapan kita seperti ini?" Ryu menatap ke Bu Jing Yu yang berbaring di atasnya sedikit heran.


" Besok Pagi saja kita menyusuri Hutan ini. Sekarang sampai nanti malam, aku ingin kita seperti ini terus." Bu Jing Yu berharap agar Ryu menjadikan dirinya sebagai wanita yang diutamakan.


Meskipun Bu Jing Yu tidak berhasil menemukan sumber Harta Langit, namun jika Ryu ada di pelukannya maka secara tidak langsung harta langit tersebut berada di genggamannya.


Pada hari itu pun mereka tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan hingga saat malam tiba Bu Jing Yu kembali meminta Ryu untuk melanjutkan aktivitas mereka hingga sampai pagi berikutnya.


Setelah merasa sudah cukup, Ryu membawa Bu Jing Yu yang dia anggap adalah Jinying menelusuri Hutan.


Setelah sudah jauh dari pinggir Hutan, mereka disambut oleh beberapa kelompok Hewan Roh yang masih berada di tingkat Bumi hingga Tingkat Langit tahap menengah.


Meskipun demikian Ryu tidak terlalu mendapatkan kesulitan untuk membunuh Hewan Roh dimana dia hanya memilih Hewan Roh yang sudah di Tingkat Langit saja.


Sedangkan untuk Hewan Roh tingkat Bumi, Ryu langsung Melepaskan Aura Dewa Agung agar hewan roh tersebut menjauh dari mereka.


Setelah berada di kedalaman Hutan, Ryu merasakan ada Aura yang sangat kuat namun tidak menemukan apapun selain hanya terlihat pepohonan.


" Craaash." Sebuah lidah yang panjang melukai tubuh Ryu.


" Ying'er... Hati-hati!" Ryu merasakan ada yang tidak beres.


Sambil meningkatkan kewaspadaan, Ryu melepaskan Spiritual untuk memeriksa keadaan sekitar dimana dia merasakan ada sosok yang berada di dekat mereka.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung mengaktifkan Armor Pelangi hingga sesaat Ryu mendapatkan kembali serangan yang tidak kasat mata membuatnya terpental puluhan meter.


" Makhluk macam apa ini?" Ryu bangkit kembali.


" Baaam." Pukulan keras mengenai tubuh Bu Jing Yu membuat tubuhnya seakan melayang di udara.

__ADS_1


" Baaam." Sebuah pukulan tidak kasat mata membuat Bu Jing Yu kembali terpental mengarah ke Ryu.


Dengan cepat Ryu menangkap Bu Jing Yu hingga kakinya menyentuh tanah lalu melepaskan Bu Jing Yu.


" Terimakasih Gege." Bu Jing Yu merasakan seluruh tubuhnya seperti ditusuk ratusan jarum akibat serangan tersebut.


" Mmm... Sepertinya ada sosok yang tidak terlihat." Ryu menebak siapa yang menyerang mereka.


" Cleetaaak." Sebuah lidah yang panjang mengarah ke Ryu.


Ryu yang sudah meningkatkan kewaspadaan dengan cepat menangkap lidah tersebut dengan kekuatan penuh langsung mengalirkan Petir Hitam pada tangannya hingga lidah tersebut terkena aliran petir.


" Aaarrrggghhhh." Sebuah suara terdengar tidak jauh dari tempat Ryu berdiri.


Ryu yang sudah mengetahui arah suara tersebut langsung menciptakan Bola Petir Hitam dan melempar ke arah suara.


" Bboooom." Ledakan keras menyentuh udara kosong.


Tidak hanya sampai disitu saja Ryu langsung menjatuhkan Hujan Petir ke arah suara membuat Suara jeritan kembali terdengar.


Secara perlahan kini terlihat sosok Hewan Roh seperti Bunglon seukuran 3 kali manusia dewasa.


" Bbbzzzttt." Tubuh Bunglon berwarna keemasan tersebut diselimuti Elemen Petir Hitam.


" Sial..." Bunglon emas kembali bangkit menyerang Ryu dengan kecepatan tinggi.


" Jadi kamu... " Ryu kembali menciptakan Hujan Petir membuat Bunglon emas menghentikan serangannya langsung menghindar dari arah serangan.


Ryu yang tidak ingin mengambil resiko, terus menjatuhkan Hujan Petir agar Bunglon emas tidak kembali menghilang.


Sambil berlari ke arah Bunglon emas, Ryu kembali melempar Jarum racun ke arah Bunglon tersebut.


Bunglon emas tidak mau kalah kembali melancarkan serangannya hingga pertemuan kedua serangan menciptakan tekanan udara yang sangat kuat bahkan membuat Bu Jing Yu mundur beberapa langkah kebelakang.


" Kamu fikir bisa mengalahkanku?" Ryu tersenyum seraya melancarkan serangan bola Petir mengarah ke Bunglon emas.


Bunglon emas tidak tinggal diam kembali menciptakan bola Petir mengarah z Bunglon emas.


Dengan tubuh yang besar Bunglon emas tidak mampu menghindari amukan Petir Hitam membuatnya jatuh terkapar.


" Untung saja masih pada tingkat Langit tahap awal. Jika tidak, pasti sangat merepotkan." Ryu menebas leher Bunglon emas lalu menyimpan mayatnya ke Cincin miliknya.


Ryu mengakui kehebatan Bunglon emas tersebut, Jika saja Ryu tidak memiliki kecepatan tinggi maka Ryu akan mengalami kekalahan.


Meskipun Bunglon emas sangat jauh dibawahnya, namun karena memiliki kemampuan menghilang tentu saja akan kerepotan.


Ryu berniat untuk mengambil Inti Roh Bunglon emas untuk bereksperimen karena keunikan pada Bunglon emas sangat membantunya di kemudian hari.


Setelah mengambil mayat tersebut Ryu bersama Bu Jing Yu kembali melanjutkan penelusuran, hingga menemukan beberapa Sumberdaya yang cukup membantu perkembangan Kultivasi mereka.


Meskipun tidak mendapatkan sesuatu yang berharga, Ryu terlihat senang karena mendapatkan Bunglon emas sebagai bahan penelitian kembali ke pinggir Hutan.


...----------------...


Di Sekte Ular :


" Ying'er, Apa kamu benar-benar ingin ikut ke Dunia kecil itu?" Tanya Tetua Agung.


" Mmm... Aku ingin mendapatkan sesuatu yang berharga disana." Jinying menjawab dengan santai.


" Kamu tidak perlu repot-repot kesana, biar anggota Sekte saja yang pergi." Tetua Agung tidak ingin buruannya kabur.

__ADS_1


" Sejak kapan kamu bisa mengaturku?" Jinying menatap tajam ke arah Tetua Agung.


" Baiklah... Kalau begitu aku akan ikut bersamamu untuk memastikan keselamatanmu dan anak yang ada di kandungan mu." Tetua Agung berfikir jika dia terus bersama dengan Jinying, maka suatu saat Hati Jinying akan melunak.


" Baiklah... Besok Pagi kita akan berangkat ke kota Linka sambil menunggu Dunia kecil itu terbuka." Jinying berfikir hal itu akan cukup membantu.


Jinying memang tidak menyukai Tetua Agung, namun dia bisa memanfaatkannya untuk mencapai tujuannya.


" Patriak... Kumpulkan beberapa Anggota Sekte yang terbaik untuk dilibatkan dalam misi ini." Tetua Agung memberi perintah kepada Patriak Sekte Ular.


" Baik Tetua Agung. Aku akan mengurus semuanya." Patriak Sekte Ular terlihat senang.


" Tetua Agung, bagaimana dengan kabar Guru Agung?" Tanya salah satu Tetua.


" Biarkan dia menjalankan misinya sendiri, aku harap ada kabar baik." Tetua Agung tidak ingin membahas tentang Guru Agung karena di tempat itu ada Jinying.


Tetua Agung menyembunyikan tentang keberadaan Bu Jing Yu yang sedang menyamar menjadi Ratu Jinying.


Sesekali terlintas dalam pikirannya ingin menggunakan Serbuk mata merah untuk menaklukkan hati Jinying, namun karena Jinying sedang hamil tua maka akan terlalu berbahaya untuknya karena efek samping Serbuk mata merah pasti akan membunuh janin yang di kandungan Jinying.


Hal itu akan mempengaruhi Meridian Jinying hingga dia tidak bisa lagi Berkultivasi.


...----------------...


Di tempat yang lain terdapat sebuah bangunan dimana terlihat sosok Wanita Cantik sedang melayani puluhan Pria yang terlihat ada beberapa yang sudah kehilangan tenaga.


" Cciiihhhh... Kalian semua sangat lembek." Ling Xianzi terlihat kesal.


" Nona... Biarkan aku melakukannya." Sosok pemuda lain terlihat bersemangat.


" Baiklah... Kamu kemarilah!" Ling Xianzi memberi isyarat kepada pemuda itu.


" Mmm." Pemuda tersebut langsung menuju atas Ranjang seraya meremas Gunung Kembar Ling Xianzi.


" Apa aku boleh ikut?" tanya pemuda lain.


" Tiga sekaligus bahkan lebih. Aku masih belum kalah dari kalian." Ling Xianzi berniat untuk mengumpulkan energi 'Yang' sebanyak mungkin agar mempercepat proses Teknik Tubuh Emas.


Mendengar ucapan dari Ling Xianzi, dua sosok pemuda langsung menyerbu Ling Xianzi dimana salah satu dari mereka meminta kepada Ling Xianzi untuk menghisap senjatanya.


" Nona... Sudah beberapa kali milikku masuk kedalam milikmu, tapi lobangnya malah semakin sempit." Pemuda tersebut merasa heran meskipun Ling Xianzi sudah diserbu oleh puluhan pria bukan tambah besar, tetapi malah semakin sempit


Ling Xianzi juga menyadari hal tersebut karena itu adalah efek Teknik Tubuh Emas dimana semakin banyak energi 'Yang' yang dia dapatkan, maka Teknik Tubuh Emas yang dia miliki semakin kuat.


Tentu saja hal itu akan membantunya dimana dari beberapa pemuda yang melayaninya hanya kurang dari satu menit sudah mengeluarkan 'Yang' milik mereka.


Teknik Tubuh Emas adalah Teknik meningkatkan kekuatan fisik dengan menggunakan waktu lebih dari seratus tahun agar bisa mencapai tahap sempurna jika tidak memiliki Harta langit atau energi 'Yang'.


Untuk itu Ling Xianzi berusaha semaksimal mungkin untuk memperkuat tubuh emas sebelum memasuki Dunia kecil yang tidak lama lagi akan terbuka.


Setelah memakan waktu yang cukup lama, para pemuda tersebut tidak mampu lagi untuk melawan Ling Xianzi dan memutuskan untuk memulihkan diri meninggalkan tempat tersebut.


Setelah para pemuda itu sudah pergi, Ling Xianzi memakai kembali pakaiannya seraya mengambil tempat duduk untuk meningkatkan tubuh emas dengan menggunakan energi 'Yang' yang dia kumpulkan.


Setelah beberapa saat, kini terlihat kulit Ling Xianzi bercahaya samar-samar membentuk sisik berwarna keemasan hingga secara perlahan sisik warna keemasan tersebut menghilang dan menyatu dengan kulit Ling Xianzi.


Ling Xianzi pun membuka mata saat proses penyerapan tersebut telah selesai terlihat sebuah senyuman puas dari wajahnya.


" Haaahh... Dari ratusan pemuda hanya mampu mencapai 40% , itupun karena diantara mereka masih memiliki 'Yang'murni. Seandainya saja saat itu aku sudah memiliki Teknik ini, Aku yakin Ryu Gege bisa membantuku mencapai tubuh emas hingga ke tingkat sempurna." Ling Xianzi sangat yakin jika energi 'Yang' pada Ryu sangat padat dan mampu menandingi puluhan Pria yang memiliki 'Yang' murni berusia lebih dari seratus tahun.


Ling Xianzi berharap bisa menemukan Ryu agar bisa meningkatkan tubuh emas miliknya, sekaligus meningkatkan Kultivasi agar bisa mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah secepat mungkin.

__ADS_1


Di samping itu juga Ling Xianzi akan mempersembahkan Ryu kepada kelima Guru dan Guru Agung demi mendapatkan lima Pusaka langit dan Artefak Kuno.


__ADS_2