
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Hong Kian mengetahui sifat Suaminya tersebut pasti akan berniat untuk menghancurkan Sekte Ular.
Untuk itu Hong Kian memberitahukan kepada Ryu bahwa Sekte Ular memiliki kekuatan melebihi Kekaisaran Awan ataupun Kekaisaran Shin, karena dalam pergerakan mereka selalu berhati-hati tidak seperti Kekaisaran Awan dan Shin yang sebelumnya membuat Kekaisaran semakin melemah akibat perperangan demi perperangan yang mereka lakukan untuk memperluas kekuasaan.
Itulah kenapa banyak Sekte lain lebih memilih untuk menutup diri dan tidak mau ikut campur urusan Kekaisaran.
Meskipun ada beberapa Sekte Aliran Hitam yang mendukung tindakan mereka, tapi mereka juga banyak mengalami kerugian yang membuat mereka kehilangan anggota yang berbakat.
Itulah sebabnya Ryu dengan mudah menghancurkan mereka, karena tidak memiliki Pasukan yang berbakat karena sudah banyak yang terbunuh saat melakukan perperangan.
Mendengar ucapan dari Hong Kian, Ryu merasa itu ada benarnya mengingat saat dia menghancurkan Kekaisaran Awan dan Shin tidak ada yang memiliki Kultivasi yang tinggi.
Berbeda dengan Sekte, Kerajaan, dan Kekaisaran lainnya, mereka lebih memilih untuk memperkuat diri dan memperkuat pertahanan wilayah mereka masing-masing agar tidak menimbulkan kerugian banyak, meskipun banyak memiliki anggota yang berbakat.
" Matriak, Yang Mulia Kaisar, jika boleh memberi usul, lebih baik kita membuat Pelindung di Sekte Gunung Phoenix ini. Dengan begitu para penyusup akan kesulitan." Salah satu Tetua memberi usul.
Mendengar usulan tersebut, semua mengangguk setuju lalu pergi ke lapangan Sekte.
Setelah sampai di lapangan Sekte, Hong Kian meminta kepada seluruh anggota Sekte Gunung Phoenix untuk mengumpulkan Lencana milik mereka masing-masing.
Dengan bantuan para Tetua dan Guru, mereka mengumpulkan ke satu tempat hingga mulai menumpuk.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung menyalurkan Qi pada Lencana tersebut lalu menciptakan sebuah Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi Sekte Gunung Phoenix.
" Sekarang kalian boleh mengambil kembali Lencana kalian. Dengan Lencana itu kalian bisa melewati Pelindung yang aku ciptakan ini." Ryu mempersilahkan mereka mengambil kembali Lencana.
" Baik Yang Mulia Kaisar." mereka merasa sangat senang dengan adanya Pelindung tersebut dimana mereka tidak terlalu khawatir jika ada penyerangan pada Sekte Gunung Phoenix.
__ADS_1
Setelah semua selesai mereka kembali ke kediaman masing-masing maupun melanjutkan latihan mereka.
" Gege... Bagaimana ke tempat Wei'wei dengan jalan kaki saja sambil menunggu Danau Awan dimurnikan." ucap Hong Kian.
" Lebih baik kita gunakan Teleportasi saja. Dengan begitu akan lebih cepat. Setelah itu kita akan melakukan perjalanan bersama." Ryu berniat untuk menelusuri berbagai tempat untuk mencari keberadaan Penguasa Elemen yang lain.
" Baiklah." Hong Kian mengangguk lalu mengirim pesan jiwa kepada Lan Liwei memberitahukan kedatangan mereka.
" Mmm." Ryu mengangguk sambil memegang tangan Hong Kian menuju kediaman Lan Liwei.
" Gege, Kian'kian." Lan Liwei sangat senang dengan kehadiran Suaminya tersebut.
" Jadi seperti ini tempat Sekte Kabut Ilusi." Ryu dapat merasakan bahwa Sekte tersebut dikelilingi kabut putih.
" Wei'wei... Bukankah hari ini adalah hari pertama Suamimu berkunjung ke Sekte Kabut Ilusi. Apa seperti itu caramu menyambutnya?" Hong Kian menggoda Lan Liwei.
" Tentu saja... Tapi aku khawatir banyak anggota Sekte akan tertarik pada Suamiku." Lan Liwei merasakan hal itu tidak baik, mengingat Sekte Kabut Ilusi berasal dari Aliran Hitam.
Yang lebih dikhawatirkan lagi meskipun dari luar masih terlihat baik-baik saja, namun dari beberapa pengurus Sekte Kabut Ilusi tidak sepaham dengannya termasuk Guru Agung dan Tetua Agung dimana mereka sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir namun memiliki kemampuan tersembunyi.
" Wei'er... Sebaiknya kamu jangan bersembunyi dibalik bayangan yang bisa mencelakaimu di kemudian hari." Ryu memahami apa yang dikatakan Lan Liwei.
" Gege... Mungkin kamu tau kenapa aku memberikan Sumberdaya secara adil, aku berharap agar mereka bisa berubah fikiran." Ucap Lan Liwei.
" Wei'wei... Bukankah itu akan lebih berbahaya lagi? " Hong Kian menggelengkan kepala.
" Baik Gege... Tapi aku harus menceritakan tentang kedatanganmu dua hari lagi. Dengan begitu kita akan mengetahui siapa yang menentangku." ucap Lan Liwei.
" Satu lagi... Sekte ini sebagian besar adalah wanita. Mereka lebih keji dibandingkan dengan anggota Pria yang bisa dihitung dengan jari. Mereka sangat berniat ingin membangkitkan leluhur Rubah Langit berdarah Iblis."
" Meskipun aku tau salah satu dari leluhur pendiri Sekte Kabut Ilusi adalah Ratu Rubah langit yang dimiliki oleh Yue'yue. Tapi Rubah Langit berdarah Iblis jauh lebih kuat." Lan Liwei menjelaskan tentang dua leluhur pendiri Sekte Kabut Ilusi tersebut.
Lan Liwei juga menceritakan jika Rubah Langit Iblis bangkit, maka dia akan membuat kekacauan yang dimana targetnya adalah Seorang Pria dan menyerap energi mereka hingga sampai kering dengan cara berhubungan intim.
Itulah kenapa banyak Anggota Pria Sekte Kabut Ilusi sering dijadikan tumbal jika tidak menemukan tumbal dari luar Sekte.
Lan Liwei juga belum mengetahui secara pasti bagaimana proses tersebut, karena mereka melakukannya secara diam-diam selama puluhan tahun belakangan yang hanya diketahui oleh Tetua Agung yang usianya lebih dari dua ratus tahun.
" Hanya ada dua cara. Pertama, kamu tinggalkan Sekte ini. Kedua, kita harus mencegah hal itu." ucap Ryu.
" Gege... Itulah kenapa aku masih tetap disini. Jika tidak ada yang menekan pergerakan mereka, aku khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk." Lan Liwei terlihat khawatir.
" Apa yang dikatakan Wei'wei benar. Jika tidak ada yang menghalanginya, maka kebangkitan Rubah Langit Iblis tidak bisa dihindarkan lagi." Hong Kian menimpal.
Mendengar ucapan tersebut Ryu kembali berfikir bagaimana cara menghentikan hal tersebut. Namun dia merasa sedikit tertarik dengan Rubah Langit Iblis tersebut, dan ingin menjadikan sosok Itu menjadi Hewan Kontrak untuk Huli Yue karena mereka memiliki kemiripan.
Meskipun merasa tidak yakin, Ryu berniat akan mencobanya dengan mengikuti rencana mereka.
Ryu pun berbisik kepada Lan Liwei mengenai rencananya yang membuat Lan Liwei membulatkan mata, namun karena tidak ada pilihan lain dia pun mengangguk setuju.
__ADS_1
" Baiklah Gege... Aku akan mengabarkan kedatanganmu hari ini. Dua hari lagi kita akan menemui mereka." Lan Liwei menyetujui hal tersebut meskipun sedikit khawatir akan keselamatan Ryu.
Dengan segera Lan Liwei keluar dari kediamannya menuju ruang rapat Sekte dimana terlihat ada beberapa Tetua yang ada di tempat itu.
" Salam Matriak." Sambut mereka serempak.
" Langsung saja... Dua hari lagi Suamiku akan datang kesini. Aku harap kalian bisa berkumpul untuk menyambut kedatangannya karena bagaimanapun dia adalah Kaisar kita." Lan Liwei bersuara sambil melirik beberapa sosok yang ada di tempat itu.
Mendengar ucapan dari Lan Liwei, ada beberapa Tetua sangat senang penuh keserakahan namun ada beberapa yang terlihat khawatir akan keselamatan Ryu.
Dari situ Lan Liwei dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa Tetua yang ingin berniat jahat kepada Suaminya. Namun karena Ryu sendiri yang meminta agar dia akan dijadikan sebagai umpan, maka Lan Liwei hanya bisa berharap agar Suaminya tidak mendapat celaka.
Setelah menyampaikan hal itu, Lan Liwei kembali ke kediamannya sambil memikirkan cara agar rencana mereka berjalan mulus.
Untuk menghadapi segala kemungkinan, Ryu membawa Hong Kian dan Lan Liwei kembali ke Dunia Quzhu.
Saat berada di Dunia Quzhu, Ryu langsung menuju ruang Kultivasi untuk meningkatkan kekuatan fisik dan lingkaran Qi miliknya.
Di sisi lain Jinying yang sudah mengetahui rencana mereka, kini terlihat khawatir atas tindakan tersebut yang bisa membahayakan keselamatan Ryu.
' Dasar bodoh... Kalian fikir rencana itu akan berhasil.' Jinying sambil memikirkan cara agar bisa menyelamatkan Ryu nantinya.
Secara diam-diam Jinying keluar dari Alam Jiwa langsung menuju ruang Sumberdaya sambil memperhatikan beberapa benda yang ada di tempat itu hingga tertuju pada sebuah botol di balik sudut ruangan.
" Racun kelinci merah? Tidak ada pilihan lain. Aku harus menggunakan ini. Dengan begitu aku juga bisa meningkatkan Kultivasi." Jinying memasukkan botol tersebut ke Cincin miliknya lalu kembali ke Alam Jiwa.
...----------------...
Di sebuah Goa yang tidak jauh dari Sekte Kabut Ilusi, terlihat beberapa sosok yang sedang berlutut di depan Patung berbentuk Serigala memiliki ekor sembilan.
Di bawah Patung tersebut ada sebuah Peti besar berisi sosok jasad sosok Wanita memakai gaun merah.
Di depan Patung tersebut juga terdapat sebuah Altar persembahan yang terbuat dari batu dengan berbagai macam ukiran kuno.
" Tetua... Apakah itu benar?" Tanya satu sosok Wanita yang masih terlihat muda namun sudah berusia lebih dari dua ratus tahun yang berdiri di samping Altar.
" Benar Tetua Agung.... Aku sendiri mendengar ucapan dari Matriak bahwa Kaisar Ryu akan kemari dua hari lagi." ucap Tetua.
" Guru Agung... Bagaimana pendapatmu?" Tanya Tetua Agung kepada sosok Wanita yang masih terlihat muda namun sudah berusia lebih dari seratus tahun yang ada di samping Altar.
" Sudah lama aku ingin menjadi Matriak di Sekte Kabut Ilusi. Tentu saja aku tidak akan menyiakan kesempatan ini." Ucap Guru Agung.
" Lalu apa rencana kita?" Tanya Tetua.
" Jika saja Matriak Liwei sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir, aku rasa Suaminya pasti lebih tinggi dari itu. Itu artinya kita harus memiliki rencana yang matang. Jika kita mendapatkan korban yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir, maka leluhur kita semakin cepat untuk bangkit."
" Selama ini kesusahan untuk mencari korban, itu karena Matriak mengubah aliran Hitam menjadi Aliran Netral yang membuat pergerakan kita terhenti." ucap Guru Agung.
" Kaisar Ryu pernah membunuh tiga murid kita, Itu artinya dia kebal terhadap racun dan ilusi. Hanya satu yang membuat dia tunduk, yaitu serbuk mata merah. Serbuk mata merah pernah aku dapatkan saat aku menjadi murid Perguruan Hantu Malam." Ucap salah satu Tetua.
__ADS_1