
Di dalam perjalanan, Ryu juga meminta kepada Tou Shuijing untuk beristirahat ketika hari mulai gelap untuk memulihkan tenaga.
Jiu Tou She dan Tou Shuijing juga secara bergantian untuk terbang, hingga kini mereka sudah mencapai Kota Dazuo dan meminta untuk mendarat di sebuah Hutan kecil yang tidak jauh dari Gerbang Kota.
Di Hutan kecil tersebut Ryu kembali memanggil Dao Luo, Yan Ran, Luan Hua, Wenlie, Guang Cheng, Wu Tian dan Yu Wei untuk melengkapi kelompok mereka.
" Dua hari lagi penerimaan Murid Baru akan diadakan di Kota Ini. Aku harap kalian semua lolos dalam seleksi tersebut. Aktifkan Armor Pelangi kalian untuk menyamarkan tingkat Kultivasi menjadi Pendekar Bumi tahap akhir." Ucap Ryu.
" Baik Dewa Agung." Sahut mereka bersamaan.
Ryu juga memberikan Armor Pelangi kepada Tou Shuijing dan Jiu Tou She agar menyamarkan tingkat Kultivasi mereka menjadi Pendekar Bumi tahap akhir.
Merasa semua sudah selesai, Ryu membawa mereka menuju ke arah Pintu Gerbang Kota Dazuo.
Sambil menunggu hari yang ditentukan, Ryu dan 9 bawahannya mencari sebuah Penginapan untuk menginap selama beberapa hari.
*****
Pada hari yang telah ditentukan, Ryu keluar dari kamar Penginapan diikuti 9 anggota Pasukan Semesta yang juga telah keluar dari kamar masing-masing.
" Salam Dewa Agung."
" Salam Tuan Muda."
Tou Shuijing, Jiu Tou She dan tujuh anggota Pasukan Semesta memberi hormat.
" Mmmm... Sekarang kita pergi ke tempat seleksi." Ryu membawa mereka keluar dari Penginapan menuju lapangan Kota dimana tempat seleksi calon Murid diadakan.
Terlihat di seluruh Sudut Kota kini para Kultivator dari berbagai Sekte kecil dan menengah maupun Kultivator bebas terlihat memenuhi ruas jalan yang membuat Ryu dan bawahannya terlihat kesulitan.
Karena tujuan mereka sama, Ryu dan 9 bawahannya lebih memilih untuk berjalan barisan paling belakang.
__ADS_1
Setelah cukup lama menunggu antrian, Ryu dan 9 bawahan yang bersamanya kini mendapat giliran untuk diperiksa tingkat Kultivasi mereka oleh beberapa Tetua Sekte Kabut beracun.
Ryu memberi isyarat kepada 9 bawahannya untuk diperiksa terlebih dulu, sedangkan dia memilih untuk terakhir sambil memeriksa di sekitar dimana 50 Tetua tengah sibuk dengan tugas mereka masing-masing.
Setelah beberapa saat, kini giliran Ryu yang diperiksa membuat Tetua Sekte sedikit mengerutkan Keningnya.
" Anak muda... Jika boleh tau apa kamu berasal dari Sekte Besar?" Tanya Tetua tersebut.
" Maaf Senior... Aku belum pernah menjadi Murid Sekte. Aku hanya seorang petualang. " Ucap Ryu sedikit bersandiwara.
" Sepertinya kamu memilih Sekte yang tepat. " Tetua Sekte senyum penuh makna.
Setelah menunggu cukup lama, seleksi tingkat Kultivasi telah berakhir. kini semua pendaftar dibagi menjadi 2 Kelompok dimana kelompok pertama untuk Pendekar Bumi tahap menengah yang terhitung 570 orang dan kelompok kedua untuk Pendekar Bumi tahap akhir terhitung 340 orang, termasuk Ryu dan 9 bawahannya.
Sedangkan untuk Kultivator yang masih mencapai Pendekar Bumi tahap awal dinyatakan gugur.
Setelah semua berkumpul ditempat yang sebelumnya ditentukan, kini terlihat sosok Pria Tua berambut putih usia kisaran 60 Tahun, namun sebenarnya dia sudah berusia 900 tahun lebih sedang menuju mimbar.
" Mohon perhatiannya sebentar. Perkenalkan namaku Zhang Mo, salah satu Tetua Sekte Kabut Beracun. Untuk calon Murid yang mencapai Pendekar Bumi tahap akhir langsung dinyatakan lulus seleksi pertama menjadi calon Murid Inti. Sedangkan untuk Pendekar Bumi tahap menengah, harus diadakan latih tanding. Peringkat 10 Keatas, kami akan mengangkat mereka menjadi Murid Dalam dan Peringkat 11 sampai 25 akan menjadi murid luar." Ucap Tetua Zhang Mo.
Selah selesai berbicara, Tetua Zhang Mo turun dari mimbar menuju Murid baru yang sudah mencapai Pendekar Bumi tahap akhir.
" Selamat untuk kalian semua. Tidak kusangka tahun Ini sangat banyak generasi muda yang sudah mencapai Pendekar Bumi tahap akhir." Tetua Zhang Mo senyum lebar.
" Terimakasih Tetua." 340 calon Murid Inti menundukkan kepala.
" Sekarang kalian boleh istirahat sambil menunggu seleksi berakhir." Lanjut Tetua Zhang Mo meminta murid Inti beristirahat.
Para Prajurit pun membawa mereka ke sebuah bangunan luas yang telah disediakan pihak Walikota.
Ryu dan Murid inti yang lain, kini menuju bangunan tersebut dimana semua mengambil kunci kamar masing-masing sesuai dengan nomor telah diberikan.
__ADS_1
Ryu yang sudah berada di kamarnya, kini langsung membaringkan tubuhnya untuk Istirahat.
Satu hari berlalu, semua calon Inti kini diminta kembali menuju lapangan Kota agar bisa berangkat bersama Murid dalam dan murid luar yang sudah selesai.
" Sekarang Kalian semua telah lulus untuk seleksi tahap pertama. Sekarang kita akan menuju tempat seleksi berikutnya." Tetua Zhang Mo membawa calon Murid menuju ke arah timur dari Kota Dazuo.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga hari Patriak Zhang Mo membawa mereka menuju sebuah dataran yang terlihat hamparan tanah tandus.
" Seleksi ini adalah Perintah dari Patriak Sekte Kabut Beracun. Di tengah-tengah tanah tandus ini ada sebuah Danau. Di kedalaman Danau itu, kalian bisa menemukan Ginseng Air. Jika kalian mendapatkan Ginseng Air tersebut, maka dialah yang berhak menjadi Murid resmi dari Sekte Kabut Beracun." Ucap Tetua Zhang Mo.
" Hanya di Danau itulah Ginseng Air bisa tumbuh. Namun mereka sangat sulit ditemukan karena Danau tersebut sangat dalam. Jadi, aku sarankan kalian berhati-hati, karena di tanah gersang ini jauh lebih mengerikan dari Hutan larangan." Lanjut Patriak Zhang Mo.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu dan 9 bawahannya senyum kecut dimana Ginseng Air tumbuh banyak di Dunia Quzhu.
Namun agar tidak menjadi pusat perhatian, mereka juga seakan ikut serta untuk mencarinya meskipun harus mengambil jalur lain.
" Waktu kalian hanya tiga hari. Jadi kalian bisa menemukannya secepat mungkin." Ucap Patriak Zhang Mo.
Para calon Murid pun dengan segera bergerak cepat agar bisa mendapatkan Ginseng Air dimana mereka berfikir Ginseng Air adalah Harta langit yang paling sulit ditemukan.
Namun untuk Ryu dan 9 bawahannya kini hanya berjalan santai sambil memperhatikan keadaan sekitar.
Setelah berjalan cukup Jauh, Ryu dan 9 bawahannya memilih untuk pergi ke Dunia Quzhu untuk mengambil Ginseng Air agar terlihat masih segar dimana Mereka masing-masing membawa satu agar tidak menimbulkan perhatian.
Ryu pun meminta kepada 9 bawahannya untuk kembali ke kediaman masing-masing, sedangkan Ryu kembali ke tanah tandus dimana mereka sebelumnya berada.
Ryu terus melanjutkan perjalanannya untuk mencari Penguasa Elemen Tanah berada. Diapun terus berjalan hingga melewati beberapa tempat dimana tanah tandus tersebut seperti membentuk ombak berbagai tempat.
Hingga pada malam hari, Ryu terus menyusuri hamparan tanah gersang tersebut melewati ratusan Hewan Roh tingkat langit, namun Ryu lebih fokus pada tujuannya hingga merasakan terpaan lembut tampak seperti debu tanah bagian sisi kirinya.
Mendapatkan sebuah tanda tersebut, Ryu berjalan lurus ke arah tersebut dimana dia sangat yakin bahwa terpaan debu tanah itu adalah dari Penguasa Elemen Tanah.
__ADS_1
Malam kini berganti dengan pagi dimana Ryu yang terus berjalan semalaman kini tampak dihadapannya sebuah Bukit besar dimana tumbuh sebuah Pohon yang terlihat aneh.
Ryu pun terus berjalan mendekati Bukit tersebut hingga semakin dekat hingga Bukit tersebut semakin jelas.