
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" Gege... Kami melakukan ini agar Gege selalu mendapatkan Keberuntungan. Karena ini adalah hal Sakral, maka kami melakukannya kepada orang yang tepat dan pasti adalah orang yang kami Cintai." Zhao Luyi mengambil dua buah Botol giok.
" Gege... Ini adalah Air Suci dari Klan Kami." Zhao Luyi menuangkan air tersebut ke sebuah cawan lalu memberikan kepada Ryu.
" Minumlah! tapi jangan kamu minum semuanya, sisakan setengahnya untukku." Zhao Luyi menyodorkan kepada Ryu agar meminumnya.
Setelah sisa setengah, Zhao Luyi meminta Ryu untuk melakukan hal yang sama kepadanya.
Meskipun Ryu belum faham, namun dia mengikuti arahan dari Zhao Luyi.
Begitupun dengan Zhao Liying, dia juga mengeluarkan dua botol Giok lalu menuangkan ke sebuah cawan melakukan hal yang sama seperti Zhao Luyi dan Ryu sebelumnya.
" Gege... Air suci ini hanya berlaku sekali seumur hidup dan ketika kami masih Suci. Setelah itu, Air suci ini kembali seperti air biasa." Zhao Luyi menerangkan.
Setelah meminum Air suci tersebut Ryu merasakan ada sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya hingga berhenti di Meridiannya.
Meskipun tidak tau dengan jelas fungsi dari Air tersebut, namun Ryu yakin apa yang diberikan oleh Zhao Luyi dan Zhao Liying suatu saat akan membantunya.
" Yi'er, Ying'er... Terimakasih." Ryu berkata dengan tulus.
" Sudah menjadi kewajiban kami untuk melakukannya kepada orang yang kami Cintai." ucap Zhao Luyi.
" Kalau begitu, aku pamit dulu." Ryu beranjak dari tempat mereka.
" Baik Gege... Nanti kami akan kesana." Ucap Zhao Luyi.
" Mmmm." Ryu mengangguk tanpa menoleh menuju ke Kamar Utama.
Setelah berada di dalam Kamar Utama Istana, Ryu mengeluarkan Cincin Ruang dari Kelima Leluhur Kerajaan yang mereka taklukkan.
Dari kelima Cincin Ruang Surgawi tersebut Ryu tertarik kepada Sosok Naga yang memiliki Kepala bercabang 7 yang terlihat masih lemah.
" Sepertinya aku harus pergi ke Dunia Quzhu untuk memeriksanya." Ryu beranjak dari duduk namun kini terhenti karena kedatangan Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying.
" Gege... Kami sudah membawa makanan untukmu." Nan Sian menyusun makanan di atas meja diikuti Zhao Luyi dan Zhao Liying.
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu duduk kembali.
__ADS_1
" Mungkin makanan ini tidak seenak buatanmu, tapi aku harap kamu menyukainya." Nan Sian menyodorkan makanan ke depan mulut Ryu.
Melihat hal itu, Ryu langsung melahap makanan tersebut.
" Gege... Apa kamu mau mencoba makanan buatanku?" Zhao Luyi juga menyodorkan makanan di depan mulut Ryu.
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu memakannya.
" Gege... Kamu juga harus mencoba masakanku. " Zhao Liying kembali menyodorkan makanan di depan mulut Ryu.
" Aku akan mencoba semuanya." Ryu dengan senang hati melahap makanan tersebut.
" Bagaimana menurut Gege? Masakan siapa yang paling enak?" Tanya Nan Sian.
" Semua makanan kalian sangat Enak, apalagi disuguhkan langsung dari Wanita yang Cantik." Ryu sedikit menggoda.
Mendengar ucapan dari Ryu Ketiga Wanita tersebut langsung memasang wajah memerah meskipun mereka tau Ryu hanya menggoda mereka.
Sambil berbincang kecil, mereka telah menyelesaikan makanan mereka, Zhao Liying juga merapikan meja lalu membawa semua tempat hidangan menuju Dapur Istana.
" Aku mandi dulu." Ryu beranjak dari tempat duduk menuju kamar mandi.
Hingga beberapa saat Ryu keluar kini terlihat Nan Sian sudah menyediakan Pakaian untuk Ryu.
" Gege... Kamu coba Pakaian ini! aku harap kamu menyukainya." Nan Sian mengganti pakaian Ryu dengan yang baru.
" Terimakasih Sian'er." Ryu tersenyum seraya mencium kening Nan Sian.
Merasakan ciuman di keningnya, seketika darah Nan Sian seakan terpompa dengan suasana hati yang berbunga-bunga.
" Apa Gege cuma memberikan ciuman kepada Permaisuri Sian saja?" Zhao Luyi berharap kepada Ryu agar melakukan hal yang sama untuknya.
Setelah beberapa saat kini Zhao Liying telah muncul langsung duduk di samping Zhao Luyi.
" Kebetulan kalian berkumpul disini, Aku akan membawa kalian ke suatu tempat." Ryu mengibaskan tangannya membawa Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying menuju Dunia Quzhu.
" Gege... Tempat apa ini?" Ketiga Istrinya terlihat kagum dengan pemandangan di sekitar mereka.
Dengan sebuah senyuman Ryu menjelaskan kepada mereka tentang Dunia Quzhu dan segala isinya.
Ryu juga membawa mereka ke berbagai tempat di seluruh Dunia Quzhu dan memperlihatkan berbagai macam Sumberdaya dan Harta langit.
Melihat hal tersebut Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying tidak henti dengan rasa kagum melihat hal tersebut dimana mereka seperti mengalami sebuah mimpi.
" Gege... Pantas saja kamu tidak menginginkan Upeti yang begitu banyak kepada Empat kerajaan kecil itu." Nan Sian menatap Tumpukan Batu Roh yang tidak pernah ada habisnya.
" Mmmm... Jika kalian menginginkannya, kalian bisa ambil sepuasnya." ucap Ryu.
" Gege... Untung saja tempat ini tidak bisa diketahui orang lain. Jika tidak, Semua Kultivator bahkan para Dewa rela bertarung sampai mati hanya untuk mengambil satu buah Harta langit ini." Ucap Zhao Luyi.
" Aku fikir juga begitu." ucap Ryu.
" Gege... Apa aku boleh mengajukan Permintaan?" tanya Nan Sian.
" Sian'er... Apa itu?" Tanya Ryu.
" Aku ingin berkumpul bersama Istrimu yang lain di tempat ini selamanya menjalani Kehidupan baru hingga sampai akhir hayat." Ucap Nan Sian.
" Aku juga menginginkan hal itu. Dengan begitu kita semua akan selalu bersama dan tidak bisa dipisahkan oleh jarak dan waktu." Zhao Luyi menimpal.
__ADS_1
" Aku juga memiliki pemikiran yang sama. Saat Siang hari kita bisa melakukan Aktivitas seperti biasanya dan pada sore hari kita akan berkumpul di tempat ini." ucap Zhao Liying.
" Aku akan kebingungan memanggil kalian, karena sebelumnya aku sudah memiliki 15 Istri. Ditambah lagi dengan kalian, Bing Ruyue, Hong Kian dan Lan Liwei. Itu artinya Aku sudah memiliki 21 Istri." Ryu menggelengkan kepala tidak menyangka bahwa dia memiliki Istri sebanyak itu.
Mendengar ucapan tersebut Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying terdiam sejenak setelah beberapa kini tersenyum kembali sambil menatap ke arah Ryu.
" Gege... Aku pernah membaca sebuah Kitab dari Suku Kuno. Suku Kuno meramalkan akan ada Dewa baru yang terlahir secara tidak sengaja. Mereka menamakannya Sang Dewa Agung yang memiliki berbagai macam Keahlian dengan sebuah tanda... " ucapan Nan Sian terhenti lalu menatap ke arah Ryu dengan Intens.
" Sian'er... Aku hanya manusia biasa, tidak mungkin aku memiliki kekuatan seperti Dewa." Ryu menepis apa yang dikatakan Nan Sian.
Mendengar ucapan dari Ryu, Nan Sian kembali berfikir mengingat kembali serangkaian kejadian selama ini saat melakukan perjalanan bersama Ryu.
" Gege... Meskipun kamu memiliki banyak Istri, bersamamu seperti ini sudah cukup untukku. " Ucap Zhao Luyi.
" Gege... Apa diantara Istrimu yang lain diantaranya adalah Pemilik Tubuh Abadi?" Nan Sian menyelidik.
" Sian'er... Apa maksudnya? Aku belum mengerti." Ryu mengerutkan kening masih menyembunyikan keberadaan Istrinya yang lain.
" Gege... Aku hanya memastikan saja. Karena dalam Kitab Ramalan tersebut dijelaskan Akan terlahir Dewa Agung dari Kultivator Petir Hitam. Dengan tanda yang lain Memiliki 13 Istri dari Pemilik Tubuh Abadi. 12 sebagai Proses Kelahiran Tubuh Agung dan satu lagi untuk memperkuat Akar Jiwa. Gege... Jika itu terjadi, jangan sampai keberadaan mereka diketahui Orang lain." Nan Sian memberikan sebuah Kitab yang terlihat lusuh terbuat dari Kulit Kayu.
Melihat ekspresi dari Nan Sian, Ryu langsung mengambil Kitab tersebut lalu membacanya.
" Apa? kenapa keterangan ini sangat mirip denganku." Ryu merasa ngeri melihat dari halaman ke halaman lain yang menunjukkan bahwa 13 Istrinya tersebut akan menjadi Incaran Seluruh Makhluk yang sangat kuat dan mengerikan.
' Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus mencari cara untuk melindungi mereka ' Ryu berkeringat dingin.
" Gege... Sepertinya Kamu dan 13 Istrimu akan hidup abadi. Asalkan kalian mampu mencapai Pendekar Semesta." Ucap Nan Sian.
Setelah beberapa lama Ryu menutup kembali Kitab tersebut yang kini terlihat murung.
" Kekuatan besar akan menghadapi masalah besar. Aku harus mempersiapkan segalanya sebelum itu terjadi." Ryu bergumam sambil menatap ke arah Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying secara bergantian.
" Sian'er... Terimakasih banyak." Ryu merasa tertolong dengan apa yang dikatakan Nan Sian dan kitab tersebut.
" Mmmm." Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi mereka." ucap Nan Sian.
" Sebaiknya kita kembali ke Istana." Ryu mengajak mereka kembali ke Istana Emas agar mereka bisa istirahat.
Setelah berada di Istana, Ryu meminta mereka untuk memilih Kamarnya masing-masing karena kebetulan masih banyak Kamar yang kosong.
Setelah berada di Kamar Utama Istana Emas, Ryu berfikir keras lalu mengeluarkan 3 Inti Roh Hewan Ilahi dari Beruang, Kucing dan Elang yang dia dapatkan sebelumnya.
" Aku harus mengisi Inti Roh ini terlebih dulu." Ryu menuju Alam Jiwa.
Saat berada di Alam Jiwa, Ryu melihat Jinying sedang duduk bersila hingga dia pun melepaskan Spiritualnya menyatukan Ketiga Inti Roh Hewan Ilahi di Akar Jiwa miliknya.
Selesai menyatukan Inti Roh tersebut Ryu keluar dari Alam Jiwa kini langsung membuka mata.
Untuk mengisi waktu, Ryu mengambil semua Kitab dari Kelima Cincin Ruang dari Kelima Leluhur Kerajaan.
Waktu terus berjalan Ryu terus membaca beberapa Kitab untuk menyatukan semua pengetahuan yang dia miliki.
...****************...
Berhubung dengan adanya saran dari Pihak Novel, karena sampul dan Judul masih kurang menarik namun memiliki Cerita yang Bagus. Dengan segala pertimbangan Penulis akan membuat judul baru dan Sampul baru dari Novel ini, namun tidak mengubah dari Cerita sebelumnya bahkan kisahnya akan lebih seru.
Sebelumnya Penulis mengucapkan terimakasih kepada para pembaca setia yang selalu memberikan Like dan Komentar akan menjadi acuan untuk Penulis menyelesaikan cerita ini.
Dengan ini juga Penulis mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, karena Penulis baru pertama kali membuat Novel.
__ADS_1