
Di Dunia Quzhu, Ryu langsung bertemu dengan para Istrinya yang baru saja terlihat seperti habis melakukan pertarungan.
" Gege... Apa terjadi masalah di luar sana?" Sheng Zhishu dan yang lain menatap ke arah Ryu.
" Sudah selesai." Ryu menjawab dengan singkat.
" Kenapa Gege tidak memanggil kami?" Ketus Xin Chie karena tidak ingin melewatkan pertarungan.
" Mereka terlalu lemah... Jadi aku hanya meminta kepada Chaizu, Jiejia Dao Luo dan Yan Ran saja yang membereskan mereka." ucap Ryu.
" Lalu bagaimana dengan Wu Tian?" Tanya Sheng Zhishu karena Pemuda itu terbilang paling lemah diantara bawahan Ryu.
" Dia masih belum mampu untuk bertarung, aku khawatir jika dia terbunuh. Kita membutuhkan tenaganya untuk mengelilingi Dunia. Setelah kita sudah berada di Benua Utara, aku akan membawanya ke Dunia Quzhu agar dia bisa berlatih. Apa kalian tidak keberatan?" Ryu bertanya kepada Istrinya.
" Aku tidak setuju karena dia seorang Pria." Jawab Huli Yue dengan tegas.
" Aku juga tidak setuju." Yang lain ikut menimpal.
" Lalu bagaimana dengan para tawanan wanita yang baru kami selamatkan? Mereka sangat lemah, jika mereka tidak bisa membela diri maka hal yang buruk akan terjadi lagi pada mereka." ucap Ryu.
Mendengar ucapan dari Ryu, Sheng Zhishu dan yang lain sejenak berfikir untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Sebagai sesama wanita, pasti menginginkan kehidupan yang layak. Bukan selalu ditindas oleh para pria yang arogan dimana terkadang banyak kaum wanita sebagai korban.
" Gege... Bukannya kami tidak ingin membantu mereka. Aku tidak ingin Dunia Quzhu ini diketahui banyak orang. Lebih baik Gege gunakan saja salah satu kamar di Kapal Udara sebagai Dunia yang baru untuk mereka. Untuk masalah Sumberdaya dan Harta langit, kita bisa berikan kepada mereka." Sheng Zhishu memberi usul, meskipun mereka tidak berniat untuk berbuat buruk di Dunia Quzhu, namun dia memahami bahwa ada beberapa Kultivator yang bisa membaca pikiran seseorang.
Ryu pun mengangguk setuju, mengingat sosok misterius yang pernah menyamar menjadi dirinya untuk membaca pikiran Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan saat ada di Istana Kekaisaran Awan.
" Baiklah... Nanti aku akan membuatnya," ucap Ryu.
Mereka pun berbincang ringan sambil mengisi waktu senggang dengan bertukar pikiran mengenai bermacam hal; mulai dari tingkat Kultivasi, Alkemis dan pengetahuan yang lain.
" Gege... Pedang milikmu adalah Senjata Roh tingkat langit, tapi kenapa kekuatannya sangat mengerikan. Bahkan pengguna Teknik Tubuh Baja saja bisa ditembus." Huli Yue tiba-tiba melemparkan pertanyaan kepada Ryu.
Mereka teringat saat menghancurkan Sekte Ular dimana Pedang milik Ryu bisa membunuh ketiga Tetua yang memiliki Teknik tubuh baja.
" Aku juga tidak tau. Tapi sepertinya Pedang Naga Petir bisa menyamai Pusaka langit, karena dia diciptakan di Dunia Fana. Tidak hanya itu saja, Pedang Naga Petir sudah ditingkatkan di Dunia Fana dan Dunia Setengah Abadi. Mungkin akibat gabungan itu, Pedang Naga Petir memiliki kelebihan tersendiri." Ryu menjelaskan kepada mereka mengenai Pedang yang dia miliki.
__ADS_1
Di Dunia Fana, Pedang Naga Petir ada Senjata Kelas Dewa dan di Dunia Setengah Abadi disebut Senjata Roh tingkat langit sehingga Ryu menganggap bahwa Pedang Naga Petir memiliki perbedaan dari berbagai jenis Senjata bahkan bisa dibilang setara dengan Pusaka langit.
Hanya saja perbedaannya dimana Pedang Naga Petir diciptakan oleh manusia, sedangkan untuk Pusaka langit diciptakan oleh para Dewa tertinggi yang memiliki kemampuan khusus.
" Mungkin saja karena Pedang Naga Petir sering ditingkatkan kemampuannya dengan Inti Roh Siluman dan Inti Roh dari Hewan Roh di Dunia ini." Xin Chie berasumsi mengingat Ryu sudah banyak menggunakan Inti Roh untuk Pedang tersebut.
Mendengar ucapan tersebut semua berpikir hal itu cukup masuk akal, sehingga mereka tidak terlalu membahas lagi.
Saat hari sudah sore di Dunia Quzhu, mereka memilih untuk beristirahat agar keesokan harinya bisa kembali Berkultivasi.
*****
Pada keesokan hari di kapal udara, Ryu langsung menemui bawahannya untuk menyampaikan berbagai hal.
" Selamat pagi Tuan." Sambut mereka serempak.
" Hmmm... Sepertinya Shuijing masih belum kembali." Ryu tidak dapat merasakan Aura dari Tou Shuijing di kapal udara.
" Tuan... Mungkin dia akan menyusul." Jawab Chaizu.
" Baik Tuan." Jawab Jiejia.
" Tuan... Sepertinya kami tidak layak mendapatkan tugas itu. Apalagi kami orang baru di tempat ini."
Yu Wei dan Yu Min merasa tidak enak mendapatkan tugas itu, karena mereka sudah melihat sendiri bagaimana banyaknya Sumberdaya dan Harta langit di gudang penyimpanan.
" Aku memilih kalian, karena kalian berdua sudah paham. Apa menolak?" Ryu menatap ke arah kedua wanita itu.
" Tidak Tuan... Kami tidak berani. Justru kami sangat senang dengan tugas yang diberikan Tuan." Yu Min dan Yu Wei terlihat gugup takut Ryu akan tersinggung.
" Baiklah... Sekarang kalian semua ikutlah denganku." Ryu berjalan ke arah sebuah kamar yang kosong yang terletak paling ujung.
Dao Luo dan yang lain langsung berjalan mengikuti Ryu, meskipun belum tau apa yang akan Ryu lakukan.
Setelah beberapa saat mereka sudah berdiri di depan pintu kamar dimana Ryu langsung menciptakan sebuah pola lalu meletakkan delapan Batu Bintang seukuran kepalan di bagian sisi Pintu tersebut.
Melihat apa yang dilakukan oleh Ryu, semua saling berpandangan satu sama lain namun tidak ada yang berani bertanya.
__ADS_1
Dalam hitungan detik kedelapan Batu Bintang tersebut mengeluarkan cahaya hingga secara perlahan mulai memudar dan kedelapan Batu Bintang itu menghilang.
" Ini adalah Dunia kecil yang aku ciptakan. Kalian bisa berlatih disini." Ryu langsung masuk ke dalam pintu tersebut hingga dalam hitungan detik langsung menghilang.
Meskipun terlihat ragu, Yu Min, Yu Wei, Dao Luo, Yan Ran dan yang lain juga masuk ke dalam kamar tersebut hingga terlihat sebuah lapangan luas yang ditumbuhi rumput hijau.
" Tuan... Dunia ini...." Dao Luo dan Yan Ran memang mengetahui bahwa ada orang yang bisa menciptakan Dunia kecil.
Tapi mereka tidak menyangka bahwa Ryu bisa menciptakan Dunia kecil.
" Mmm... Kalian bisa berlatih disini, karena disini memiliki waktu yang lebih cepat dari waktu yang sebenarnya." Ryu bicara dengan santai.
Sementara Yu Min, Yu Wei dan puluhan wanita yang lain masih berdiri mematung karena baru pertama kali masuk ke Dunia kecil.
" Tuan... Ini sungguh luar biasa. Dengan begini aku bisa lebih cepat menerobos Pendekar Surgawi." Dao Luo sangat kagum.
Begitupun dengan para Prajurit yang lain, mereka sangat senang dengan adanya Dunia kecil itu yang tentu saja mereka akan lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi.
" Mmm... Kalau begitu aku pergi dulu." Ryu langsung keluar dari tempat tersebut kembali ke kapal udara.
Tanpa menunggu lama, Dao Luo dan Yan Ran langsung memberi isyarat kepada prajurit mereka untuk Berkultivasi.
Begitu pun dengan Yu Min, Yu Wei dan puluhan wanita tersebut yang baru tersadar dari kekaguman mereka. Kini langsung mengambil tempat untuk Berkultivasi sesuai arahan dari Jiejia.
Saat berada di kapal udara, Ryu langsung berjalan ke ruang kemudi dimana tempat Wu Tian berada.
" Tuan Ryu." Wu Tian memberi hormat saat melihat kedatangan Ryu.
" Wu Tian... Berapa lama kita akan sampai ke Benua Utara?" Ryu bertanya kepada Wu Tian sambil mengambil tempat duduk.
" Karena kapal ini sangat cepat, mungkin akan membutuhkan waktu selama Dua Bulan jika tidak mengalami hambatan." Jawab Wu Tian.
" Wu Tian... Hambatan apa saja yang bisa ada di lautan ini?" Ryu kembali bertanya.
" Tuan Ryu... Di dalam lautan ini ada banyak sekali para Perompak. Yang paling berbahaya adalah Perompak Paus Biru, Perompak Kura-kura Iblis dan Serigala Lautan." Seketika wajah Wu Tian terlihat serius.
Wu Tian juga menjelaskan bahwa Ketiga Kelompok perompak tersebut memiliki anggota yang sangat kuat dan banyak yang tidak segan membunuh dan menjadikan para wanita sebagai tawanan sebagai pemuas nafsu mereka.
__ADS_1