SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
ZHANG QIXUAN 2


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Saat Sekte Pedang Kuno telah dihancurkan oleh Sekte Tengkorak Iblis, Zhang Fei berhasil menyelamatkan kedua Pusaka langit tersebut dan memberikan kepada Cucunya Zhang Qixuan.


Saat itulah Zhang Fei mendirikan kembali Sekte Pedang Kuno dan merekrut beberapa penduduk Desa di sekitar hingga sampai dimana Ryu juga pernah menjadi bagian dari Sekte Pedang Kuno.


Kembali kepada Qixuan yang sudah duduk di sebuah kursi kini langsung memainkan Kecapi miliknya.


Dari raut wajah Anggota Klan Liu yang sempat Ragu, kini sudah kecapi tersebut mulai memanjakan telinga mereka.


Dari lantunan suara Kecapi terdengar begitu indah membuat suasana hati mereka menjadi bahagia, aman dan tentram berbanding terbalik dengan suara Seruling.


" Ah... Sepertinya aku ingin hidup lebih lama lagi." ucap beberapa Tetua sambil menikmati suara Kecapi tersebut.


" Aku juga... Sepertinya semua beban hidup seakan terangkat." ucap yang lain.


Satu-persatu mereka memuji keindahan dari petikan Kecapi yang dimainkan oleh Qixuan mulai dari Anak-anak hingga sampai yang sudah Sepuh.


Semakin lama mereka semakin hanyut dalam Irama kecapi hingga tidak ada yang mengetahui sebuah cahaya keluar dari kening Qixuan hingga membentuk sebuah tatto berwarna merah darah seperti sebuah trisula.


Semakin lama Zhang Qixuan memainkan kecapi tersebut, Trisula itupun semakin terlihat jelas.


Merasa sudah cukup puas, Zhang Qixuan menghentikan petikan kecapi lalu memohon diri untuk beristirahat dan masuk ke kamar utama kapal.


Para anggota keluarga Klan Liu pun mulai membubarkan diri menuju ke kamar masing-masing dengan wajah yang terlihat cerah.


...----------------...


Di Dunia Abadi :


Delapan tahun telah berlalu sejak kepergian Ryu menuju Dunia Fana, terlihat semua Istri Ryu sedang berkumpul di Istana Yexuan sambil memperhatikan Anak-anak mereka sedang bermain di halaman Istana Yexuan yang juga diawasi oleh beberapa pelayan.


" Sudah lama Gege meninggalkan kita, aku khawatir terjadi sesuatu padanya." ucap Yuwang.


" Mungkin ada perbedaan waktu antara Dunia Fana dengan Dunia Abadi. Aku yakin Gege tidak mungkin melupakan kita." ucap Sheng Zhishu.


" Tapi anak-anak kita selalu mempertanyakan tentang Ayah mereka." ucap Ting Ye.

__ADS_1


" Kita harus bersabar, aku yakin Gege pasti pulang." ucap Xin Chie.


" Seharusnya kita memberikan kejutan pada Suami kita bahwa kita semua sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir." ucap Xie Hua.


" Aku tidak menyangka kita dengan senang hati meminum Pil penurun Kultivasi agar tidak ada lagi kesalahan." ucap Sheng Zhishu.


" Tapi aku rasa sekarang kita lebih kuat dari pada saat kita mencapai Pendekar Surgawi." ucap Ting Ye.


" Ye'ye benar... Pendekar Surgawi yang dulu ternyata hanyalah semu, karena kita terlalu memaksa dengan menggunakan kelopak Anggrek Nirwana dan kelopak bunga Es." ucap Xie Hua.


" Hua'hua benar... Yang kita butuhkan sekarang hanya menunggu Suami kita pulang agar dia menuntun kita untuk menerobos Pendekar Surgawi." ucap Tianhe.


" Sekarang kita sudah mengumpulkan 60 Inti dari Raja dan Ratu Hewan Roh. Jadi kita membutuhkan 40 Inti Roh lagi." ucap Yuwang.


" Tidak sabar ingin mencapai Pendekar Surgawi. Aku ingin merasakan kekuatan Pendekar Surgawi yang sesungguhnya." ucap Huli Yue.


" Sian'sian, Qi'qi, Wei'wei... Apa ada kabar dari pesanan Inti Roh Raja atau Ratu Hewan Roh?" Tanya Sheng Zhishu.


" Manager Assosiasi Matahari Timur di Kekaisaran Shin mengatakan, Inti Roh yang kita pesan sebelumnya didatangkan dari berbagai Benua lainnya." ucap Nan Sian.


" Assosiasi Matahari Timur di Kekaisaran Awan juga tidak menyediakan lagi pesanan kita." Ucap Ling Queqi.


" Di Kekaisaran Han juga sudah habis." ucap Lan Liwei.


" Aku mendengar Istana Kekaisaran Awan dan Shin sudah menjadi pusat perhatian dari kalangan Kultivator di seluruh Benua Timur karena semua Sumberdaya yang langka selalu diborong oleh kita." ucap Jiang Caiping.


" Yang aku khawatirkan jika seperti ini terus, maka akan terjadi sesuatu yang buruk. Menurut mata-mata yang aku sebarkan, Banyak Sekte Aliran Hitam maupun Sekte Aliran Putih mempertanyakan tentang seberapa banyak Harta yang dimiliki Kekaisaran Awan dan Shin. Karena Batu Roh yang kita keluarkan sudah diluar nalar." Lanjut Jiang Caiping.


" Ping'ping benar... Jika difikir lagi, Batu Roh yang kita keluarkan sudah menggunung. Wajar saja banyak yang curiga." Yunjiang menimpal.


Mendengar ucapan tersebut semua langsung terdiam karena apa yang mereka lakukan selama ini terlalu berlebihan.


" Aku sudah terlanjur meminta kepada Jenderal Heilong untuk membeli Sumberdaya terbaik dan jika ada Inti Roh Raja atau Ratu Hewan Roh, dia akan membelinya juga." Ucap Bing Ruyue.


" Untuk itu biarkan saja. Setelah itu kita hentikan untuk sementara. Lagi pula kita masih memiliki Sumberdaya di Dunia Quzhu." ucap Sheng Zhishu.


" Shu'shu benar... Yang penting kita semua sudah mendapatkan Inti Roh Hewan Ilahi dan sudah memperbaiki Akar Jiwa kita. Karena itu adalah rencana awal kita." ucap Huli Yue.


" Mmmm... Paling tidak kita sudah meringankan beban Suami kita." ucap Sheng Zhishu.


" Sekarang yang kita butuhkan hanya menunggu kedatangan Suami kita. Aku yakin dia sangat senang dengan anak-anaknya. Apalagi sekarang dengan kehadiran 23 Anak sekaligus, pasti suami kita akan pusing mengingat nama mereka." Huli Yue tersenyum seraya menggelengkan kepala.


Mereka pun beranjak dari tempat duduk menuju halaman Istana Yexuan Sambil mengawasi anak mereka yang berjumlah 23 dimana yang paling tua adalah Liu Guangxi yang sudah berusia lebih dari 9 Tahun, Liu Yexuan berusaha 9 Tahun.


Sedangkan 21 Anak lainnya terdiri dari 12 Pria dan 9 wanita yang terlihat tengah asik bermain dengan saudara mereka.


Tidak beberapa lama terlihat beberapa sosok yang muncul mendekati mereka yang diantaranya adalah sosok yang mereka kenal.


" Ibu... Siapa mereka?" Liu Guangxi berlari bersama saudaranya yang lain memeluk Ibunya masing-masing seakan meminta perlindungan.


" Sepertinya ada perbedaan waktu antara Dunia Fana dan Dunia Abadi." Ryu bergumam sambil menatap ke arah Istri dan anaknya.


Melihat apa yang ada di depan mereka, seluruh anggota keluarga Klan Liu merasa sesak nafas saat melihat Istri dan Anak Ryu.


Ada beberapa pemuda dari keluarga Klan Liu yang begitu terpesona dengan kecantikan Wanita yang di depan mereka.


Namun mereka berusaha untuk mengendalikan diri karena mereka berfikir bahwa itu semua adalah Istri Ryu yang mereka anggap sebagai Dewa penolong keluarga Klan Liu.

__ADS_1


Zhang Qixuan yang berada di samping Ryu juga seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, namun dalam hatinya sudah bulat akan tetap menjadikan Ryu sebagai Suaminya.


" Sepertinya Istana Yexuan ini sudah diisi anak-anak." Ryu tersenyum seraya mendekati mereka.


" Gege... Anak-anakmu sudah lama menunggu kedatanganmu." Sheng Zhishu tersenyum Ingin cepat memeluk Suaminya tersebut.


Namun karena banyak orang lain, Sheng Zhishu berusaha untuk menahan rasa rindunya.


Tidak hanya Sheng Zhishu saja, yang lain juga merasakan hal yang sama berusaha untuk menahan diri.


" Xi'er... Dia adalah Ayahmu yang sering kamu tanyakan itu. Ayo bawa Adikmu yang lain memberikan salam pada Ayahmu." Xie Hua menunjuk ke arah Ryu.


" Baik Ibu." Liu Guangxi mengangguk lalu berjalan mendekati Ryu.


Satu-persatu mereka memperkenalkan diri kepada Ayah mereka sambil memeluk Ayahnya dan memberitahukan siapa ibu mereka.


Ryu Pun membalas pelukan dari anak-anaknya penuh dengan kebanggaan dan kebahagiaan karena apa yang dia inginkan selama ini sudah tercapai.


Dari seluruh Anaknya tersebut Ryu tertuju pada Putrinya Liu Yunyi, anak dari Huli Yue yang namanya mirip dengan Leluhur mereka.


Untuk Anaknya bersama Nan Sian bernama Liu Sanhou juga terlihat mewarisi sifat Ibunya.


Semua anggota keluarga Klan Liu yang melihat kedekatan mereka seakan iri meskipun mereka berbagi Suami, namun mereka terlihat sangat harmonis.


Setelah Seluruh anaknya memperkenalkan diri, Ryu juga memperkenalkan semua Istrinya kepada anggota keluarga Klan Liu termasuk Zhang Qixuan.


" Gege... Sepertinya kamu membawa Istri baru lagi?" Yuwang memperhatikan Zhang Qixuan yang masih mengingat wajah dari wanita di samping Ryu.


" Xuan'er... Kemarilah! Aku tau perasaanmu, karena kita pernah berada di posisi yang sama." Xin Chie memberi isyarat kepada Zhang Qixuan sambil melirik ke arah Ryu.


" Chie'chie... Aku masih ingat kejadian itu, saat aku bersama Gege." Huli Yue tersenyum mengingat kembali saat Xin Chie ingin mendekati Ryu yang sudah menjadi Suaminya saat menjarah harta beberapa Sekte.


" Ah... Itu... Kamu jangan ungkit lagi." Xin Chie memasang wajah memerah.


Meskipun sedikit malu, Zhang Qixuan berjalan mendekati Xin Chie sambil menunduk.


Setelah beberapa saat, Ryu meminta kepada seluruh anggota keluarga Klan Liu untuk tinggal di Istana Yexuan, sedangkan untuk keluarganya Ryu memilih untuk tinggal di Dunia Quzhu.


Ryu juga meminta kepada Ayahnya Liu Meng agar tinggal di kamar utama Istana Yexuan dan beberapa Tetua yang lain untuk mengatur semuanya.


" Xuan'xuan... Apa kamu mau menjadi rekan timku? " Tanya Bing Ruyue.


" Maksudnya?" Zhang Qixuan menggelengkan kepala.


" Nanti kamu akan tahu sendiri." ucap Bing Ruyue.


" Kami yang lain sudah memiliki tim, hanya kamu dan Yue'yue saja yang belum." ucap Yuwang.


" Baiklah... Aku ikut timmu." Zhang Qixuan mengangguk setuju meskipun belum tau apa maksud dari tujuan mereka.


Mereka pun mengatur rencana Pernikahan Ryu dan Zhang Qixuan, dimana akan dilaksanakan di Tiga tempat sekaligus.


Untuk hari pertama akan dilangsungkan di Istana Kekaisaran Awan, Hari kedua akan dilangsungkan di Istana Kekaisaran Shin dan hari ketiga akan dilangsungkan di Istana Yexuan.


Dengan begitu akan terlihat adil, karena hanya mereka saja yang bisa berpindah dengan cepat dengan Teleportasi yang mereka miliki.


Ryu yang mendengar percakapan mereka hanya tersenyum dan mengangguk setuju.

__ADS_1


Semua Istrinya juga menceritakan tentang Inti Roh Hewan Ilahi yang dimana semua telah mereka dapatkan.


__ADS_2