
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Seminggu setelah kejadian, Ryu terus berlatih menyempurnakan Formasi Pelindung Yin-Yang Kura-kura hingga telah mencapai tahap sempurna lalu keluar dari Dunia Quzhu.
Di Kamar Utama Istana Ryu disambut oleh Xie Hua, Wang Mingjun, Shu Meilu Qin Shuomei dan Li Jilan.
" Gege... " Sambut mereka serempak.
" Mmmm." Ryu mengangguk sambil berjalan mendekati Guangxi yang terlihat sedang tertidur.
" Gege... Sepertinya zi'zi tidak ada di kamar akhir-akhir ini." ucap Wang Mingjun.
" Mungkin saja dia kembali ke Klan Ling atau Sekte Kuil Bambu." ucap Ryu yang tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.
" Tok... Tok... Tok..." Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar.
Mendengar suara ketukan Ryu berjalan mendekati pintu kamar lalu membukanya kini terlihat Pelayan.
" Mohon maaf mengganggu Yang Mulia Kaisar, di luar ada Empat sosok yang ingin bertemu dengan Yang Mulia Kaisar." ucap pelayan.
" Ingin bertemu denganku? Pelayan, apa kamu tau siapa mereka." tanya Ryu.
" Hamba tidak tau Yang Mulia Kaisar. tapi kata Pemimpin Penjaga Gerbang salah satunya bernama Chaizu." Pelayan menjelaskan.
' Chaizu? jadi kalian sudah sampai di sini ' Ryu membatin sangat senang.
" Pemimpin Penjaga masih menunggu Yang Mulia Kaisar di Ruang kerja." Pelayan melanjutkan.
" Baiklah... Biar aku yang kesana." Ryu bergegas menuju Ruang kerja Kaisar.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Sambut mereka yang ada di Ruang kerja Kaisar termasuk Pemimpin Penjaga Gerbang.
" Mmmm." Ryu menyapa ramah lalu menoleh ke arah Pemimpin Penjaga " Penjaga, suruh masuk keempat orang itu kesini untuk menemuiku." Ryu memberi Perintah.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Pemimpin Penjaga menundukkan kepala lalu meninggalkan ruangan.
Tidak beberapa lama terlihat tiga Sosok familiar di mata Ryu bersama sosok Wanita Cantik.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Keempat sosok tersebut memberi Hormat.
" Chaizu, Mayi, Mifeng... Aku senang kalian telah kembali." Ryu tersenyum lebar lalu menoleh ke arah satu sosok yang belum pernah dia melihatnya.
" Salam Yang Mulia. Hamba Jiejia, Istri dari Chaizu." Jiejia memperkenalkan diri.
__ADS_1
" Ah... Chaizu, sepertinya sekarang kamu sudah Dewasa." Ryu sedikit menggoda Chaizu.
" Ah... Itu..." Chaizu melirik ke arah Jiejia.
" Mana yang lain? Apa mereka juga berhasil?" tanya Ryu.
" Mereka semua telah berakhir Yang Mulia Kaisar. Mereka berada di suatu tempat." Chaizu tidak mungkin mengatakan keberadaan yang lain karena masih ada beberapa sosok di tempat itu.
Para Jenderal dan Para Menteri yang ada di tempat itu bertanya-tanya siapa Keempat Sosok tersebut karena begitu akrab dengan Ryu ditambah lagi dengan tingkat Kultivasi mereka sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah.
Hal itu tentu saja membuat mereka sedikit khawatir kecuali Jenderal Li Chun dan Jenderal Heilong yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah.
" Para Jenderal, Menteri, mereka adalah temanku sekaligus Saudara angkatku." Ryu menepis keraguan mereka.
Mendengar ucapan dari Ryu semua terlihat senang karena dengan adanya Keempat sosok tersebut tentu akan menambah Kekuatan Kekaisaran.
Setelah memperkenalkan Chaizu, Zi Mayi, Zi Mifeng dan Jiejia kepada seluruh Isi Istana, Ryu membawa mereka menuju Ruang Keluarga Kaisar dan meminta Pelayan untuk menyediakan Kamar untuk mereka.
Di Ruang Keluarga Kaisar juga muncul Xie Hua sambil menggendong anaknya juga Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, dan Li Jilan dimana saling memperkenalkan diri.
" Yang Mulia Putra Mahkota, kamu harus kuat seperti kami." Ucap Chaizu.
" Chaizu, Mayi, Mifeng, Jiejia, mari kita bicara di Dunia Quzhu." Ryu membawa mereka menuju Istana Emas.
" Sekarang kalian tidak perlu memanggilku Kaisar. Aku lebih senang dengan sebutan yang dulu." Ryu menatap mereka bergantian.
" Baik Tuan." ucap mereka.
" Tuan, kami membawa Hadiah untuk Tuan. Semoga Tuan menyukainya." Zi Mayi mengeluarkan sebuah Bak yang berisi Air Embun Surgawi.
" Air Embun Surgawi?" Ryu bergumam merasakan Aura dari Air tersebut.
" Benar Tuan. Kami hanya bisa membawanya segini." ucap Chaizu.
" Tuan, sepertinya Dunia Quzhu ada perubahan." Zi Mifeng tersadar diikuti yang lain juga merasakan.
" Kalau begitu yang lain juga akan senang." Chaizu mengeluarkan seluruh Pasukan Semesta.
" Salam Tuan." mereka menundukkan kepala.
" Mmmm." Ryu mengangguk.
" Gege... sepertinya kamu tidak perlu lagi mencari Air Embun Surgawi itu." Xie Hua ikut bersuara.
" Mungkin sekarang sudah cukup." ucap Ryu.
Setelah berbincang cukup lama, mereka kembali keluar dari Dunia Quzhu dimana Chaizu sudah mengembalikan semua Pasukan Semesta dan kembali ke kamar masing-masing.
Di Kamar Utama Ryu langsung mengirim pesan jiwa kepada Ketujuh Istrinya yang lain untuk menanyakan hasil meraka selama ini.
Tidak lama, Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang telah muncul di depan Ryu.
" Sayang... Sepertinya kami sudah berhasil." ucap Sheng Zhishu.
" Syukurlah..." Ryu menatap ke arah Istrinya lalu menoleh ke arah Xie Hua. " Hua'er... Kami akan melakukan penyerapan Inti Jiwa terlebih dulu. Sepertinya 12 Inti Jiwa sudah cukup." Ryu merasa dengan Tujuh Istrinya itu tidak perlu lagi Xie Hua mengeluarkan Inti Jiwa miliknya.
" Mmmm. aku tinggal disini saja merawat xi'er." ucap Xie Hua.
" Selamat Hua'er... mungkin kami juga akan menyusul." Yuwang juga merasa sudah waktunya untuk memberikan keturunan untuk Suami mereka.
Setelah berbincang sebentar, Ryu membawa Tujuh istrinya yang lain ke Dunia Quzhu langsung di Kamar Utama Istana Emas.
" Sayang... Walaupun kami sekarang sudah mencapai Pendekar Surgawi, tapi kekuatan kami masih seperti Pendekar Langit Tahap Menengah saja. " Xin Chie mulai bersuara.
__ADS_1
" Mungkin sudah waktunya Aku mengatakan hal ini. Sebenarnya saat mencapai Pendekar Langit Tahap Akhir, Kamu harus mencari Hewan Ilahi dari berbagai jenis karena itu Syarat utama Pemilik Tubuh Agung."
" Dengan adanya 12 Jenis Hewan Ilahi itu, maka Akar Jiwa yang kamu miliki akan terisi. Dimana Akar Jiwa itu berasal dari Inti Jiwa yang kami berikan untukmu."
" Jika kamu belum menemukan 12 Jenis Hewan Ilahi yang memiliki Elemen Petir, Racun, Api, Cahaya, Kegelapan dan Es, maka jangan sesekali untuk menerobos Pendekar Surgawi. Karena itu akan mengganggumu ketika ingin menerobos Pendekar Semesta." Sheng Zhishu terlihat serius.
" Aku tidak tau dari mana Sayang mendapatkan Elemen Es itu. Sepertinya kami tidak ada yang memiliki Elemen Es." Yuwang menaruh curiga.
" ..." Ryu terdiam karena Elemen Es adalah pemberian dari Shizi yang tentu akan menambah masalah.
" Sayang... Aku sarankan kamu hanya mencari masing-masing satu Hewan Ilahi yang memiliki Elemen Api, Cahaya, Kegelapan dan Es. Karena kamu adalah Kultivator Petir yang bercampur Elemen Racun. Itu hanya pelengkap saja agar keempat Elemen itu tidak menggangu mu saat menerobos Pendekar Semesta. Sedangkan semua yang tersisa kamu mencari yang memiliki Elemen Petir dan Racun." Ucap Sheng Zhishu.
" Lalu bagaimana dengan kalian?" Tanya Ryu.
" Kami juga mengalami hal yang sama. Saat kami memberikan Inti Jiwa milik Kami, maka kami tidak bisa menerobos sampai memiliki Inti Roh dari Hewan Ilahi. untuk mengisi kembali Akar Jiwa yang kami miliki.
" Jadi kalian mengorbankan Akar Jiwa kalian sendiri untuk mengeluarkan Inti Jiwa itu?" Ryu merasa bersalah.
" Mmmm... Tapi Gege tenang saja. Aku yakin Sayang pasti bisa mencarinya untuk kami." Ucap Huli Yue.
" Aku memiliki satu Akar Jiwa jadi Sayang harus mencari Inti Roh Hewan Ilahi yang memiliki Elemen Api." ucap Sheng Zhishu.
" Aku memiliki Satu Akar Jiwa, itu artinya membutuhkan Inti Roh Hewan Ilahi Elemen Api." ucap Xin Chie.
" Aku memiliki Dua Akar Jiwa, itu artinya membutuhkan Inti Roh Hewan Ilahi Elemen Petir dan Angin." ucap Huli Yue.
" Aku memiliki Dua Akar Jiwa, itu artinya membutuhkan Inti Roh Hewan Ilahi Elemen Cahaya dan Angin." ucap Tianhe.
" Aku memiliki Dua Akar Jiwa, itu artinya membutuhkan Inti Roh Hewan Ilahi Elemen Kegelapan dan Es." Ucap Yunjiang.
" Aku memiliki Dua Akar Jiwa, itu artinya membutuhkan Inti Roh Hewan Ilahi Elemen Cahaya dan Api. " Ucap Yinshi.
" Aku memiliki Tiga Akar Jiwa, itu artinya membutuhkan Inti Roh Hewan Ilahi Elemen Kegelapan, Petir dan Api. Sepertinya sayang memiliki pekerjaan berat." ucap Yuwang.
" Bagaimanapun aku harus mencari Inti Roh Hewan Ilahi untuk kalian. Aku ingin kita sama-sama bisa mencapai Pendekar Semesta. Aku tidak ingin hanya memperkuat diriku sendiri." Ryu bertekad untuk mencarinya secepat mungkin meskipun harus pergi berpetualang di berbagai tempat.
" Sayang... Kamu juga jangan lupa mencari Hewan Ilahi Elemen Api untuk ye'ye dan mei'mei, Hewan Ilahi Elemen Angin untuk jun'jun dan lu'lu, Hewan Ilahi Elemen Air untuk an'an." Sheng Zhishu mengingatkan.
" Katakan pada mereka agar tidak menerobos Pendekar Surgawi sebelum menemukan Inti Roh itu untuk mengisi kembali Akar Jiwa meraka." Ucap Xin Chie.
" Baiklah... Mungkin aku akan berpetualang sehabis ini. Dengan adanya Pasukan Semesta, aku rasa Kekaisaran Awan tidak ada yang berani mengganggu." ucap Ryu.
" Baiklah... Maaf kami tidak bisa membantu perjalananmu, karena kami masih lemah meskipun sudah mencapai Pendekar Surgawi." Sheng Zhishu merasa tidak enak.
" Kalian tenang saja. Sebagai Suami akulah yang mengemban tugas ini." Ryu menghela nafas panjang.
" Kalau begitu kita lakukan Proses Penyerapan inti Jiwa sekarang saja." ucap Sheng Zhishu.
" Baiklah... Sayang, karena kamu yang lebih muda mungkin kamu yang terlebih dulu. " Ryu menoleh ke arah Yuwang.
" Baiklah, kami keluar dulu." Sheng Zhishu membawa yang lain keluar kamar dan menyisakan Ryu dan Yuwang.
Satu Bulan di Dunia Quzhu, Ryu telah mendapatkan 12 Inti Jiwa langsung berendam di bak mandi yang berisi Air Embun Surgawi.
Di Ruang Kultivasi terlihat Elemen Petir Hitam yang bergerak liar seakan ingin menghancurkan seisi Istana Emas.
Namun berkat Pelindung Yin-Yang Kura-kura yang Ryu ciptakan sebelumnya, kini hanya bergerak liar di dalam Pelindung Yin-Yang Kura-kura saja.
Di dalam bak mandi, Ryu berteriak keras akibat Energi yang ada pada Air Embun Surgawi dan 12 Inti Jiwa yang mulai menyatu pada tubuhnya.
Sedangkan di luar Ruang Kultivasi, Tujuh istrinya sangat Khawatir pada suami mereka namun tidak bisa berbuat apa-apa.
Dua Bulan telah berlalu sejak Ryu berada di Ruang Kultivasi, Kini Proses penempaan Tubuh Agung telah berhasil.
__ADS_1
" Trraaaaaak" Pelindung Yin-Yang Kura-kura pecah.
" Bboooom." Seluruh Ruang Kultivasi hancur berkeping-keping bahkan separuh Istana Emas juga hancur.