SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PERSIAPAN


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Di Wilayah Barat sekitar Dua Kilometer dari Ibu Kota Kekaisaran Awan terlihat 50.000 Pasukan dari Kekaisaran Shin dimana terdapat 14 Jenderal dan juga Kultivator bayaran.


" Bagaimana Jenderal? Apa kita akan menunggu Pasukan dari Empat Kerajaan?" tanya salah satu Jenderal lain.


" Kita Akan menyerang mereka Empat hari lagi. Sesuai Perintah Yang Mulia Kaisar "


" Pasukan yang kita bawa memang berlebihan, tapi kita harus menjalankan Perintah."


" Jenderal benar. Tapi kita dilarang untuk membunuh para Wisatawan dari Kekaisaran lain agar Kabar ini akan meluas ke Kekaisaran lain bagaimana Kuatnya Kekaisaran Shin."


" Aku setuju. Setelah Ibu Kota Kekaisaran Awan hancur, kita bisa menjarah harta ataupun Wanita yang ada di Kota seluruh Kekaisaran Awan."


" Lebih baik kita bergerak lagi mendekati Ibu Kota Kekaisaran Awan."


" Baik." sambut mereka serempak.


......................


Di tempat lain terlihat satu sosok Jenderal bersama Tiga sosok Wanita yang memiliki 500 Prajurit yang memisahkan diri dari Kekaisaran Shin dan Pasukan yang ingin menyerang Kekaisaran Awan.


" Jenderal Hu Jintao , Apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu sosok Wanita.


" Kita hanya bisa mengawasi mereka dari kejauhan saja. Mereka benar-benar ingin membumi hanguskan Kekaisaran Awan." Ucap Jenderal Hu Jintao.


" Wanita Ular itu memang telah mengambil Posisiku. Aku harap Dewa akan turun dari langit untuk menghancurkan Kekaisaran Shin dan pendukungnya." ucap Nan Sian.


" Jenderal Jintao bagaimana dengan Keempat Kerajaan yang menolak Pemerintahan mereka?" tanya Zhao Luyi.


" Aku sudah memberitahukan hal ini, tapi sepertinya mereka tidak memiliki keberanian." Ucap Jenderal Jintao.


" Haaahh... Biarkan saja mereka! Setelah ini aku akan pergi menjalani kehidupan baru di Kekaisaran lain dan hidup sebagai Warga biasa." ucap Zhao Liying.


" Aku juga berfikir begitu. Tapi sayangnya Warga Kekaisaran Shin akan kacau, karena sikap arogan dan Pungutan Pajak yang sangat tinggi." Ucap Nan Sian.


" Aku mengabdikan diri kepada Kekaisaran Shin bukan semata ingin mendapatkan Gelar, tapi untuk melayani Warga." ucap Jenderal Jintao.


" Mari Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Ratu. kita harus menyelidiki pergerakan mereka." Jenderal Jintao membawa mereka.


......................


Di Ruang kerja Kaisar terlihat Ryu dan beberapa sosok yang hadir di tempat itu.


" Salam Yang Mulia Kaisar. Aku mendapat kabar di Bagian Utara Istana Kaisar ada pergerakan musuh dari Empat Kerajaan." Jenderal Li Chun memberi laporan.

__ADS_1


" Begitu ya? Apa kamu tau seberapa besar Kekuatan meraka?." Ryu terlihat santai sambil melirik ke arah Chaizu, Zi Mayi, Zi Mifeng dan Jiejia.


" Mereka memiliki Delapan Pendekar Langit Tahap Menengah, 12 Pendekar Langit Tahap Awal, 100 Pendekar Bumi Tahap Akhir, 500 Pendekar Bumi Tahap Menengah, 500 Pendekar Bumi Tahap Awal dan lebih dari 40.000 Pendekar Alam Tahap Awal dan Menengah." Jenderal Li Chun menerangkan.


" Apa? " Perdana Menteri dan beberapa Jenderal bergindik ngeri.


" Yang Mulia Kaisar, Apa Yang harus kita lakukan?" tanya Jenderal Yuchen karena dia sendiri masih berada di Pendekar Bumi Tahap Akhir.


Begitupun dengan Para Menteri dan beberapa Jenderal langsung berkeringat dingin karena mereka baru saja Menerobos Pendekar Bumi Tahap Awal, Termasuk Jenderal Chuang juga baru menerobos Pendekar Bumi Tahap Akhir.


" Berapa lama mereka akan sampai kesini?" Tanya Ryu.


" Menurut perkiraan, mereka akan sampai Tiga Hari lagi." Jawab Jenderal Li Chun.


" Hhmmm... Bagaimana denganmu Jenderal Heilong? sepertinya Kamu ingin menyampaikan sesuatu." Ryu menoleh ke arah Jenderal Heilong.


" Yang Mulia Kaisar... Di arah Barat Ibu Kota Kekaisaran juga ada Pasukan dari Kekaisaran Shin. Yang mungkin akan sampai kesini Empat hari lagi." Ucap Jenderal Heilong.


" Jelaskan seberapa besar kekuatan mereka?" Ryu masih terlihat santai.


Sedangkan yang lain kini tidak dapat berbicara lagi, yang mereka fikirkan sekarang hanya menunggu ajal menjemput karena sudah diluar batas kemampuan mereka.


" Mereka memiliki 14 Pendekar Langit Tahap Menengah, 20 Pendekar Langit Tahap Awal, 200 Pendekar Bumi Tahap Akhir, 500 Pendekar Bumi Tahap Menengah, 500 Pendekar Bumi Tahap Awal dan sekitar 50.000 Pendekar Alam Tahap Akhir dan Tahap Menengah." Jenderal Heilong menerangkan.


Mendengar keterangan tersebut semua yang hadir merasa tubuh mereka sudah tidak bernyawa lagi karena dengan begitu besar Pasukan musuh sama saja ingin membumi hanguskan Kekaisaran Awan.


" Hhhhmmm... Sepertinya mereka ingin bermain-main denganku." Ryu mengerutkan keningnya.


" Chaizu, Mayi, Mifeng, dan kau Jiejia. Kalian pasti tau apa yang harus dilakukan." Ryu menatap mereka bergantian.


" Dengan senang hati Tuan." mereka mengangguk masih terlihat santai.


" Sekarang Aku perintahkan kalian untuk mengungsikan Warga di Ibukota ke Istana Kekaisaran ini! Jika masih ada sisa Ungsikan Warga ke Penginapan Giok Bulan." Ryu memberi Perintah karena tidak ingin Warga biasa akan terkena imbas di Samping itu juga Ryu ingin memperlihatkan kepada Bangsawan dari Kekaisaran lain bahwa Kekaisaran Awan tidak bisa dianggap remeh.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Beberapa Jenderal memberi Hormat lalu meninggalkan ruangan.


" Baik Yang Mulia Kaisar." jawab mereka.


Mendengar kabar akan ada penyerangan dari Kekaisaran Shin dan Empat Kerajaan kecil seluruh Kota Hasperia menjadi gempar hingga banyak warga berlarian mencari tempat untuk bersembunyi.


Karena Para Prajurit bahkan Jenderal yang membolehkan meraka untuk berlindung di Istana Kekaisaran meraka langsung menuju ke tempat tersebut hingga memenuhi seluruh halaman Istana.


Begitupun dengan Penginapan Giok Bulan yang ada di Gunung Cahaya Bulan juga hampir penuh.


" Dengarkan semuanya. Jangan sampai ada yang keluar dari Istana ini, karena aku tidak menjamin keselamatan kalian." Ryu bersuara menggunakan Qi agar suaranya terdengar jelas oleh Riuh Warga yang sudah diungsikan.


Dari beberapa Warga maupun pengunjung dari berbagai tempat ada yang ingin meninggalkan Istana Kaisar sejauh mungkin, Namun karena mereka sudah terjebak mau tidak mau mereka harus ikut meskipun resiko meraka pasti akan mati.


Ryu yang tau keraguan mereka kini hanya berdiam sambil berkonsentrasi dengan memejamkan matanya.


" Wuush." Sebuah Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi Wilayah Istana Kekaisaran.


" Apa? Kuat sekali." gumam beberapa Warga bahkan Para Jenderal dan Prajurit.


" Sepertinya Yang Mulia Kaisar memang memiliki kekuatan yang luar biasa."


" Benar Saudara. Pantas saja dia mampu mengalahkan Kaisar sebelumnya."


" Tapi itu hukuman yang setimpal untuk Kaisar Zou, karena telah bertindak semena-mena."


Ryu yang mendengar dengung suara dari Warga langsung memberi perintah kepada para Jenderal lain dan Prajurit untuk berjaga.


Setelah merasa sudah aman, Ryu kembali ke Kamar Utama Istana untuk menuju Penginapan Giok Bulan dengan menggunakan Teleportasi.


" Gege... Kami ikut Berperang." ucap Wang Mingjun.

__ADS_1


" Gege... Aku juga ikut."


" Aku juga."


Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan telah menggunakan menggunakan perlengkapan perang mereka.


" Kalian tunggu disini saja. Biar masalah ini kami yang tangani." Ryu terus melangkahkan kakinya.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Semua Pelayan telah berkumpul merasa ketakutan setelah mendengar adanya penyerangan.


" Kalian bekerja seperti biasa saja." Ryu menyapa ramah sambil melanjutkan langkahnya.


Sesampai di Kamar Utama, Ryu juga melihat Xie Hua yang sangat Khawatir akan keselamatan Suaminya.


" Gege... Aku ikut." Xie Hua tidak ingin Suaminya celaka.


" Hua'er... Kamu Tenang saja. Kamu Rawat Anak kita saja." Ryu langsung menghilang menuju Penginapan Giok Bulan.


Sesampai di Kamar Jiang Caiping, Ryu langsung keluar menuju ke suatu tempat sambil menatap para pengungsi yang hampir memenuhi seluruh ruangan.


" Dengarkan semua, Aku Kaisar Ryu akan menjamin keselamatan kalian semua. Jadi aku harap kalian jangan ada yang keluar dari Penginapan ini." Ryu bersuara lantang mengeluarkan Qi miliknya.


" Gege... Aku Ikut." Jiang Caiping terlihat khawatir.


" Ping'er, Kamu disini saja. Ini masalah Kekaisaran." ucap Ryu.


" Tapi Gege... " Jiang Caiping kebingungan.


" Ping'er... Percayalah padaku. Kamu dan Para Pengawal berjaga di sini saja." Ucap Ryu.


Dari beberapa Pengungsi kini para Bangsawan berbaur dengan Warga biasa yang membuat mereka risih.


" Yang Mulia Kaisar, Apa ada tempat yang Layak untuk kami? tanya salah satu sosok yang berpakaian Bangsawan.


" Tanyakan kepada Pemilik Penginapan. Sepertinya masih banyak Kamar yang kosong. jadi silahkan langsung mengurus Administrasi ke meja Kasir." Ryu memahami ucapan tersebut agar bisa diberikan Kamar terbaik dengan gratis.


' Ciihhhh... Dalam situasi seperti ini sama sekali tidak memberikan kami tempat.' Sosok tersebut membatin.


Mendengar ucapan tersebut beberapa Bangsawan lain hanya bisa diam, meskipun mereka harus berbaur dengan Warga biasa karena Enggan mengeluarkan Batu Roh untuk menyewa kamar.


Namun dari beberapa Bangsawan lain lebih memilih untuk menyewa kamar, disamping tidak ingin berdesakan meraka juga memerlukan Istirahat apalagi jika terjadi Perperangan pasti akan memakan waktu lama.


Ryu bisa saja membuka semua Kamar agar digratiskan, namun karena banyak Para Bangsawan yang hanya memikirkan keuntungan saja apa salahnya Penginapan Giok Bulan juga melakukan hal yang sama.


Setelah memberi Perintah kepada Kedua Jenderal dan beberapa prajurit yang berjaga disitu Ryu keluar dari Penginapan langsung membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura.


Dari beberapa pengungsi yang kebetulan adalah Kultivator bayaran para Bangsawan kini bisa mengukur kemampuan Pelindung Yin-Yang Kura-kura tersebut hanya bisa dihancurkan oleh Pendekar Surgawi dan jika masih pada Pendekar Langit Tahap Akhir maka harus melakukan serangan gabungan minimal 10 orang namun sangat beresiko.


Setelah merasa sudah aman, Ryu langsung berjalan menuruni Gunung hingga sampai ke tempat yang tidak terlihat lagi, Ryu langsung menghilang menuju Istana Kaisar.


Saat keluar dari Kamar Utama Istana, Ryu kembali melangkah kakinya menuju luar Istana.


" Gege... Aku ikut." Ling Queqi mengikuti Ryu.


" qi'er... Ini pekerjaan kami. Kalian hanya menunggu disini saja untuk melindungi Istana ini." Ryu tidak ingin melibatkan Istrinya meskipun sudah kuat.


" Yang Mulia Kaisar, Sepertinya aku bisa membantu." Ling Liddan menawarkan diri.


" Baiklah Kakek." Ryu merasa kalau Ling Liddan bisa ikut, karena sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah.


" Yang Mulia Kaisar, Aku juga ikut." Ling Sancuo yang kebetulan bersama rombongan Ling Queqi.


" Mmmm." Ryu mengangguk lalu berjalan keluar Istana.


Saat berada di Luar Istana, kini terlihat Jenderal Heilong, Jenderal Li Chun, Chaizu, Zi Mayi, Zi Mifeng, dan Jiejia sudah menunggu.

__ADS_1


" Wuush." Ryu mengeluarkan Kapal Udara yang seakan melayang.


" Apa itu?" Semua orang membulatkan mata tertuju pada Kapal yang bisa melayang di udara.


__ADS_2