
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Karena tidak ada satupun Siluman yang sudah berusia Jutaan Tahun, seluruh anggota Sekte kini hanya bertugas untuk mengumpulkan Mayat Siluman dan Inti Roh saja.
Setelah selesai mengumpulkan Mayat Siluman dan Inti Roh, mereka kembali melanjutkan perjalanan sambil mencari Sumberdaya.
Semakin mereka masuk ke dalam Hutan, maka semakin banyak juga Siluman yang mereka temui.
Hal itu tentu saja tidak berarti karena mereka semua masih berusia Ratusan Ribu Tahun kebawah.
" Tetua Agung... Buat apa Mayat Siluman sebanyak ini?" Dong Shen penasaran karena Mayat Siluman yang mereka kumpulkan sudah tidak terhitung jumlahnya.
" Nanti kalian akan tau sendiri." Ryu bicara dengan santai.
Ryu memang berencana untuk mengumpulkan Aura Pembunuh sebanyak mungkin agar bisa diolah menjadi Aura Dewa Agung untuk menutupi kekurangannya dalam Kultivasi ketika sudah berada di Dunia Abadi.
Begitupun dengan Mayat Siluman yang dia kumpulkan, itu semua untuk menambah Energi Alam dan memperluas Dunia Quzhu.
Sedangkan Inti Roh, Ryu berniat untuk menambah kekuatan fisik dan jika beruntung bisa mendapatkan Harta langit yang semua dia lakukan sebagai bekal ketika kembali ke Dunia Abadi.
" Kekuatan Tetua Agung benar-benar mengerikan." bisik beberapa sosok kepada yang lain.
" Saudara benar... Kekuatan Tetua Agung melebihi Para Dewa tertinggi."
" Aku sependapat denganmu. Jika seperti itu, Para Dewa akan tunduk kepadanya."
" Sudahlah, lakukan saja tugas kita! Sepertinya kita hanya sebagai Pengumpul Mayat Siluman saja."
" Saudara benar... Kami juga seperti pengumpul Inti Roh saja." ucap yang lain.
Selama satu hari satu malam, mereka terus melanjutkan perjalanan hingga mencapai bagian terdalam Hutan yang kini Ryu merasa ada beberapa Siluman yang sudah berusia Jutaan Tahun sedang mendekati mereka.
Tiba-tiba terlihat 50 ekor Siluman Serigala setinggi 10 meter yang sudah berusia Jutaan Tahun tingkat Raja, 20 ekor Siluman Beruang tingkat Surgawi, 5 ekor Siluman Kera tingkat Suci dan satu sosok Banteng namun bisa berdiri seperti Manusia tingkat Abadi setinggi 20 meter.
" Tetua Agung." Semua terlihat khawatir dengan kemunculan Siluman tersebut.
" Apa yang kalian takutkan? " Ryu menatap ke arah mereka yang sudah berkeringat dingin.
" Tetua Agung... Meskipun kami sudah mencapai Level 80, tapi jika berhadapan dengan 50 Serigala itu mungkin kami bisa mengalahkannya dengan gabungan kekuatan kami. Tapi untuk yang lainnya itu sama saja bunuh diri." Jianheng berkeringat dingin, meskipun mereka senang berburu tapi jika berhadapan dengan Siluman yang sudah berusia Jutaan Tahun tingkat Surgawi keatas sangat mustahil.
" Tetua Agung... Siluman Banteng itu sudah menjadi Dewa para Siluman." ucap Tianba dengan nada gemetar.
" Baiklah... Kalian hadapi saja 50 Serigala itu, sisanya biar aku yang mengurus mereka." Ryu menatap ke arah para Siluman tersebut.
" Tapi Tetua Agung..." ucap Tetua yang lain.
__ADS_1
" Kalian percayalah padaku, kalian bawa 50 Serigala itu menjauh dari sini." Ryu memperhatikan keadaan sekitar.
" Ba...Baik Tetua Agung." Mereka mengangguk meskipun sedikit ragu.
" Duaarr... Duuaaar... Duaarr." Ryu menciptakan Hujan Petir kepada Puluhan Siluman tersebut.
" Manusia rendahan... berani sekali kalian datang kesini." ucap Siluman Banteng.
" Ggooooaaarr." 50 Serigala mengaum keras menciptakan gelombang Udara membuat Anggota Sekte Lembah Persik terpental puluhan meter.
Ryu pun memberi Isyarat agar mereka membawa 50 Serigala menjauhi wilayah Dewa Siluman.
Mendapatkan isyarat tersebut, Anggota Sekte saling bekerjasama untuk mengalihkan perhatian 50 Serigala tersebut.
Dengan kerjasama yang baik, mereka sudah berhasil membawa 50 Serigala berada di tempat jauh.
" Wuush." Ryu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir seraya melemparkan jarum beracun hingga menancap sempurna di bagian dada kepada 20 Beruang tersebut untuk memancing mereka agar terpisah dari yang lain.
" Ggooooaaarr." 20 Beruang mengaum keras sangat marah ketika seakan dipermainkan oleh Ryu
Dengan kecepatan tinggi, Ryu mundur ke belakang menghindari kejaran 20 Beruang tersebut sambil melemparkan jarum beracun hingga menancap di bagian leher mereka.
Kini 20 Beruang terus mengejar Ryu dengan penuh amarah karena jarum beracun seakan menghisap Energi mereka.
" Wuush." Ryu menciptakan Pelindung Petir Hitam mengurung 20 Beruang tersebut.
Merasa diri mereka telah tertipu, 20 Beruang semakin marah hingga mencoba menghancurkan Pelindung Petir Hitam.
Namun saat mereka mendekati dinding pelindung, mereka langsung diserang oleh Petir Hitam hingga membuat mereka mengalami luka sayatan.
" Wuush." Kembali berlari ke tempat semula kemudian melemparkan kembali jarum beracun kepada lima ekor Siluman Kera.
" Sleeep... Sleeep... Sleeep." Lemparan jarum mengenai leher kelima Kera tersebut.
" Ggooooaaarr." Kelima Kera sangat marah langsung mengejar Ryu.
" Sleeep... Sleeep... Sleeep " Jarum beracun menancap sempurna di bagian dada Kera tersebut.
Karena merasa dipermainkan, Kelima Kera terus mengejar Ryu hingga menjauhi tempat dimana Dewa Siluman.
" Wuush." Ryu kembali menciptakan Pelindung Petir Hitam mengurung kelima Kera tersebut.
" Manusia rendahan.." Siluman Banteng sangat marah melihat bawahannya terkurung lalu melancarkan serangan ke arah Ryu.
Tidak ingin mengambil resiko, Ryu terus bergerak mundur sambil melemparkan jarum beracun.
Kini puluhan jarum menancap sempurna di bagian tubuh Kera, namun karena kekuatan fisik Siluman Banteng sangat kuat butuh waktu lama untuk menguras energinya.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu kembali menciptakan Hujan Petir untuk memperlambat gerakan Banteng tersebut.
Merasa sangat geram, Siluman Banteng menciptakan Energi Petir menyelimuti tubuhnya hingga menyerang Ryu dengan kecepatan tinggi.
Melihat serangan tersebut Ryu tidak tinggal diam langsung menciptakan Bola Petir Hitam lalu melemparkan ke lautan Siluman Banteng yang diikuti jarum beracun yang sudah dialirkan energi Petir Hitam.
" Bboooom." Pertemuan kedua serangan menciptakan tekanan udara membuat pepohonan di sekitar langsung hancur.
" Sleeep." Jarum beracun menancap sempurna di bagian ulu hati Siluman Banteng.
Namun Siluman Banteng yang sudah kehilangan kendali terus melancarkan serangan Petir hingga berkali-kali menuju ke arah Ryu.
Ryu juga tidak tinggal diam kembali menciptakan puluhan bola Petir mengarah ke Siluman Banteng.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Getaran yang begitu besar menciptakan kawah kecil di area pertarungan.
Secara perlahan Siluman Banteng mulai kewalahan karena energi miliknya sudah banyak terkuras.
__ADS_1
Tidak ingin kehilangan kesempatan Ryu kembali melempar Jarum racun hingga puluhan kali
' Malapetaka '
Ryu menciptakan Bola Petir lalu melemparkan ke arah Siluman Banteng.
" Bboooom." Ledakan yang sangat kuat menciptakan kawah besar hingga wilayah sekitar menjadi hancur berkeping-keping.
Terlihat Siluman Banteng kini sudah terbujur kaku tidak mampu lagi untuk bangkit meskipun belum mati.
" Manusia... Kamu sangat licik." Siluman Banteng seakan tidak percaya bisa dikalahkan oleh Ryu.
" Tidak semuanya dalam pertarungan menggunakan tenaga, tapi harus pakai otak." Ryu berjalan mendekati Siluman Banteng dengan sebuah Pedang di tangannya.
" Craaash." Ryu menebas leher Siluman Banteng hingga terputus.
Dengan senyuman puas Ryu mengambil Inti Roh Siluman tersebut lalu menyimpan mayatnya di Cincin pemulihan.
Karena banyak mengeluarkan tenaga, Ryu mengambil beberapa Pil lalu duduk bersila untuk memulihkan tenaga.
Di dalam Pelindung Petir Hitam yang pertama, Kini 20 Siluman Beruang terus berusaha untuk menghancurkan Pelindung Petir meski tubuh mereka sudah banyak terluka akibat serangan Petir Hitam yang terus menyerang mereka.
Secara perlahan 20 Siluman Beruang sudah tidak berdaya karena Racun yang bersarang di tubuh mereka seakan terus menyedot energi mereka.
Begitu juga dengan 5 Siluman Kera yang awalnya sangat ganas menyerang Pelindung Petir Hitam kini juga mengalami nasib yang sama dimana energi mereka secara perlahan mulai terkuras.
Berkat bantuan dari Pelindung Petir Hitam tersebut, Ryu tidak perlu repot-repot harus bertarung dengan mereka.
Sambil menunggu energi mereka benar-benar habis, Ryu lebih memilih untuk memulihkan diri.
Setelah menunggu beberapa saat, kini para Siluman yang ada di dalam pelindung Petir Hitam sudah tidak berdaya.
Tanpa menunggu lama Ryu membuka kembali Pelindung Petir Hitam lalu membunuh semua Siluman tersebut.
Di tempat lain terlihat Anggota Sekte yang mendapatkan lawan 50 Serigala kini terlihat masih kewalahan meskipun dalam jumlah, mereka sangat banyak.
Tidak ingin terlalu lama Ryu langsung menuju ke arah mereka untuk membantu mengakhiri pertarungan.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr..." Ryu menciptakan Hujan Petir membuat 50 Serigala tersebut tidak berdaya.
Dengan bantuan dari Ryu, kini Anggota Sekte Lembah Persik merasa tertolong.
Tidak ingin menyiakan kesempatan mereka langsung membunuh 50 Siluman Serigala tersebut lalu mengumpulkan Inti Roh dan menyimpan Mayat mereka.
" Terimakasih Tetua Agung." ucap mereka.
" Mmmm... Lebih baik kita lanjutkan perjalanan! mungkin ada sesuatu yang ada di tempat ini." Ryu kembali melangkahkan kakinya.
" Tetua Agung... Bagaimana dengan Siluman yang tadi?" Tanya Dong Shen.
" Mereka sudah mati." Ryu bicara dengan santai.
" Gluug." mereka menelan ludah membayangkan bagaimana kuatnya Siluman yang dihadapi oleh Ryu.
Bahkan untuk satu Sekte saja belum mampu untuk mengalahkan Siluman tersebut karena salah satu dari mereka sudah mencapai Dewa Siluman.
Tanpa memperdulikan pandangan mereka, Ryu terus melangkahkan kakinya sambil memeriksa wilayah sekitar.
Melihat ekspresi dari Ryu yang masih santai. mereka pun kembali berjalan mengikuti arah Ryu
" Tetua Jianheng, Tetua Jianying, Tetua Xiuying, Tetua Tianba, Tetua Shen, Tetua Nuan... Apa kalian mengenal baik Tetua Agung kita?" Tanya salah satu Guru.
" Bukan hanya kenal... Tapi Tetua Agung pernah menjadi Guru kami." Ucap Jianying.
" Tidak hanya itu, Tetua Agung juga yang mendirikan Sekte Lembah Persik hingga seperti saat ini." Tianba menambah.
__ADS_1
" Tapi Kekuatan Tetua Agung melebihi kapasitas yang ada di Dunia Fana ini." Ucap tetua yang lain.
" Tetua benar... Tapi Tetua Agung sudah pernah menuju Dunia Abadi. Tentu saja gabungan dari pengetahuan yang dia miliki semakin bertambah." Ucap Xiuying seraya berjalan.