
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Di kediaman Klan Shu :
Terlihat beberapa orang sedang sibuk menyiapkan keberangkatan untuk menuju Istana Kaisar Zou.
" Maaf Tuan... Sepertinya Putri Meilu sedang tidak ada di kamar." Sosok Pelayan tiba-tiba muncul dari arah Ruangan lain.
" Haaaiiisss... Kemana lagi anak itu pergi. Dia selalu menghindar dan mau mencari masalah dengan Keluarga Kekaisaran." Shu Miyo terlihat gelisah.
" Prajurit... Cari keberadaan Shu Meilu! Telusuri seluruh Wilayah Klan. " Shu Miyo memberikan perintah.
" Baik Ketua." Ucap beberapa Prajurit langsung meninggalkan Ruangan.
" Lu'er.... Kemana lagi kamu pergi? " Shu Miyo berjalan mondar-mandir karena Putrinya memiliki kebiasaan selalu pergi diam-diam.
" Suami... kamu selalu memaksa kehendak Putrimu sendiri. Jadi begini jadinya." ucap Shu Meiyi.
" Istriku... Ini kesempatan kita untuk menjadi Anggota Keluarga Kaisar. Kamu fikir kesempatan ini akan bisa datang dua kali? Bahkan lebih buruk lagi Klan kita bisa diserang jika menolak tawaran ini." Ucap Shu Miyo.
" Kamu terlalu berambisi, tidak seharusnya kamu mengorbankan perasaan Putrimu sendiri." Shu Meiyi tidak tahan lagi melihat sikap Suaminya dengan menggelengkan kepala langsung meninggalkan Ruangan.
" Kalian sama saja." Shu Miyo sangat marah kepada Istrinya.
" Lu'er... Maafkan Ibumu Nak. ini semua ulah Ayahmu. " Shu Meiyi berjalan ke arah Bukit di belakang Kediaman Klan Shu.
Setelah mencapai Puncak, Shu Meiyi menatap sosok Wanita Cantik yang sedang duduk di bawah Pohon yang terlihat sedang berbunga hampir memenuhi seluruh dahan.
" Lu'er... Sudah berkali-kali ibu bilang jangan Kesini. Tempat ini adalah Wilayah terlarang Klan kita. " Shu Meiyi menggelengkan kepala melihat kelakuan anaknya.
" Ibu... Jika aku mati disini, tidak masalah dari pada harus Menikah dengan Putra Ketiga." Shu Meilu terlihat murung.
" Lu'er... Aku tau Perasaanmu. Tapi kamu harus ingat, Ayahmu melakukan ini demi kebaikanmu juga." Shu Meiyi menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.
" Tapi Ibu... Aku tidak mau menjadi Istri Keempat Putra Ketiga." Shu Meilu berkata jujur.
" Berdoalah Nak. Aku yakin Sang Pencipta akan mengabulkan permohonan kita. Aku yakin kamu akan mendapatkan masa depan yang cerah. Bukankah kamu pernah Berdoa agar Semua Hewan Roh yang ada di sini tidak mengganggumu, dan itu terbukti Semua Hewan Roh disini sangat ramah padamu." Shu Meiyi sambil menatap ke arah beberapa Hewan Roh yang seperti tidak terusik dengan kehadiran mereka.
" Baiklah Ibu. Aku akan Berdoa agar bisa dipertemukan dengan seorang Pria Tampan yang mencintaiku dengan tulus." Shu Meilu berkata sambil menutup mata.
" Lu'er... Sampai sekarang kamu masih bermimpi. Tapi masalahnya tidak lama lagi kamu harus menjadi Istri Keempat Putra ketiga Kaisar Zou. Jika kamu menolak, maka akan berimbas pada seluruh anggota Klan." Shu Meiyi menggelengkan kepala.
" Kalau begitu aku Berdoa semoga Sang Dewa Agung akan muncul dan menghancurkan Keluarga Kaisar. " Shu Meilu menutup kembali matanya dalam waktu yang cukup lama.
" Ggooooaaarr "
__ADS_1
" Ggooooaaarr "
" Ggooooaaarr "
Terdengar suara Auman dari beberapa Hewan Roh dari segala arah seakan menyambut Permohonan dari Shu Meilu.
" Harimau Suci? " Shu Meiyi menatap Sosok Harimau berwarna Putih Seukuran 20 Kali Manusia Dewasa memakai Mahkota di atas kepalanya yang berjalan mendekati mereka.
Shu Meilu yang mendengar suara Auman tersebut sontak kaget langsung membuka mata.
" Lu'er... Cepat pergi dari sini." Shu Meiyi terlihat khawatir karena Harimau tersebut semakin mendekati mereka.
" Ibu... Aku belum pernah melihat Harimau ini? Dari mana Harimau ini? " Shu Meilu merasa ketakutan sambil berlari menuruni bukit.
Harimau Suci yang melihat kedua Wanita berlari menuruni Bukit, kini menghentikan langkahnya sambil mendongakkan kepala kemudian berubah menjadi Cahaya melesat terbang menuruni bukit langsung masuk ke tubuh Shu Meilu.
" Ibu." Shu Meilu menghentikan langkahnya saat merasakan Harimau tersebut sudah berada di dalam tubuhnya.
" Lu'er... ada apa? " Shu Meiyi merasa heran melihat Shu Meilu yang menghentikan langkahnya.
' Ratu Harimau? mengapa Harimau itu memanggilku Ratu?' Shu Meilu membatin saat Harimau tersebut mengirim pesan jiwa kepadanya.
" Lu'er... Cepat lari... Harimau itu akan mengejar kita." Shu Meiyi berteriak keras karena melihat Shu Meilu seperti sedang melamun.
Di Alam Bawah Sadar, Shu Meilu melihat Harimau Putih seakan melayang sambil menatap Shu Meilu dengan intens.
" Siapa kamu sebenarnya? " Shu Meilu bertanya kepada Sosok Harimau tersebut.
" Aku adalah Pecahan Jiwa milikmu sendiri yang pernah kamu tinggalkan. Itu artinya kita adalah satu. Suatu saat kamu akan mengetahui sendiri bahwa Kamu ataupun Aku adalah Ratu Harimau Putih." Harimau tersebut menutup mata membentuk butiran Cahaya langsung menyebar ke seluruh Meridan Shu Meilu hingga menyatu.
" Bagaimana mungkin?" Shu Meilu merasakan dirinya sudah menerobos Pendekar Bumi Tahap Menengah dimana Awalnya hanya Pendekar Alam Tahap Awal.
' Sepertinya ibu terus memanggilku.' Shu Meilu keluar dari Alam Bawah Sadar.
" Ibu... Kenapa kamu menangis? " Shu Meilu keheranan menatap ke arah Ibunya.
" Lu'er... kamu tidak apa-apa? " Shu Meiyi meraba tubuh Shu Meilu tersadar bahwa dibalik lengan yang lemah gemulai kini tersimpan fisik yang kuat dari sebelumnya.
' Mata itu ' Shu Meiyi menatap ke wajah anaknya langsung kaget karena tatapan Shu Meilu sangat tajam tidak seperti biasanya sambil mengukur tingkat Kultivasi.
" Pendekar Bumi." Shu Meiyi membulatkan mata atas perubahan besar pada Putrinya.
" Ibu... Sebaiknya kita cepat pulang. aku khawatir Harimau itu akan mengejar kita." Shu Meilu menyembunyikan keberadaan Harimau tersebut yang sudah menyatu pada tubuhnya meskipun dia sendiri belum mengerti apa yang terjadi.
" Mmmmmm" Shu Meiyi mengangguk meski masih banyak menyimpan pertanyaan kepada Putrinya kemudian melanjutkan langkahnya.
Shu Meilu ( Ratu Harimau Putih) Pemilik Tubuh Abadi dari Klan Shu Kultivator Angin.
...****************...
Di Kediaman Klan Qin :
Terlihat beberapa Sosok yang sedang duduk di sebuah Ruangan Pribadi :
" Mei'er... Meski kamu bukan anak kandungku, tapi aku sudah menganggap kamu seperti Anakku sendiri." Qin Jian teringat saat dia memungut Qin Shuomei yang masih Bayi di pinggir Hutan saat dia sedang berburu.
" Terimakasih Ayah... Itu sebabnya aku ingin berbakti kepada Ayah dan semua Klan Qin yang telah menjaga dan merawatku hingga sampai sekarang." Qin Shuomei berusaha untuk tetap tersenyum agar bisa menunjukkan baktinya kepada Qin Jian yang dia anggap sebagai Ayah kandungnya sendiri meskipun dia baru tau kebenarannya dari Ketua Klan Qin.
Saat itu Qin Shuomei menolak keras atas perjodohan sepihak dari Ketua Klan Qin dengan Anggota keluarga Kaisar Zou.
Namun karena Ketua Klan Qin yang mengatakan kebenaran tentang siapa dirinya, kini Qin Shuomei hanya bisa pasrah dan menurut apa yang dikehendaki oleh Ketua Klan Qin sebagai ungkapan rasa terimakasihnya karena telah memberikan tempat dan memberikan Sumberdaya layaknya anak yang lain.
Qin Jian sendiri hanya menjabat sebagai Wakil Klan Qin tidak bisa berbuat apa-apa karena Ketua Klan Qin sudah mengambil keputusan demi kelancaran Klan mereka.
__ADS_1
" Semoga kamu berbahagia Nak. Ayah tidak bisa berbuat apapun dan semoga ini adalah keputusan yang tepat." Ucap Qin Jian.
" Baik Ayah... " ucap Qin Shuomei
" Pelayan... Siapkan semua perlengkapan. Besok Pagi kita akan berangkat ke Istana Kaisar." Perintah Qin Jian.
" Baik Tuan." Pelayan menundukkan kepala langsung meninggalkan Ruangan.
" Pengawal... Siapkan Kereta untuk perjalanan kita." Qin Jian menoleh ke arah salah satu Pengawal.
" Baik Tuan." Penjaga tersebut memberi hormat kemudian meninggalkan Ruangan.
" Ayah... kalau begitu aku pamit dulu untuk menyiapkan bekal." Ucap Qin Shuomei.
" Mmmmmmm." Qin Jian mengangkat tangannya isyarat mempersilahkan.
Qin Shuomei ( Reinkarnasi Dewi Angsa) Pemilik Tubuh Abadi dari Klan Qin Kultivator Api.
...****************...
Pada keesokan pagi di Kota Hasperia, Ryu langsung keluar dari kamar menuju Meja Kasir untuk memesan makanan dimana Jiang Caiping berada.
" Manajer aku mau Pesan makanan dan bawakan ke meja disana." Ryu menunjuk ke arah sebuah meja yang masih kosong.
" Baik Tuan... Tuan bisa menunggu, nanti Pelayanku akan kesana." Jiang Caiping sedikit malu teringat kejadian sebelumnya.
" Berapa Totalnya?" Tanya Ryu.
" Kalau makanan Tanpa Arak hanya 50 Batu Roh. " ucap Jiang Caiping.
' Ternyata di Dunia Abadi ini lebih susah mencari Batu Roh. Untung saja aku banyak bekal' Ryu mengerutkan kening lalu memberikan 50 Batu Roh langsung menuju meja makan yang Kosong.
' Siapa Pemuda ini begitu mudah mengeluarkan Batu Roh. Aku pikir Walikota Ye tidak mungkin memiliki banyak Batu Roh meskipun dia menjabat sebagai Walikota.' Jiang Caiping membatin mengingat Walikota Ye juga pernah menginap di situ namun hanya mampu menyewa Kamar di lantai dua saja.
" Pelayan... Antarkan Pesanan ini ke meja disana! " Jiang Caiping memberikan sebuah Kertas sambil menunjuk ke arah Meja makan dimana Ryu sedang berada.
" Baik Manajer" Pelayan tersebut mengambil kertas lalu menuju ke dapur.
Setelah menunggu beberapa saat, Pelayanan pun membawa Pesanan kepada Ryu yang sedang mendengarkan beberapa percakapan dari Pengunjung lain.
" Saudara... Yang Mulia Kaisar memang sangat teliti dalam memilih Menantu untuk kali ini." ucap Salah satu Pria Sepuh.
" Jangan keras-keras... Nanti ada yang menguping." ucap rekannya.
" Kamu tenang saja. Aku sudah memasang Pelindung kedap suara. Lagi pula sepertinya tidak ada yang mencapai Pendekar Bumi keatas disini."
" Berarti kita aman... Sepertinya ketiga Klan itu tidak tahu kalau Putri Mereka memiliki Tubuh Abadi itu sangat langka dan susah dicari."
" Kamu benar... Jika Saja Kekaisaran yang lain tau, maka bisa terjadi Perperangan. Karena Pemilik Tubuh Abadi itu memiliki kemampuan di atas orang lain."
" Haahh... Kaisar memang cerdas. Pantas saja dia tidak mau mengundang Kekaisaran yang lain agar tidak ada Perpecahan."
" Seandainya kita bukan dari bagian dari Istana, mungkin kita juga tidak tau."
" Benar sekali. Tapi aku rasa jika rahasia ini bocor, tidak ada yang berani melawan Titah Sang Kaisar. Aku senang berkat Leluhur kita dulu, kita bisa menikmati apapun yang kita inginkan."
" Mmmmm. Perjanjian yang sangat menguntungkan. Hanya saja Kita tidak bisa mengusik ketenangan Penginapan ini karena dibawah Pengawasan Assosiasi Matahari Timur, Kalau tidak Manajer Caiping sudah berada di tangan Anggota Keluarga Kaisar Zou."
" Benar... Assosiasi Matahari Timur adalah perkumpulan Kultivator Hebat. Bahkan jika kita mengusik ketenangan mereka, Dengan senang hati Kekaisaran lain membantu Assosiasi Matahari Timur untuk berperang."
" Tenang saja! kita masih banyak tempat lain. Setelah Pernikahan nanti, kita akan leluasa lagi. Tapi untuk sekarang Kaisar melarang kita untuk bertindak."
Dari hasil percakapan tersebut, Ryu berfikir bahwa Kota Hasperia yang terlihat Aman hanya karena ingin menyambut kedatangan Tamu Undangan dan Keluarga Menantu saja agar tidak menjadi perhatian Wilayah Luar.
__ADS_1