SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
ZHANG QIXUAN 3


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Kini mereka juga memberikan 60 Inti Roh Raja dan Ratu Hewan Roh yang berhasil mereka beli kepada Ryu.


" Tetua Agung... Kami sudah mengatur semuanya." Jianheng bersama yang lain kembali ke tempat Ryu.


" Baiklah... Suatu keuntungan untuk kalian, Leluhur kita sepertinya memiliki cara agar Berkultivasi lebih cepat. Sayangnya itu tidak berlaku untukku, karena aku memiliki cara yang lain." Ryu memberikan sebuah Kitab dari leluhur mereka.


" Kalau untuk Sumberdaya, nanti aku akan memberikan kepada kalian, jadi kalian tidak perlu khawatir." ucap Huli Yue.


" Kalau untuk Pil, aku bisa membuatnya sendiri untuk kalian." Ucap Xin Chie.


" Aku bisa membantu mempercepat waktu saat kalian Berkultivasi." ucap Yuwang.


" Terimakasih atas bantuan kalian semua." Jianheng memberi hormat.


" Kalau begitu berlatih lah dengan baik. Bukit ini sangat luas tempat kalian berlatih." Ucap Ryu.


" Gege... Aku akan tinggal disini untuk berlatih." ucap Zhang Qixuan mengingat dia sangat lemah saat di Dunia Abadi dan berusaha keras agar bisa menyamai Istri Ryu yang lain.


" Sekali kamu kesana, aku akan mengeluarkan mu dari Tim. Dan selamanya kamu tidak boleh bersama kami." Bing Ruyue dengan nada mengancam merasa puas karena dulu dia diperlakukan dengan cara yang sama oleh Istri Ryu yang lain.


" Yue'yue... Kamu tidak boleh begitu, dia adalah anggota keluarga kita." Xin Chie mendekati Zhang Qixuan.


" Kalian curang... Kalian dulu pernah memperlakukan ku seperti itu." Bing Ruyue terlihat kesal, karena tindakannya tidak didukung.


" Ini beda ceritanya... Kamu yang aku kenal adalah orang yang dingin, makanya kami mengerjaimu." ucap Lan Liwei.


"... " Bing Ruyue terdiam karena hal itu memang benar.


" Xuan'xuan... Kami akan membawamu ke suatu tempat. Kamu pasti suka." Xin Chie menarik tangan Zhang Qixuan menuju arah Goa yang diikuti yang lain.


" Gege... Kamu juga harus ikut." Yinshi menarik tangan Ryu membawanya bersama mereka.


" Kita sudah lama tidak bermain disana. Pelayan... Jika sudah sore, bawa anak-anak kembali ke tempat kita." Sheng Zhishu memberi perintah kepada beberapa Pelayan yang menjaga anak mereka.


" Baik Nona." Pelayan mengangguk.


Setelah beberapa saat Ryu bersama istrinya sudah berada di tempat air terjun dimana semua langsung melompat ke sebuah sungai dibawah Air Terjun.

__ADS_1


Suara canda tawa mulai terdengar dari Istrinya seakan sudah lupa dengan usianya.


Zhang Qixuan yang awalnya masih canggung, kini langsung hilang karena dia sendiri sangat terpesona dengan keindahan pemandangan di tempat tersebut.


Seperti biasa mereka langsung menarik Ryu agar bisa bermain air dengan mereka.


Meskipun Ryu tidak ingin hal tersebut. namun karena melihat ekspresi dari Istrinya begitu menikmati keindahan alam sekitar dua kesejukan Air di tempat itu, Ryu juga menuruti keinginan Istrinya dengan senang hati.


Setelah puas bermain air, mereka satu-persatu keluar dari aliran sungai kecil tersebut dan berganti pakaian pada sebuah bangunan kecil yang baru Sheng Zhishu ciptakan dari Besi Awan.


Karena suasana hati Zhang Qixuan begitu bahagia, kembali dia mengeluarkan sebuah Kecapi lalu memainkannya hingga menambah perpaduan keindahan alam tersebut.


Bahkan Istri Ryu yang lain begitu terpesona dengan keindahan lantunan suara Kecapi tersebut yang menyatu dengan desiran angin dan air terjun.


" Sepertinya di Dunia ini masih banyak menyimpan misteri." Sheng Zhishu menatap ke wajah Zhang Qixuan yang terlihat di keningnya mengeluarkan Cahaya dari sebuah tatto seperti Trisula.


Mendengar ucapan dari Sheng Zhishu, semua langsung menoleh ke arah Zhang Qixuan sontak membuat mereka kaget.


Bahkan Ryu sendiri yang awalnya hanya melihat samar-samar kini terlihat begitu jelas.


Sedangkan Zhang Qixuan sendiri tidak menyadari hal tersebut terus berkonsentrasi memainkan Kecapi saja.


Semua terus memeriksa tentang hal itu namun tidak ada yang mengetahui dengan jelas.


Setelah cukup lama, mereka semua kembali ke Istana Emas dimana semua anak mereka juga sudah pulang.


" Xuan'xuan... Kamu bisa berlatih disini saja, kamu tidak perlu repot-repot ke Istana Yexuan." ucap Sheng Zhishu.


" Xuan'xuan... Kita masih satu tim, aku harap kamu tidak ambil hati atas sikapku tadi." ucap Bing Ruyue.


" Tidak masalah Yue'yue... Aku tau kamu hanya mengerjaiku." Zhang Qixuan tersenyum.


" Mmm." Zhang Qixuan mengangguk lalu masuk ke dalam salah satu dari kamar yang kosong.


" Untuk malam ini biar aku bersama Shu'shu yang menemani Suami kita. Sesuai antrian." ucap Xin Chie.


" Haaahh..." Yang lain langsung menunduk lesu memasang wajah murung sambil menuju kamar mereka masing-masing.


Sedangkan Sheng Zhishu dan Xin Chie langsung masuk ke dalam kamar utama Istana Emas dimana Ryu sedang memeriksa barang yang ada di cincin pemulihan miliknya.


" Gege..." ucap mereka serempak.


" Besok Pagi aku akan pergi ke Istana Kekaisaran Awan. Sepertinya sekarang kalian sudah cukup aman." ucap Ryu.


" Gege... Apa kamu mengizinkan kami untuk menikmati keindahan kota Hasperia." Tanya Sheng Zhishu.


" Mmm... Tapi kalian harus hati-hati. bila perlu bawa Jenderal Heilong dan Jenderal Li Chun. Atau Mayi dan Mifeng." ucap Ryu.


" Tenang saja Gege... Besok Pagi kami akan mengajak Xuan'xuan mengelilingi Kota Hasperia, bila perlu ke tempat Penginapan Giok Bulan dimana Ping'ping tinggal." Ucap Xin Chie.


" Dimana Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia?" tanya Ryu.


" Mereka sedang berada di pinggir lautan di Dunia Quzhu ini juga. Aku sudah membuat Bangunan untuk mereka. Meskipun mereka tidak bisa lagi berubah wujud seperti manusia, tapi kekuatan mereka tidak berubah." Ucap Sheng Zhishu.


" Gege jangan ganggu mereka dulu, biarkan mereka latihan tertutup dulu." ucap Xin Chie.


" Baiklah... Tapi untuk mengelilingi Kota Hasperia, sepertinya aku tidak bisa bersama kalian, aku ada pekerjaan." Ryu membaringkan tubuhnya di atas Ranjang.


" Terimakasih Gege... Aku akan memberitahukan hal ini kepada yang lain." Xin Chie mengirim pesan jiwa kepada Istri Ryu yang lain lalu berbaring di samping Ryu.

__ADS_1


" Xuan'xuan sangat mahir memainkan Kecapi, suatu saat aku akan membuat beberapa tempat peristirahatan di dekat Air terjun. Dengan begitu, kita bisa lebih lama bahkan bisa beristirahat disana." Sheng Zhishu berencana membuat beberapa bangunan sederhana mengelilingi Air Terjun.


" Jika itu menurut kalian baik, lakukan saja! sepertinya kalian sangat menyukai tempat itu." ucap Ryu.


" Terimakasih Gege." Sheng Zhishu terlihat senang sambil membaringkan tubuhnya di samping Ryu.


Tanpa menunggu lama, Ryu bersama Sheng Zhishu dan Xin Chie melepaskan kerinduan mereka menikmati malam panjang penuh kebahagiaan.


Pada keesokan pagi, Ryu keluar dari kamar utama Kekaisaran Awan bersama Istrinya dan juga Zhang Qixuan.


Para Pelayan yang melihat kedatangan mereka sudah tidak kaget lagi, karena kejadian itu sudah sering mereka alami meskipun mereka tidak tau apa saja dibalik Kamar Utama Istana.


Para Pelayan lebih memilih untuk diam, karena itu bukan hak mereka dan yang pasti mereka melakukan pekerjaan sesuai keinginan Istana Kekaisaran Awan.


Begitu juga dengan Para Jenderal, dan Menteri juga menjadi hal yang biasa karena Ryu terlalu banyak menyimpan misteri di tangannya.


Dengan pakaian Kebesarannya Ryu langsung menuju ruang rapat Istana Kekaisaran Awan dimana terlihat beberapa sosok yang sedang duduk berdiskusi.


" Salam Yang Mulia Kaisar. Salam Yang Mulia Permaisuri, Salam Yang Mulia Ratu." Sambut mereka serempak sambil menundukkan kepala.


" Sepertinya sudah banyak perubahan di Istana ini selama 8 tahun terakhir." Ryu dapat merasakan Aura mereka sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir.


Terlebih untuk Jenderal Heilong dan Jenderal Li Chun, mereka sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.


Hal itu memang wajar, karena mereka berdua pernah menjalani kehidupan sebelumnya yang tentu akan lebih mudah untuk mereka menerobos.


" Semua berkat bantuan dari Yang Mulia Kaisar." Mereka mengakui jika tanpa Sumberdaya dari Ryu, mungkin mereka tidak bisa menerobos secepat itu.


" Gege... Kami ingin berangkat dulu." ucap Sheng Zhishu.


" Yang Mulia Ratu, biar aku sediakan Kereta untuk perjalanan kalian." Jenderal Tianli dengan sigap merespon apa yang dikatakan Sheng Zhishu.


" Tidak perlu repot-repot... Kami lebih memilih berjalan kaki. Dengan begitu kami bisa menikmati keindahan kota." Ucap Xie Hua.


" Tapi Yang Mulia Permaisuri." Jenderal Tianli merasa khawatir.


" Biarkan saja mereka berjalan kaki. Mayi, Mifeng... Bawa Pasukan Semesta untuk menemani perjalanan Istriku." Ryu memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Ucap Zi Mayi dan Zi Mifeng seraya meninggalkan ruangan tersebut.


Mendengar ucapan dari Zi Mayi dan Zi Mifeng, Ryu sedikit mengerutkan kening.


Tanpa menunggu lama Sheng Zhishu dan yang lain langsung menuju halaman Istana Kekaisaran Awan dimana terlihat Pasukan Semesta sedang menunggu.


Beberapa Prajurit yang melihat kepergian dari 22 Sosok Wanita tersebut merasa heran, karena tidak seperti Permaisuri dan Ratu pada umumnya dimana selalu membawa Kereta dalam melakukan perjalanan.


Meskipun tidak memakai Pakaian Kebesaran mereka, namun seluruh Istri Ryu masih terlihat sangat cantik anggun dan berwibawa.


Terlebih lagi mereka semua memakai sebuah Mahkota sebagai tanda kebesaran mereka termasuk Zhang Qixuan yang juga diberikan sebuah Mahkota yang menandakan statusnya sebagai Ratu Kekaisaran Awan.


Sesampai di Kota Hasperia, Para Penjaga Gerbang langsung memberikan jalan saat melihat kedatangan Prajurit Istana.


Dengan kedatangan 21 Istri Ryu dan Zhang Qixuan banyak warga mulai berdatangan meskipun hanya sekedar penasaran dengan isu yang beredar bahwa Permaisuri dan Ratu Kekaisaran Awan memiliki kecantikan Dewi-Dewi.


Namun pergerakan mereka langsung dihalau oleh Prajurit Kota Hasperia yang senantiasa membuka jalan untuk perjalanan Permaisuri dan Ratu tersebut.


Meskipun demikian, para warga mencari tempat yang aman untuk melihat Keluarga Kekaisaran Awan tersebut.


" Waaaah... Ternyata benar apa yang dikatakan tentang kabar tersebut. Mereka benar-benar sangat cantik." Ucap beberapa warga.

__ADS_1


" Yang Mulia Kaisar memang sangat beruntung bisa mendapatkan Istri yang sangat cantik. Tidak hanya satu, tapi 22 Istri sekaligus." bisik yang lain.


__ADS_2