
Melihat ekspresi dari wajah Sheng Zhishu, Guru keempat tersenyum lebar sangat bangga dengan apa yang dia miliki.
" Pengetahuan mu sangat bagus. Sepertinya kamu mengenal benda ini." Guru keempat memperlihatkan Tameng yang dia pegang.
" Kamu tau sendiri kan Tameng Kura-kura Surgawi adalah Pusaka langit yang bisa memantulkan serangan dari lawan." Guru keempat bersiap untuk kembali melanjutkan pertempuran.
' Shu'er... Kamu harus berhati-hati. Sebaiknya kamu menyerangnya dengan kekuatan fisik dan cari celah untuk melumpuhkan tangannya.' Ryu memberi pesan jiwa kepada Sheng Zhishu.
" Aku mengerti." Sheng Zhishu berubah wujud menjadi sosok Kirrin Api.
" Apa? Apa wanita ini menggunakan Teknik Transformasi?" Guru keempat bergumam mengambil sikap waspada.
" Ggooooaaarr." Sheng Zhishu dengan wujud Kirrin Api bergerak menyamping ke arah Guru keempat.
Melihat hal tersebut Guru keempat langsung mengarahkan Tameng kedepan untuk menahan serangan dari Sheng Zhishu.
" Wuush." Kirrin Api membentuk bayangan merah hingga muncul di samping kanan Guru keempat.
" Craaash." Sebuah cakaran yang sangat kuat melukai lengan Guru keempat.
" Aaarrrggghhhh." Guru keempat meringis kesakitan karena luka cakaran tersebut sangat dalam melukai tangannya.
Dengan adanya luka tersebut, Guru keempat melakukan serangan menyamping ke arah Sheng Zhishu.
Sheng Zhishu yang sudah memperkirakan hal itu, tentu dengan mudah menghalau serangan tersebut bergerak dengan lincah ke belakang Guru keempat.
Guru keempat yang sangat kesal, dengan buru-buru bergerak memutar untuk menghadang Sheng Zhishu.
" Sleeep." Dua buah jarum racun menancap sempurna di kedua sisi bahu Guru keempat.
" Aaarrrggghhhh." Guru keempat berteriak keras merasakan kedua lengannya sangat ngilu.
Guru keempat yang mendapatkan dua arah serangan sekaligus, kini wajahnya mulai berubah merah padam mendapatkan firasat buruk.
Ryu memahami hal tersebut, jika Tameng Kura-kura Surgawi masih berada di tangan Guru keempat, maka Sheng Zhishu akan mengalami kesulitan untuk melancarkan serangan.
Mendapatkan bantuan dari Ryu, Sheng Zhishu kembali melanjutkan serangan sambil mencari celah untuk mengalahkan Guru keempat.
" Dasar licik. Beraninya keroyokan." Guru keempat menatap ke arah Sheng Zhishu sambil bertukar serangan.
" Keroyokan? Licik? Bukankah kalian ingin memburu Suamiku dan berniat menggunakan racun mata merah untuk memuaskan nafsu kalian." Sheng Zhishu yang juga sedang melakukan pertukaran serangan kepada Guru keempat.
' Suami? Ternyata wanita ini istri dari Pemuda itu. Pantas saja Murid terbaik Perguruan Hantu Malam tidak mampu melawan mereka.' Guru keempat membatin sambil melakukan gerakan untuk menyerang Sheng Zhishu.
Sheng Zhishu yang dalam wujud Kirrin terus melancarkan serangan sambil mencari titik lemah dari Guru keempat berniat untuk melancarkan serangan terkuatnya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Sheng Zhishu yang sudah menemukan celah dari Guru keempat yang masih bertukar serangan kini terlihat senyuman mengerikan dari wujud Kirrin nya.
" Ggooooaaarr." Auman keras Sheng Zhishu membuat Guru keempat mundur beberapa langkah kebelakang.
Dengan gerakan cepat, Sheng Zhishu bergerak ke samping menggunakan serangan terkuatnya.
" Kraaack." Tangan kanan Guru keempat langsung patah terkena pukulan dari Sheng Zhishu.
" Aaarrrggghhhh." Guru keempat meringis kesakitan sambil berlutut karena tidak mampu menahan Tameng Kura-kura Surgawi yang ada di genggamannya.
" Kraaack." Pukulan keras di lengan kiri Guru keempat membuat Tameng Kura-kura Surgawi terlepas.
Saat Tameng Kura-kura Surgawi terlepas, Sheng Zhishu tidak ingin menyiakan kesempatan langsung menciptakan Bola Api mengarahkan kepada Guru keempat.
" Bboooom." Guru keempat terpental puluhan meter hingga menabrak pepohonan.
" Uhuuk." Guru keempat memuntahkan segumpal darah dengan kedua tangannya patah.
Dengan wujud Kirrin, Sheng Zhishu berlari ke arah Guru keempat seraya melompat dengan posisi menerkam.
" Kraaack." Leher Guru keempat patah hingga kehilangan nyawa dengan kondisi mengenaskan.
Dengan kematian Guru keempat, Sheng Zhishu kembali ke wujud aslinya menarik mayat tersebut ke Dunia Quzhu.
" Tuan... Aku mengambil Cincin Ruang milik wanita itu tadi." Tou Shuijing memberikan Cincin Ruang milik Guru pertama.
" Baik Tuan." Tou Shuijing kembali ke Alam Jiwa milik Ryu.
" Tuan... Aku mengambil Cincin Ruang milik wanita itu tadi." Chaizu memberi Cincin Ruang milik Guru ketiga.
" Mmm... Sekarang kamu boleh kembali." Ryu mengambil Cincin Ruang tersebut dari Chaizu.
" Baik Tuan." Chaizu mengangguk lalu kembali ke Alam Jiwa milik Ryu.
" Tuan... Aku mengambil Pedang dan Cincin Ruang milik wanita itu tadi." Jiejia memberikan Cincin Ruang milik Guru kelima.
" Mmm... Sekarang kamu boleh Istirahat." Ryu mengambil Cincin Ruang dari Jiejia.
" Baik Tuan." Jiejia kembali ke Alam Jiwa milik Ryu.
Setelah ketiga Hewan Kontrak sudah di Alam Jiwa, Ryu menoleh ke arah Sheng Zhishu yang baru saja menyelesaikan pertarungannya.
" Ternyata kamu semakin liar Shu'er." Ryu tersenyum seraya berjalan mendekati Sheng Zhishu sambil memegangi Pedang kembar di tangannya dan empat Cincin Ruang.
" Kraaack." terdengar suara dari tubuh Ryu saat Sheng Zhishu mengalungkan tangannya kepada Ryu sambil mengeluarkan sedikit tenaga.
__ADS_1
" Gluug." Ryu menelan ludah merasa nyeri pada tulang belakangnya.
" Gege... Beberapa hari lagi kamu harus bersiap untuk melayani kami." Sheng Zhishu menatap ke wajah Ryu yang hanya berjarak beberapa Senti dari wajahnya.
' Teknik tubuh Dewi Emas Suci sangat mengerikan. Sayangnya teknik itu hanya untuk wanita.' Ryu membatin sambil membayangkan jika melayani semua Istrinya yang sudah memiliki fisik jauh lebih kuat dari sebelumnya.
" Kenapa Gege tidak menjawab?" Sheng Zhishu menatap tajam ke arah Ryu.
" Ah... Baiklah... Aku harap kalian tidak mengalami kekalahan lagi." Ryu memperbaiki sikap merasa tertantang untuk menjajal kemampuan baru Istrinya.
" Kita lihat saja hasilnya nanti." Sheng Zhishu melepaskan pelukannya seraya berjalan mengambil Tameng Kura-kura Surgawi yang tergeletak di tanah tidak jauh dari mereka.
" Pusaka langit ini sangat cocok untuk Qi'qi, karena dia memiliki elemen Air." Sheng Zhishu mengambil Tameng Kura-kura Surgawi tersebut sambil menyimpannya di Cincin pemulihan.
" Aku rasa begitu. Pedang kembar ini sangat cocok untuk Ping'er..." Ryu memberikan Pedang kembar kepada Sheng Zhishu.
" Baiklah.. Nanti aku akan memberikan kepada Ping'ping." Sheng Zhishu mengambil Pedang kembar dari tangan Ryu lalu menyimpannya di Cincin pemulihan.
" Sepertinya kelima wanita itu memiliki masing-masing Pusaka langit." Ryu menatap melihat isi dari Cincin Ruang yang ada di tangannya lalu mengeluarkan dua buah Pedang dan satu Jarum berwarna keemasan yang berukuran kecil.
" Gege... Itu namanya sebuah keberuntungan." Sheng Zhishu menatap ke arah kedua Pedang dan Jarum Giok yang seukuran sepuluh Senti.
" Sepertinya kedua Pedang ini adalah sepasang yang memiliki Roh Phoenix Es, sangat cocok untuk Yi'er dan Ying'er karena mereka memiliki elemen Es. Ditambah lagi mereka seperti satu hati dan pikiran." Ryu yang merasa Zhao Luyi dan Zhao Liying memiliki ikatan batin yang kuat bahkan dari wajah mereka juga hampir mirip.
Ryu pun memberikan kedua Pedang Jiwa Phoenix Es kepada Sheng Zhishu agar bisa memberikannya kepada Zhao Luyi dan Zhao Liying.
" Tenang saja Gege... Aku akan memberikan kepada mereka. Lagi pula Harta langit ini tidak bc cocok untuk kami yang memiliki Tubuh Abadi." Sheng Zhishu mengambil kedua Pedang Jiwa Phoenix Es lalu menyimpan di Cincin miliknya.
" Jarum Giok ini juga memiliki Roh Serigala Es, sangat cocok untuk Yue'er. Jarum Giok ini sangat berbahaya, karena bisa dikendalikan dengan kekuatan fikiran." Ryu memberikan Jarum Giok tersebut kepada Sheng Zhishu.
" Nanti aku akan memberikan kepada Yue'yue." Sheng Zhishu sangat senang.
Dengan adanya lima Pusaka langit tersebut, maka Ling Queqi, Jiang Caiping, Zhao Luyi, Zhao Liying dan Bing Ruyue, maka kekuatan serangan mereka akan setara dengan yang memiliki Tubuh Abadi.
" Shu'er... Sekarang kamu boleh kembali. Satu lagi, jangan sampai mengeluarkan kelima Pusaka langit itu dengan sembarangan karena akan menarik perhatian para Dewa tertinggi." Ryu mengingatkan kepada Sheng Zhishu karena Pusaka langit sangat langka dan hanya dimiliki oleh orang-orang pilihan.
Wajar saja kelima Pusaka langit tersebut bisa dimiliki oleh kelima Guru dari Perguruan Hantu Malam, karena mereka sudah mencapai usia lebih dari satu juta tahun.
" Baik Gege... Aku pamit dulu." Sheng Zhishu meninggalkan Ryu, kembali ke Dunia Quzhu.
Setelah Sheng Zhishu pergi, Ryu pun melanjutkan perjalanan untuk menelusuri Hutan tersebut yang sempat tertunda dengan kedatangan kelima sosok wanita.
Setelah beberapa saat Ryu mendengar suara pertarungan yang tidak jauh dari tempatnya.
Dengan sigap Ryu langsung menuju ke arah tersebut hingga melihat beberapa sosok yang sedang bertarung melawan kelompok Hewan Roh tingkat langit.
__ADS_1
Pertarungan itu pun terlihat berat sebelah, dimana para Kultivator sudah kewalahan menghadapi kelompok Serigala.
Ryu tidak ingin cepat bertindak, karena dia harus memastikan terlebih dulu latar belakang dari sosok yang akan dia tolong.