SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Penguasa Elemen Air


__ADS_3

Setelah selesai makan Ryu beranjak dari tempat tersebut untuk menemui Pasukan Semesta.


" Gege... Aku harap kamu tidak lupa tanggung jawabmu nanti malam." Sheng Zhishu dengan cepat menghentikan langkah Ryu.


" Suamiku Bawalah Pil Kultivasi ini untuk Pasukan Semesta! Sangat disayangkan jika terlalu banyak disini yang tidak terpakai, karena tubuh kita membutuhkan waktu agar bisa menyerap Pil Kultivasi lagi." Xin Chie memberikan sebuah Cincin Ruang yang berisi berbagai Pil.


" Hmmm baiklah... Shu'er aku berjanji akan kesini lagi." Ryu mengambil Cincin tersebut lalu menoleh ke arah Sheng Zhishu dan menghilang.


Di dalam kapal udara, anggota Pasukan Semesta dan 55 tawanan sebelumnya kini terlihat sedang menunggu kedatangan Ryu di atas kapal sambil menikmati terpaan angin dari kapal yang terus melaju.


" Salam Dewa Agung." Ucap semua menyambut kedatangan Ryu.


" Mmmm." Ryu menyapa mereka dengan sebuah anggukan.


" Untuk kalian semua... Kami ingin menuju Benua Selatan. Setelah ini tujuan Kalian ke arah mana? " Menatap ke arah para tawanan wanita sebelumnya.


" Kalian Semua... Ambillah! Setelah sampai di Benua Selatan bisa menjalani kehidupan baru kalian" memberikan 55 Peti yang masing-masing berisi Satu Juta Batu Roh.


" Terimakasih Tuan Dermawan. " 18 Perempuan mengambil peti itu sangat senang. sedangkan 37 wanita lain hanya masih terdiam.


Meskipun memiliki satu juta Batu Roh bisa membuat rumah besar dan mencukupi kebutuhan selama puluhan tahun.


" Mohon maaf Dewa Agung... Hidupku sudah kotor oleh para Perompak yang menjijikan itu. Jika berkenan, izinkan aku bergabung bersama Pasukan kalian." Ucap salah satu sosok wanita berlutut kepada Ryu.


" Kami Juga mengalami nasib yang sama tuan. Izinkan kami ikut bergabung. " 36 wanita yang lain juga ikut berlutut.


" Baiklah jika itu yang kalian inginkan" Ryu menghela napas panjang.


" Terimakasih Dewa Agung." ucap mereka serempak.


" Luan Weily... Bawa mereka ke ruangan Pasukan Semesta wanita." Ryu menoleh ke arah Luan Weily.


" Baik Dewa Agung." Luan Weily membawa mereka ke dalam kamar baru mereka masing-masing.


" Para Anggota Pasukan Semesta... Berlatihlah untuk mengisi waktu Kalian. " Ucap Ryu.


" Ketua kedua lakukan tugas mu kepada anggota baru kita dengan baik. " Ryu memberikan Cincin Ruang yang dititip Xin Chie sebelumnya.

__ADS_1


" Baik Dewa Agung." Luan Hua mengambil Cincin Ruang tersebut.


" Ketua Kelima... Bagikan masing-masing satu Cincin ini kepada seluruh anggota baik lama maupun baru." Ryu memberikan Sebuah kotak Giok berisi ratusan Cincin Pemulihan.


" Baik Dewa Agung." Dao Luo mengambil kotak tersebut.


" Cincin itu aku namakan Cincin Pemulihan. Cincin itu memiliki efek penyembuhan dapat meregenerasi luka kalian selama dalam bertarung. Meskipun masih tingkat Langit, namun cukup membantu." Ucap Ryu.


" Sekarang pergilah berlatih! Gunakan waktu kalian sebaik mungkin." Ryu menutup pembicaraan itu.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak lalu meninggalkan tempat tersebut.


" Kalian juga boleh beristirahat kembali ke kamar masing-masing. " Ryu menatap 18 wanita yang tersisa.


" Terimakasih Tuan Dermawan. " Sahut mereka bersamaan lalu kembali ke kamar mereka.


" Hah... Jika seperti ini terus berlanjut maka aku akan kewalahan. Sebaiknya aku harus memiliki perwakilan." Ryu bergumam lalu kembali ke Dunia Quzhu.


*****


Satu minggu telah berlalu saat kejadian penyerangan para Perompak, tidak ada lagi halangan yang dihadapi Kelompok Ryu dan bawahannya.


Untung saja kapal milik Ryu sangat kuat. Meskipun menimbulkan goncangan yang hebat, namun tidak mengalami kerusakan apapun.


" Dewa Agung... Ombak ini tidak ada hentinya menghantam kapal kita. " Guang Cheng terlihat khawatir.


" Dewa Agung... Gelombang ini sangat aneh. Selama aku menjadi kelompok perompak yang sepanjang hidup mengarungi lautan, tidak ada hal seperti ini." Wong Sun mendapat firasat buruk.


Di sisi lain Ryu yang berfikir keras tentang kejadian yang mereka alami, lalu menatap arah datangnya gelombang.


" Kalian semua harap tenang! Jiu... Bawa aku ke asal ombak ini! " Ucap Ryu sambil menoleh ke arah Jiu Tou She.


" Baik Tuan Muda." Jiu Tou She berubah ke wujud aslinya.


Seketika Jiu Tou She yang sedang membawa Ryu di atas punggungnya langsung terbang dari atas kapal sehingga Kapal udara seperti ditutupi besarnya tubuhnya.


Dengan kecepatan tinggi Jiu Tou She menerjang ombak besar tersebut dimana Ryu juga ikut membantu menciptakan Pelindung angin mengelilingi tubuh Jiu Tou She agar tidak terkena hempasan ombak.

__ADS_1


" Ini aneh... Tidak ada angin tapi ombaknya sangat besar. Tidak salah lagi... Ini pasti Penguasa elemen Air sedang memberi tanda." Ryu bergumam sambil memperhatikan wilayah sekitar.


Dari atas punggung Jiu Tou She, Ryu menatap ke arah dari mana datangnya ombak tersebut.


Setelah terbang cukup lama, kini Ryu dan Jiu Tou She dikejutkan dengan pemandangan yang di depan Mereka.


" Tu... Tuan Muda." Jiu Tou she menatap Sosok yang lebih Besar dari tubuhnya bahkan seperti Gajah dan semut.


" Dekati saja makhluk itu." Perintah Ryu sambil menunjuk ke arah makhluk raksasa tersebut yang lebih besar ratusan kali lipat dari tubuh Jiu Tou She dan Tou Shuijing.


" Ba... Baik Tuan Muda." Jiu Tou She sangat gugup, namun tidak berani membantah.


Shen Long dan Jiu Tou She pun kini telah mendekati makhluk Raksasa tersebut nampak Seperti Kura-kura.


" Anak Muda... Sudah lama Aku menunggumu. Sekarang Terimalah Inti Elemen Ini." Sebuah cahaya berwarna kebiruan melesat ke tubuh Ryu hingga masuk ke Alam Jiwanya dan mengisi ruang kosong di Akar Jiwa milik Ryu.


Saat itu juga Ryu merasakan kesejukan di tubuhnya, bahkan Ryu bisa mengatur kembali ombak tersebut.


" Terimakasih Penguasa. " Ryu memberi hormat terlihat senang.


" Kau belum bisa menggunakan lebih dari satu Elemen. Tubuhmu memang kuat, namun itu masih belum cukup. Perkuat lah tubuhmu hingga 8 atau 9 kali lebih kuat dari sekarang." ucap Kura-kura raksasa wujud dari Penguasa elemen Air.


" Baik Penguasa" Ryu menundukkan kepala sambil senyum masam karena Tubuh Dewa Agung yang dia miliki sudah mencapai 90%. Namun kenapa Penguasa elemen masih menganggapnya masih lemah.


Kura-kura raksasa itu pun masuk ke dalam Air kemudian menghilang disertai hilangnya ombak.


Tanpa menunggu lama Jiu Tou She langsung bergegas dari tempat itu membawa Ryu terbang kembali ke arah dimana Kapal mereka berada.


Para Pasukan sangat sangat senang melihat ombak kini mulai tenang dan Kapal pun mulai melaju saat Ryu dan Jiu Tou She sudah kembali ke kapal udara.


" Jiu... Kamu selalu mengejutkan semua orang dengan melihat tubuh raksasa mu, meskipun ukuran kita sama." Ucap Tou Shuijing.


" Asal kamu tau, aku hanya seperti semut yang berhadapan dengan Gajah saja saat bertemu Monster itu tadi bersama Tuan Muda." Jiu Tou She merasa ngeri.


" Benarkah? Ternyata masih banyak di Dunia ini yang diluar nalar." Tou Shuijing menggelengkan kepala.


" Mungkin yang di sampingmu itu juga termasuk" Jiu Tou She melihat Jiu Wei Hu yang selalu menempel pada Tou Shuijing.

__ADS_1


" Kau.. " Jiu Wei Hu terlihat kesal.


Percakapan mereka pun terhenti saat Ryu meminta mereka kembali ke Dunia Quzhu dan berdiam di Pulau kecil.


__ADS_2