
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Saat kelima sosok tersebut berada di jarak sekitar 20 meter dari Ryu, mereka langsung menciptakan sebuah teknik yang tidak Ryu miliki yaitu sosok berpakaian putih mengeluarkan ketiga Hewan Kontrak lalu menggabungkan ketiga Hewan Kontrak tersebut menjadi satu sosok Naga berwarna putih memiliki berkepala Harimau sebanyak 12 memiliki kaki berjumlah enam.
Sedangkan untuk sosok berpakaian berpakaian Ungu menciptakan sebuah benda berbentuk awan dari Petir Hitam lalu mengendarai petir tersebut melayang di udara, Sosok berpakaian keemasan menciptakan sebuah sayap dari elemen Petir dikelilingi cahaya terbang di udara, sosok berpakaian hitam membentuk sebuah bayangan hitam seperti tidak tersentuh, dan sosok berpakaian merah mengeluarkan sebuah Pedang lalu mengendarai pedang tersebut terbang ke udara.
Setelah memperlihatkan kelebihan masing-masing selama beberapa menit, kelima sosok tersebut kembali seperti semula hingga Ryu menghentikan langkah mereka.
Setelah langkah mereka terhenti, Ryu langsung melompat ke belakang hingga menemukan jarak yang cukup jauh sekitar seratus meter dari kelima sosok tersebut
Agar tidak menimbulkan pertikaian, Ryu langsung menciptakan pelindung Yin-Yang Kura-kura dan Formasi kedap suara di tempat dimana dia berdiri.
Ryu juga mengisyaratkan kepada kelima sosok tersebut agar mendatanginya satu-persatu.
Meskipun masih penasaran, kelima sosok tersebut mengangguk setuju karena mereka fikir bahwa mereka bisa bernegosiasi secara empat mata untuk mengalahkan lawan mereka masing-masing.
" Ryu putih... Kamu memang terlahir dari kebaikan, aku sangat membutuhkan bantuanmu agar aku selalu menjadi orang yang baik di masa depan." Ryu merangkul sosok berpakaian putih.
" Baiklah... Aku akan mengikutimu. Tapi ingat, jangan sampai kamu mengikuti keempat orang jahat itu. " Sosok berpakaian putih menghilang dari pelukan Ryu dan menyatu dalam tubuhnya.
Setelah sosok berpakaian putih menghilang, sosok berpakaian ungu maju mendekati Ryu merasa heran karena sosok berpakaian putih menghilang begitu saja.
" Ryu muda, kemana Ryu putih? Ryu ungu sedikit menyelidik.
" Ryu putih sudah di tempat yang aman. Ryu ungu, terimakasih karena selama ini kamu ikut membantuku." ucap Ryu.
" Ryu muda... Jika bukan karena aku, kamu sudah mati. Jadi kamu harus berterimakasih kepadaku dan ikutlah denganku agar kamu bisa bersenang-senang dengan para wanita." Ucap Ryu ungu.
" Harus aku akui jika bukan karena bantuanmu, maka aku tidak akan mendapatkan kekuatan seperti ini. Karena dalam tubuhku sekarang telah menyimpan kekuatan Istriku bahkan para wanita lain. Untuk itu, ikutlah denganku. karena kita adalah satu." Ryu merentangkan kedua tangannya agar kembarannya mau mengikutinya.
" Tidak... Kamulah yang harus ikut denganku dan kita akan bersenang-senang. Dengan begitu kita akan menjadi kuat dan tidak terkalahkan karena berbagai macam jenis Yin akan bergabung dengan tubuhmu akan menciptakan teknik baru yang sangat kuat." Ryu ungu berkata dengan bangga.
" Aku tau itu... Dari Shu'er aku mendapatkan Teknik penciptaan, Chie'er memberikan kepadaku Elemen Api yang membuat aku bisa menjadi Alkemis, He'er dan Shi'er memberikan kepadaku elemen Cahaya hingga aku mendapatkan kekuatan Teleportasi."
" Jiang'er dan Wang'er memberikan kepadaku elemen kegelapan hingga aku mendapatkan kekuatan pengendalian Ruang Waktu."
__ADS_1
" Bahkan Shizi juga memberikan Teknik Kultivasi Ganda dan elemen Es hingga aku bisa menggunakan Teknik perubahan wujud."
" Dari 12 Istriku yang memiliki Tubuh Abadi juga memberikan kepadaku Inti Jiwa mereka hingga aku bisa mendapatkan Tubuh Agung, dan masih banyak lagi Istriku yang lain memberikan berbagai kemampuan untukku. Apakah kamu masih ragu kepadaku?" Ryu meyakinkan Ryu ungu.
" Haaahh... Baiklah, aku akan mengikutimu. tapi ingat, kamu jangan mengikuti mereka." Ryu ungu melirik ke arah tiga sosok yang di belakangnya sambil berjalan mendekati Ryu hingga tubuhnya menyatu dengan tubuh Ryu.
Setelah Ryu ungu menghilang, kini Ryu emas maju kedepan mendekati Ryu.
Ryu yang sudah tau cara untuk mengatasi kembarannya tersebut kini bernafas lega karena tidak harus menempuh jalan pertarungan.
" Ryu emas... Aku tau kamu menginginkan agar Aku mengumpulkan segala Harta di Alam semesta ini, jadi percayalah padaku karena tanpa kamu meminta aku sudah melakukannya. Karena aku juga adalah orang yang serakah." Ryu langsung ke pokok pembicaraan.
" Apa ucapanmu bisa dipercaya?" Ryu emas sedikit menyelidik.
" Bukankah selama ini sudah berapa banyak harta yang aku kumpulkan? Itu artinya aku mendukungmu, tapi kamulah yang harus mengikutiku. Jika tidak, maka kita harus bertarung yang tidak pernah berkesudahan." Ryu meyakinkan Ryu emas.
" Baiklah.. Aku akan mengikutimu. Tapi kamu harus ingat, jangan sampai kamu mengikuti mereka." Ryu emas melirik ke arah dua sosok yang dibelakangnya seraya berjalan ke arah Ryu hingga tubuh mereka menyatu.
Dengan adanya ketiga sosok yang sudah menyatu dengannya, Ryu tanpa ragu mendekati dua sosok lain dari kembarannya.
" Sekarang kalian boleh pilih, Kita bertarung atau kalian menyerah dengan suka rela." Ryu begitu yakin bahwa kedua sosok kembarannya mau bergabung dengan Ryu.
Mendengar ancaman dari Ryu, Ryu hitam dan Ryu merah langsung berjalan mendekati Ryu karena mereka sudah tau pasti bahwa mereka tidak mampu mengalahkan Ryu yang sudah menggabungkan tiga sosok sebelumnya.
Dengan wajah masam Ryu hitam dan Ryu merah juga menyatu ke dalam tubuh Ryu.
Setelah kelima sosok tersebut menyatu sempurna ke dalam tubuhnya, Ryu langsung bernafas lega karena untuk menyelesaikan masalah itu tanpa harus melakukan pertarungan.
Dengan segera Ryu mencari tempat untuk duduk bersila untuk menggabungkan kelima kekuatan tersebut.
Setelah cukup lama berkonsentrasi, Ryu kembali membuka mata hingga terlihat ada dia telah berpindah ke suatu tempat yang terdapat lapangan hijau dengan pepohonan rimbun yang berjejer.
Di tempat itu juga terdapat 12 Danau yang seakan mengelilingi tempat Ryu sedang duduk bersila.
' Jadi begitu.' Ryu membatin seraya berjalan mendekati salah satu Danau.
Di dalam Danau pertama, Ryu lang duduk Berkultivasi untuk menyerap energi yang ada pada Danau tersebut dengan membutuhkan waktu yang lama.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, Ryu melanjutkan proses penyerapan pada Danau berikutnya satu-persatu hingga semua telah berhasil diserap.
...----------------...
Di Dunia Quzhu dalam tubuh asli Ryu kini terdapat perubahan dimana rambutnya lebih panjang dari sebelumnya juga bagian depan terlihat rambut berwarna putih sehingga menambah daya tarik tersendiri dan terlihat tampan.
Zhang Qixuan yang memperhatikan hal tersebut merasa terpana melihat perubahan dari suaminya tersebut dengan penuh kekaguman.
Satu-persatu Istri Ryu mulai membuka mata dimana mereka semua sudah menerobos Pendekar Surgawi tahap awal.
Karena tidak ingin mengganggu Suami mereka, Sheng Zhishu membawa mereka kembali ke Istana Emas.
Tidak beberapa lama Ryu juga membuka mata dan berhasil menerobos Pendekar Surgawi tahap awal.
Ryu merasakan tubuhnya sangat ringan, namun memiliki kekuatan yang besar.
" Akhirnya." Ryu tersenyum seraya berjalan menuju Istana Emas.
__ADS_1
Di Istana Emas Ryu juga disambut oleh Istrinya yang juga memiliki perubahan penampilan dimana kulit mereka semakin kencang membuat Ryu berdecak kagum.
Begitupun sebaliknya dimana semua Istri Ryu sangat kagum melihat suami mereka yang membuat mereka tidak berkedip.
Suasana hening pun terjadi dimana mereka saling berpandangan masih dalam posisi mematung.
Hingga memakan waktu yang cukup lama tidak ada satupun yang membuka suara.
" Ehhmm. " Zhang Qixuan mengagetkan mereka meskipun dia sendiri tidak kuasa ingin memeluk suaminya tersebut.
" Ah..." Semua lamunan mereka langsung buyar.
Sambil tersenyum Ryu mendekati Istrinya satu-persatu hingga tercium aroma yang khas memanjakan hidung Ryu seakan terhipnotis dengan wangi dari masing-masing Istrinya.
" Sepertinya aroma dari Melati Emas itu seakan tidak ada artinya saat bersama dengan kalian." Ryu tidak mampu menahan godaan langsung mencium kening serta bibir Sheng Zhishu.
" Gege... Apa kamu hanya mencium Shu'shu saja. Aku juga mau." Huli Yue memeluk tubuh Ryu sambil mencium pipi dan bibirnya.
" Cciiihhhh... Asal serobot. Sesuai giliran." Xin Chie sedikit kesal juga melakukan hal yang sama kepada Ryu.
" Baiklah... Aku akan duduk disini sambil menerima serangan kalian." Ryu mengambil tempat duduk tidak ingin menyiakan kesempatan tersebut untuk memberikan pelukan kepada Istrinya.
Tanya menunggu lama mereka langsung menyerang Ryu satu-persatu hingga Zhang Qixuan juga tidak ingin menyiakan kesempatan tersebut.
Setelah keinginan mereka terpenuhi, mereka langsung mencari tempat untuk duduk bersama.
" Rasanya aku tidak ingin keluar dari Istana ini, tapi apa boleh buat masih ada hal yang belum terselesaikan." Ryu seakan tidak rela berpisah darinya Istrinya.
" Aku fikir juga begitu. Tapi malah ini Gege harus bekerja keras." Sheng Zhishu yang kebetulan duduk di samping kanan Ryu menyandarkan kepalanya di bahu Ryu sambil memberikan sebuah isyarat.
" Kalian harus bergantian, biar suasana menjadi romantis." Ryu mengusap rambut Sheng Zhishu dengan lembut.
" Tidak masalah... Lagi pula aku dan Shu'shu mendapat giliran pertama." Xin Chie yang kebetulan duduk di samping kiri Ryu juga menyandarkan kepalanya di bahu Ryu.
Hal itu tentu saja membuat yang lain merasa iri, namun karena mereka memiliki aturan tersendiri jadi yang lain hanya bisa menunggu giliran.
" Xuan'er... Dimana Ying'er.?" Ryu tersadar jika Jinying tidak ada di tengah-tengah mereka.
" Ying'ying sedang kehilangan ingatan sejak satu tahun yang lalu. Jadi dia terus ada di Istana Kekaisaran Awan. Sepertinya ada yang aneh." Zhang Qixuan.
" Satu tahun?" Semua terkejut mendengar ucapan dari Zhang Qixuan karena mereka menganggap bahwa mereka baru saja Berkultivasi hanya beberapa hari.
" Mmm." Zhang Qixuan mengangguk.
" Aku fikir kita hanya menghabiskan waktu paling lama tiga hari." Ucap Shu Meilu.
" Ternyata benar apa yang dikatakan Kakek, untuk menerobos Pendekar Surgawi membutuhkan waktu puluhan tahun bahkan seratus tahun lebih. Berarti kita beruntung hanya membutuhkan waktu satu tahun." Ucap Jiang Caiping.
" Itu semua berkat dorongan Sumberdaya yang kita konsumsi." Ucap Xin Chie.
" Chie'er benar, jika kita tidak memiliki Harta langit dan Sumberdaya yang lain mungkin kita juga membutuhkan waktu sangat lama." Ryu menimpal.
" Kembali kepada Jinying... Lebih baik Gege harus berhati-hati." Zhang Qixuan mengingatkan.
" Tenang saja... Bukankah hanya kalian yang memiliki kalung teleportasi, sedangkan Jinying tanpa harus menggunakan kalung teleportasi dia sendiri bisa berpindah tempat kapanpun dia inginkan." Ryu sedikit heran jika Jinying bisa kehilangan ingatan.
__ADS_1
Karena mereka terlihat penasaran, Zhang Qixuan menceritakan kepada mereka mengenai Jinying dan keadaan Istana Kekaisaran Awan sekarang.