SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 40. PUSAKA LANGIT


__ADS_3

" Hui'er berkan kepada Tuan Ryu" Qianfan menatap kearah Jun Hui.


" Baik Paktriak" Jun Hui memberikan Cincin Ruang yang berisi Sumbernya yang diinginkan.


" Ingat. Jangan bilang kepada siapapun. Aku ingin membuat kejutan Untuk Sekte Kita ini" Qianfan memandang Jun Hui.


" Ba...Baik Paktriak" Jun Hui berkeringat dingin.


" Jika begitu, kami pamit undur diri." Ryu memberikan Sebuah lencana kepada Qianfan.


" Mmmm.... Hui'er antar mereka!" Perintah Qianfan. sambil memegang Lencana yang diberikan Ryu.


" Baik Paktriak" Jun Hui membawa mereka keluar Sekte.


Saat keluar dari Ruangan Kerja Paktriak, beberapa guru dan Para Murid tengah melihat mereka sambil bertanya-tanya tentang siapa Sosok yang bertamu ke Ruang Paktriak.


Bahkan beberapa Murid menganggap mereka adalah Murid Baru, tetapi ada juga yang menganggap sebagai Tamu Kehormatan Paktriak.


Beberapa Guru juga ada yang langsung bertanya kepada Paktriak, namun mereka tidak menemukan jawaban apapun.


" Saudara Hui, terimakasih telah mengantarkan kami." Ryu menundukkan kepala.


" Saudara Ryu. Kuharap kamu tidak mengecewakan Paktriak." Jun Hui penuh harap.


" Jangan Khawatir. Ini kulakukan demi kedamaian Kekaisaran Lotus Putih" ucap Ryu.


" Sekarang kami pamit undur diri" Ryu keluar dari Sekt Naga Merah.


Saat di perjalanan Ryu seakan sedang memikirkan sesuatu, yang membuat Xin Chie dan Huli Yue berpandangan lalu bertanya kepadanya.


" Ka Ryu... Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Xin Chie.


" Sepertinya hal ini tidak sesederhana yang kupikirkan. Jika kita Pergi mengembara, lalu siapa yang menciptakan Pil untuk mereka?" ucap Ryu.


" Benar juga. Ka Ryu... Kamu tenang saja. nanti aku akan mengajarkan beberapa Orang dari Murid Sekte Lembah Persik." Xin Chie menawarkan diri.


" Masalahnya mengajarkan mereka pasti butuh waktu lama. Sedangkan kita masih ada beberapa Sekte yang harus kita kunjungi. Dan itu akan memakan waktu lama." Ryu menjelaskan keadaan sekarang.


" Ka Chie... Bagaimana kalau kita ke Sekte Lembah Persik terlebih dulu, biar Ka Ryu melanjutkan ke Sekte lainnya." Huli Yue memberi usul.


" Aahhh tapi... " Xin Chie seakan enggan meninggalkan Ryu.


" Apa belum cukup waktu kita kemaren selama dua Minggu. ?" Huli Yue dengan polosnya.


" Baiklah... Kurasa lebih cepat lebih baik." ucap Xin Chie.


" Jika begitu hati-hatilah kalian! Semoga ini bisa lancar." ucap Ryu.


" Ka Ryu tenang saja. Tapi ingat, kamu harus secepatnya kembali jika semua sudah selesai." Xin Chie menatap Ryu dengan tajam.


" Setelah semua selesai, aku langsung ke Sekte untuk menjemput kalian." Ryu menegaskan.


" Baiklah. Kami pergi dulu " Xin Chie mengeluarkan Jinying, mereka pun langsung terbang ke arah Sekte Lembah Persik.


" Hah. Sebaiknya aku harus secepatnya menyelesaikan masalah ini " Ryu langsung mengeluarkan Chaizu menuju Sekte Bulan Sabit.


Setelah menempuh perjalanan selama satu Minggu, Ryu kini telah berada di depan Gerbang Sekte Bulan Sabit.


Saat masuk ke Sekte Bulan Sabit, Ryu tidak mengalami kendala apapun karena status Li Wei adalah Murid paling Jenius di Sekte.


Ditambah lagi dengan Statusnya sebagai Anak dari Paktriak Kaibo, Sehingga Perjanjian kerjasama tidak mengalami kendala.


" Sekarang hanya tinggal dua Sekte lagi. Sepertinya ini Agak Sulit" Ryu memasang wajah masam.


Mengingat Jarak kedua Sekte sangat jauh, Ryu berencana mengunjungi beberapa Kota untuk membeli Semua Sumberdaya yang Ada agar nantinya Sekte Lembah Persik tidak kekurangan Stok.


Saat melakukan perjalanan melewati Hutan, Ryu mendengar suara seperti ada beberapa orang yang minta tolong.


Dia pun bergegas menuju arah suara tersebut, untuk memeriksa apa yang terjadi. Namun sangat disayangkan ketika sudah berada di tempat tersebut tidak menemukan apapun ditempat itu.


Suara itupun terdengar kembali dari arah yang lain yang lumayan jauh dari awal arah suara. Sekali lagi saat Ryu ke arah tersebut sama sekali tidak menemukan Apapun.


Dengan penasaran, Ryu mencoba mencari Suara misterius dengan Spiritual tetap saja tidak menemukan orang yang dia cari.


" Ini Aneh. siap sebenarnya sosok ini." Ryu bergumam.


Namun disaat kebingungan, Ryu mencoba menenangkan diri lalu Dia mengambil kesimpulan bahwa suara misterius itu pasti masih berada di sekitarnya bahkan menganggap bahwa Suara misterius tersebut sedang mengawasinya.

__ADS_1


" Jika kamu Orang Baik, Keluarlah! Dan jika kamu berniat Jahat, kamu tidak punya alasan untuk melakukannya" Ryu mencoba untuk tetap tenang.


Seketika muncul dari Balik Pohon Sosok Wanita Cantik Berpakaian seperti seorang bangsawan dengan corak Putih bercampur biru laut seakan menyatu dengan warna kulit yang putih dan mulus.


" Kenapa kamu bisa mendengar suaraku? Apa kamu pernah ke Dunia Peri? " Terdengar suara lembut dari Wanita tersebut.


" Aku pernah ke Dunia Peri, tapi hanya meminta Rumput Jiwa Peri." Jawab Ryu.


" Pantas saja kamu bisa mendengar suaraku" Ucap wanita itu.


" Jika boleh tau siapa Nona ini dan kenapa bosa berada di Hutan ini?" Ryu sangat Hati-hati mengingat dia tidak mampu mengukur tingkat Kultivasi Sosok Wanita yang ada di depannya.


" Namaku Xian Ye. Aku tidak bisa Pulang ke Duniaku, jadi aku terus bersembunyi di Hutan ini selama bertahun-tahun." Xian Ye menerangkan tentang dirinya.


" Jika boleh tau, mengapa kamu bisa masuk ke Dunia ini? " Ryu mencoba bertanya.


" Saat itu aku sedang melakukan Perjalanan bersama Pengawalku. Tapi tiba-tiba ada Angin aneh yang menyeretku hingga sampai ke Dunia ini. Apa ini Dunia Manusia?" Xian Ye kembali bertanya.


"Memang ini Dunia Manusia, Tapi beberapa tempat juga ada Para Siluman. Lalu apa kamu tau agar bisa kembali ke Dunia Peri?" Ryu mencoba untuk bertanya.


" Sebenarnya aku bisa kembali ke Duniaku dengan menggunakan Batu Bintang. Tapi dengan kondisiku sekarang aku tidak bisa kembali." ucap Xian Ye.


" Untuk sekarang aku tidak bisa membantumu, karena ada Hal yang ingin kukerjakan. Apa ini bisa membantumu?" Ryu mengeluarkan Sebongkah Batu Bintang seukuran Kepala Manusia.


" Terimakasih... Sepertinya kamu orang baik. Tapi... Dengan kekuatanku sekarang, aku tidak bisa menciptakan sebuah Portal untuk kembali ke Duniaku. Apa kamu mau membantuku? Xian Ye memberikan sebuah Kitab.


" Penciptaan Dunia Kecil?" Ryu terlihat senang.


" Lalu Apa yang harus kulakukan?" tanya Ryu.


" Yang kamu lakukan sekarang adalah Belajar Kitab tersebut sementara tenagaku pulih total." ucap Xian Ye.


" Tapi Nona Ye. Aku ada urusan. Lagi pula Kitab ini sangat rumit mungkin Butuh waktu sangat lama." ucap Ryu


" Aku bisa bersamamu. karena aku yakin kamu bukan orang jahat." Xian Ye masuk ke dalam tubuh Ryu.


'Bawa aku pergi bersamamu sampai aku benar-benar pulih dan kamu juga sudah menguasai Kitab tersebut' Suara Xian Ye terdengar dari pesan jiwa.


" Haaah... Kuharap kamu tidak menyulitkanku" ucap Ryu.


'Tenang saja aku tidak akan menyulikanmu. Oh ya aku belum tau namamu' pesan jiwa Xian Ye


'Nama yang Unik. Aku tidur dulu. sudah lama aku tidak tidur ' pesan Xian Ye.


Seketika suara itu menghilang. Ryu pun memasukkan Kitab tersebut ke Dalam Cincin Ruang.


Dalam Hati Ryu sangat senang dengan adanya Kitab tersebut, namun dia sedikit khawatir jika Sosok Xian Ye terus bersamanya dalam segala hal.


Untuk beberapa saat Ryu tidak ingin berfikir terlalu jauh, mengingat dia harus secepatnya menuju ke Sekte Bunga Sakura.


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa hari, kini Ryu sudah berada di depan Pintu Gerbang Sekte Bunga Sakura terlihat ada 4 sosok wanita sedang berjaga.


" Permisi Nona apa boleh aku ingin bertemu dengan Saudari Jingmi?" Tanya Ryu.


" Maaf Tuan, Sekte kami tidak menerima tamu laki-laki." ucap penjaga.


" Maaf Penjaga, tapi ada hal yang penting yang ingin kukatakan" ucap Ryu.


" Jika tuan memaksa, maka kami tidak sungkan lagi" Dua penjaga tersebut langsung menyerang Ryu.


" Penjaga jangan salah paham " Ryu mencoba terus menghindar.


" Jangan banyak alasan " kedua penjaga terus melancarkan serangan kepada Ryu.


Pertarungan itupun tidak terelakkan yang membuat Ryu Kewalahan saat kedua penjaga yang tadi hanya melihat, kini juga ikut membantu menyerang Ryu.


Ryu mencoba menjelaskan berkal-kali Namun keempat Penjaga Wanita itupun terus menyerangnya membuat Ryu sangat jengkel.


Bunyi pedang pun kini terdengar membuat Tekanan Udara menyebar ke berbagai arah sehingga Orang Yang berada di dalam Sekte Keluar untuk menyaksikan apa yang sedang terjadi.


" Waaahhh Siapa Pemuda itu? Kenapa dia ada disini?" Tanya beberapa Murid kepada yang lain.


" Lihat Saudari. Sepertinya Pemuda itu sangat tampan." ucap yang lain.


" Hus... Kamu jangan bicara sembarangan, kalau didengar Guru, maka habislah kita." Yang lain mengingatkan.


" Hentikan! " Sebuah suara terdengar dibalik kerumuman para Murid.

__ADS_1


" Guru" Semua Murid dan empat Pengawal memberi Hormat.


" Saudara Ryu" kini terdengar suara Jingmi dari arah lain.


"Saudari Jingmi, Maaf telah membuat keributan di Sekte ini. aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal saja" Ryu menundukkan kepala.


" Jingmi siapa Pemuda ini? " Tanya Guru Lun.


" Guru. Dia adalah Saudara Ryu yang telah menyelamatkan kami ketika berada di Dunia Kecil Tuzi." Jingmi menjelaskan.


" Jadi kamu. Lalu Apa tujuanmu kesini?" Guru Lun dengan angkuh memandang Ryu.


" Guru... Pemuda ini juga yang memberikan Pil yang diperlihatkan pada guru" Jingmi mencoba menenangkan Guru Lun.


" Lalu dengan memberikan Pil itu kamu menganggap dia adalah orang baik? begitu?" Guru Lun memarahi Jingmi.


" Waaahhh sayang sekali. padahal pemuda itu tidak ada niat Jahat." Bisik beberapa Murid.


" Tau apa kalian? Apa kalian lupa bahwa akulah yang menyelamatkan kalian saat kalian diperlakukan hal yang keji oleh Para lelaki Hidung Belang. Termasuk pemuda itu." Guru Lun menunjuk jarinya ke arah Ryu.


Mendengar ucapan dari Guru Lun semua terdiam mengingat hal itu memang benar.


" Guru Lun.... " Ryu tidak sempat melanjutkan pembicaraannya.


" Pergi dari sini! sebelum aku berubah pikiran" Guru Lun mengancam.


' Cciiihhhh. Wanita Peot 'Ryu mengutuk dalam hati.


" Baik Guru Lun." Ryu menahan Emosi pergi meninggalkan tempat itu.


Melihat kepergian Ryu, Jingmi sangat menyenangkan jika Guru Lun tidak mengindahkan apa yang dikatakan Ryu.


" Ciihhhh... Jika saja bukan karena tujuanku, sudah kuhancurkan Sekte itu." Ryu bicara sendiri langsung menjauh Sekte Bunga Sakura menuju ke arah Pepohonan untuk memeriksa wilayah Sekitar Sekte Bulan Sabit.


" Sepertinya Sekte Bunga Sakura hanya sebuah Perguruan kecil. Tidak seperti yang kukira" Ryu bergumam sambil berjalan.


Ryu terus berfikir untuk mencari sebuah cara agar rencananya bisa terwujudkan, tiba-tiba Dia merasakan Ada Kelompok orang yang sedang menuju ke Sekte Bunga Sakura.


Ryu langsung menggunakan Topeng melesat ke atas pohon untuk menyelidiki kelompok tersebut.


'Sepertinya mereka dari Sekte Lembah Racun. Apa tujuan mereka datang kesini?' Ryu memperhatikan kelompok tersebut terlihat seperti 3 Sosok yang memimpin para murid sekitar 60 orang.


" Guru An. Sebentar lagi 2 Pusaka Langit akan menjadi milik kita " Guru Jao terlihat senang.


" Tidak kusangka Sekte kecil seperti ini ternyata menyimpan 2 pusaka Langit sekaligus." ucap Guru An.


" Benar Guru An, Guru Jao. Menurut muridku saat dia menjadi Murid Sekte Bunga Sakura, dia pernah melihat Kalopak Bunga Sakura Lima warna dan Kelopak Teratai Api " ucap Guru Gui.


" Hahahaha. sungguh sebuah keberuntungan. Untung saja kita mengetahuinya lebih dulu, jadi kita bisa selangkah lebih cepat dari Sekte lain." ucap Guru An.


" Untuk apa kita tunggu. Kita serang saja, dari segi kekuatan kita akan lebih Kuat." Perintah Guru Gui.


Mereka langsung menuju ke arah Gerbang Sekte Bunga Sakura menghalau Para Penjaga untuk masuk kedalam sekte.


" Hahahaha. Serang mereka semua" Perintah Guru An.


Pertarungan itu pun dimulai tanpa ada kata-kata apapun membuat Para penjaga kewalahan dan banyak mengalami luka.


" Hentikan." Sosok Guru Lun muncul bersama Jingmi dan semua Murid Sekte Bunga Sakura.


" Hahahaha.. Ternyata benar apa yang dikatakan Orang, Guru An,Guru Jiao. sepertinya kita akan sedikit bermain-main dengan beberapa Gadis disini." Guru Gui menatap Para Murid dengan wajah mesum.


" Kamu benar Guru Gui. Sepertinya Guru mereka juga Sangat cantik, meskipun umurnya sedikit tua." Guru Jiao menatap ke arah Guru Lun sambil menjilati bibirnya.


Mendengar ucapan tersebut membuat Para Murid sedikit ketakutan, saat melihat Ketiga Guru tersebut memandang mereka dengan tatapan Mesum.


" Lancang, Akan kurobek mulut Kalian. Muridku Serang mereka! " Guru Lun memberikan Perintah langsung melompat ke arah Guru An.


Pertempuran antara Kedua Sekte pun kini mulai terdengar, dentingan pertemuan Pedang mempuat sebuah percikan api kecil.


Meskipun menang dalam jumlah, namun Sekte Bunga Sakura terlihat kewalahan karena kalah dari segi tingkat Kultivasi.


Ryu yang melihat kejadian tersebut berniat ingin membantu, namun saat mengingat ucapan pedas dari Guru Lun membuatnya berfikir kembali agar Guru Lun bisa sadar dari sifat angkuhnya.


Sambil menunggu waktu yang tepat, Ryu menggunakan Langkah Kilat ke sisi lain menuju Belakang Sekte untuk mencari Dua Pusaka Langit yang dibicarakan oleh Ketiga Guru dari Sekte Lembah Racun.


Saat berada di belakang Sekte, Ryu menggunakan Wujud Hantu untuk menembus Tembok yang mengelilingi Sekte Bunga Sakura.

__ADS_1


Setelah merasa aman, Ryu mengeluarkan Chaizu untuk mencari keberadaan Kedua Pustaka Langit mengingat kedua benda tersebut Pasti disembunyikan di tempat yang tersembunyi.


Dan benar saja, kini Chaizu seakan mengendus dimana keberadaan kedua benda Pusaka Langit yang sedang dicari Ryu yang kini terhenti di sebuah Kursi yang terbuat dari batu Giok tempat Kursi kebesaran Guru Lun.


__ADS_2