
Di tempat lain terlihat Ryu sedang menikmati pemandangan Kota, dimana terlihat sangat ramai hampir menyamai Kota Hasperia.
Setelah puas melihat pemandangan, Ryu bergegas menuju ke sebuah Penginapan Giok Bulan yang ada di Kota tersebut.
Di dalam Penginapan, Ryu langsung masuk ke dalam dimana terlihat penginapan tersebut banyak dipenuhi oleh pengunjung.
" Silahkan masuk Tuan! Ada yang bisa saya bantu?" Seorang Pelayan mendekati Ryu saat dia masuk ke dalam Penginapan.
" Pelayan... Aku ingin memesan sebuah kamar terbaik tapi jika memakai paket pijatan untuk satu malam." Ryu tidak ingin kejadian di Penginapan Giok Bulan yang pernah dia pesan sebelumnya terjadi lagi.
" Ba... Baik Tuan... Harganya 900 Batu Roh." Pelayan sedikit kaget karena hanya kalangan tertentu saja yang mengetahui hal tersebut.
" Aku akan memesan. Aku juga memesan makanan terbaik disini, tolong antarkan ke meja disana." Ryu memberikan 1100 batu roh lalu menunjukkan ke arah meja yang masih kosong.
" Tapi Tuan... Ini terlalu banyak." Ucap Pelayan.
" Sisanya buat kamu saja!" Ryu berkata seraya berjalan menuju meja yang dia tunjuk sebelumnya.
" Te... Terimakasih Tuan." Pelayan tersebut terlihat senang lalu berjalan menuju dapur Penginapan.
Setelah beberapa saat Dua Pelayan menyajikan hidangan di atas meja yang ditempati oleh Ryu.
" Silahkan menikmati Tuan." Salah satu dari Pelayan mempersilahkan, lalu meninggalkan meja tersebut.
Ryu yang sedang menikmati hidangan tersebut, kini sambil mendengarkan percakapan dari beberapa pengunjung yang tidak jauh dari tempatnya.
" Saudara... Aku dengar beberapa bulan ini jalan utama dari Kota Chang'an menuju Kota Hasperia tidak bisa dilewati lagi." Ucap salah satu sosok kepada yang lain.
" Aku juga dengar begitu. Para Perampok itu benar-benar merepotkan."
__ADS_1
" Tapi saat aku ingin menuju Kota Anhui, aku melihat dari penampilan mereka sepertinya bukan Perampok biasa. Lebih persisnya seperti Organisasi yang besar."
" Hhmmm... Apa kamu tau bagaimana ciri-ciri mereka?"
" Aku tidak tahu pasti... Tapi dalam sekilas aku melihat sebuah tatto Kapak berwarna merah darah di leher bagian kanan mereka."
" Organisasi Kapak Dosa? " Semua terkejut mendengar ucapan dari sosok tersebut.
" Tidak mungkin. Bukankah Organisasi Kapak Dosa hanya ada di Kekaisaran Taiyang. Bahkan, Organisasi Kapak Dosa adalah kelompok pembunuh bayaran yang sangat terorganisir dengan baik."
" Aku juga tidak percaya. Organisasi Kapak Dosa hanya mau menjalankan misi dengan harga yang mahal, jadi tidak mungkin mereka melakukan hal serendah itu."
" Tapi menurut keterangan saudara tadi yang mengatakan ada tatto Kapak di leher kanan mereka, itu artinya mereka adalah kelompok Organisasi Kapak Dosa."
" Jika itu memang benar, siapa yang membayar mereka hingga mencapai ke tempat ini? Bahkan para Bangsawan sekalipun tidak mampu untuk membayar mereka."
" Haaaiiisss... Kalian ini memang memiliki informasi yang dangkal. Bukankah sepuluh tahun yang lalu Yang Mulia Kaisar Ryu telah memperistri dua Putri dari Kerajaan Pasir Putih. Aku dengar Raja dari Kerajaan Pasir Putih lah yang melakukan hal ini. Dengan nama besar Kekaisaran Awan, Kerajaan Pasir Putih ingin menginfasi wilayah kota Chang'an sebagai perluasan wilayah Kerajaan Pasir Putih. Dan itu semua telah disetujui oleh Yang Mulia Kaisar itu sendiri." Seorang pria sepuh yang sejak awal juga mendengarkan percakapan mereka dari meja lain yang membelakangi mereka.
" Sebenarnya aku juga tidak percaya. Tapi Raja Pasir Putih itu sendiri yang mengatakan hal itu, bahwa Kaisar Ryu telah membebaskan wilayah kota Chang'an menjadi wilayah Kerajaan Pasir Putih sebagai mahar Pernikahannya dengan kedua Putri Kerajaan Pasir Putih." sosok Pria sepuh tersebut mengatakan apa yang dia dengar, meskipun dia sendiri masih kurang percaya.
Ryu yang mendengar percakapan dari mereka hampir saja tersedak karena bagaimana dia sendiri sebagai seorang Kaisar tidak pernah memperistri dua Putri Kerajaan Pasir Putih itu.
Hal yang paling tidak masuk akal, bagaimana seorang Raja Pasir Putih begitu terang-terangan mengatakan bahwa Kaisar Ryu telah membebaskan wilayahnya.
' Sepertinya hal ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus memberi mereka pelajaran.' Ryu membatin berniat untuk meluruskan kebenaran yang sebenarnya.
Namun kali ini Ryu tidak bertindak gegabah, mengingat saat dia menghancurkan kerajaan kecil dan Kekaisaran Shin yang berimbas mengharuskan untuk mengikuti aturan adat istiadat.
" Maaf Senior... Aku sangat tertarik dengan percakapan kalian. Perkenalkan namaku Song Juan adalah anggota Sekte Gunung Phoenix." Ryu mendekati mereka yang sedang berbicara tersebut lalu menoleh ke arah Pria sepuh yang mengatakan hal itu.
__ADS_1
" Sekte Gunung Phoenix? Bukankah Matriak kalian adalah Istri dari Kaisar Ryu?" Pria sepuh sedikit kaget ternyata ada orang dalam dari anggota Sekte Gunung Phoenix yang tentu akan mengetahui apa yang terjadi di Istana Kekaisaran Awan.
" Benar Senior... Matriak kami adalah Istri dari Kaisar Ryu itu sendiri. Tapi aku tidak pernah mendengar tentang Kaisar Ryu juga memiliki Istri dari kedua Putri Kerajaan Pasir Putih." Ryu berjalan mendekati Pria sepuh tersebut lalu duduk di sebuah kursi disampingnya mencoba menahan amarah.
" Haaaiiisss... Anak Muda... Kau ini memang bodoh. Mungkin saja Kaisar Ryu tidak memberitahukan bahwa dia juga sudah memperistri dua Putri dari Kerajaan Pasir Putih itu. Hal itu memang wajar, Seorang Kaisar besar bisa memiliki banyak Istri. Apalagi dengan kekuasaannya, dia bisa melakukan apapun sekehendaknya." Pria sepuh menggelengkan kepala tanpa menghiraukan Ryu yang menatapnya dengan tajam.
Hal itu karena dia menganggap Ryu hanya murid biasa yang tentu tidak akan menyulitkannya apalagi Pria sepuh itu merasakan bahwa Ryu masih berada di Pendekar Bumi tahap awal.
" Kraaack." Ryu mencekik leher Pria sepuh tersebut karena sudah tidak tahan lagi mendengar ucapannya.
" Tuan Pendekar... Apa yang kamu lakukan?" Sosok yang lain sangat heran atas tindakan Ryu.
" Pria sepuh ini sepertinya ingin aku cincang Karena telah menganggap remeh Yang Mulia Kaisar. Jika Kaisar Ryu mendengar ucapanmu, maka akan aku pastikan seluruh anggota keluargamu akan dihapuskan dari Dunia ini." Ryu dengan nada mengancam sambil menatap beberapa sosok yang sedang berniat untuk menyerangnya.
" Anak Muda... Lepaskan aku." Pria sepuh berkeringat dingin mencoba sekuat tenaga untuk melepaskan cengkraman tangan Ryu di lehernya.
" Baik... Aku akan melepaskan mu jawaban yang kamu berikan cukup memuaskan untukku. Satu lagi, Aku adalah utusan langsung dari Kaisar Ryu itu sendiri yang kebetulan melewati wilayah ini." Ryu melepaskan cengkeramannya berjalan dengan santai tanpa memperdulikan tatapan mata dari beberapa sosok yang ada di tempat itu.
" Tuan Pendekar... Apa yang aku katakan itu memang benar." Pria sepuh bersuara terputus-putus merasa sesak.
" Maksudnya?" Ryu menoleh ke arah Pria sepuh.
" A... Ampun Tuan Pendekar. Maksud ku aku mendengar sendiri Raja Pasir Putih mengatakan hal itu. Tapi aku terlalu bersemangat hingga seolah menyudutkan Yang Mulia Kaisar. " Pria sepuh menyesali ucapannya.
Sebenarnya Pria sepuh itu ingin melawan Ryu, namun karena merasakan sendiri kekuatan dari Ryu, maka dia memilih untuk mengurungkan niatnya.
Beberapa sosok yang awalnya ingin menyerang Ryu, kini langsung mengurungkan niat karena sudah mendengar ucapan dari Ryu bahwa dia adalah utusan langsung dari Kaisar Ryu.
Mereka berfikir jika berurusan dengan Kekaisaran Awan, maka sama saja dengan membuat keluarga mereka mengalami kehancuran.
__ADS_1
Mereka masih mengingat jelas bahwa Kaisar Ryu pernah menghancurkan empat kerajaan kecil dan Kekaisaran Shin dengan mudah dan Itu artinya Kaisar Ryu akan lebih mudah jika hanya menghancurkan keluarga mereka jika dia menginginkan hal tersebut.