
Sedangkan Ryu dan Istrinya, kini langsung masuk kembali ke kamar sambil memikirkan cara untuk menyikapi hal itu.
" Gege... Apa yang harus kita lakukan?" Sheng Zhishu dan yang lain terlihat khawatir.
Mereka bukan karena takut, melainkan tidak ingin ada yang mengetahui bahwa mereka berasal dari Benua Timur.
" Kalian tenang saja! Aku ada cara. Kalian tunggu disini sebentar." Ryu kembali ke Dunia Quzhu, karena hanya di tempat itu dia memiliki banyak waktu.
Saat berada di Dunia Quzhu. Ryu langsung mengeluarkan lencana pemberian dari Sekte Gunung Suci.
Ryu pun mengambil beberapa Batu Giok, lalu membuat Formasi ruang untuk membuat lencana yang baru menyerupai lencana tersebut.
Dengan sedikit mengeluarkan Qi miliknya, Ryu mengukir setiap detail dari lencana tersebut.
Setelah memakan waktu selama lima jam, Ryu telah berhasil membuat lencana yang baru dimana terlihat tidak ada sedikitpun celah.
" Sempurna." Ryu menatap 25 lencana tersebut dimana terlihat sama.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung keluar dari Dunia Quzhu untuk menemui Istrinya yang masih menunggunya di kamar penginapan.
" Gege... Bagaimana?" Tanya Xie Hua.
" Ini adalah lencana milik Sekte Gunung Suci. Kita akan menggunakan lencana ini menyamar menjadi Anggota Sekte Gunung Suci." Ryu membagikan lencana itu kepada istrinya.
" Mmm.." Satu-persatu mereka mengambil lencana tersebut lalu keluar dari kamar untuk menemui dan berbaur dengan para Kultivator Muda.
Di luar bangunan penginapan, terlihat para Prajurit tersebut membagikan dua Kelompok.
Mereka semua hanya menurut karena tidak tau apa yang sedang terjadi dalam situasi tersebut.
Kini Ryu dan 23 istrinya juga menunjukkan Lencana Giok Sekte Gunung Suci pemberian dari hasil ciptaan Ryu.
" Tuan... Apa kalian dari Sekte Gunung Suci? " Tanya Prajurit.
" Benar Prajurit... Kami dari Sekte Gunung Suci " Jawab Ryu dengan santai.
" Tuan dan yang lain silakan menunggu di kelompok bagian sana! " Prajurit menunjukkan ke arah samping kanannya terlihat senang.
__ADS_1
" Terimakasih Prajurit " Ryu dan 23 Istrinya ke arah kelompok tersebut.
Semua pasang mata menoleh ke arah Ryu dan 23 wanita yang bersamanya itu dengan bermacam persepsi.
" Saudara siapa mereka? Apa kalian mengenal Mereka dari sekte mana? " tanya beberapa sosok yang ada di barisan tersebut.
" Saudara aku juga tidak tau. Apa mungkin mereka dari Sekte dengan Kultivasi masih Pendekar Bumi tahap awal?." ucap yang lain.
" 23 Gadis itu sangat cantik. Aku ingin berkenalan dengan mereka. " beberapa Kultivator Muda merasa tertarik pada 23 wanita itu meskipun memakai penutup wajah, namun mereka yakin bahwa mereka sangat cantik.
" Saudara. Bukan hanya kau saja... Tapi para pemuda disini juga memiliki keinginan yang sama. " ucap yang lain.
" Lihat Saja! Pemuda itu pasti kekasih mereka. Pegangan mereka begitu sangat erat pada pemuda itu. Jadi urungkan niat kalian. " salah satu pemuda di belakang mereka.
" Hahahaha... Itu lebih mudah, aku tinggal melenyapkan pemuda itu dan menikmati tubuh para wanita itu. " ucap sosok lain muncul dengan Perawakan Besar.
" Duaarr." Petir menyambar Pemuda perawakan besar tersebut seketika langsung mati tanpa ada yang tau dari mana asal petir tersebut.
Melihat kejadian tersebut semua mata memandang mayat yang telah menjadi kabut darah dengan perasaan ngeri namun tidak tau dari mana asal serangan.
Para prajurit pun merasa ketakutan bagai mana Seorang Pendekar Langit tahap awal bisa mati dengan tubuh menjadi kabut darah.
Mereka cukup yakin bahwa pemuda itu telah mendengar percakapan tersebut sentak mereka terdiam tidak berani lagi melanjutkan Percakapan.
" Maaf telah mengganggu kalian. " ucap salah satu prajurit memberanikan diri setelah kejadian tersebut.
" Saat ini Kekaisaran sedang mengalami kekacauan yang dilakukan oleh beberapa Sekte Aliran Hitam. Mereka ingin memberontak dan menguasai wilayah ini sebagai kekuasaan mereka. "
" Jadi Jendral Besar mengutus kami untuk meminta bantuan dari beberapa Pendekar yang berada di wilayah Kekaisaran Ini. Aku harap sebagai warga Kekaisaran Petir, kalian bisa membantu kami untuk memenangkan Pemberontakan ini." ucap Prajurit tersebut.
Baiklah kita menuju markas Prajurit kekaisaran. untuk mendengar instruksi dari Komandan dan jendral. " Lanjut Prajurit tersebut.
Rombongan itu pun menuju ke arah dimana para Prajurit lain telah berkumpul, lalu menuju ke bagian luar Benteng Istana Kekaisaran Petir.
Setelah berada di dekat Benteng istana, kini mereka berkumpul satu sama lain baik antar Prajurit maupun para Kultivator Muda dari berbagai sekte yang mereka rekrut secara mendadak.
Salah satu Prajurit dari rombongan Ryu kini berlari ke arah seorang Komandan dan membisikkan sesuatu membuat Komandan kaget kemudian terlihat bahagia.
__ADS_1
Komandan berperawakan Tinggi dengan kumis tebal itu kin berjalan menuju ke arah Ryu dan kelompoknya.
" Pendekar... apakah kamu berasal dari Sekte Gunung Suci? " Tanya komandan.
" Benar Komandan. kami sedang menjalankan misi dari sekte tanpa sengaja melewati tempat ini. " Jawab Ryu dengan tegas.
" Terimakasih Pendekar telah menyempatkan diri untuk kesini, dimana kami sedang membutuhkan Pasukan untuk menghalau para pemberontak dan 2 Sekte besar Aliran Hitam" ucap Komandan.
" Aku akan mencoba sebisaku Komandan. Bagaimanapun Kekaisaran Petir adalah tanah kelahiranku. " Ryu senyum ramah walaupun sebenarnya dia telah berbohong.
" Komandan kapan penyerangan dari Para pemberontak itu datang kesini? " Ryu kembali bertanya kepada Sang Komandan.
" Menurut Jendral Besar, mereka akan tiba disini dua hari lagi." ucap Komandan.
" Lalu Komandan tau dimana Sekte mereka? " tanya Ryu.
" Menurut mata-mata, Sekte Giok Hitam berada di Hutan Giok dan Sekte Naga Hitam berada di Kaki bukit Daophing." Jawab Komandan merasa Heran.
" Tuan Pendekar... Sepertinya para Jendral dan Jendral besar sedang kemari . Aku pergi dulu. " Komandan pergi setelah melihat kedatangan Rombongan Jenderal Besar.
" Hormat Kepada Jendral Besar!. " Ucap salah satu Jendral yang diikuti para Jendral, para Komandan, Prajurit dan Para Kultivator.
" Terimakasih Atas sambutannya. " Jendral besar membalas dengan hormat.
" Perkenalkan namaku Jendral Zheng Lie mengucapkan terimakasih atas kedatangan dari para Pendekar, dimana kami memerlukan bantuan kepada kalian semua atas Perintah Kaisar Shandian Bai sendiri untuk melawan pemberontakan dari Pangeran Shandian Hei yaitu Anak Tiri dari Ayah Kaisar sebelumnya yang mendapatkan bantuan dari Sekte besar Aliran Hitam. " Suara Jendral Zheng Lie menggema.
" Shandian Hei. " gumam semua yang ada di tempat itu.
" Untuk itu jangan ada yang melawan, ini demi kedamaian Kekaisaran Petir. " Ucap Jendral Zheng Lie.
" Jendral Ye gang... Aku perintahkan agar kamu mengambil alih para pendekar Ini! jika ada yang melawan Bunuh saja! " Ucap Jendral Zheng lie kepada Jendral Ye Gang
" Baik Jendral. " Jendral Ye Gang memberi Hormat kemudian memanggil para Komandannya untuk membawa Para Kultivator membentuk Kelompok Baru.
Para Komandan itu pun memimpin beberapa Prajurit dan para Pendekar menuju Pinggir Hutan yang terdapat tanah lapang.
*****
__ADS_1
Special edisi untuk pembaca setia SDA, hari ini dan besok Penulis akan update 5 Bab.
Terimakasih atas dukungannya 🙏