
( Sekte Salju Abadi )
Dari kejauhan di atas punggung Tou Shuijing, Ryu menatap ke arah Sekte Besar tersebut dengan cermat.
Begitupun dengan semua Pasukan Semesta yang berada di atas punggung Jiu Tou She, mereka juga ikut memperhatikan dari kejauhan.
Meskipun merasa sedikit takut, anggota Pasukan Semesta seakan tidak gentar menghadapi lawan mereka meski apapun yang terjadi nantinya.
" Baiklah... Sekarang kita akan menghancurkan Sekte ini. Shuijing Jiu, dan kalian semua. Kita langsung menuju lapangan Sekte itu " Ucap Ryu dengan suara lantang.
" Ggooooaaarr."
" Ggooooaaarr."
" Ggooooaaarr."
" Ggooooaaarr."
Auman dari semua Hewan Kontrak tersebut menggema di udara hingga terdengar dari seluruh penjuru Sekte Salju Abadi yang terlihat sangat luas menyamai Kota.
" Wuush.... Wuush... Wuush."
"Bboooom... Bboooom... Bboooom."
Sembilan Hewan Kontrak memulai melakukan serangan mereka dari udara.
" Ada Serangan!" Seru beberapa Murid.
Mereka pun langsung berlari menuju asal serangan tersebut sesaat tubuh mereka langsung gemetar.
" Cepat panggil para Tetua dan bunyikan lonceng bahaya!" Perintah salah satu Murid Senior.
" Baik " Dua Murid pergi meninggalkan tempat tersebut dengan buru-buru.
" Wuush." Semburan Air dari Jiu Tou She membuat puluhan bangunan langsung hancur.
Para Murid yang masih berdiri di itu dengan sekejap langsung mati dengan kondisi tubuh terluka parah.
Melihat kejadian tersebut Para Murid Senior langsung mengeluarkan Hewan Kontrak milik mereka dari berbagai macam jenis.
Hal itu membuat anggota Pasukan Semesta mulai kewalahan dan mengalami luka berat bahkan ada yang mati.
Melihat hal itu Dao Luo memberi instruksi kepada bawahannya untuk mengeluarkan Hewan Kontrak milik mereka masing-masing, yaitu Elang Putih.
Meskipun dengan bantuan Elang Putih, Pasukan Semesta juga masih terlihat kewalahan karena anggota Sekte Salju Abadi sangat banyak.
Tidak ingin kehilangan banyak Pasukannya, Ryu langsung meminta kepada Hewan kontrak yang lain agar ikut membantu Pasukan Semesta miliknya.
Ryu dan 23 Istrinya juga kini tengah melawan para Tetua yang jumlahnya 30 orang yang masing-masing mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah
__ADS_1
Meskipun para Tetua tersebut menang dalam jumlah , namun dari kekuatan fisik dan Teknik yang mereka miliki yang masih jauh dari Ryu dan 23 istrinya membuat 30 Tetua itu merasa kewalahan.
Para Tetua yang merasa terdesak, dengan sigap mereka mengeluarkan Hewan Kontrak masing-masing berjenis Serigala Salju.
Hal itu tentu saja membuat semua Istri Ryu mulai kerepotan dan mengalami beberapa luka sayatan.
Ryu yang melihat 23 istrinya mendapatkan beberapa luka, kini dia juga terlihat semakin ganas dengan amarah yang memuncak.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr... " Ryu langsung menjatuhkan Hujan Petir Hitam yang diikuti kobaran Api Hitam mengenai 30 Tetua beserta Hewan Kontak milik mereka.
Akibat serangan Petir Hitam bercampur Api Hitam tersebut, membuat para Tetua dan Hewan Kontraknya Terluka Parah tidak mampu lagi untuk melawan.
" Craaash... Craaash... Craaash." Tebasan demi tebasan dari Ryu dan 23 Istrinya langsung memotong leher para Tetua dan Hewan Kontrak dengan mudah.
Setelah para Tetua sudah mati, Ryu langsung menatap ke arah Pasukan Semesta yang juga sangat kerepotan menghadapi lautan Murid dari Sekte Salju Abadi.
Meskipun Ke enam Hewan Kontrak telah membantu, namun tetap saja para Pasukan Semesta harus mengalami luka akibat serangan para Murid yang tidak hentinya berdatangan menyerang balik Pasukan Semesta bawahannya.
Bahkan Elang Putih yang membantu mereka di barisan terdepan, kini satu-persatu mulai berjatuhan dan mati.
" Kalian bantu para Pasukan Semesta bawahan kita. Sepertinya mereka membutuhkan bantuan. Biar aku yang akan melawan Patriak Mereka." Ryu menatap ke arah 23 Istrinya.
" Baik Gege." Sahut mereka Bersamaan.
Sheng Zhishu dan yang lain langsung menuju arah pertempuran dimana para Pasukan Semesta yang sedang Kewalahan.
Dengan Adanya kedatangan Sheng Zhishu dan yang lain, akhirnya Pasukan Semesta kini mulai menguasai Pertempuran.
Meskipun mereka semua memiliki Cincin pemulihan, namun karena mendapatkan serangan yang bertubi-tubi, Pasukan Semesta juga banyak mengalami luka berat.
" Lindungi Pasukan Semesta wanita!!!" Teriak dari Dao Luo dan Yan Ran sambil menoleh ke arah Prajurit mereka masing-masing di sela pertarungan.
Mendapatkan perintah tersebut Pasukan Semesta Pria langsung menghadang lawan dari beberapa anggota wanita Pasukan Semesta.
" Saudari semuanya... Pulihkan diri kalian! Biar kami yang menghadapi mereka." Ucap beberapa anggota Pria Pasukan Semesta.
Tanpa menjawab apapun, beberapa anggota Pasukan Semesta wanita langsung mundur ke belakang untuk memulihkan diri karena sudah banyak mengalami luka sayatan.
Tanpa menunggu lama mereka yang terluka langsung menelan Pil pemulihan untuk memulihkan kondisi mereka.
Dengan Bantuan Pil Tingkat Surgawi, mereka yang awalnya sudah terluka parah kini mulai membaik dan kembali pulih total.
Mereka juga mengambil Pil Pengumpul Qi untuk mengumpulkan kembali Qi mereka yang terkuras, kemudian kembali ke barisan pertempuran.
" Bagi yang kehabisan tenaga, mundur ke belakang bergantian untuk memulihkan Qi kalian!" Seru Wang Mingjun di sela pertempuran.
Mendengar ucapan dari Wang Mingjun mereka seakan tidak peduli, karena yang mereka fikirkan hanyalah harus saling membantu sama lain.
" Kalian jangan gegabah! Musuh kita terlalu banyak. Cepat lakukan perintahku sebelum kita semua benar-benar kehabisan tenaga dan mengalami kekalahan." Ucap Wang Mingjun di sela pertarungan.
__ADS_1
" Baik Dewi Agung ke-10." Sahut mereka bersamaan.
Mereka pun akhirnya bergantian mundur kemudian menelan Pil Pengumpul Qi lalu melesat ke depan setelah tenaga mereka pulih kembali.
Setelah yang lain masuk, Anggota Pasukan Semesta yang lain bergantian mundur ke belakang untuk memulihkan Tenaga Mereka.
*****
( Di tempat lain )
Ryu yang kini telah berdiri di depan sosok sepuh berambut putih dengan jenggot dan kumis panjang mencapai dada.
" Anak muda... Aku tidak memiliki masalah denganmu, mengapa kalian menyerang Sekte ku?" Tanya Patriak Sekte Salju Abadi.
" Masalahnya adalah... aku ingin melenyapkan semua Sekte yang pernah menghancurkan Sekte Tirai Air puluhan tahun yang lalu." Ryu menatap Paktriak Sekte Salju Abadi dengan tajam.
" Apa Hubunganmu dengan Sekte itu? Kamu sungguh arogan. " Patriak Sekte Salju Abadi kaget.
" Arogan ya? Lalu bagaimana dengan kelima Sekte yang menyerang Sekte Tirai air? Orang tua yang terlalu naif, tidak lebih dari seorang pecundang yang hanya memiliki keberanian bermain keroyokan." Ucap Ryu seraya melepaskan Aura Dewa Agung.
"Aura Apa ini? " Gumam Patriak Sekte Salju Abadi saat merasakan Aura tersebut membuat tubuhnya seakan ditimpa beban berat.
" Ka... Kamu akan berurusan dengan lima Sekte Anak Muda. Kami juga dibawah perlindungan Kaisar Dong, Kekaisaran Naga Hitam." Patriak Sekte Salju Abadi mengancam Ryu
" Hah... Tiga Sekte Aliran Hitam sudah hilang dari Peta. Sekarang tinggal Sekte Pagoda Suci dan Kekaisaran Naga Hitam. Dan untuk Sekte Salju Abadi, tidak lama lagi akan hilang dari Peta hari ini juga" Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir.
" Craaash... Craaash... Craaash." Ayunan Pedang Naga Petir mengenai tubuh Patriak Sekte Salju Abadi.
"Aaarrrggghhhh... Pedang macam apa itu? Serangannya sangat kuat bahkan bisa melukai tubuh Es milikku" Gumam Patriak Sekte sambil mengeluarkan Pedang miliknya.
" Trang... Trang... Trang..." Pertemuan Pedang milik Ryu dan Patriak Sekte menggema di udara.
'Ilusi Cermin Es'
"Wuush..." Sepuluh Bayangan Paktriak Sekte mengelilingi Shen Long.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr... " Sambaran Petir mengenai Sepuluh bayangan.
Dengan sekejap sepuluh bayangan itu langsung menghilang dan sang pemilik merasa tubuhnya kesakitan.
" Apa? bagaimana bayanganku bisa melukai tubuhku sendiri." Gumam Paktriak Sekte.
' Penjara Es Abadi.'
Patriak Sekte Salju Abadi menciptakan teknik terkuatnya berniat untuk mengurung Ryu dengan penjara abadi.
Ryu yang sengaja menerima serangan tersebut, kini langsung terkurung di sebuah kotak raksasa yang memiliki hawa sangat dingin.
" Kraaack... Bboooom." Ryu memecahkan kotak tersebut yang kini tubuhnya diselimuti Api Hitam.
__ADS_1
" Apa? Bagaimana mungkin?" Patriak Sekte Salju Abadi sontak kaget berkeringat dingin.