SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KETEGANGAN AKADEMI NAGA LANGIT


__ADS_3

Lima hari kemudian Ryu dan Xie Hua keluar dari Dunia Quzhu karena sebelumnya mereka memilih untuk Berkultivasi di Istana Emas dan kini mereka disambut oleh Xie Shuxiang dan Xie Kai yang terlihat begitu gelisah.


" Saudara Kai, Saudari Shuxiang, mengapa kalian begitu Gelisah." Ryu mengerutkan keningnya merasa sesuatu yang tidak beres.


" Tuan... Itu... Nona..." Xie Kai berkeringat dingin sambil menatap Xie Shuxiang.


" Tuan Ryu, Nona Xian bunuh diri?" Xie Shuxiang sangat gelisah.


" Bunuh diri?" Ryu dan Xie Hua sangat kaget seakan terkena sambaran Petir.


" Saudari Shuxiang, mengapa dia bisa Bunuh diri?" Ryu masih belum percaya sepenuhnya.


" Itu semua ulah dari Murid Dalam Klan Laohu" Xie Shuxiang berkeringat dingin.


" Klan Laohu? Coba jelaskan!" Ryu terlihat marah sambil mengepal tangannya.


Xie Shuxiang menjelaskan kalau Xie Xian bunuh diri disebabkan oleh Murid Klan Laohu yang mempermalukan nya saat masuk ke Wilayah Murid Dalam Devisi 4.


Waktu pertama Xie Xian masuk sebagai Murid Dalam, Dia langsung disambut oleh Murid Klan Laohu dan menganggapnya sebagai P3lacur karena berbagi Suami dengan Adiknya sendiri.


Tidak hanya sampai disitu saja, mereka mengeroyok Xie Xian sampai babak belur dan Murid Wanita dari Klan Laohu juga merobek Pakaiannya.


Meski masih belum tau jelas siapa yang menyebarkan isu tersebut, namun ada motif terselubung hingga tidak terkendali hingga mereka mengeroyok Xie Xian seperti kawanan Serigala yang memakan mangsanya.


Saat itulah Xie Xian yang tertekan karena serangan mental yang dia alami karena bagian tubuhnya dipertontonkan kepada orang banyak meski hanya Pakaian bagian atas namun tetap saja hal itu sangat memalukan yang membuat dia mengakhiri hidupnya.


Ketua Devisi dan Para Guru yang baru saja mengetahui Kejadian tersebut langsung meminta jasadnya agar dikembalikan kepada Klan Xie dan memberikan Santunan sebagai permintaan maaf dari Akademi Naga Langit.


Sedangkan untuk Murid dari Klan Laohu hanya diberikan Nasehat begitu saja karena tidak ada yang berani mengusik Klan Laohu yang berada di Peringkat kedua.


Ryu yang mendengar keterangan dari Xie Shuxiang kini amarahnya langsung meluap mengepal tangannya dengan keras.


" Laohu... Darah dibayar dengan Darah." Ryu mengepal tangannya sambil mengirimkan Pesan Jiwa kepada Pasukan Semesta agar bersiap.


" Gege... Apa yang harus kita lakukan?" Xie Hua ingin membalas, namun sedikit Khawatir.


" Biar ini akan menjadi tanggung jawabku. Karena aku Suaminya, aku akan memperlakukan mereka dengan cara yang sama." Ryu melangkahkan kakinya.


" Gege... Aku ikut." Xie Hua sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada Suaminya.


" Tuan, kami juga ikut." Xie Kai dan Xie Shuxiang merasa bertanggung jawab sesama anggota Klan Xie.


" Kalian tidak perlu ikut, Kirimkan pesan kepada Seluruh Klan Xie agar mereka siaga jika Klan Laohu ingin menuntut balas. Biar aku dan Hua'er juga kesana." ucap Ryu.


" Baik Tuan." Xie Kai dan Xie Shuxiang menjawab dengan cepat meskipun sangat ragu.


" Hua'er... " Ryu menuntun jalan menuju wilayah Murid dalam Devisi 4.


" Mmmmm." Xie Hua mengangguk lalu mengikuti Ryu.


Di dalam perjalanan kini banyak pasang mata yang tertuju kepada mereka, masih teringat dengan kejadian yang menimpa Klan Xie dan menganggap mereka berdua hanya mengantar Nyawa jika harus berhadapan dengan Klan Laohu yang dikenal Ketuanya sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Akhir.

__ADS_1


" Sayang sekali pasangan muda-mudi itu. Bukankah hanya menambah korban dari klan Xie saja." ucap salah satu Murid.


" Kamu benar, bagaimana mungkin Pendekar Bumi Tahap Awal mampu mengalahkan Pendekar Bumi Tahap Akhir yang diibaratkan langit dan bumi."


" Aku penasaran, lebih baik kita lihat saja pertarungan mereka. Karena aku Dengar ada satu Orang dari Klan Xie yang seperti Monster. Ciri-cirinya sama dengan Pemuda itu Pakaian Alkemis dengan membawa Pedang Besar di punggungnya."


" Benarkah? kalau begitu aku juga ikut melihatnya."


" Kita ikuti saja dari belakang."


Dari percakapan mereka, Ryu terlihat senang karena Murid dari Klan Laohu hanya masih Pendekar Bumi meskipun sedikit keistimewaan namun dia Yakin bisa mengalahkan mereka dengan mudah.


Sedangkan Xie Hua yang baru saja kekuatannya diberi tambahan Tenaga dari Zi Mifeng, kini kekuatannya setara dengan Pendekar Langit Tahap Menengah meskipun jumlah terbatas namun cukup mampu untuk menghajar Murid Klan Laohu.


Sesampai di Wilayah Murid Dalam Devisi 4, Ryu dan Xie Hua langsung menuju tempat kediaman Klan Laohu yang terlihat sedang berlatih di halaman depan.


" Laohu... Hari ini kalian harus membayar atau kematian Istriku Xian'er. " Ryu menatap tajam ke Seluruh Murid Klan Laohu.


" Haahh... Semut berlagak seperti seekor Singa? Klan rendahan seperti kalian tidak pantas berada di wilayah ini." Laohu Jun tertawa Lantang karena dihadapan mereka hanya Pendekar Bumi Tahap Awal.


" Lalu apa maumu? kau mau balas dendam atas kematian P3lacur itu?" ucap Sosok Wanita bernama Laohu Yun.


" Ketua, biar aku saja yang merobek mulutnya." ucap salah satu Anggota Klan Laohu langsung melompat ke arah Ryu berniat memukul Perutnya.


" Kraaack." Sebuah tamparan keras tepat di dada sosok tersebut.


" Apa?" Semua Kaget melihat anggota Klan mereka bisa dilumpuhkan dengan mudah.


" Ciihhhh... hanya berani keroyokan." Ryu menangkis pukulan dari Lawan lalu membalas dengan pukulan yang keras di bagian Dada Mereka.


Begitupun dengan Xie Hua, kini dia mampu menghalau Semua serangan dari Murid Wanita dari Klan Laohu yang seakan memiliki dendam kepadanya membalas dengan tinju mungilnya namun mampu membuat Lawannya terpental ke belakang.


Ryu yang terlihat mendominasi selalu memberikan Pukulan keras di bagian dada mereka hingga membuat mereka meringis kesakitan seakan tulang mereka retak.


Dengan Teknik Langkah Hantu Harimau Petir Ryu bergerak dengan kecepatan tinggi memukul lawan hingga membuat yang menonton tidak mampu melihat jelas tubuh Ryu.


" Siapa Murid dari Klan Xie ini? Padahal masih berada di Pendekar Bumi Tahap Awal tapi gerakannya tidak terbaca." tanya salah satu yang menonton.


" Ternyata benar apa yang dikatakan itu. Aku sendiri yang sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah hanya akan menjadi mainan saja." ucap yang lain


" Pantas saja Tuan kami melarang kami mengganggu Klan Xie." ucap salah satu dari Kalan Long.


" Berarti kita sama. Murid Klan Song juga dilarang untuk mengganggu mereka."


" Pemuda itu seperti Monster yang berwujud Tampan, aku ingin sekali menjadi Istrinya." ucap Sosok Wanita.


" Bukan hanya kamu, tapi aku juga." jawab murid Wanita lain.


" Kalian langkahi dulu kekasihnya!" ucap Murid Pria.


" Gluug." Para Murid Wanita menelan ludah saat menyaksikan Xie Hua dengan mudah mengalahkan lawannya.

__ADS_1


Kembali ke Pertarungan, kini Ryu telah berhasil mengalahkan mereka hingga tidak ada yang mampu bangkit lagi.


Namun Ryu yang masih belum puas, terus Menampar wajah mereka satu-persatu termasuk Laohu Jun juga tidak luput dari sasarannya.


Sedangkan Xie Hua yang mendapatkan jatah untuk melawan Murid Wanita Klan Laohu juga melakukan hal yang sama membuat wajah mereka Memerah karena diberi Cap Lima Jari.


" Katakan, Siapa yang merobek Pakaian Istriku.? " Ryu menoleh ke arah Murid Wanita. Jika Tidak, Aku akan memotong semua tangan Kalian." Ryu mengeluarkan Pedang miliknya.


Mendengar pertanyaan tersebut beberapa Murid Wanita langsung melirik ke arah Laohu Yun.


" Kau, maju kesini!" Ryu menatap Laohu Yun dengan tajam.


Tanpa berkata apapun Laohu Yun mencoba bangkit menuju ke arah Ryu dengan penuh kebencian terhadap Ryu dan Xie Hua.


" Siapa lagi?" Xie Hua melepaskan Aura Naga dengan penuh ancaman.


Seketika Laohu Yun melirik dua temannya yang membuat mereka juga harus maju ke arah Ryu.


" Jadi Kalian? " Ryu menatap Ketiga wanita tersebut bergantian. " Bagaimana rasanya jika pada posisi yang sama." Ryu senyum jahat merobek Pakaian Ketiga wanita tersebut.


Seketika Ketiga wanita tersebut memasang wajah memerah karena bagian tubuh mereka seakan dipertontonkan di muka umum berusaha untuk menutupi bagian gunung kembar mereka masing-masing.


Murid Pria yang menonton dari kejauhan langsung Membulatkan mata saat menyaksikan kejadian langka seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Ryu, namun karena dorongan dari Naluri Pejantan mereka yang bangkit seakan tidak menyiakan kesempatan langka tersebut.


Sedangkan untuk Murid Wanita kini merasa malu karena mereka juga merasakan bagaimana rasanya jika mereka pada posisi yang sama.


Untuk Xie Hua sendiri tidak menyangka bahwa Suaminya begitu dingin memperlakukan ketiga Wanita tersebut, namun dia juga menyadari tindakan Ryu adalah sebagai ungkapan rasa protesnya kepada seluruh Murid bahkan Akademi Naga Langit yang memperlakukan Xie Xian secara tidak adil.


" Kalian tau kan bagaimana rasanya dipermalukan?" Ryu memperhatikan tubuh mereka dengan wajah datar. " Kalian Juga. Bagaimana jika kalian di Posisi Istriku dipermalukan seperti ini." Ryu menatap tajam ke arah Murid lain yang menonton dari kejauhan.


Mendengar ucapan tersebut semua Murid merasa malu karena sebelumnya membiarkan kejadian memalukan di depan mata mereka sendiri, namun mereka juga sadar mengingat Klan Laohu adalah Klan terbesar kedua jika bertindak sama saja mempertaruhkan Klan Mereka sendiri.


She Bing dan She Zhilin yang juga ikut menonton kini Hati mereka tergerak tidak menyangka bahwa Ryu memiliki pemikiran lain terhadap wanita meskipun mereka berdua merasakan Buasnya Ryu memperlakukan mereka berdua.


Namun karena mereka berdua sendiri yang ingin melakukan hal tersebut, kini seakan menyesal jika saja mereka meminta Ryu Menikah dengan mereka terlebih dulu maka mereka akan menjadi orang yang bahagia dalam hidupnya.


Nasi sudah jadi Bubur, ambisi yang berlebihan membuat mereka menyesal karena tidak memperlakukan Ryu dengan Perasaan membuat posisi mereka seperti menjadi Korban.


Saat semua Murid terdiam dengan pikiran masing-masing, seketika Sosok Pria Paruh Baya muncul di hadapan Ryu dengan niat membunuh yang kuat.


" Anak Muda... kamu sudah melewati batas." Laohu Sun menatap Ryu dengan tajam.


Laohu Sun sendiri adalah Ketua Devisi 2 Murid Luar yaitu Ayah dari Laohu Yun yang sedang dipermalukan.


" Ciihhhh... terlalu naif. Lalu bagaimana dengan ketiga Wanita itu yang memperlakukan Xian'er dengan cara yang memalukan?" Ryu menunjuk ke arah Tiga wanita tersebut.


" Anak Muda, apa kau ingin menuntut Keadilan? apa kau tau dengan apa yang kamu perbuat? Rupanya Klan Xie ingin mencari masalah dan ingin dilenyapkan dari Dunia ini." Laohu Sun mengancam. " Yun'er, Pasang Pakaian kalian, Biar ini menjadi urusan Klan." Laohu Sun menatap ke arah Laohu Yun.


" Berani mengusik ketenangan Klan Xie, maka aku akan menghapusnya dari Dunia ini." Ryu menatap tajam ke arah Laohu Sun tanpa takut sedikitpun.


Hal itu membuat Anggota Klan Xie yang menonton merasa khawatir atas tindakan dari Ryu hingga membawa Klan Xie diambang kehancuran.

__ADS_1


Murid Anggota Klan Xie sendiri mengutuk keras tindakan Ryu yang berani mengusik Klan Laohu walaupun mereka sebenarnya juga mendukung dengan apa yang dilakukan Ryu. Di sisi lain juga mereka khawatir jika Klan mereka akan binasa.


__ADS_2