
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Setelah beberapa saat semua yang ada di Ruang kerja Kaisar mulai meninggalkan Ruangan yang kini hanya tersisa Chaizu, Zi Mayi, Zi Mifeng dan Jiejia.
" Mayi, Mifeng, Panggil seluruh Pasukan Semesta kesini. Kalian akan kembali ke Dunia Quzhu." ucap Ryu.
" Baik Tuan." Ucap mereka lalu meninggalkan ruangan.
Setelah beberapa saat, mereka kembali muncul diikuti ratusan Pasukan Semesta.
" Salam Tuan." ucap mereka serempak.
" Aku ingin bertanya kepada kalian semua. Apakah ada diantara kalian yang ingin masih tinggal disini? Karena tanpa kalian, maka Kekaisaran Awan kekurangan Prajurit." Ryu menatap mereka bergantian.
" Tuan... Aku lebih senang ikut berpetualang, tapi Istana Kekaisaran Awan masih kekurangan Prajurit. " ucap salah satu dari mereka.
" Aku juga berfikir begitu. Pasukan Semesta adalah Pasukan yang senantiasa berpetualang. Tapi menjaga Keamanan Istana Kekaisaran Awan sama halnya kami menjaga Tuan kami sendiri." Yang lain menimpal.
" Gege... Sepertinya apa yang dikatakan Pasukan semut memang benar, bagaimana kalau kita disini saja. Biarkan Chaizu dan Jiejia yang menemani perjalanan Tuan kita?" Zi Mifeng merasa Melindungi Istana Kekaisaran Awan dan melindungi Keluarga Kaisar Ryu sama saja mereka telah menunjukkan bakti mereka.
" Baiklah... Aku akan tinggal disini. Tapi sebelumnya aku minta beberapa Pasukan bawahanku untuk menemani Tuan." Ucap Zi Mayi.
" Ide bagus... Aku juga akan membagikan bawahanku." ucap Zi Mifeng.
" Mayi... Kamu memiliki Pasukan Pria. untuk itu aku hanya meminta 20 orang saja." ucap Ryu.
" Baik Tuan." ucap Zi Mayi.
" Mifeng... Kamu memiliki Pasukan wanita, jadi aku meminta kalian secara berpasangan dengan Pasukan semut. ucap Ryu.
" Baik Tuan." Zi Mifeng meminta 20 bawahannya yang memiliki pasangan dari Pasukan bawahan Zi Mayi.
Setelah melakukan perundingan, kini telah dipilih 20 Pria dari Pasukan semut dan 20 wanita dari Pasukan Lebah yang dimana mereka semua adalah berpasangan.
" Dengan begitu kalian tidak perlu khawatir akan meninggalkan kekasih kalian." Ryu menatap ke arah Pasukan tersebut.
" Terimakasih Tuan." ucap 40 Pasukan Semesta merasa senang.
Ryu memahami hal itu karena saat mereka berada di Benua Ganda di Dunia Setengah Abadi, sudah pasti mereka akan memilih Pasangan.
" Mayi, Mifeng... Kalian boleh membentuk Kelompok yang bisa melakukan perjalanan sambil memeriksa keadaan wilayah Kekaisaran Awan. Dengan begitu kalian bisa menjadi Manusia seutuhnya." ucap Ryu.
" Baik Tuan." ucap mereka serempak.
__ADS_1
" Chaizu... Kamu Pimpin Pasukan Pria dan untuk Jiejia kamu Pimpin Pasukan wanita." Ryu memberi Perintah.
" Baik Tuan." Chaizu dan Jiejia menundukkan kepala.
" Kalau begitu kalian kembali ke Dunia Quzhu." Ryu mengibaskan tangan membawa Chaizu, Jiejia dan 40 Pasukan ke Dunia Quzhu.
Setelah membagi pasukan, Zi Mayi dan Zi Mifeng beserta Pasukannya kembali ke tempat masing-masing.
Begitupun dengan Ryu, kini langsung menuju Kamar Utama Istana Kekaisaran untuk menemui Istrinya.
Jika saja Ryu memiliki banyak Batu Bintang, maka dengan mudah dia membuat Kalung Teleportasi. Namun karena keterbatasan bahan, Ryu memilih untuk mengurungkan niatnya.
Setelah sampai di Kamar Utama, Ryu langsung menuju ke Dunia Quzhu tepat di pantai dimana Tou Shuijing berada.
Saat merasakan kehadiran Tuannya, Tou Shuijing langsung keluar dari Air menuju ke arah Ryu.
" Salam Tuan." Tou Shuijing menundukkan kepala.
" Mmm... " Ryu mengangguk lalu mengirim pesan jiwa kepada Chaizu dan Jiejia.
Tidak beberapa lama Chaizu dan Jiejia telah muncul di depan mereka.
" Salam Tuan." Chaizu dan Jiejia menundukkan kepala.
" Chaizu, dia adalah Tou Shuijing bawahanku, Shuijing, Perkenalkan namanya Chaizu dan ini Istrinya Jiejia." Ryu memperkenalkan mereka.
' Auranya sangat mengerikan.' Chaizu membatin merasa Aura dari Tou Shuijing membuatnya terintimidasi.
Begitupun dengan Jiejia juga merasakan hal yang sama, namun terlihat senang karena Tou Shuijing bawahan Ryu yang artinya mereka adalah Rekan.
Setelah cukup lama berbincang, Ryu meninggalkan mereka agar bisa lebih akrab lagi.
Di Istana Emas Ryu kini telah disambut oleh Istrinya yang sudah menyiapkan makanan untuk mereka.
" Mmm." Ryu mengangguk lalu duduk di kursi yang kosong.
Mereka pun makan bersama sambil berbincang kecil hingga beberapa saat mereka sudah menyelesaikan makanannya.
Setelah selesai makan, Ryu membawa mereka menuju Danau Tujuh Hati yang kini sudah tidak terlalu berfungsi lagi.
" Gege... Air apa yang ada di Danau ini?" Tanya Nan Sian.
" Ini Danau Tujuh Hati yang yang aku bawa dari Dunia Fana dimana tempatku berasal." Ryu menciptakan sebuah Cahaya lalu melemparkan beberapa Pil ke dalam Danau.
Setelah beberapa saat Danau tersebut mengeluarkan Cahaya warna-warni hingga menyilaukan mata.
" Sekarang aku Namakan Danau ini menjadi Danau Awan. Meskipun Danau ini belum sempurna, tapi Aku harus mencari 100 Inti Roh dari Raja ataupun Ratu dari Hewan Roh untuk menciptakan Khasiat baru dari Danau ini." Ryu menciptakan sebuah Pola di atas Danau hingga terlihat sebuah ukiran cahaya mengambang di air Danau tersebut.
" Gege... Apa fungsi dari Danau Awan yang kamu ciptakan nantinya?" Tanya Sheng Zhishu.
" Danau ini akan memurnikan Tubuh Abadi maupun Tubuh Agung. Tidak hanya itu saja, Siapapun yang berendam di Danau ini maka tubuhnya akan semakin Kuat dan yang pasti akan lebih putih mulus dan lembut."
" Shu'er, Chie'er, Yue'er, He'er, Jiang'er, Shi'er, Wang'er.... Meskipun di Dunia Fana kalian pernah memiliki tubuh yang murni, tapi dengan Tubuh baru kalian harus mengulanginya lagi." Ryu menatap ke arah mereka.
" Gege... Untuk mencari 100 Inti Roh dari Raja ataupun Ratu Hewan Roh itu sangat mustahil." ucap Sheng Zhishu.
" Shu'er... Kamu tenang saja. Sebagai Suami aku akan mencarinya meski ke seluruh dunia." ucap Ryu.
" Baiklah Gege... Aku tidak bisa melarangmu, mungkin Gege menginginkan agar Kami lebih Cantik lagi dari yang sekarang." Huli Yue tersenyum menggoda Suaminya.
" Yue'er... Itu hanya efeknya saja. Untuk mencapai Pendekar Surgawi yang utuh, kita membutuhkan tubuh yang murni. Jika tidak, maka Pendekar Surgawi hanya seperti Pendekar Langit saja."
" Saat Aku menyerap Informasi dari Tubuh Agung, Syarat mutlak untuk mencapai Pendekar Surgawi harus memiliki tubuh murni setelah Itu harus menemukan dan menyerap 12 Danau di Alam Jiwa itu. Jika tidak, Selamanya tidak pernah mencapai Puncaknya yaitu Pendekar Semesta Tahap Akhir." Ryu menjelaskan kepada mereka.
__ADS_1
" Gege... Bukankah Ras Manusia hanya mampu mencapai Pendekar Surgawi saja?" Bing Ruyue mengerutkan keningnya.
" Haaahh... Pantas saja pemilik tubuh ini sebelumnya tidak bisa mencapai Pendekar Surgawi." Tianhe menghela nafas panjang.
" Berarti kami yang sudah mencapai Pendekar Surgawi hanya sia-sia. " Tanya Ting Ye.
" Kurang lebih seperti itu. Kalian memang memiliki serangan yang sangat mematikan, tapi itu tidak lama. Itu karena tubuh kalian belum sempurna, dengan kata lain kekuatan fisik tidak seimbang dengan tingkat Kultivasi." Ryu menjelaskan.
Mendengar ucapan dari Ryu, Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi, Yuwang dan Ting Ye merasa hal itu ada benarnya. Meskipun mereka sudah mencapai Pendekar Surgawi, tapi tetap saja fisik mereka sangat lemah.
" Haaahh... Sia-sia kami menyerap informasi dari pemilik Tubuh ini sebelum." Sheng Zhishu terlihat kesal.
" Kalian memiliki kelebihan masing-masing. Begitu juga denganku. Dengan begitu kita bisa saling melengkapi." ucap Ryu.
" Gege benar... dengan kita bisa saling menutupi kekurangan satu sama lain." Yunjiang menimpal.
" Ye'er... Kamu adalah Reinkarnasi Dewi Ni Rong Ras Dewa, kamu harus menggali potensi Kekuatan Dewi Ni Rong yang sesungguhnya." ucap Ryu.
" Baik Gege..." Ting Ye menganggukkan kepala.
" Jun'er... Kamu adalah Reinkarnasi Dewi Perang Ras Manusia. Kamu bisa menciptakan Badai yang mampu membunuh Ribuan orang sekaligus. Hanya saja setiap Nyawa yang kamu bunuh akan memperpendek Usiamu. Aku harap kamu jangan sampai membunuh."
" Jika Aku mendapatkan Sumberdaya yang dibutuhkan, aku akan membuat Pil Keabadian." ucap Ryu.
" Ba...Baik Gege..." Wang Mingjun bergindik ngeri karena saat Penyerangan sebelumnya dia sudah banyak membunuh.
" Lu'er... Kamu adalah Reinkarnasi Ratu Harimau Putih dari Makhluk Kuno. Pelajarilah potensi yang kamu miliki." ucap Ryu.
" Baik Gege..." Shu Meilu teringat saat dia bertemu dengan Harimau Putih.
" Mei'er... Kamu adalah Reinkarnasi Dewi Angsa, dari Roh Suci. Pelajarilah potensi yang kamu miliki." ucap Ryu.
" Baik Gege..." ucap Qin Shuomei.
" An'er... Kamu adalah Reinkarnasi Putri Naga Laut dari Ras Dewa. Pelajarilah potensi yang kamu miliki." ucap Ryu.
" Baik Gege..." Ucap Li Jilan.
" Qi'er, Ping'er, Kian'er, Wei'er, Yue'er, Sian'er, Yi'er, Ying'er... Meskipun kalian tidak memiliki Tubuh Abadi, tapi aku ingin kita selalu bersama selamanya. Aku tidak ingin membedakan kalian." Ryu memandang mereka secara bergantian.
" Gege... Menjadi Istrimu adalah hal yang terindah dalam hidupku." ucap Ling Queqi.
" Gege... Sekalipun kamu memiliki banyak Istri, tapi selama ini tidak ada yang kurang darimu untukku." Jiang Caiping berkata jujur.
" Gege... Kamu adalah Suami yang pengertian. Itu sudah cukup untukku." ucap Hong Kian.
" Gege... Kamu selalu pandai memanjakan Istri." Lan Liwei senyum bahagia.
" Selamanya aku akan menjadi Istri yang baik untuk Gege." ucap Bing Ruyue.
" Gege... Apa yang dikatakan Istrimu yang lain sudah mewakili perasaanku." ucap Nan Sian.
" Aku juga." Zhao Luyi dan Zhao Liying menjawab dengan cepat.
" Suatu saat kita akan pergi bersama ke Kerajaan Langit dimana tempat tinggal Para Dewa tertinggi." Ryu ingin membuat perhitungan kepada Kaisar Langit karena salah satu dari bawahannya telah berani menyentuh tubuh Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan.
Ryu mengetahui hal itu ketika memiliki Tubuh Agung, meskipun tidak tau siapa Pelakunya namun dia sangat yakin kalau pelakunya adalah bawahan Kaisar Langit.
Mendengar ucapan dari Ryu Semua Istrinya memilih untuk diam, karena apa yang dikatakan Suami mereka bukan hanya bualan semata meskipun hal yang sangat mustahil untuk kesana ditambah lagi dengan tingkat Kekuatan, Kerajaan Langit ada tempat Ras Dewa tertinggi.
Namun bagi Ryu sendiri, dia sudah memikirkan hal itu dengan matang dan mempersiapkan segalanya agar bisa menyamai Kekuatan Para Dewa tertinggi dengan semua Pengetahuan yang dia miliki.
Setelah cukup lama berbincang, mereka semua kembali ke tempat masing-masing dimana Ryu sendiri sudah berada di dalam Kamar Utama.
__ADS_1