
Setelah memakan waktu Lima Hari, Ryu sudah berhasil menyerap kedua inti Roh miliknya sedangkan Xin Chie dan Huli Yue hanya mampu naik satu level berkat Apel Petir Tersebut.
" Sepertinya Apel Petir hanya bekerja untuk menaikkan satu Level saja dengan kondisi kita sekarang." Ryu memandang kedua Istrinya bergantian.
" Tidak masalah Suamiku. Dengan begini saja kurasa kita sudah mampu menghancurkan Satu Sekte Besar." Xin Chie tersenyum.
" Istri Yue, sekarang kamu inti Roh Phoenix itu. Aku ingin melihat hasilnya nanti. Istri Chie, tolong jaga dia. aku akan mencari tempat untuk menyempurnakan senjata kalian." Ryu yang sudah memegang senjata milik Xin Chie dan Huli Yue langsung meninggalkan tempat tersebut mencari tempat lain.
Setelah merasa cukup aman agar tidak menggangu Huli Yue, Ryu mengeluarkan Tungku Penempa lalu memasukkan Pedang Dewa Phoenix.
Ryu tidak ingin membuatnya sekaligus teringat saat dia membuat Cincin Ruang Level 10 dulu. Dengan penuh konsentrasi Ryu menatahkan kembali beberapa bagian dari pedang tersebut hingga terbentuk samar-samar ukiran burung Phoenix.
Setelah menunggu waktu cukup lama, Ryu memasukkan Inti Roh Phoenix Api juga mengambil semua Sumberdaya yang bersifat Racun miliknya menjadi dua bagian agar satu bagian lagi untuk Senjata milik Huli Yue mengingat Racun sangat efektif dalam pertempuran.
Setelah menunggu seharian, Pedang Dewa Phoenix sudah menyatu dengan Inti Roh Phoenix Api dan Racun lalu keluar dari dalam Tungku Penempa hingga terbang ke arah Ryu.
Ryu dengan senyuman mengambil Pedang tersebut lalu memasukkan ke dalam Cincin Ruang kemudian beristirahat sejenak mengingat dia sudah banyak mengeluarkan Spiritualnya.
Keesokan Pagi, Ryu kembali melanjutkan pekerjaan menyatukan Busur dan Anak Panah Dewa Phoenix dengan Inti Roh Phoenix Angin dan Racun dengan proses yang sama seperti sebelumnya.
Satu kelebihan dari Panah Dewa Phoenix dimana Anak Panahnya tidak akan pernah habis, dan bisa terisi kembali selama Qi si pemilik masih ada.
Karena pekerjaannya sudah selesai, Ryu kembali membaca kitab pemberian Xian Ye untuk mempelajari cara membuat Dunia Kecil.
Saat melihat Kitab tersebut, Ryu teringat kembali ketika dia bersama Xian Ye. Meskipun pertemuan mereka begitu singkat, namun ada hal lain yang membuatnya merasa bersalah saat kejadian di Penginapan.
Walaupun itu bukan mutlak kesalahannya, namun tetap saja ada hal lain yang seakan mendorongnya untuk melindungi Sosok tersebut ditambah lagi perhatian yang Xian Ye berikan saat di Dunia Kecil.
" Xian Ye" Suara lirih terdengar dari mulut Ryu sambil membaca kitab tersebut.
......................
DI TEMPAT LAIN DUNIA PERI :
Di sebuah Ruangan Gelap Bawah Tanah kini terlihat Sosok Wanita muda yang kedua tangan dan kakinya sedang dirantai.
Dari Raut wajahnya terlihat lusuh dengan luka memar di seluruh tubuhnya dengan bibir mengering seluruh tubuh pucat rambut berantakan tidak terurus namun masih menyimpan kecantikan dari balik semua itu.
Di depannya juga terlihat dua Sosok Wanita sedang menatapnya dengan tatapan tajam penuh kebencian diantaranya Sosok Wanita Paruh Baya berpakaian Kerajaan dan di sampingnya terlihat Wanita Cantik berpakaian seperti Seorang Putri.
" Zhishu, cepat katakan dimana Kitab itu?" Sheng Shu menatapnya dengan tajam.
" Aku tidak tau" Suara lirih yang memilukan dari Sheng Zhishu.
" Ibu Lebih baik kita Bunuh saja Adik Zhishu, Dia sudah banyak mempermalukan keluarga kita. Dia Sudah menolak Lamaran dari Putra Mahkota, malah menjalin hubungan dengan Manusia." Sheng Xianzi sangat marah.
" Kita tidak bisa membunuhnya. Biarkan dia menderita seperti ini sampai dia tidak sanggup lagi menahan dan memberitahukan dimana dia menyimpan Kitab itu." Sheng Shu menatap dingin.
" Tapi bagaimana jika Ayah tau? Lebih baik kita habisi dia sekarang dari pada bikin masalah" Sheng Xianzi sedikit Khawatir.
" Pria Tua itu tidak pernah akan tau. Apalagi terus sakit-sakitan. Hah.. Dasar Raja tidak berguna. Jika saja Aku mendapatkan Kitab itu, Maka sebentar lagi Dunia Peri Tumbuhan ini sudah menjadi Dunia Baru Peri Kegelapan." Sheng Shu terlihat marah.
'Aku tidak menyangka harus berada di Dunia Peri Tumbuhan yang lemah ini selama Puluhan Tahun demi menjalankan tugas dari Raja Peri Kegelapan bahkan sampai memiliki Dua Anak dari Raja Lemah itu hanya demi Sebuah Kitab. Beruntung Xianzi mewarisi sifat Peri Kegelapan ' Sheng Shu mengingat kembali masa lalunya.
' Tuan Ryu... Kuharap kamu Bisa menyimpan Kitab itu dengan baik. Maafkan Aku, Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi.' Sheng Zhishu berkata dalam hati, Seakan air matanya habis terkuras.
" Xianzi kita pergi dari sini, dia tidak akan mampu bertahan tanpa makan dan minum." Sheng Shu membawa Sheng Xianzi keluar dari Ruangan tersebut lalu mengunci pintu.
" Penjaga... Tetap berjaga di pintu ini, jangan biarkan siapapun yang masuk kesini kecuali aku sendiri." Perintah Sheng Shu.
" Baik Yang Mulai Ratu " Penjaga tersebut berkeringat dingin.
__ADS_1
Sheng Shu dan Sheng Xianzi pun langsung keluar dari penjara bawah tanah menuju Istana Kerajaan.
Merasakan situasi sudah Aman, penjaga tersebut buru-buru mengambil Kunci dari balik Kakinya lalu membuka Pintu dengan sekuat tenaga.
" Tuan Putri" Penjaga sekuat Tenaga melepaskan Rantai lalu memberikan Minum.
" Uhuk" Zhishu tersedak.
" Maaf Tuan Putri. Sebaiknya Tuan Putri secepatnya pergi dari Kerajaan Bunga Ini! " Penjaga terlihat Gemetar.
" Terimakasih Penjaga. Tapi aku tidak mungkin bisa lari dari tempat ini dengan kondisi sekarang!" Sheng Zhishu berusaha untuk berucap.
" Maaf Tuan Putri" Penjaga membungkuk lalu mengangkat Sheng Zhishu ke sudut ruangan sempit hanya seukuran badan dengan berjalan mundur hingga terlihat lorong sempit.
Penjaga tersebut dengan buru-buru meletakkan kembali tubuh Sheng Zhishu lalu membalikan badan.
" Tuan Putri cepatlah pergi melewati Galian ini. Tetaplah terus merangkak kedepan 200 meter Tuan Putri akan menemukan gubuk kecil. Pergilah sejauh mungkin dan bertahanlah untuk hidup." Penjaga terlihat gugup berharap Sheng Zhishu cepat merangkak Pergi.
Meski banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan, namun Sheng Zhishu sudah tidak mampu lagi untuk berbicara apapun dengan sekuat tenaga perlahan masuk ke galian tersebut.
Dengan penuh luka di sekujur tubuhnya akibat pecahan batu galian Sheng Zhishu terus berjuang melaluinya. Yang ada di pikirannya sekarang yaitu menantikan sosok Ryu seperti menarik tangannya, hal itulah membuat Sheng Zhishu yang memberikan namanya untuk Ryu sebagai Xian Ye sedikit mendapat dorongan untuk bertahan hidup.
Penjaga yang merasakan Sheng Zhishu sudah cukup jauh, dia langsung menutup galian tersebut dengan beberapa batu berukuran sedang agar tidak ketahuan
'Tuan Putri kuharap kamu bisa Selamat. Tuan Putri lah harapan kami untuk menyelamatkan Dunia Peri Tumbuhan dari Peri Kegelapan.' Pikir penjaga yang terus menumpuk batu.
Setelah merasa cukup, Penjaga tersebut dengan senyuman puas dengan sekuat tenaga mengorbankan nyawanya merobohkan lorong kecil itu.
......................
Setelah membaca Kitab tersebut, Ryu masih belum mengerti sama sekali tentang Arti dari kitab tersebut hingga dia memasukkan kembali ke Cincin Ruang.
" Aneh... Darah siapa ini? mengapa bisa ada di Cincinku? " Ryu bergumam sambil menatap darah tersebut dengan seksama.
Karena tidak menemukan jawaban apapun, Ryu bergegas kembali lalu memasukkan benda itu menuju tempat Xin Chie dan Huli Yue berada.
Saat Ryu sudah berada di tempat mereka, terlihat Huli Yue juga sudah menyelesaikan Proses Penyerapan Inti Roh pertamanya.
" Suamiku, Lihatlah!" Huli Yue langsung membuat Petir berwujud Rubah yang memiliki sayap dengan Petir yang seakan menyambar siapapun yang berada di dekatnya.
" Bagus, bahkan tidak terlalu terlihat lagi Wujud Rubah, melainkan Phoenix Petir berkepala Rubah memiliki kaki empat dengan Ekor membentuk Kipas." ucap Ryu.
" Apa kamu bilang?" Huli Yue seakan tidak terima.
" Adik Yue, sepertinya wujud barumu lebih Cantik dan Imut dari sebelumnya. " Xin Chie menengahi.
" Benarkah?" Huli Yue terlihat senang.
" Mmmm" Xin Chie mengangguk.
" Sebaiknya kita pergi dari sini, mengingat masih ada satu Gunung Lagi yang harus kita jelajahi." Ryu mengembalikan senjata mereka masing-masing.
" Suamiku, Ini hebat!" Kedua istrinya terlihat senang merasakan Aura yang sangat kuat dari sebelumnya.
Xin Chie pun langsung mengeluarkan Jinying lalu memintanya untuk membawa Ke Gunung yang terakhir.
Untuk kali ini Jinying tidak lagi merasa takut seperti sebelumnya, namun saat mereka ingin ke Puncak yang lebih tinggi Gravitasi juga seakan menolak mereka melakukan perjalanan tersebut hingga Ryu meminta mereka memilih berjalan kaki saja.
Saat sudah mendarat Ryu dan kedua Istrinya tidak lagi menggunakan Topeng, karena sekarang mereka sudah memakai Armor Pelangi Ciptaannya. Disamping sebagai pelindung, Armor Pelangi juga mampu menghilangkan Aura.
Ryu meminta mereka untuk waspada, mengingat sebelumnya Jinying begitu takut. Sudah pasti Gunung Tersebut menyimpan kekuatan tersembunyi.
__ADS_1
Saat menempuh perjalanan Setelah Hari, mereka merasakan kehadiran Sekelompok Siluman yang sedang menuju ke arah mereka.
Tanpa menunggu lama, kini di depan Mereka sudah ada Puluhan Siluman Naga yang sudah berusia 10Ribuan Tahun Tingkat Raja.
Karena mereka sudah berada di Level 51 tentu saja itu bukan hal yang sulit lagi bagi mereka untuk melawannya.
Aura pertempuran pun langsung menyebar ke berbagai arah terlihat makin ganas Ryu dan kedua Istrinya menyerang Siapa saja yang menghadang mereka.
Xin Chie dengan kekuatan baru Pedang Dewa Phoenix kini dengan tekanan Api yang sangat kuat mampu menebas Siluman Naga tersebut hanya dengan satu serangan. Sedangkan Huli Yue yang menggunakan Panah Dewa Phoenix juga dengan satu Anak Panah bisa menembus tubuh Naga hingga tiga lapis.
Ryu yang melihat kejadian tersebut, sangat bangga dengan ciptaannya tidak menyangka bisa sekuat itu dan berniat menambah kekuatan Pedangnya lagi.
Tidak butuh waktu lama mereka telah berhasil membunuh Kelompok Naga tersebut dan Ryu pun langsung mengumpulkan Inti Roh Siluman Naga untuk menambah kekuatan Pedangnya.
Setelah Inti Roh Siluman Naga berhasil dikumpulkan, mereka mulai melanjutkan perjalanan agar lebih cepat mereka juga mengeluarkan Hewan Kontrak masing-masing
Ketika menjelang sore kini Puluhan Naga berwarna hitam juga sudah menghadang mereka dengan jumlah yang besar, Bahkan dari kejauhan mereka merasakan banyak sekali yang sedang menuju arah mereka.
" Selesaikan secepat mungkin! Sepertinya kita sudah masuk ke wilayah siluman Naga." Ryu langsung melakukan Perubahan Wujud Kera Petir.
"Mmmmm" Kedua Istrinya mengangguk
Hal yang ditakutkan Jinying kini telah berada di depan mereka, namun karena mereka sudah Kuat tentu itu bukan masalah lagi untuk mereka.
Huli Yue yang berubah dengan bentuk Rubah petir bersayap langsung melepaskan anak panahnya menciptakan sebuah Angin Tornado bercampur Petir seakan menyapu apa saja yang dilewatinya.
Xin Chie juga dengan wujud Serigala Api berwarna Putih langsung menceritakan Api yang sangat besar membakar apa saja di depannya. Begitu pun dengan Ryu yang juga menciptakan Petir beracun langsung menyambar apapun di sekelilingnya bahkan semua pohon yang dilewatinya langsung Tumbang dan mengering.
Ketiga Hewan Kontrak juga seakan tidak mau kalah juga menciptakan Elemen mereka masing-masing hingga seisi gunung tersebut seakan terjadi Gempa yang hebat akibat Gabungan dari pihak Ryu.
Begitu pun dari Kelompok Naga dari berbagai Jenis, seakan tidak mau ada yang memasuki wilayah mereka tersebut meskipun hanya mengantar Nyawa.
Pertempuran itu terus berlanjut hingga seluruh tempat tersebut menjadi sebuah lapangan yang sangat luas yang membuat siapa saja yang ingin mendekati mereka, sudah pasti menjadi Gosong atau tubuh mereka mengering.
Melihat aksi dari Tuan mereka, kini Ketiga Hewan Kontrak sangat bersemangat seakan ingin bermain lebih lama lagi bahkan berlari mengejar Siluman Naga yang mau menghindar dari serangan Tuan mereka.
Dengan kemampuan baru mereka, Chaizu dan Shizi mengaum sekuatnya dengan tekanan udara bercampur Petir membuat Apa yang di depan mereka mati dengan tubuh terkoyak.
Di sisi lain, Jinying yang seluruh tubuhnya diselimuti Api juga terbang sangat cepat dimana setiap kepakan sayapnya menjatuhkan Api Putih membakar apa saja yang dilewatinya.
Hingga saat menjelang Pagi kini terlihat Gunungan dari mayat Siluman Naga di berbagai tempat seakan tubuh mereka semua mati terpanggang.
" Sepertinya akan lebih lama mengumpulkan Inti Roh ini dari pada membunuh mereka." Ryu memandang lautan Mayat Siluman Naga.
" Tenang saja. Kami akan bantu" Xin Chie mulai mengumpulkan Inti Roh satu-persatu bersama Jinying.
" Cukup membantu" Ryu menatap ke arah Chaizu dan Shizi bersama Huli Yue juga mulai mengumpulkan Inti Roh.
Di Puncak Gunung terlihat Empat sosok Naga berusia 10Ribuan Tahun Tingkat Suci sedang berjalan mondar-mandir seakan memikirkan sesuatu mengenai situasi di wilayah kekuasaan mereka.
" Naga Biru, Bagaimana Pendapatmu?" Tanya Sosok Naga berwarna Hitam.
" Naga Hitam, Jika kita melawan aku tidak yakin kita bisa Menang. Sekalipun kita menang, Seluruh Rakyat dan Pasukan kita lah yang juga terkena Imbasnya." Naga Biru terlihat panik.
" Yang dikatakan Naga Biru itu Benar, Bukankah kalian lihat sendiri bagaimana mereka telah menghabisi Separuh dari Pasukan kita." Ucap Naga Merah.
" Jika saja dulu aku langsung membunuh mereka saat pertama mereka ingin memasuki wilayah ini, Mungkin tidak terjadi seperti ini." Naga Putih bersuara.
" Itu sudah terjadi. Yang kita pikirkan sekarang bagaimana cara melindungi seluruh Rakyat kita." ucap Naga Biru.
" Jika begitu biar aku yang bicara padanya. " ucap Naga Hitam.
__ADS_1