SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
HUTAN BAMBU


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Ryu yang melihat serangan itu langsung melepaskan Bola Petir Hitam ke arah dada Sang Ketua.


" Bboooom." Sang Ketua terpental ke belakang.


" Sial... Cepat sekali." Sang Ketua merasakan dadanya Panas seperti terbakar.


Sang Ketua yang sudah bangkit langsung melepaskan Bola Api mengarahkan kepada Ryu.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom..." serangan Puluhan Bola Api yang sangat cepat membuat Ryu terus menghindar hingga Bola Api yang terakhir mengenai tubuhnya yang membuat dia terpental.


" Lumayan." Ryu kembali bangkit dengan menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir.


" Bboooom..." Pukulan keras mengenai Tubuh Sang Ketua membuatnya terpental.


" Bboooom." Bayangan cepat Ryu memukul Sang Ketua membuat tubuhnya melayang ke udara.


" Bboooom." Tendangan keras ke bagian dada sang Ketua sebelum menyentuh tanah.


" Kraaack." tulang Rusuk sang Ketua patah hingga tidak mampu berdiri .


" Slaaash." leher Sang Ketua langsung putus.


" Haaahh... Hanya segitu?" Ryu memasang wajah masam mengambil Cincin Ruang milik Sang Ketua.


Saat Pertarungan berakhir, Ryu mengumpulkan Pedang mereka dan menaruh di Dunia Quzhu lalu melanjutkan perjalanan.


Saat malam tiba Ryu kembali ke Dunia Quzhu untuk beristirahat hingga keesokan pagi di Dunia Quzhu Ryu berniat untuk melakukan percobaan baru.


Ryu berencana membuat sebuah Kalung untuk Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi, Yuwang, Xie Hua dan Ting Ye agar mereka bisa saling berkomunikasi bahkan bisa melakukan teleportasi.


Ryu mengambil Batu Pelangi dan Batu Bintang sebesar Kepalan lalu memasukkan ke Tungku Penempa.


Dengan Mengeluarkan Qi yang sangat besar Ryu mulai berkonsentrasi mengekstrak kedua benda tersebut hingga menjadi kecil lalu digabungkan menjadi satu.


Hal yang paling rumit adalah dimana Ryu harus mengukir sebuah simbol teleportasi yang dia ingat saat berada di Dunia Fana.


Memakan waktu yang sangat lama, Ryu telah berhasil mengukir simbol tersebut lalu menutup kembali dengan Permata Tujuh Warna.


Sentuhan terakhir Ryu meneteskan darahnya lalu menghiasi gabungan benda tersebut dengan Emas hingga terlihat sangat indah dipandang.


" Sempurna" Ryu menatap kalung ciptaannya yang terlihat berkilau siapapun para Wanita yang memandangnya pasti akan terpana.


Mengingat Hari sudah Sore Ryu menghentikan pekerjaannya berencana melanjutkan besok pagi karena Qi miliknya banyak terkuras dan butuh Istirahat.


Sembilan hari di Dunia Quzhu, Ryu menghabiskan waktu untuk membuat Kalung teleportasi hingga sisanya dia habiskan untuk Berkultivasi dan berlatih.

__ADS_1


Pada keesokan pagi di Dunia Abadi, Ryu kembali melanjutkan perjalanan hingga sudah mencapai hutan Bambu.


Saat memasuki Hutan bambu, Ryu merasa ada yang aneh karena setiap langkahnya Bambu yang berjejer seakan bergeser memberikan jalan namun saat sudah dilewati Bambu tersebut kembali menutup.


" Apa yang terjadi? mengapa bambu-bambu ini bisa menutup kembali.?" Ryu bergumam merasakan Hutan Bambu itu memiliki sebuah Formasi Pelindung.


Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Ryu berniat untuk kembali keluar dari Hutan Bambu tersebut.


Namun sekeras apapun Ryu ingin kembali, Hutan bambu seakan tidak memberikan jalan.


Ryu yang tidak kehabisan akal, mencoba mengikuti kemana arah Matahari tapi sama saja tidak membuahkan hasil.


Sudah seminggu Ryu terkurung di dalam Hutan Bambu tersebut hingga membuatnya semakin frustasi lalu menghancurkan Htan Bambu dengan Teknik Malapetaka.


" Bboooom." Hutan Bambu kini menjadi Kawah Besar namun dalam hitungan detik Bambu tersebut kembali seperti semula.


" Sial...." Ryu terus melepaskan Teknik Malapetaka hingga berkali-kali tapi tetap saja tidak membuahkan hasil.


" Haaahh." Ryu yang sudah kelelahan mencari tempat duduk untuk memulihkan tenaga yang sudah terkuras.


Dari kejauhan, terlihat Wanita Cantik memakai Pakaian serba putih seakan tersenyum memandang Sosok Pemuda yang sedang duduk bersila.


" Sayang... Jadi kamu yang membuat keributan itu." Xin Chie menggelengkan kepala karena sebelumnya dia terganggu dengan ledakan yang sangat kuat membuatnya harus turun Gunung untuk memeriksa.


" Kamu tidak bisa menipuku dengan Teknik Perubahan Wujud. Aku juga bisa melakukannya." Xin Chie berubah wujud menjadi sosok Wanita Cantik lain berpakaian minim memperlihatkan Belahan dada dan paha yang putih.


Dengan perubahan wujud tersebut Xin Chie berniat menggoda Suaminya dan menguji kemampuan Ryu.


Teknik perubahan wujud yang Xin Chie Pakai adalah Teknik tingkat tinggi yang mampu mengelabui Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Surgawi yang dipakai oleh Pemilik Tubuh sebelumnya.


Xin Chie langsung keluar dari tempat persembunyiannya lalu berjalan mendekati dimana Ryu sedang berada.


" Siapa kamu? Dan mengapa kamu memasuki Wilayahku? " Xin Chie berusaha menahan rasa rindunya kepada Ryu.


Mendengar ada suara yang menyapa Ryu kembali membuka mata lalu menoleh ke Sosok Wanita Cantik tersebut.


' Aneh... Kenapa ada Wanita di tempat ini apalagi dengan pakaian seperti itu.' Ryu membatin berusaha menyembunyikan rasa tertariknya saat melihat belahan dada dan paha yang putih mulus.


" Kenapa Belum menjawab pertanyaanku? " Xin Chie dengan nada dasar.


" Maaf Nona, Saya tersesat di Hutan Bambu ini." Ryu kembali bangkit dari tempat duduknya.


" Nona, Apa kamu tau jalan untuk keluar dari sini?" Ryu bertanya kepada Xin Chie.


" Tidak ada jalan keluar. Sekali kamu tersesat di sini, itu Artinya selamanya kamu akan tersesat." Ucap Xin Chie.


" Apa?" Ryu sontak kaget kembali berfikir untuk menggunakan Teleportasi.


Saat Ryu menggunakan Teknik Teleportasi, sesaat langsung menghilang namun kembali ke tempat semula seperti ada yang menghalang.


' Haaahh... 'Ryu yang putus asa memasang wajah murung.


" Tidak masalah, kamu bisa tinggal bersamaku disini. Itupun kalau kamu mau." Xin Chie menawarkan.


Meski terlihat ragu, Ryu menganggukkan kepala seakan menyetujuinya.


" Baiklah, ikut aku sekarang!" Xin Chie menuntun jalan.


Ryu yang berada di belakang terus mengikuti langkah kemana arah kaki Xin Chie yang kadang berbelok ke kiri berjalan lurus dan kadang berbelok ke kanan.


Setelah berjalan cukup lama, meraka telah mencapai Kami Bukit.


" Aku Harus membawamu Terbang ke Puncak Bukit ini." Xin Chie memegang tangan Ryu lalu membawanya ke Puncak Gunung.


' Sepertinya aku masih sangat lemah.' Ryu merasa sudah dua kali ditolong oleh sosok Wanita dimana yang pertama adalah Istrinya Sheng Zhishu.


" Sudah sampai." Mereka mendarat di sebuah Goa.

__ADS_1


" Jadi ini tempat tinggal Nona.?" Ryu menatap Goa tersebut seperti sebuah bangunan yang memiliki lorong.


" Mmmmm... Kamu boleh tinggal disini, tapi disini hanya ada satu tempat tidur jadi tidak masalah kita sama-sama tidur disana." Xin Chie mulai melancarkan aksinya sambil menunjuk ke arah tempat tidur yang terbuat dari Batu.


" Aku bisa tidur disini." Ryu menunjuk ke bagian lain di lorong goa tersebut.


" Aku mandi dulu, aku harap kamu jangan ngintip." Xin Chie membuka sebuah pintu dari Batu dimana dibalik Batu tersebut ada Sumber Mata Air.


" Haaahh... Biar aku coba ke Dunia Quzhu." Ryu merasakan bahwa dia masih bisa ke Dunia Quzhu.


Terlintas di pikiran Ryu, dia langsung meletakkan sebuah Ranjang di balik lorong yang dia tunjuk sebelumnya.


Xin Chie yang baru saja membersihkan diri kita merasa Rencananya gagal hanya menggelengkan kepala sambil menatap Ryu yang sudah duduk di atas Ranjangnya.


" Bboooom." Tempat tidur dari batu langsung hancur berkeping-keping.


" Yaaahhh... Lepas kendali." Xin Chie sengaja menghancurkan tempat tidurnya.


" Ada apa? " Ryu sontak kaget langsung bangkit untuk memeriksa.


" Sepertinya aku harus tidur denganmu. Tempatku sudah hancur." Xin Chie berjalan mendekati Ranjang lalu berbaring.


" Haaahh..." Ryu menghela nafas panjang mencari tempat lain.


' Apa? Kenapa dia begitu cuek? Apa ada yang salah dengan penyamaranku?' Xin Chie seakan menyerah seakan tidak kuat lagi menahan rasa rindunya ingin segera memeluk suaminya.


Di tempat lain Ryu juga berusaha mengontrol fikirannya karena dia sudah banyak melakukan kesalahan terhadap wanita meski itu bukan dari kehendaknya sendiri.


Xin Chie yang yang sudah tidak sabar langsung berlari ke arah Ryu yang masih berdiri di lorong lain.


" Bruuuuk." Xin Chie memeluk tubuh Ryu dengan sekuatnya.


" Nona... Tolong jangan seperti ini." Ryu mencoba menolak secara halus.


Namun hal itu seakan diabaikan oleh Xin Chie dengan kekuatannya Yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal menarik tangan Ryu membiarkan Ryu menyentuh bagian pinggangnya sedangkan bibir lembut Xin Chie langsung menyosor pada bibir Ryu.


" Sayang... Ini aku." Xin Chie kembali ke wujud semula.


" Haaahh... Sayang, kamu memang nakal." Ryu juga kembali ke wujud aslinya memeluk tubuh Xin Chie penuh kebahagiaan. hingga tubuh mereka berdua telah berpindah ke Dunia Quzhu.


" Sayang... Sepertinya Dunia Quzhu ada Perubahan." Xin Chie menghentikan aksinya tersadar bahwa mereka sudah di Kamar Istana Emas.


" Mmmmm." Ryu mengangguk lalu menjelaskan semuanya yang telah terjadi selama ini.


Selesai menjelaskan, Ryu meminta Xin Chie untuk menutup mata lalu memberikan sebuah Kalung ciptaannya.


" Sayang... Ini sangat Indah." Xin Chie membuka mata disambut dengan sebuah keindahan dibalik kalung yang sudah melingkar di lehernya.


" Sayang... Kamu terlihat lebih cantik memakai kalung itu." Ryu terlihat senang karena hasil jerih payahnya selama ini terbayar.


" Sayang, kamu memang Suami yang sangat baik. Untuk itu aku juga akan memberikan Hadiah untukmu." Xin Chie menarik tangan Ryu lalu berbaring di atas Ranjang.


" Sayang... Bukankah sebelumnya kita juga sudah melakukannya?" Ryu merasa hadiah yang dimaksud adalah hal pernah mereka lakukan.


" Sayang, Ini beda. Tubuh baru ini memiliki Yin Murni yang sudah berusia Ratusan Tahun." Xin Chie menganggap itu adalah Hadiah spesial untuk suaminya.


" Kalau itu Aku tau, tapi untuk mencapai Pendekar Bumi Tahap Akhir sangat sulit." Ryu teringat Tubuh Baru Sheng Zhishu yang juga memiliki Yin Murni seusia Ratusan Tahun tapi belum menandakan akan adanya peningkatan.


" Sayang... Paling tidak akan mempercepat proses Kultivasi dari pada menunggu puluhan hingga ratusan Tahun hanya untuk naik Tingkat." ucap Xin Chie.


" Kamu benar... Kultivasiku sangat buruk sebelum menemukan Air Embun Surgawi." ucap Ryu.


" Maafkan aku, aku tidak bisa membantu. Tapi aku yakin Sayang pasti bisa menemukannya." Ucap Xin Chie.


" Aku harap bisa menemukannya sebelum terjadi kekacauan." Ryu memeluk Tubuh Xin Chie yang sudah ada di atasnya.


" Mmmmm." Xin Chie mengangguk lalu melanjutkan aksinya.

__ADS_1


Ryu dan Xin Chie kini melepaskan kerinduan mereka menikmati malam panjang penuh dengan kebahagiaan.


Waktu demi waktu terus berlalu mereka habiskan di Dunia Quzhu hingga keesokan hari mereka kembali ke Dunia Abadi.


__ADS_2