
Ryu pun langsung berlari keluar bilik dengan Langkah Kilat lalu berbaur dengan Peserta Kelas Ekonomi lalu menuju meja Pengambilan barang.
Didalam meja Pengambilan barang terlihat Zhengyi juga seakan sedang menunggunya sambil menghitung keuntungan dari barang yang dilelang Ryu dipotong 10 Persen dan dikurangi dengan harga 2 barang yang dia menangkan sebelumnya.
" Senang berbisnis denganmu Saudara Ryu." Zhengyi senyum lebar langsung memberikan apa yang menjadi Hak Ryu.
" Aku juga sangat senang. tidak menyangka bisa mendapatkan keuntungan seperti ini." Ryu senyum kemenangan melihat Hasil yang dia dapatkan meskipun dalam hatinya ingin mengumpulkan Batu Roh sebanyak mungkin hingga Gunungan agar bisa mempercepat Proses Panen Sumberdaya yang mereka Budidayakan.
Setelah semuanya selesai, Ryu langsung berpamitan meski Zhengyi seakan tidak ingin Ryu cepat pergi karena dia tau kalau Ryu pasti meninggalkan Kota tersebut.
" Saudara Ryu" Zhengyi memegang tangan Ryu seakan membawanya ke tempat lain.
Sesampai di Ruangan lain, Zhengyi memberikan sebuah Lencana Assosiasi Pagoda Dagang untuk Ryu dimana kedua tangannya juga memegang Tangan Ryu.
" Saudara Ryu, Aku tau kamu pasti akan pergi selepas ini. Tapi aku berharap kamu bisa kesini lagi untuk menemuiku." Zhengyi tidak segan lagi langsung mencium bibir Ryu dengan lembut.
Ryu yang merasakan bibir lembut Zhengyi yang bertemu dengan bibirnya, ingin cepat melepaskan namun hal itu seakan Zhengyi tidak ingin melepaskannya yang membuat Ryu serba salah.
Bahkan Zhengyi sendiri langsung merangkul tubuh Ryu dengan Erat seakan tidak ingin Kepergian Ryu secepat itu.
Ryu yang merasa tidak berdaya berusaha untuk menahan diri karena ada hal lain dalam dirinya seakan bergejolak karena pengaruh sentuhan lembut bibir Zhengyi yang mulai liar.
' Tidak... Tidak... ini tidak boleh terjadi.' Ryu berusaha sekeras mungkin menahan Naluri Pejantan dalam dirinya.
Sesaat kemudian Zhengyi menyudahi aksinya merasakan bahwa Ryu tidak ada Respon sama sekali atas permainan bibir dan lidahnya tersebut langsung tertunduk malu.
" Saudara Ryu, Maaf" Zhengyi menahan rasa malu.
" Saudari Zhengyi, Aku pergi dulu." Ryu yang sebenarnya juga menahan Gejolak yang hampir menguasai Fikirannya langsung berjalan keluar Ruangan hingga sudah mencapai luar Gedung.
Di Pintu bilik No 10 terdapat beberapa Orang yang sedari tadi menunggu sosok yang ingin mereka temui, terlihat sebuah kekecewaan karena Orang yang mereka selidiki sudah tidak ada di tempat.
......................
Enam hari setelah Acara Lelang diadakan, terlihat dua Sosok yang sedang berdiri di tengah Anak Buah mereka.
" Nona Yuwang, Sepertinya Kitab Birahi Iblis yang kita selipkan pada Wanita Muda tempo dulu Auranya sudah menghilang, Bahkan Wanita Muda itu juga sudah mati." ucap Beifang.
" Itu salah dia sendiri tidak bisa menggunakan Teknik itu dengan Sempurna. Jika dia mampu, tidak Perlu dia menggunakan kesuciannya untuk menyerap Energi Lawannya." Ketus Yuwang.
" Sangat disayangkan rencana kita Gagal. Jika dia bisa Naik 1 Level dengan teknik itu, maka selamanya Wanita Muda itu menjadi Bawahan Nona." ucap Beifang.
" Aku akan menyalin kembali Kitab itu. Bila Perlu Puluhan Kitab atau lebih, dengan begitu akan banyak yang akan menjadi Budak ku. Bahkan akan menciptakan untuk Pria juga, sepertinya jauh lebih mudah menghasut Kultivator Pria dari pada Wanita." ucap Yuwang.
" Kalau begitu, Para Dewa akan kewalahan mencari keberadaan kita." Beifang terlihat senang.
" Benar. Tapi membuat Kitab untuk Pria sangatlah Sulit, Bisa-bisa aku banyak kehilangan Spiritual milikku." ucap Yuwang.
" Jangan terlalu buru-buru, yang penting bisa berhasil." Beifang memberi saran.
" Untuk Kalian semua, sebarkan Teror di beberapa Wilayah. dengan begitu mereka akan kesulitan menghadapi kita." Yuwang menatap ke arah Bawahannya.
" Baik Tuan Putri " Semua Bawahan serempak lalu meninggalkan tempat tersebut.
Dalam pinggir Hutan yang terdapat sebuah Bangunan yang sudah Usang, namun terlihat rapi karena telah dihuni oleh 3 Sosok Wanita Cantik juga terdapat 10 Sosok yang badan mereka telah mengering.
" Yinshi, bawa semua mayat itu keluar! biar aku yang membakar mereka." Perintah Tianhe.
" Itu Pekerjaan mudah. " Yinshi menggerakkan tangannya dan melempar semua Mayat itu ke halaman depan.
" Wuush" Api berwarna Putih membakar semua mayat tersebut hingga menjadi abu.
" Sepertinya wilayah ini sudah susah lagi untuk mencari mangsa Kita." ucap Yunjiang.
" Kamu benar, sekarang banyak Kultivator yang berkelompok besar jika melewati Wilayah kita. Tentu saja Teknik Iblis Nafsu kita tidak berfungsi jika mereka semua diatas 20 Orang." Yinshi menimpal.
" Kita bukan tidak mampu melawan Mereka, Tapi sangat disayangkan jika mereka terluka atau Mati. Kita tidak bisa menyerap Energi mereka, dan kita tidak mendapatkan apa-apa." ucap Tianhe.
" Apa kita pindah tempat dari sini? " tanya Yunjiang.
" Sebaiknya begitu.Kita cari wilayah lain lagi untuk mencari target kita." Tianhe berjalan keluar bangunan langsung melangkahkan kakinya menuju Bagian Barat.
Mereka pun langsung berjalan untuk mencari Wilayah baru hingga melewati Hutan sampai terlihat Sosok yang terlihat sedang berjalan sendirian melewati jalan setapak.
" Sepertinya kita Punya korban lagi." Tianhe yang sedang menyelidik dari balik Pohon pinggir Hutan.
" Pemuda itu tampan sekali, sangat disayangkan jika menjadi Korban." Yinshi melihat dari balik Pohon dengan sosok di depan mereka.
__ADS_1
" Kamu benar, Bahkan Auranya yang terpancar seakan memiliki Wibawa melebihi Para Dewa. Sejak kapan Dunia Manusia bisa memiliki Aura Yang seperti ini." Gumam Yunjiang.
" Sayang sekali Pemuda Tampan. Kau akan tetap menjadi Korban kami, sepertinya kamu memiliki sesuatu yang Spesial dalam tubuhmu " Ucap Tianhe.
Ryu yang sedang berjalan di pinggiran Hutan, tersadar merasakan Tiga Aura yang sangat kuat, Bahkan Ryu merasa kalau Kultivasi mereka sudah di Atas Level 62.
Merasakan hal yang buruk akan terjadi padanya, Ryu langsung mengaktifkan Armor Pelangi dan menggunakan Langkah Kilat dan Wujud Hantu memilih untuk lari secepat mungkin.
" Wuush " Bayangan dari Ryu hampir tidak terlihat menjauhi wilayah itu.
Sekilas dia Melihat tiga Sosok Wanita Cantik yang ingin menangkapnya.
' Tiga Dewi Iblis ' sekilas di fikiran Ryu yang membuatnya berkeringat dingin mempercepat lagi Langkah Kilat hingga sudah berada di tempat yang sangat jauh.
Tiga Dewi Iblis yang berusaha mengejarnya kini telah kehilangan jejak Karena Aura dari Ryu sudah tidak ada di jangkauan Spiritual mereka.
" Siapa Pemuda Itu? mengapa larinya sangat cepat?" Tianhe sangat kesal, Korban mereka berhasil lolos.
" Apa dia menggunakan Teknik Langkah Seribu?" Yinshi merasa heran.
" Padahal masih Level 58 tapi mengapa kita tidak mampu mengejarnya." Yunjiang sambil melepaskan Spiritualnya.
" Kita harus mencari Pemuda itu sampai dapat! kita juga harus mengatur rencana lebih matang lagi jika bertemu dengannya." Tianhe yang masih kesal.
" Kamu benar, Pemuda itu sangat licin. Baru kali ini kita mengalami kegagalan." ucap Yunjiang.
" Lebih baik kita mencari sekarang sambil mencari Korban lain sebagai Sampingan " Ucap Yinshi.
" Mmmmmm." Mereka langsung berjalan ke arah dimana jalan setapak yang dilewati Ryu.
Di tempat yang jauh, Ryu langsung meneguk Pil Pemulihan untuk mengembalikan Qi milikya yang habis terkuras.
" Haaahhh.... Hampir saja aku tertangkap." Ryu membayangkan jika tubuhnya akan mengering.
" Apa yang dikatakan oleh Warga, Tiga Dewi Iblis itu memang sangat Cantik menyamai Istriku. Tapi sayang, sangat Keji." Ryu bergumam sambil berjalan untuk menemukan Permukiman Warga secepat mungkin.
Kali ini Ryu begitu enggan untuk melewati Hutan ataupun tempat yang sepi karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.
Namun karena dia ingin mencari inti Api untuk Xin Chie dan Sheng Zhishu, mau tidak mau dia harus melewati berbagai tempat untuk mencapai Gunung Kawah Api di Wilayah Kerajaan Api.
Dalam menempuh perjalan berhari-hari, Ryu merasakan ada Aura yang sangat kuat sedang menuju ke arahnya.
" Hahahaha... Ternyata ada Manusia di tempat ini." Ucap Pemuda yang berdiri di atas Pedang.
" Siapa Kamu? " Ryu menyelidik Aura dari Pemuda tersebut bukan dari Manusia.
" Aku? boleh kau panggil namaku Zhi Wang yang berasal dari Dunia Dewa." Zhi Wang dengan nada sombong memperkenalkan dirinya.
" Lalu apa mau kalian datang ke Dunia kami?" Ryu menyelidik.
" Mau tau Tujuan kami ya? Kami hanya ingin mencari Beberapa Harta Langit milik Kami yang jatuh ke Dunia ini. Lagi pula kami berniat menjadikan Benua ini sebagai tempat baru untuk Klan Zhi." ucap Zhi Wang.
" Sepertinya kalian tidak memiliki niat Baik, maka aku akan menolak keberadaan Kalian." Ryu bersiap pada posisi bertarung.
" Lancang!" Zhi Wang langsung menyerang Ryu dengan sebuah Pukulan.
" Wuush" Ryu menghindar dengan Langkah Kilat membuat Zhi Wang memukul Ruang kosong.
Zhi Wang langsung menoleh dan melancarkan serangannya ke Arah Ryu hingga berkali-kali namun tetap saja tidak mengenai sasaran.
" Jadi itu kekuatan dari Dewa yang sombong " Ryu sengaja memprovokasi.
" Bajingan" Zhi Wang terlihat marah mengerahkan seluruh kemampuan menyerang Ryu dengan ganas.
'LEDAKAN CAHAYA'
Zhi Wang menyerang Ryu dengan Elemen Cahaya menuat ledakan berbagai tempat.
" Bboooom" Sebuah cahaya yang sangat kuat membuat tubuh Ryu terpental.
" Mengesankan" Ryu mengeluarkan Pedang Naga Pembelah Gunung. Ingin Ingin melihat kekuatan secar langsung Teknik barunya.
' PEDANG PETIR '
Ryu juga menggunakan Tekniknya membuat Ledakan petir keluar dari pedang milikya terus menyerang Zhi Wang yang terlihat berusaha menghindar.
" Bboooom" bola petir yang keluar mengenai Zhi Wang membuatnya terpental.
__ADS_1
'Pemuda ini memiliki Aura yang sangat kuat' Zhi Wang bangkit langsung menyerang Ryu.
'HENTAKAN PETIR '
Setiap Zhi Wang melangkah saat itu juga Petir Menyambar dari Bawah tanah yang membuatnya meringis kesakitan.
" Teknik itu mengerikan" Zhi Wang berkeringat dingin begitu enggan untuk melangkah, karena setiap dia melangkah sudah pasti tubunya disambar Petir.
Ryu yang melihat kejadian tersebut, kini terlihat senyum Licik untuk kembali melanjutkan Tekniknya.
' SAMBARAN PETIR '
Sebuah Petir berukuran besar seakan Menumbuk Tumbuh Zhi Wang membuatnya terpental Puluhan Meter hingga membuat Pepohonan disekitar tumbang.
" Uhuk" Zhi Wang memuntahkan Darah segar.
' Manusia macam Apa Pemuda ini ' Zhi Wang merasakan Armor Pelindungnya mulai Retak.
' HUJAN PETIR '
Ratusan Petir berbentuk Jarum seakan turun dari langit membuat Area Pertemuan menjadi rusak Total.
Zhi Wang yang merasakan kehadiran dari jarum petir tersebut dengan seluruh tenaga berusaha untuk menghindar.
' BADAI PETIR '
Ryu terus menguji Teknikya membuat Ratusan Jarum Petir berukuran Besar sekakan Menerjang ke arah Zhi Wang.
'TAMENG CAHAYA '
Zhi Wang membuat sebuah pelindung dari Cahaya untuk menghalau serangan dari Ryu
'GEMPA PETIR '
Tubuh Ryu perlahan terbang ke Udara, Seketika Getaran Hebat ke seluruh Area Pertarungan hingga muncul Petir menyelimuti seluruh bagian tanah seakan hidup menyerang Zhi Wang dari Berbagai Arah.
'PELINDUNG CAHAYA SURGAWI'
Zhi Wang menutup seluruh tubuhnya dengan Bola Cahaya yang sangat padat yang memiliki efek penyembuhan yang sangat cepat hingga seperti semula sebelum bertarung dengan Ryu bahkan Armor Pelindung yang sempat Retak kini langsung kembali utuh.
' MALAPETAKA '
Ryu melesat terbang tinggi hingga terbentuk Bola Petir Ribuan kali lipat lebih besar seakan menabrak bagian wilayah dimana Zhi Wang berada yang membuatnya seakan tidak mampu bergerak sebelum bola Petir menyentuh Tanah.
" BBOOOOM" Ledakan dahsyat saat Bola Petir tersebut menabrak Tanah dimana Zhi Wang berdiri menciptakan efek ledakan mencapai Radius Ratusan Meter persegi semua pepohonan menjadi hancur berkeping-keping.
Bahkan di Luar Radius tersebut juga terkena efek getaran hingga mencapai Hutan membuat Para Siluman berlarian.
" Haaahh" Ryu merasakan Qi miliknya habis terkuras langsung meneguk sebuah Pil untuk memulihkan Qi lalu perlahan turun ke arah terciptanya Kawah Besar akibat ledakan dimana Zhi Wang berada.
Di dalam Kawah tersebut terlihat Sosok Zhi Wang yang seakan tidak berdaya dalam kondisi tubuh banyak luka dengan Armor Pelindung yang Hancur.
" Kau cukup Kuat juga" Ryu berjalan mendekati Zhi Wang yang masih hidup dengan nafas terputus-putus.
" Kali ini aku tidak mau membunuh orang, Namun sebagai Gantinya " Ryu mengambil Cincin Ruang Tingkat Surgawi milik Zhi Wang.
Sedikit mengulas kembali, Cincin Ruang Tingkat Surgawi adalah Cincin yang memiliki luas minimal 1000x000 Meter yang mampu menyimpan Makhluk hidup dan luasnya akan bertambah besar jika Si pemakai memiliki banyak lingkaran Qi.
" Sepertinya kamu banyak sekali menyimpan Harta." Ryu melihat Gunungan Batu Roh dan yang membuat Ryu senang adalah dengan adanya Sepasang Ikan Nian Ekor Tujuh.
Dalam Hati Zhengyi begitu mengutuk Ryu karena telah mengambil Cincin Ruang Surgawi yang berisi Harta yang tidak ternilai harganya.
Sesaat Ryu merasakan Aura yang sangat kuat sekitar 6 Orang sedang menuju arah Mereka tanpa banyak basa-basi Ryu langsung mengaktifkan Armor Pelangi lalu menggunakan Langkah Kilat untuk berlari sejauh mungkin.
Tidak beberapa lama keenam sosok Pria Paruh Baya dengan Tingkat Kultivasi Level 66 terbang dengan menggunakan Pedang kemudian berhenti di depan Zhi Wang.
" Tuan Muda, Apa yang terjadi? " Salah satu sosok langsung mengangkat Tubuh Zhi Wang Lalu memberikan sebuah Pil.
" Pemuda itu telah mengambil Cincin Ruang Surgawi milikku. Cepat Kejar dia dan Bunuh!" Perintah Zhi Wang.
" Baik " Keenam Sosok tersebut mengejar ke arah yang ditunjukkan Zhi Wang.
...----------------...
Di Pinggir Hutan Kini Tiga Dewi Iblis tengah mencari keberadaan Ryu juga terlihat kesal terus melepaskan Spiritual mereka untuk memeriksa Wilayah sekitar.
" Wuush" Sebuah bayangan yang cukup jauh di depan mata mereka.
__ADS_1
" Bayangan Apa itu? kenapa aku tidak bisa merasakan Auranya " Yunjiang kebingungan.