SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
ZHANG QIXUAN


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Ryu juga mengetahui bahwa Qixuan adalah sosok yang tertutup dan sangat dingin kepada siapapun sebelum mengenal Ryu.


Mungkin saat itulah Ryu berfikir perasaan Qixuan mulai tumbuh dan merasa tertarik dengannya hingga mereka berdua semakin akrab dan sering berlatih bersama.


Mengingat serangkaian kejadian saat itu, Ryu menjadi tidak tega melihat Qixuan, apalagi dengan kondisinya sekarang yang begitu sangat kurus.


" Xuan'er... Apa seperti itu kamu memanggilku?" Ryu mengusap rambut Qixuan.


" Ge... Gege." Qixuan sangat senang atas sebutan yang dilontarkan oleh Ryu kepadanya seraya memasang wajah memerah.


" Sepertinya aku akan menambah Istri lagi." Ryu mengela napas panjang membayangkan hidupnya dikelilingi oleh wanita cantik, meskipun dalam hati dia tidak ingin menambah Istri lagi namun Takdir selalu berkata lain.


Ditambah lagi dengan keberadaan Jinying membuat dia sendiri seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi dalam hidupnya.


Mendengar ucapan dari Ryu, Qixuan semakin senang mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan memeluk Ryu agar tidak diketahui.


Disisi lain Jinying yang mendengar ucapan dari Ryu begitu marah langsung keluar dari Alam Jiwa ini membunuh Qixuan secara diam-diam.


" Gege... kenapa kamu Ingin menambah Istri lagi?" Jinying sangat marah.


Merasakan kehadiran Jinying, Qixuan langsung menatapnya dengan tajam seakan tidak ingin diganggu.


" Siapa kamu?" Qixuan sangat geram.


' Apa? kenapa dia bisa melihatku?' Jinying membatin berkeringat dingin karena tatapan mata dari Qixuan seakan membawanya ke gerbang kematian.


Tidak hanya Jinying, Ryu juga kaget bagaimana Qixuan bisa melihat Jinying karena Istrinya yang lain tidak bisa melihatnya.


" Apa yang kamu lakukan disini?" Qixuan mengeluarkan Pedangnya ada dorongan lain pada dirinya untuk membunuh Jinying.


" Mata itu..." Jinying terlihat gemetar langsung kembali ke Alam Jiwa.

__ADS_1


" Gege... Siapa wanita itu?" Qixuan meminta penjelasan kepada Ryu memperlihatkan sisi lain dari dirinya.


Mendengar ucapan dari Qixuan, Ryu menggelengkan kepala atas perubahan dari sikap Qixuan.


" Xuan'er... Ada apa denganmu?" Ryu menghela nafas panjang seakan tidak percaya dengan apa yang baru dia lihat.


" Ah... Maaf Gege." Qixuan tersadar atas apa yang dia lakukan. mengembalikan pedangnya ke Cincin ruang.


Sekilas Ryu melihat sebuah tatto samar-samar dari kening Qixuan berwarna merah darah namun secara perlahan mulai menghilang kembali seperti semula.


Di luar kapal udara terlihat 4 sosok Naga sedang turun dari langit.


Ryu yang merasakan Aura familiar tersebut kembali keluar dari dalam kapal udara yang diikuti Qixuan.


" Salam Tuan Penguasa." Sambut keempat Naga tersebut.


" Senang bisa bertemu dengan kalian. mohon maaf sebelumnya, aku tidak sempat mengunjungi kalian." ucap Ryu.


" Tidak masalah Tuan Penguasa. Kami senang melihat Tuan Penguasa kembali lagi." Ucap Naga Biru.


" Naga Biru, Naga Merah, Naga Hitam, Naga Putih... Kembali lagi aku minta maaf. Aku tidak bisa terlalu lama tinggal disini." Ucap Ryu.


" Tidak masalah Tuan Penguasa. Kami sudah mengetahui hal itu dari Patriak Lin Feng." Ucap Naga Biru.


" Kami kesini hanya berkunjung karena aku dengar Tuan Penguasa akan pergi ke Dunia Abadi. Itulah sebabnya kami mencari keberadaan Tuan Penguasa." ucap Naga Merah.


" Mohon maaf kami tidak bisa menemani Tuan Penguasa, kami memiliki tugas untuk melindungi rakyat kami." Ucap Naga Putih.


" Terimakasih Naga Biru." Ryu menarik tubuh Kirrin ke sebuah bola kristal dan mengambil Trisula tersebut lalu menyimpannya di Cincin pemulihan.


" Tuan Penguasa... Trisula itu adalah pemberian dari Raja Naga Air sebagai ucapan terimakasihnya karena berkat bantuan Tuan Penguasa, mereka sekarang jauh lebih kuat. Dalam trisula itu menyimpan empat kekuatan, yaitu kekuatan Peri cahaya, Peri kegelapan, Peri tumbuhan dan Peri hewan.


Begitu juga dengan Raja Harimau Putih, berkat bantuan dari Tuan Penguasa mereka sekarang sangat makmur. Meskipun Kirrin Api itu memiliki jiwa yang lemah, tapi aku yakin Tuan Penguasa punya cara untuk menyembuhkannya, karena Kirrin Api itu adalah makhluk kuno yang berasal dari Dunia yang lain." ucap Naga Biru.


" Tuan Penguasa... Terimalah hadiah dari kami, itu adalah Angsa Langit dan Merak langit yang kami dapatkan ketika kami bertempur dengan Kerajaan Naga Angin dan Kerajaan Naga Awan. Sepertinya jiwa mereka sangat lemah, tapi kami yakin Tuan Penguasa memiliki cara untuk memulihkan mereka." Naga Hitam memberikan dua sosok Makhluk Kuno tersebut kepada Ryu.


" Terimakasih Naga Hitam. Pemberian kalian ini sangat berharga sekali." Ryu menarik dua makhluk kuno tersebut pada masing-masing satu bola kristal lalu menyimpannya di Cincin pemulihan.


Ryu yakin ketiga makhluk kuno tersebut menyimpan kekuatan yang besar jika mereka sudah pulih. Yang Ryu tidak mengerti, mengapa makhluk kuno dari Dunia yang lain bisa terdampar ke Dunia Fana.


Ryu mengetahui ketika seorang ingin masuk ke Dunia yang lain, maka hukum alam akan berlaku kepada siapapun yang bisa membuat Kultivasi mereka menurun drastis bahkan yang lebih parah mereka akan mengulangi lagi dari awal jika Dunia yang mereka tuju terlalu jauh ataupun memiliki perbedaan cara dan perbedaan Energi Alam.


Berbeda kasusnya dengan Ryu, karena dia memiliki Tubuh Agung meskipun masih belum sempurna dan mungkin akan ada beberapa sosok lain lagi yang tidak terpengaruh oleh hukum alam meskipun bisa dihitung dengan jari.


" Mohon maaf sebelumnya, Aku tidak memiliki Sumberdaya yang bisa aku berikan kepada kalian. Tapi aku hanya memiliki dua jenis benda ini saja." Ryu mengeluarkan Armor Awan dan Cincin pemulihan tidak yakin jika keempat Naga tersebut bisa memakainya karena mereka memiliki tubuh yang sangat besar.


" Tidak masalah Tuan Penguasa... Justru Tuan Penguasa lah yang bisa menjadikan kami seperti sekarang." Naga Biru menatap kedua benda yang ada di tangan Ryu yang tentu tidak muat untuk mereka.


" Tuan Penguasa... Mohon maaf karena telah menghambat perjalanan Tuan. Kalau begitu kami pamit dulu." Naga merah menatap ke langit hingga tercipta sebuah lingkaran dimensi.


Satu-persatu mereka masuk kedalam lingkaran tersebut hingga beberapa saat menutup kembali.


" Xuan'er... lebih baik kita pergi sekarang." Ryu memasukkan kembali kapal udara lalu mengeluarkan Portal Teleportasi yang sudah dia ciptakan.

__ADS_1


" Mmm." Qixuan mengangguk lalu menyentuh cincin pemulihan yang ada di jari Ryu, seketika tubuhnya menghilang.


Setelah Qixuan menghilang, Ryu mengirim pesan jiwa kepada Ayahnya untuk mengumpulkan Batu Roh yang mereka miliki dari semua anggota keluarga Klan Liu.


Dengan waktu yang cukup lama, kini Ryu mendapatkan pesan jiwa dari Liu Meng bahwa semua Batu Roh sudah mereka siapkan.


" Sepertinya mereka menghabiskan Batu Roh yang mereka miliki." Ryu bergumam sambil melihat ke cincin pemulihan miliknya.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung mengambil semua Batu Roh tersebut lalu memasukkan ke dalam Portal Teleportasi hingga terlihat sekeliling Ryu mengeluarkan cahaya hingga saat Cahaya tersebut memudar Ryu tidak terlihat lagi.


Di ruang hampa Ryu teringat akan apa yang dikatakan Shen Weida mengenai Artefak yang dia dapatkan.


" Apa aku memiliki juga memiliki sifat kebaikan, sifat kejam, sifat licik, sifat keserakahan dan sifat nafsu." Ryu bergumam.


Di Alam Jiwa Jinying masih terbayang dengan tatapan mata dari Qixuan yang membuatnya merasa terintimidasi.


" Mata itu... " Jinying merasakan mata milik Qixuan mengingatkan kehidupannya di masa lalu namun tidak tau persis siapa pemilik mata tersebut.


Jinying berfikir keras mengingat kembali serangkaian kejadian di kehidupan sebelumnya yang seakan terancam jika melihat tatapan mata dari Qixuan.


" Aku harus menjauhi Wanita itu." Jinying berkeringat dingin merasa lehernya seperti dicekik.


Di dalam kapal udara terlihat semua keluarga Klan Liu merasa sedikit terancam atas kehadiran Qixuan karena takut wanita itu akan meniup seruling lagi yang membuat mereka dihantui dengan perasaan sedih.


Tanpa memperdulikan tatapan mereka, Zhang Qixuan berjalan dengan santai menuju kamarnya untuk mengemas barang.


Setelah beberapa saat Zhang Qixuan keluar dari kamar menuju kamar utama kapal tanpa memperdulikan tatapan mata dari para Anggota Sekte Lembah Persik.


" Tetua Qixuan... Itu kamar milik Ryu'er." Liu Meng memberanikan diri.


Jika dari segi kekuatan, Qixuan setara dengan mereka. tapi jika dihadapkan dengan Seruling miliknya mereka sudah tau resikonya.


" Ayah Mertua... Aku tau itu, sekarang Gege Ryu sudah menjadi Suamiku." Qixuan menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah mereka.


Mendengar ucapan tersebut mereka sedikit bernafas lega karena berfikir Qixuan tidak lagi akan memainkan seruling miliknya.


" Untuk kali ini aku akan memainkan seruling untuk menghibur kalian semua selama dalam perjalanan." Zhang Qixuan mengeluarkan seruling dari cincin Ruang.


" Ja... Jangan!" semua langsung berkeringat dingin merasa sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka.


" Haaahh... Baiklah, kalau begitu aku akan memainkan kecapi ini saja." Zhang Qixuan mengembalikan seruling Kematian lalu mengambil sebuah kecapi.


Menyaksikan apa yang dilakukan oleh Zhang Qixuan, mereka bernafas lega namun sedikit khawatir dengan hadirnya kecapi tersebut karena selama di Sekte Lembah Persik Zhang Qixuan tidak pernah memainkan Kecapi.


Tidak ada satupun yang mengetahui bahwa kedua benda yang dimiliki oleh Zhang Qixuan adalah Pusaka langit kecuali kakeknya sendiri yaitu Zhang Fei.


Leluhur pendiri Sekte Pedang Kuno pernah bertemu dengan seorang Dewi sejak ribuan tahun yang lalu sebelum dia mendirikan Sekte Pedang Kuno.


Dewi tersebut menitipkan dua Pusaka langit tersebut agar tidak menimbulkan kekacauan, karena menurutnya Dunia Fana adalah tempat yang paling aman.


Setelah memberikan kedua Pusaka langit, Dewi tersebut langsung menghilang dan tidak pernah kembali lagi.


Leluhur pendiri Sekte Pedang Kuno juga mengetahui bahwa kedua benda tersebut adalah Pusaka langit, namun tidak mengetahui dengan jelas siapa pemilik kedua Pusaka langit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2