SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
SEKTE BURUNG HANTU 2


__ADS_3

" Salam Senior... Mohon maaf jika kedatanganku disini mengganggu kalian." Ryu memasang wajah murung seperti orang yang sedang sakit.


" Senior... Terimakasih karena telah menyelamatkanku. Jika tidak, mungkin aku sudah dibunuh oleh kawanan Serigala itu. Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu menundukkan kepala sambil memegang perutnya, lalu berjalan keluar Pintu Gerbang Sekte.


" Tunggu Junior! Sepertinya kamu sedang lapar. Biar aku yang menjamu, kebetulan aku memiliki banyak makanan. Kamu tidak perlu khawatir, Aku menjamin keselamatanmu di Sekte Burung Hantu ini." Tetua Sekte menghentikan langkah Ryu, sambil memikirkan cara agar Ryu bisa betah di tempat itu tanpa menaruh curiga dengan tujuan mereka.


Tetua Sekte sangat yakin bahwa Ryu benar-benar kelaparan, karena dari caranya berjalan begitu lesu sambil memegang perutnya.


' Bilang saja kalian ingin memanfaatkanku. Ternyata akal sehat bisa hilang jika diikuti oleh keserakahan. Sepertinya akan lebih mudah.' Ryu membatin sambil menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Tetua tersebut.


" Benarkah Senior ingin memberikanku Makanan?" Ryu menatap ke arah Tetua Sekte Burung Hantu dengan penuh harap.


" Mmm... Sekarang ikutlah denganku! Untuk sekarang kamu boleh memanggilku Tetua Mu Dan." Mu Dan memberi Isyarat kepada Ryu untuk mengikutinya.


Tanpa merasa khawatir, Ryu langsung mengikuti Mu Dan menuju kediamannya hingga terlihat beberapa Murid menatap ke arah Ryu dengan berbagai macam ekspresi.


Dari beberapa Murid Wanita, begitu sangat mengagumi ketampanan Ryu dan berharap untuk berkenalan dengannya.


Namun karena di sampingnya ada Tetua Mu Dan, para Murid wanita hanya bisa mengurungkan niatnya karena Tetua Mu Dan adalah Tetua yang paling berpengaruh besar terhadap Sekte Burung Hantu.


Berbeda dengan Murid Pria, mereka menatap Ryu dengan rasa benci karena kedatangannya pasti akan mendapatkan saingan yang berat untuk mendapatkan murid wanita.


Ryu yang merasa Aura dari mereka hanya tertawa dalam hati karena baginya hanya kumpulan lalat yang sekali tepuk langsung mati.


Tetapi Ryu juga dapat merasakan bahwa ada beberapa sosok yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal dan tahap menengah, namun itu semua berasal dari beberapa Tetua yang sudah berusia ribuan tahun.


Bahkan Ryu juga dapat merasakan bahwa ada tiga sosok yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir, yaitu berasal dari tiga sosok wanita yang terlihat masih muda namun sudah berusia lebih dari satu juta tahun.


' Untung saja aku tidak bertindak gegabah. Ternyata di Kekaisaran Taiyang ini benar-benar tidak bisa dianggap remeh.' Ryu bergindik ngeri merasakan Aura tersebut yang diibaratkan langit dan bumi.


' Seperti aku harus menyingkirkan ketiga wanita itu terlebih dulu bagaimanapun caranya. Setelah itu, mereka semua berada di tanganku.' Ryu membatin sambil memikirkan cara untuk membunuh ketiga wanita itu dan menghancurkan Formasi yang melindungi Sekte Burung Hantu.

__ADS_1


" Tetua Mu Dan... Siapa yang bersamamu?" Tanya salah satu dari mereka.


" Salam Matriak, Salam Tetua Agung, Guru Agung. Pemuda ini aku selamatkan dari sekelompok Serigala. Aku ingin mengangkatnya menjadi Murid Sekte Burung Hantu, karena Pemuda ini memiliki kemampuan khusus." Tetua Mu Dan berbisik kepada mereka menggunakan pelindung kedap suara agar Ryu tidak mengetahui percakapan mereka.


Meskipun begitu, Ryu masih bisa mendengar percakapan mereka karena dia sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.


" Jadi begitu? Apa kamu yakin bahwa Pemuda itu memiliki kemampuan khusus? " Tanya Matriak Sekte Burung Hantu.


" Aku sangat yakin Matriak. Pemuda ini berhasil menemukan Harta langit di Hutan yang masih berada di wilayah kekuasaan kita. Sayangnya dia tidak mengetahui bahwa Buah Persik Bulan ini adalah Harta langit." Mu Dan mengeluarkan lima buah Persik Bulan.


" Berikan padaku!" Matriak Sekte langsung mengambil buah Persik Bulan dari tangan Mu Dan.


Meskipun Tetua Mu Dan sangat kesal, namun dia tidak berani membantah karena bagaimanapun dia masih berada di Pendekar Surgawi tahap awal.


" Guru Agung... Sepertinya Pemuda itu sangat cocok untuk berlatih bersama Ling Xianzi Murid Jenius mu itu. Tapi sayangnya Pemuda itu masih mencapai Pendekar Bumi tahap awal." Matriak Sekte menatap ke arah Guru Agung.


Guru Agung tersebut sebelumnya berasal dari Perguruan Hantu Malam yang ada di wilayah Kekaisaran Awan dan baru saja bergabung dengan Sekte Burung Hantu karena ketiga wanita itu adalah mantan Istri dari Hantu Malam.


' Sepertinya aku harus berhati-hati! Jangan sampai Ling Xianzi mengetahui keberadaanku disini.' Secara diam-diam mengaktifkan Armor Pelangi lalu menyamarkan Aura meskipun tidak bisa lagi melakukan perubahan wujud.


" Matriak... Biarkan Muridku sendiri yang menentukan pilihannya." Guru Agung dan menutup mata lalu mengirim pesan jiwa kepada Ling Xianzi.


' Semoga saja Ling Xianzi tidak mengetahuiku.' Ryu menghela napas panjang.


Tidak beberapa lama terlihat sisanya wanita yang tidak asing lagi di mata Ryu, karena dugaannya benar bahwa sosok yang dipanggil tersebut adalah Ling Xianzi.


" Salam Matriak, Salam Tetua Agung, Salam Guru Agung..." Ling Xianzi menundukkan kepala.


" Zi'er... Pemuda itu memiliki kemampuan khusus dengan matanya. Apa kamu ingin berlatih mata Ular dengannya? Dengan begitu kekuatan mata kalian berdua semakin meningkat." Guru Agung menunjuk ke arah Ryu.


Ling Xianzi pun menoleh ke arah yang ditunjukkan hingga membuatnya sontak kaget.

__ADS_1


" Kau..." Ling Xianzi menunjuk ke arah Ryu dengan tatapan marah sekaligus senang.


Disisi lain Ryu yang masih berdiri di belakang mereka masih terlihat santai tanpa ekspresi apapun.


" Ling Xianzi, Apa kamu mengenal Pemuda itu?" Tanya Matriak Sekte Burung Hantu.


" Matriak, Guru Agung,... Dia adalah Kaisar Ryu." Ling Xianzi menatap tajam ke arah Ryu.


" Kaisar Ryu?" Semua terkejut mendengar ucapan dari Ling Xianzi.


Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung menoleh ke arah kanan dan kiri seakan mencari sesuatu hingga menatap ke arah Ling Xianzi seakan meminta penjelasan.


" Maaf Senior... Kenapa Senior menunjuk ke arahku dengan sebutan Kaisar Ryu?" Ryu memasang ekspresi heran.


" Zi'er... Coba perhatikan baik-baik. Mana mungkin Kaisar Ryu ada disini." Guru Agung menggelengkan kepala merasa kalau Ling Xianzi sedikit tidak waras karena selama ini tujuannya hanya memikirkan Kaisar Ryu untuk menyempurnakan tubuh Emas miliknya.


Mendengar ucapan dari Guru Agung, Ling Xianzi memeriksa Aura dari Ryu sehingga dia menemukan ada perbedaan.


' Ini sangat aneh... Kenapa wajah Pemuda itu mirip sekali dengan Ryu Gege? Ah tidak. Mungkin hanya mataku yang salah, karena selama ini aku selalu memikirkan dia.' Ling Xianzi menepis pikirannya menganggap Pemuda yang di depan mereka bukanlah Ryu.


" Junior... Siapa namamu?" Tanya Ling Xianzi sekedar memastikan.


" Salam Matriak, Tetua Agung, Guru Agung, Senior... Perkenalkan namaku Song Juan. Aku berasal dari kota Kurok." Ryu memberi hormat.


' Wajah Pemuda ini sangat tampan seperti Gege Ryu. Tapi sayang tingkat Kultivasinya masih rendah hanya seperti Kultivator biasa. Haaahh... Seandainya Pemuda ini sangat jenius, Aku akan menjadikannya sebagai kekasihku.' Ling Xianzi membatin.


" Mohon maaf sebelumnya... Pemuda ini sudah lapar. Aku harus membawanya ke tempat kediamanku." Mu Dan memberi hormat lalu membawa Ryu ke kediamannya.


" Haaahh... Zi'er... Sebaiknya kamu cuci otakmu yang selalu memikirkan Kaisar Ryu. Sekarang kembalilah untuk berlatih." Guru Agung menggelengkan kepala atas tindakan dari Ling Xianzi.


" Ba.. Baik Guru Agung." Ling Xianzi menundukkan kepala meskipun merasa kesal dengan ucapan tersebut, namun dia tidak berani bertindak karena dia menyadari kekuatannya sekarang.

__ADS_1


Oleh karena itu Ling Xianzi berlatih dengan keras, agar dia bisa menyaingi Guru Agung tersebut.


__ADS_2