
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Kini udara di sekitar mereka semakin bergerak liar seakan menghancurkan Kamar Utama tersebut.
Merasa sesuatu yang buruk Ryu langsung membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura hingga tiga lapis di kamar tersebut.
Sementara Bing Ruyue terus menekan tangan Zhang Qixuan dengan Energi Es untuk meredam kekuatan yang ada di tubuh Zhang Qixuan.
Kini tatapan mata dari Zhang Qixuan sangat mengerikan yang membuat Ryu berkeringat dingin.
" Gege... Cepatlah! Aku tau ini bukan waktu yang tepat, tapi kamu harus melakukannya." Bing Ruyue mulai kewalahan karena terkena serangan mental dari Zhang Qixuan.
Ryu yang berusaha menekan kekuatan dari Zhang Qixuan yang kini juga menguras energi miliknya.
" Hahahaha... Aku adalah Dewi Kematian. Kalian Manusia yang lemah, Aku akan bunuh kalian semua.!" Suara yang mengerikan dari Zhang Qixuan.
Disisi lain Zhang Qixuan terus menahan kekuatan tersebut sambil membayangkan wajah Ryu seakan memberikan dorongan semangat untuk mengendalikan diri.
" Gege... Aku tau ini bukan waktu yang tepat, tapi jika terlambat selamanya aku tidak bisa melihatmu lagi." Suara yang sangat lemah dari mulut Zhang Qixuan.
Ryu yang berniat untuk menghentikan kegiatan mereka, kini dengan terpaksa harus mengikuti apa yang dikatakan oleh Zhang Qixuan yang mungkin bisa membantunya.
Dengan memusatkan fikiran, Ryu mencoba mengendalikan diri untuk membantu menyalurkan energi miliknya kepada Zhang Qixuan hingga dalam beberapa saat udara di sekitar secara perlahan mulai reda.
Kini kesadaran Zhang Qixuan mulai membaik merasakan sensasi yang berbeda Meskipun mulai merasakan sakit di bagian sensitifnya, namun dia dapat merasakan kekuatan yang besar mengalir pada tubuhnya.
" Haaahh..." Bing Ruyue tersungkur karena sudah banyak mengeluarkan tenaga.
__ADS_1
Dengan cepat Bing Ruyue menelan beberapa Pil untuk memulihkan tenaganya yang habis terkuras.
Secara perlahan Zhang mulai membuka mata sambil menatap ke arah Ryu dengan sebuah senyuman.
" Gege... Terimakasih." Zhang Qixuan mengalungkan tangannya di leher Ryu.
" Xuan'er... Apa yang terjadi padamu?" Ryu sedikit menyelidik.
" Sepertinya kekuatan lain pada tubuhku ingin menguasai tubuhku. Tapi sekarang sudah menghilang dan kekuatannya berpindah padaku." Zhang Qixuan merasakan tubuhnya terus menyedot energi dari Dewi Kematian.
" Untuk malam ini lebih baik kita istirahat saja. Kita bisa menggantikan pada malam berikutnya." Ryu merasa tidak enak karena sudah banyak mengeluarkan tenaga.
" Tidak masalah Gege... Kita bisa lanjutkan lagi." Zhang Qixuan yang sudah kembali seperti semula bahkan kekuatannya sudah bertambah.
" Apa bisa kita lanjutkan?" Ryu sedikit mengerutkan kening sambil mengusap rambut Zhang Qixuan dengan sebuah senyuman.
" Mmm... Tapi kita harus menunggu sampai Yue'yue sudah sadar." Zhang Qixuan menoleh ke arah Bing Ruyue yang jatuh terkapar karena sudah banyak mengeluarkan Qi untuk membantu dirinya.
" Baiklah... Aku akan menunggu seperti ini. Lagi pula Yue'er masih memulihkan diri." Ryu melirik ke arah Bing Ruyue yang masih di posisi duduk bersila.
" Mmm." Zhang Qixuan mengangguk langsung memeluk Suaminya hingga kulit mereka menempel dimana wajah mereka juga menempel.
Dengan bantuan dari Ryu, Zhang Qixuan mulai menutup mata untuk menyerap energi dari Dewi Kematian.
' Manusia busuk. Berani sekali kamu mengambil kekuatanku.' suara terdengar dari fikiran Zhang Qixuan.
Dua jam kemudian Bing Ruyue mulai membuka mata sambil menatap ke arah Ryu dan Zhang Qixuan yang posisi menyatu.
" Gege... Bagaimana keadaan Xuan'xuan?" Bing Ruyue memperhatikan mereka.
" Xuan'er lagi menyerap energi dari Dewi Kematian. Kita hanya menunggu sampai energi itu habis." ucap Ryu.
" Mmm." Bing Ruyue membaringkan tubuhnya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai kain.
Setelah memakan waktu selama lima jam, kini Zhang Qixuan mulai membuka mata dan merasakan dirinya sudah mencapai Pendekar Bumi tahap menengah.
" Secepat itu?" Bing Ruyue membulatkan mata dengan rahang terbuka.
" Sepertinya Dewi Kematian telah membantuku untuk menerobos dengan cepat." Zhang Qixuan baru tersadar bahwa ada jiwa yang lain ada pada dirinya.
" Apa Dewi Kematian sudah hilang?" tanya Ryu.
" Tidak... Dia bersemayam di Alam Jiwaku. Tapi kalian tidak perlu khawatir. Jika kekuatannya pulih, maka aku sudah bisa menyerapnya kembali. Mungkin itu suatu keuntungan untukku." Zhang Qixuan tersenyum kemenangan.
" Gege, Yue'yue... Terimakasih... Jika tanpa bantuan kalian, mungkin aku sudah mati. Aku fikir Dewi Kematian sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir atau lebih. Untung saja jiwanya masih belum sempurna." ucap Zhang Qixuan.
Mendengar ucapan dari Zhang Qixuan, Ryu merasa sedikit khawatir bukan tidak mungkin Dewi Kematian bisa bangkit dan menguasai tubuh Zhang Qixuan.
__ADS_1
" Xuan'xuan... Apa itu tidak berbahaya?" Bing Ruyue terlihat khawatir.
" Yue'yue... Kamu tenang saja. Aku telah mengikatnya dengan rantai Jiwa. Dengan begitu dia tidak bisa menguasai tubuhku lagi. Suatu keuntungan, aku bisa menyerap energi miliknya. Sepertinya bukan hanya dia yang ada di Alam Jiwaku, tapi ada sosok lain yang masih samar-samar." Zhang Qixuan merasakan ada sosok lain yang diam-diam membantunya saat dia mengambil alih tubuhnya dari Dewi Kematian. Meskipun tidak terlalu jelas, namun sosok tersebut sama kuatnya dengan Dewi Kematian.
" Apa? Xuan'er... Bukankah itu terlalu berbahaya." Ryu terlihat khawatir.
" Gege... Kamu tenang saja. Sepertinya sosok itu malah diam-diam membantuku. Meskipun dia belum menampakkan dirinya, tapi aku merasakan bahwa dia adalah orang baik." ucap Zhang Qixuan.
Jika tanpa bantuan dari sosok Misterius tersebut, maka nyawa Zhang Qixuan mungkin tidak bisa diselamatkan karena Dewi Kematian ingin merebut tubuh Zhang Qixuan dengan paksa.
Dengan adanya bantuan dari Ryu dan Bing Ruyue, Zhang Qixuan juga bisa mengendalikan keganasan dari Dewi Kematian.
Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung teringat saat Zhang Qixuan memainkan Seruling yang membuat dia merasa tersiksa.
Namun saat Zhang Qixuan memainkan kecapi, maka siapapun yang mendengarnya pasti akan terpana.
Ryu mulai menyimpulkan bahwa kedua sosok tersebut adalah pemilik Pusaka langit yang ada pada Zhang Qixuan yang artinya mereka berlawanan.
Dengan penuh kehati-hatian Ryu mulai menjelaskan tentang hal yang pernah dia lihat saat Zhang Qixuan memainkan kedua benda tersebut.
Mendengar ucapan dari Ryu, Zhang Qixuan merasa itu ada benarnya karena selama ini dia lebih sering memainkan seruling dari pada Kecapi.
" Xuan'er... Aku sarankan agar kamu tidak lagi memainkan seruling itu! Lebih baik kamu fokus memainkan Kecapi. Aku yakin semakin sering kamu memainkan Kecapi, maka sosok yang membantumu akan bangkit." Ryu mencoba mencerna serangkaian kejadian pada Zhang Qixuan.
" Baiklah Gege... " Ucap Zhang Qixuan.
Setelah semua keadaan mulai membaik, Ryu, Zhang Qixuan dan Bing Ruyue mulai melanjutkan malam panjang mereka penuh dengan kebahagiaan.
Terlihat senyuman dari wajah Zhang Qixuan karena bisa mendapatkan seseorang yang sangat dia cintai, meskipun dia sadar bahwa Ryu memiliki banyak Istri.
Dengan keyakinan yang kuat, Zhang Qixuan merasa hidupnya lebih berharga ketika berdampingan dengan sosok Pemuda yang sangat dia cintai itu.
Bahkan dia mendapatkan kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan karena Istri Ryu yang lain juga begitu perhatian kepadanya.
Saat sudah menyelesaikan malam penuh kebahagiaan tersebut, Ryu, Zhang Qixuan dan Bing Ruyue kembali membaringkan tubuhnya dengan posisi saling berpelukan.
Setelah beberapa mereka mulai memejamkan mata hingga beberapa saat mereka tertidur pulas penuh dengan kebahagiaan.
Pada keesokan hari Ryu menuju dimana tempat Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia tinggal.
Terlihat Sosok Naga berkepala Tujuh sedang berendam di lautan, Harimau Putih bersayap setinggi empat meter dan seekor Laba-laba setinggi enam meter.
" Shuijing, Chaizu Jiejia... " Ryu memanggil ketiga sosok tersebut.
" Gggrrrrrr." Chaizu dan yang lain berjalan mendekati Ryu.
" Sepertinya kalian masih belum bisa berbicara." Ryu kembali membuat kontrak jiwa kepada Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia.
__ADS_1
Dengan memberikan sedikit tetesan darahnya Ryu menyentuh kepala dari masing-masing sosok tersebut hingga tubuh mereka mulai mengecil seperti semula namun Ryu dapat merasakan bahwa ketiga sosok tersebut bisa mengirimkan pesan jiwa kepadanya.