SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Liu Bai Jun


__ADS_3

Setelah itu Ryu menatap ke arah kedua sosok yang sedang bertarung melawan Huli Yue dan Yinshi, dimana kedua Tetua itu dengan angkuh terus menerima serangan dari Huli Yue dan Yinshi.


Disisi lain Huli Yue yang berwujud Rubah langit, semakin kewalahan saat berhadapan dengan Tetua itu.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung mengirim pesan jiwa kepada Huli Yue agar dia memilih lawan yang lain.


Mendapatkan pesan jiwa dari Ryu, Huli Yue langsung membentuk bayangan putih pergi ke arah lain.


" Hahaha... Mau kemana kamu Rubah?" Tetua itu terlihat senang karena menganggap Huli Yue sudah ciut nyalinya.


Di sisi lain Ryu yang melihat ekspresi dari Tetua tersebut langsung menggunakan langkah Hantu Harimau Petir membentuk bayangan hitam.


Seketika Kepala Tetua itu terlepas dari tubuhnya membuat para tetua yang lain semakin panik.


Tanpa menunggu lama Ryu juga melesat cepat ke arah Tetua yang memakai teknik Tubuh Baja, dimana dia juga mengalami nasib yang sama dengan kepala terpotong oleh Ryu.


Di tempat lain Hao Mingzi yang sejak awal terus mencari keberadaan Jinying dan Bu Jing Yu, kini terlihat kebingungan karena sama sekali tidak menemukan mereka.


Karena sama sekali tidak menemukan keberadaan Jinying dan Bu Jing Yu, kini berniat kembali ke lapangan Sekte Ular yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka untuk melaporkan kejadian tersebut.


Namun saat berada di kisaran 50 meter dari area pertarungan, Hao Mingzi merasakan firasat buruk karena dapat merasakan Aura pertarungan yang hebat.


Saat Hao Mingzi berada di lapangan Sekte Ular, dia disambut dengan pemandangan yang mengerikan dimana telah terjadi pembantaian sepihak oleh Ryu dan kelompoknya.


Dengan penuh kehati-hatian Hao Mingzi berniat untuk meninggalkan tempat tersebut, karena dia dapat merasakan bahwa dia tidak bisa berbuat apapun.


" Wuush... Wuush... Wuush." Sebuah bayangan hitam melesat cepat dari arah belakang Hao Mingzi.


Hao Mingzi yang belum menyadari hal itu, terus berjalan dan menyelinap untuk meninggalkan Sekte Ular.


" Bboooom." Serangan tiba-tiba bertumpu pada tubuh Hao Mingzi hingga membuatnya terpental memasuki wilayah pertarungan.


" Ying'er.... Apa yang kamu lakukan?" Hao Mingzi terlihat kesal karena sosok yang menyerangnya tidak lain adalah Jinying.


" Maafkan aku Hao Mingzi... Selama ini kamu hanya menginginkan tubuhku, tapi tidak mencintaiku dengan tulus. Kamu juga tidak menerima keberadaan anakku." Jinying menatap tajam ke arah Hao Mingzi.


Hal itu tidak semuanya benar, dimana Jinying sebenarnya ingin kembali bersama Ryu dan menyesali karena telah meninggalkannya.


Hao Mingzi yang mendengar ucapan dari Jinying, terlihat murung karena tersadar atas tindakannya membuat wanita itu tidak betah. Hao Mingzi memang mengakui bahwa setelah mendapatkan Jinying dan Bu Jing Yu, dia memanfaatkan statusnya sebagai Putra Patriak untuk mendekati dan memuaskan nafsunya kepada beberapa anggota Sekte Ular.

__ADS_1


" Sial... Kenapa aku bisa berada di posisi seperti ini." Hao Mingzi merasakan Aura Intimidasi dari arah belakang yang tidak lain adalah Ryu.


" Wuush." Ryu melesat cepat ke arah Hao Mingzi mengumpulkan energi Petir di kepalan tangannya.


" Bboooom." Pukulan keras mengenai tubuh Hao Mingzi membuatnya terpental ke udara hingga kembali membentur ke tanah.


" Aaarrrggghhhh." Hao Mingzi yang tidak sempat menghindar merasakan sakit yang luar biasa bersarang di tubuhnya.


" Gege... Ini Anakmu.' Jinying yang terlihat senang saat melihat Ryu berada di depannya langsung mengeluarkan Bayi dari Cincin pemulihan miliknya.


Mendengar ucapan dari Jinying, Ryu berjalan mendekatinya lalu mengeluarkan sebuah bola kristal dan menempelkan kepada Bayi tersebut hingga mengeluarkan cahaya berwarna biru yang kuat.


" Anakku?" Ryu seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat dimana awalnya tidak percaya bahwa Bayi tersebut adalah anaknya.


Namun saat melihat cahaya biru yang dikeluarkan dari Bayi tersebut, Ryu merasa yakin bahwa bayi mungil itu adalah anaknya.


" Gege... Kamu boleh membenciku, tapi paling tidak kamu mengakui bahwa Liu Bai Jun adalah Putramu." Jinying berlutut di hadapan Ryu sangat menyesal atas perbuatannya.


Meskipun masih belum bisa memaafkan Jinying, namun Ryu juga tidak bisa berbuat apa-apa karena bagaimanapun Bayi tersebut adalah anaknya.


" Liu Bai Jun?" Ryu mengambil bayi mungil itu dari tangan Jinying seraya menggendongnya.


Jinying berpikir meskipun Ryu tidak bisa mempercayainya begitu cepat, namun paling tidak Ryu mengakui Putranya.


Tanpa menunggu lama Jinying langsung mengeluarkan Pedangnya lalu menusuk ke jantung Hao Mingzi hingga Pria itu mengeluarkan darah segar dari mulutnya dan kehilangan nyawa.


Dari kejauhan terlihat beberapa sosok yang menggunakan Spiritual mereka untuk memperhatikan jalannya pertarungan tersebut.


Tidak lain mereka adalah mata-mata dari Kekaisaran Taiyang yang sedang mengemban tugas langsung dari Kaisar.


" Saudara... Kekuatan mereka sangat mengerikan. Apakah kita akan menunggu disini sampai selesai?" ucap salah satu sosok yang berada di tempat itu sejak awal pertempuran.


" Tentu saja Saudara. Lalu siapa mereka sebenarnya? Sepertinya teknik yang mereka pakai bukan dari wilayah Kekaisaran Taiyang." Sosok yang lain memperhatikan dari setiap teknik yang mereka pakai sangat mengerikan.


Mereka memperkirakan Sosok Pemuda yang tidak lain adalah Ryu masih berusia 20 Tahun, sedangkan beberapa wanita yang lain mereka juga memperkirakan masih berusia dibawah 19 Tahun.


Sedangkan beberapa sosok yang sudah berubah wujud menjadi roh suci, mereka masih belum bisa dari mana asal mereka.


" Saudara... Dari mana asal roh suci itu?" Sosok yang lain menatap ke arah rekannya yang sudah lama di tempat itu.

__ADS_1


" Mereka bukan roh suci, tapi mereka adalah wanita muda yang menggunakan teknik perubahan wujud. Mereka sama cantiknya dengan wanita yang lain." Sosok tersebut berasumsi karena sejak awal dia terus mengawasi tempat tersebut.


" Itu kabar bagus... Aku yakin Yang Mulia Kaisar tidak keberatan jika menjadikan mereka sebagai Selirnya atau paling tidak menjadi menantu Yang Mulia Kaisar." ucap yang lain.


" Aku sependapat. Ditambah lagi dengan sosok Pemuda itu, Pasti Yang Mulia Kaisar akan mengangkatnya menjadi Menantu. Dengan begitu Kekaisaran Taiyang akan disegani oleh Kekaisaran yang lain."


" Benar Saudara... Sepertinya Pemuda itu lebih kuat dibandingkan dengan yang lain."


" Baiklah... Kita akan tunggu pertarungan itu selesai, kita akan menghampiri mereka."


Lima sosok yang tidak tau diri itu berniat untuk menjadikan Ryu bersama kelompoknya sebagai alat untuk memperkuat Kekaisaran Taiyang.


Bukan tanpa alasan dimana sebuah prinsip Dunia Kultivator yang selalu menjunjung tinggi orang yang Kuat bisa bertindak apapun semaunya, sedangkan yang lemah harus menunduk.


Kesombongan dan keserakahan itulah yang sudah mendarah daging dalam hati mereka hingga terkadang membutakan akal sehat manusia salah satunya dari kelima sosok tersebut.


Kelima sosok itu satu pemahaman dimana Sang Kaisar memiliki harta yang berlimpah, tentu saja bisa membeli apapun yang mereka inginkan termasuk ' membeli ' Kultivator hebat sebagai Pengawal pribadi mereka dengan upah yang tinggi.


Hal itu memang ada benarnya, karena masih banyak para Kultivator hebat yang mengabdikan diri kepada para Bangsawan, pihak Kerajaan bahkan Kekaisaran jika mendapatkan upah yang tinggi dengan tujuan agar mereka bisa membeli beberapa Sumberdaya sebagai penunjang Kultivasi mereka.


*****


( Di area pertarungan )


Setelah kematian para Tetua dan Guru Sekte Ular, Sheng Zhishu dan yang lain memburu semua murid Sekte Ular hingga tidak ada yang tersisa.


Sedangkan Ryu sendiri kini hanya menyaksikan semua Istrinya sedang memburu murid Sekte Ular.


" Gege." Jinying menundukkan kepala setelah selesai membunuh Hao Mingzi.


" Jinying... Bawa Liu Bai Jun ke Dunia Quzhu." Ryu berpikir akan membicarakan masalah tersebut saat semua Istrinya sudah berkumpul.


" Baik Gege." Jinying mengambil kembali Liu Bai Jun dari tangan Ryu merasa sangat senang.


Dengan sekali kibasan, Ryu menarik Jinying menuju ke Dunia Quzhu mengingat anak mereka masih kecil.


Setelah beberapa saat kini Sheng Zhishu dan yang lain sudah menyelesaikan pertarungan mereka hingga menarik semua mayat tersebut ke Dunia Quzhu lalu berjalan mendekati Ryu.


Begitu juga dengan Dao Luo dan Prajuritnya, kini memulihkan diri karena banyak mengeluarkan tenaga bahkan banyak mengalami luka.

__ADS_1


__ADS_2